Showing posts with label Wisata. Show all posts
Showing posts with label Wisata. Show all posts

Wednesday, July 20, 2016

Keanggunan Pakaian Tradisional Dari Berbagai Belahan Dunia


Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang memiliki keragaman budaya, bahasa serta baju adat. Wilayahnya yang luas dan berpencar ratusan pulau di sekelilingnya telah menyumbang kekayaan tersendiri bagi negerinya. Karena itulah Indonesia dikenal dengan negara yang kaya akan kultur dan budaya oleh masyarakat dunia. Selain tutur dan perilakunya yang ramah kepada siapa saja orang asing yang berkunjung, masyarakat Indonesia juga terkenal dengan cara berpakaiannya yang penuh kesantunan dan keanggunan.

Bisa kita lihat dari wilayah Sabang sampai Merauke semuanya memiliki khasanah baju tradisional yang sangat beraneka. Tiap provinsi memiliki ciri khas tersendiri untuk menonjolkan identitas daerahnya. Bahkan dalam satu provinsi juga terdapat lebih dari satu baju tradisional. Namun, hal ini tidak hanya bisa ditemukan di Indonesia saja. Negara-negara lain di dunia juga memiliki baju tradisional khasnya masing-masing. Penasarankah sahabat dengan negara mana saja yang memiliki baju tradisional unik? Berikut Keanggunan Pakaian Tradisional Dari Berbagai Belahan Dunia

1. Sari India


Mungkin bukan hal yang asing lagi bagi masyarakat dunia mengenai Sari. Apalagi bagi sahabat-sahabat yang suka nonton film Bollywood era 90'an. Baju tradisional ini seolah menunjukkan jati diri nasionalisme warga India. Sari tidak hanya dipakai wanita India yang bermukim di negara India saja, warga India ataupun keturunan India yang tinggal di negara lain juga seolah tidak pernah lepas dari pakaian tradisional negaranya. Baju tradisional ini tidak hanya dipakai di upacara adat, ibadah atau acara resmi saja karena Sari telah mampu beradaptasi dengan modernitas sehingga tidak akan membuat siapapun yang memakainya ketinggalan zaman.

2. Ao Dai Vietnam


Baju tradisional yang berasal dari Vietnam ini memang sepertinya masih kurang begitu populer di telinga kita, akan tetapi model baju tradisional ini terlihat sangat anggun dan memancarkan kecantikan wanita Vietnam. Ao Dai sendiri di Vietnam biasanya dipakai untuk menyebut pakaian yang sudah lama tidak pakai, akan tetapi sejak tahun 1993 hingga sekarang baju tradisional ini mampu meraih kepopulerannya kembali. Baju ini biasanya dipakai oleh wanita Vietnam dalam upacara pernikahan, kematian atau perayaan seperti Imlek. Baju tradisional yang berbahan kain sutera ini dibuat menjadi lebih ketat dibandingkan dulu dan memakainya dikombinasikan dengan celana pantalon khas Vietnam juga. Dengan karakteristik wajah yang dimiliki wanita Vietnam tentu saja menambah keanggunan ketika memakai Ao Dai ini. 

3. Kaftan Maroko


Tahukah sahabat bahwa baju yang beberapa tahun kebelakang ini sedang populer di Indonesia yakni Kaftan merupakan baju tradisional yang berasal dari negara Maroko. Ya benar, Kaftan memang hasil baju tradisional yang ternyata zaman dahulu tidak hanya dipakai oleh wanita saja namun juga pria. Bahkan ketika Kekhilafahan Ottoman masih berjaya di Turki, Kaftan menjadi baju yang paling mahal dan hanya digunakan oleh kalangan bangsawan saja. Di era fashion modern sekarang, Kaftan tak hanya dianggap sebagai baju khusus Muslim saja namun sudah berubah menjadi baju tradisional yang dapat dipadu padankan dengan tren mode sehingga cocok dipakai dalam acara-acara bergengsi.

4. Kimono Jepang



Inilah baju tradisional paling terkenal di dunia. Kimono secara harfiah berarti baju atau sesuatu yang dikenakan (ki berarti pakai, dan mono berarti barang). Pada zaman sekarang, Kimono berbentuk seperti huruf "T", mirip mantel berlengan panjang dan berkerah. Pemakaian Kimono sendiri di negara asalnya Jepang, lebih sering dipakai pada event atau festival tertentu saja, seperti hari raya misalnya. Akan tetapi Kimono juga bisa dipakai pada acara pesta/non formal. Yup ini tergantung bagaimana sahabat memakai pakaian tradisional yang ternyata cukup ribet cara pakainya ini.

5. Qipao/Congsam China


Salah satu jenis pakaian tradisional negeri Tiongkok. Nama sebenarnya adalah Congsam tetapi penamaan Qipao ternyata lebih dikenal oleh publik. Qipao sendiri sebenarnya baru marak pada tahun 1925 terutama di Shanghai dan banyak dipengaruhi oleh arus westernisasi. Dulu Qipao banyak dipakai oleh kalangan bangsawan dan hingga kini dipakai hanya pada saat pesta-pesta dan perayaan besar saja. Pakaian ini dicirikan oleh kerah berdiri, membuka sisi kanan, pas di pinggang sehingga membuat keindahan bentuk tubuh perempuan lebih terlihat.
 
6. Kebaya Indonesia


Untuk yang satu ini mungkin sudah sangat familiar di tengah masyarakat Indonesia. Kebaya adalah salah satu baju tradisional yang hingga saat ini bertahan di tengah tren busana mancanegara. Kebaya hadir mulai zaman kerajaan Majapahit dan dikenakan tidak hanya untuk kalangan bangsawan namun juga rakyat jelata. Jika baju-baju tradisional dari negara lain lebih banyak berupa gaun lain halnya dengan kebaya yang berupa baju atasan saja. Kebaya juga memiliki filosofi tersendiri bagi siapapun yang menggunakannya. Selain memancarkan keanggunan dan kesantunan khas wanita Indonesia, kebaya juga mampu mencerminkan pribadi si pemakainya. Kebaya biasanya sering digunakan di acara pernikahan atau upacara adat kedaerahan

7. Sasirangan Indonesia


Well, Indonesia bukan cuma punya Kebaya. Setiap provinsi mungkin punya pakaian tradisionalnya sendiri. Dan kali ini izinkan aku mengenalkan kepada sahabat semua pakaian tradisional asal daerahku, Sasirangan.
Sasirangan adalah kain adat suku Banjar di Kalimantan Selatan. Kekhasan dari kain ini didapat dari proses pewarnaan rintang dengan menggunakan bahan perintang seperti tali, benang atau sejenisnya menurut corak-corak tertentu. Ada kurang lebih 16 motif kain Sasirangan lho guys. Dan jangan salah, walaupun ini pakaian tradisional, tetapi Sasirangan sudah bersentuhan dengan tren modern sehingga bila sahabat berkesempatan jalan-jalan ke Kalimantan Selatan, maka sahabat ga akan heran bila sahabat melihat masyarakatnya baik yang muda maupun yang tua, baik itu mau ke kondangan ataupun ke pasar, mereka semua memakai Sasirangan.
Sasirangan juga sudah mendunia lho guys, jadi sayang banget klo kalian ke Kalimantan Selatan tanpa membawa oleh-oleh kain Sasirangan :D

--------------------------------------

Nah itulah 7 Pakaian Tradisional yang tampilannya begitu anggun. 
Yang mana favorit sahabat?
Jawab di kolom komentar ya :'D  
 
Sumber : 1 2  

Friday, May 6, 2016

Taman Generalife - Bunga Sejarah Islam di Negeri Matador


Selama berabad-abad, Islam telah memberikan banyak kontribusi terhadap perkembangan besar dunia. Banyak disiplin ilmu yang berkembang dan mencapai puncak keemasannya dimasa-masa kekuasaan Khilafah Islamiyah. Banyak pula pencapaian yang pada saat itu dianggap mustahil telah berhasil diwujudkan oleh Kaum Muslim. Tak terkecuali dalam bidang ilmu arsitektur.

Berbicara tentang ilmu dan seni arsitektur Islam, ada yang spesial dari berbagai bangunan arsitektur yang pernah dibangun. Arsitektur Islam banyak dipengaruhi oleh kepercayaan dan ajaran Islam. Penggambaran surga yang terdapat dalam Al-Qur'an sedikit banyak mempengaruhi daya imajinasi para arsitek Muslim dalam membangun rancangannya. Oleh karenanya tak heran apabila arsitektur Islam mempunyai ciri khas yang berbeda dengan arsitektur Eropa.

Dari sekian banyak arsitektur Islam, salah satu yang paling terkenal adalah Taman Generalife yang berada di Granada, Spanyol.


Generalife berasal dari Bahasa Arab dan sebenarnya berasal dari kata "Jannat al Arif" atau Taman Arsitektur. Taman ini berlokasi di dekat Al Hambra, yaitu nama sebuah kompleks istana sekaligus benteng yang megah dari kekhalifahan Bani Umayyah yang mencakup wilayah perbukitan di batas kota Granada. Istana ini dibangun sebagai tempat tinggal khalifah beserta para pembesarnya. Al Hambra sendiri kini telah dilindungi sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO 


Dibangun pada abad ke-13 dan didekorasi ulang oleh Sultan Abu al-Walid Ismail (1313-1324 M), cucu dari Muhammad II, Generalife merupakan tempat bersantai bagi Sultan-Sultan Granada ketika mereka ingin keluar dari kesibukan pekerjaan di istana. Taman ini berisi bunga-bunga indah, buah-buahan, bahkan sayur-sayuran yang beraneka ragam. Dekorasi taman serta pancuran air dari kolam pancuran membuat suasana damai menjadi sangat kental didalam taman ini.



Saat ini Generalife dibentuk dari 2 grup bangunan yang dihubungkan dengan Patio de la Acequia (Patio of the Irrigation Ditch). Patio atau taman di tengah istana ini merupakan bagian paling penting Generalife. Dengan panjang 48.70 meter dan lebar 12.80 meter, letak keindahan Generalife berpusat disini.   
 

So, bagaimana sahabat?
Mau menelurusi jejak kejayaan Islam sembari refleksi di salah satu taman terindah di dunia?
Taman Generalife selalu menjadi pilihan teratas untuk kita kunjungi :)

-----------------------------------------------

Sumber : 1 2

Sunday, March 27, 2016

Roma Atau Paris? Tetap Kandangan Yang Termanis


....Roma atau Paris....
....Indah Kandangan Kotaku Manis....

Penggalan bait puisi karangan D. Zauhidhie ini sedikit banyak memuji dan membangga-banggakan Kandangan sebagai sebuah kota. Tidak menghiperbolakan tapi memang bila kita telusuri secara mendalam, Kandangan adalah kota sederhana yang eloknya bisa disejajarkan dengan indahnya Roma atau Paris.

Kandangan, ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan, adalah salah satu kota berkembang di Kalimantan Selatan yang menjadi wadah transit bagi orang Hulu Sungai yang ingin ke Banjar dan sebaliknya. Kota yang dikenal dengan dodol dan ketupatnya ini juga kota yang sangat kental nuansa sejarah.

Tahukah sahabat bahwa dikota inilah api-api perjuangan pasca kemerdekaan berkobar disini?
Brigjen H. Hasan Basry, nama orang inilah yang memimpin rakyat Kalimantan Selatan dalam mengusir antek-antek penjajah pada tanggal 17 Mei 1949 silam dan membuat Kalsel menjadi bagian wilayah Indonesia. Kandangan lah pusat perjuangan itu sehingga cecurut-cecurut penjajah itu bisa diusir selamanya dari bumi Kalimantan.

Kini kota yang beliau perjuangkan telah berkembang. Kandangan sekarang elok dengan segala kebudayaannya. Ibukota dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang telah berumur 65 tahun ini telah tumbuh bersama masyarakatnya dan dengan keindahan alamnya.

Dan sebagai putra asli Kandangan, izinkan aku memperkenalkan indahnya pesona Kota Kandangan dalam video ini.

So cekidot :)


Btw kayak pernah liat talent-nya dimana gitu :D

--- best regards untuk tim Indonesia Bagus Net. TV ---

Saturday, February 27, 2016

Come & Visit - Daftar Agenda Wisata Di Kalimantan Selatan


Sepanjang 2016 ini, ada banyak acara kebudayaan dan kesenian yang bakal digelar oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Selatan.
Mulai dari festival etnik, pemilihan duta wisata, festival sasirangan, festival kuliner hingga festival tari tradisional Banjar bakal digelar di banyak tempat di Kalimantan Selatan.

Ingin mengetahui lebih banyak tentang ragam kebudayaan dan kesenian suku-suku yang tinggal di Kalimantan Selatan seperti Banjar dan Dayak? Maka momen ini akan sangat pas untuk Anda eksplorasi.
Catat apa saja ragam acaranya dan kapan waktunya berikut ini:

1. Tabalong Etnik Festival 2016

Di acara ini, bakal digelar beragam kesenian lokal seperti beragam aktivitas seni yang berakar dari Budaya Banjar (Pesisir) dan Dayak (Pedalaman).


Acara ini melibatkan ratusan seniman melalui sanggar-sanggar seni yang ada di Tabalong.
Bakal ada juga agenda Tabalong Tourism Expo, Workshop Permainan Tradisional dan Seni Bela Diri Tradisional Kuntau, Sasirangan Fashion Show, Karasmin Music Festival, Konser Voice of Borneo, seni tari, seni mamanda dan karnaval budaya.
Tempatnya di Kota Tanjung, Kabupaten Tabalong mulai 15-21 Februari 2016.

2. Mappanretasi

Mappanretasi adalah sebuah ritual adat suku Bugis yang bermukim di Kota Pagatan, Kabupaten Tanahbumbu.
Ritual ini sebagai ungkapan rasa syukur para nelayan Bugis kepada Allah SWT atas rezeki berlimpah dari laut yang mereka dapatkan selama ini.
Gelaran ini dihelat tiap tahun, saban pekan keempat April, saat musim ikan atau musim angin barat akan berakhir.

Ritual ini digelar di tengah laut, tepatnya di lepas pantai Pagatan, dipimpin oleh seorang Sandro dan diiringi oleh kapan-kapal nelayan.

3. Festival Sasirangan dan Pelangi Budaya Nusantara

Festival ini digelar dalam rangka Hari Jadi Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan tiap April.
Sasirangan merupakan kain tradisional Banjar yang pada gelaran ini ditampilkan dalam bentuk festival dengan beragam model pakaian berbahan kain tersebut.



Dalam acara ini ada Sasirangan Fashion Carnaval, Festival Tari Nusantara, Pawai Budaya, Festival Kuliner dan hiburan lainnya yang bakal digelar selama sepekan.

4. Aruh Ganal Dayak Meratus

Aruh Ganal merupakan sebuah upacara adat suku Dayak Bukit di Pegunungan Meratus.
Aruh ganal berarti kenduri besar, merupakan ajang berkumpulnya masyarakat Dayak dari balai Padang, Mancabung Harakit, Balawaian, Batung dan Danau Darah yang dilaksanakan oleh para Damang.



Acaranya tahun ini bakal dihelat di Balai Adat Malaris di Desa Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada pekan ketiga Mei 2016.

5. Balanting Paring atau Bamboo Rafting

Bamboo rafting sudah menjadi ikon wisata terkenal di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Bamboo rafting atau balanting paring biasa digelar di arus Sungai Amandit, Desa Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

 
Wisata ini bisa dinikmati pelancong tiap hari dengan rute Loksado-Niih dengan jarak tempuh 2,5 jam dan Loksado- Lumpangi selama 3,5 jam.

6. Festival Karya Tari Daerah

Di festival ini, sanggar-sanggar tari dari seluruh Kalimantan Selatan bakal menunjukkan kepiawaian mereka menata tari dan menari tari kreasi daerah Kalimantan Selatan, entah yang berbasis pesisir (Banjar) atau pedalaman (Dayak).


Biasanya acara ini digelar di Taman Budaya Kalimantan Selatan di Banjarmasin.
Tahun ini direncanakan akan digelar pada Juni nanti.
Pemenang festival ini akan mewakili Kalimantan Selatan di ajang Parade Tari Nusantara tingkat nasional.

7. Pasar Kue Ramadhan

Pasar kue atau pasar wadai ini hanya ada tiap kali bulan puasa atau Ramadan tiba.
Tahun ini pelaksanaannya dari Juni hingga Juli.

 
Di sini Anda bakal menemukan kue-kue dan kuliner khas Banjar seperti ipau, bingka, amparan tatak, kararaban, bubur hintalu karuang, bubur gunting, bubur baayak, dan sebagainya untuk menu berbuka puasa.
Pelaksanaannya di Kota Banjarmasin di siring Sungai Martapura depan eks Kantor Gubernur Kalsel di Jalan Jendral Sudirman.

8. Lomba Perahu Katir

Event ini biasanya digelar di Desa Teluk Aru, Kecamatan Pulau Laut Kepulauan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.
Tahun ini direncanakan pada 10 Agustus nanti.
Lomba ini menggambarkan keperkasaan para nelayan menaklukkan laut.


Lomba ini biasanya diikuti oleh para nelayan di Pulau Kerayaan, pulau tetangganya Teluk Aru, sehingga menjelang lomba banyak yang berkunjung ke sana dan menginap di rumah warga Desa Teluk Aru.
Untuk menuju ke sana biasanya menggunakan transportasi darat dari Banjarmasin sekitar 7-8 jam dengan jarak 346 kilometer.

9. Malam Batanam Karya Baharum Banua

Acara tahunan ini bakal digelar pada 14 Agustus 2016 nanti di Taman Budaya Kalimantan Selatan, Banjarmasin.

 
Acara ini menampilkan kepiawaian para seniman musik, teater, tari dan seni rupa Kalimantan Selatan dalam mengeksplorasi dan melestarikan kebudayaan lokal Kalimantan Selatan.
Ada beragam bentuk kesenian lokal yang tradisional ditampilkan seperti balamut, madihin, wayang gong, damarulan hingga yang modern seperti lagu-lagu Banjar dibalut dalam nuansa musik modern macam jazz.
Biasanya acara ini digelar selama sepekan dengan bermacam-macam agenda tiap harinya.

10. Dayung Perahu Naga

Ajang ini kerap digelar di Sungai Martapura di seberang eks Kantor Gubernur Kalimantan Selatan di Banjarmasin.

 
Tujuannya untuk memasyarakatkan olahraga air, sesuai pula dengan julukan Banjarmasin sebagai Kota Seribu Sungai.
Kegiatan ini digelar tiap Agustus dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan.

11. Kalsel Expo

Digelar tiap Agustus di Lapangan Murjani, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, ajang ini merupakan pameran pembangunan dan industri kreatif yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Pamerannya berupa penggambaran hasil-hasil pembangunan pemerintah dan program yang sedang berlangsung.

 
Ada juga pameran produk-produk daerah, beragam cinderamata dan kuliner khas provinsi ini.

12. Pemilihan Nanang dan Galuh Banjar Kalimantan Selatan

Nanang dan Galuh Banjar adalah sebutan untuk duta wisata Kalimantan Selatan, seperti halnya Abang dan None di Jakarta.
Nanang adalah panggilan untuk anak lelaki suku Banjar yang masih bujang dan galuh sebutan untuk anak gadisnya.


Ajang ini untuk menggalakkan promosi pariwisata Kalimantan Selatan dan langkah pelestarian budaya Banjar.
Biasanya, ajang ini bisa disaksikan secara gratis oleh warga.

13. Festival Pasar Terapung

Pasar terapung adalah ikon pariwisata Kalimantan Selatan sejak lama.
Sebagai bentuk pelestariannya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar festival ini saban tahun dan kerap sukses mengundang warga maupun wisatawan.

 
Untuk tahun ini bakal digelar di siring depan eks Kantor Gubernur Kalsel, Jalan Jendral Sudirman, Banjarmasin pada 23-25 September 2016 nanti.

14. Lomba Balogo

Lomba ini merupakan ajang pertunjukan permainan anak tradisional Banjar yang disebut balogo.
Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak kecil hingga remaja, biasanya hanya untuk lelaki.
Permainan ini menggunakan alat bernama logo yang terbuat dari tempurung kelapa, dibuat berlapis dua yang direkatkan dengan aspal atau dempul supaya berat dan kuat.

 
Bentuknya bermacam-macam, ada yang berupa bulus, penyu, segitiga, layang-layang, daun dan bundar.
Dalam permainannya harus dibantu oleh alat bernama penapak atau campa berupa tongkat pemukul yang panjangnya 40 sentimeter dan lebar dua sentimeter.
Fungsinya untuk mendorong logo agar bisa meluncur dan merobohkan logo lawan.
Tahun ini akan digelar di pekan ketiga September 2016.

15. Festival Banjarmasin Bungas

Acara ini diselenggarakan bertepatan dengan Hari Jadi Kota Banjarmasin.
Biasanya ada penampilan jukung atau perahu hias, pemilihan Nanang dan Galuh Kota Banjarmasin, dan sebagainya.

 
Lokasinya di Kota Banjarmasin, tepatnya di siring depan Kantor Wali Kota Banjarmasin, Jalan RE Martadinata pada pekan keempat September 2016.

16. Milad Kesultanan Banjar

Kerajaan Banjar adalah kerajaan Islam di Pulau Kalimantan dengan pusatnya di Kuin Utara yang sekarang masuk wilayah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Kerajaan ini runtuh pada 1905 saat berakhirnya Perang Banjar.

 
Walau begitu, pemerintahannya tetap ada dengan dipindahkannya pusat pemerintahannya ke Kota Martapura di Kabupaten Banjar, namun pengaruhnya sudah tak sehebat dulu lagi saat masih di Banjarmasin.
Guna melestarikannya agar tidak punah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menghidupkannya lagi dengan nama Kesultanan Banjar pada 24 Juli 2010 dan melantik Sultan Khairul Saleh sebagai sultannya.
Untuk memperingati hari bersejarah itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar perayaan milad atau ulang tahun kesultanan Banjar saban tahun.
Biasanya berpusat di Martapura dan tahun ini rencananya bakal digelar dari 15-21 Oktober 2016.
Biasanya ada berbagai pertunjukan kesenian daerah dan pameran produk-produk kerajinan lokal yang bisa dinikmati pelancong secara gratis.

17. Baayun Maulid

Baayun maulid adalah tradisi orang Banjar untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang digelar tiap 12 Rabiul Awal.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tiap tahun menggelar tradisi ini yang diikuti oleh banyak warga dan untuk menarik minat wisatawan.
Biasanya digelar di Masjid Al Mukarromah, Desa Banua Halat, Kecamatan Tapin Utara, Kotan Tapin, Kabupaten Tapin.


Dalam tradisi ini, anak kecil atau yang sudah dewasa diayun menggunakan ayunan khusus.
Biasanya mereka berdoa agar segala hajat mereka dikabulkan Allah SWT, diiringi lantunan selawat Nabi Muhammad.  

----------------------------------------

Sumber