Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Thursday, October 3, 2019

Tentang Revisinya UU Perkawinan

DPR dan Pemerintah telah menyepakati direvisinya Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974. Dengan adanya revisinya ini maka batas minimal perkawinan yang sebelumnya 16 tahun untuk perempuan dan 19 tahun untuk laki-laki, menjadi 19 tahun untuk keduanya.

(Sumber Foto - Link)

"RUU Perkawinan akan disahkan dalam paripurna siang nanti. Hasil pembahasan tingkat I di Baleg menyepakati perubahan Pasal 7 yang mengatur tentang usia boleh kawin laki-laki dan perempuan. Disepakati bahwa batasan usia yang dibolehkan melakukan perkawinan antara laki-laki dan perempuan adalah sama, usia 19 tahun," kata Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Totok Daryanto kepada wartawan, Senin (16/9/2019). Seperti dilansir detiknews.

Kabar ini tentu menjadi kabar baik bagi para pengiat yang menginginkan angka perkawinan pada usia anak bisa ditekan. Perjuangan panjang untuk mengadvokasi banyak pemangku kebijakan akhirnya membuahkan hasil. Termasuk juga BKKBN yang selama ini giat melaksanakan program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP).

Sebelum UU Perkawinan direvisi, Indonesia menempati urutan ke-7 untuk perkawinan pada usia anak secara keseluruhan di dunia dan menempati urutan ke-2 untuk ASEAN. Provinsi Kalimantan Selatan menjadi penyumbang perkawinan anak dengan persentase 39,53% dari total seluruh perkawinan. (sumber). Anak didefinikan sebagai seseorang yang belum mencapai usia 18 tahun, berdasarkan UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.


Dengan adanya revisi ini maka diharapkan untuk tahun-tahun selanjutnya Program Pendewasaan Usia Perkawinan bisa lebih baik lagi.

Sebenarnya tidak ada yang melarang seseorang untuk menikah. Menikah dan membentuk keluarga adalah hak azasi setiap insan di Indonesia. Tapi memang memutuskan menikah terlalu muda bukanlah perkara yang bijak. Kami bukannya tidak senang ada orang yang menikah di usia muda, akan tetapi kita ingin setiap orang yang ada bisa merencanakan secara matang rencana pernikahannya, tidak terburu-buru. Harapannya, setiap keluarga baru yang ada bisa kuat baik secara ekonomi, sosial, psikologis pasangannya serta melahirkan anak-anak yang sehat dan ibunya selamat. Dari keluarga yang kuat, maka akan lahir masyarakat yang kuat, dan dari masyarakat yang kuatlah baru bisa lahir negara yang kuat.

Kami di lapangan sudah terlalu sering mendengar ataupun melihat langsung, mereka yang memutuskan menikah di usia muda, terputus pendidikannya. Termasuk juga kami mengkwatirkan tidak optimal fungsi keluarganya, tidak mandiri (masih tergantung ke orangtua padahal sudah berkeluarga), konflik dalam rumah tangga karena usia mental yang belum siap, dan juga terkait kesehatan reproduksinya dimana di usia sebelum 20 tahun belumlah matang, apabila terjadi kehamilan maka kehamilannya termasuk dalam risiko tinggi.

Memang banyak faktor yang mempengaruhi mengapa seseorang memutuskan menikah muda. Dari latar belakang pendidikan, sosial kultural, ekonomi, serta agama. Hal ini juga dipengaruhi oleh globalisasi dimana banyak informasi yang tidak sesuai (pornografi dll) yang dapat dengan mudahnya diakses oleh anak-anak sehingga menyebabkan anak-anak menjadi lebih cepat "dewasa".

Maka, dengan adanya revisi ini, kita sepatutnya bersyukur karena telah ada kemajuan dari pemangku kebijakan yang pro dalam program Pendewasaan Usia Perkawinan.

Akan tetapi, bukan berarti dengan direvisinya UU Perkawinan maka tugas kami selesai. Hal yang perlu sama-sama kita sepakati : Perubahan peraturan tanpa dibarengi peningkatan pengetahuan dari masyarakat, maka kan membuat peraturan tersebut cenderung dilanggar/dicurangi.

Jangan sampai dengan direvisinya UU Perkawinan malah membuat semakin meningginya angka kejadian pernikahan siri/bawah tangan. Tentu hal ini akan menimbulkan masalah yang baru. Masyarakat harus tetap diedukasi kenapa batas usia perkawinan perlu ditingkatkan dari 16 tahun menjadi 19 tahun, sehingga adanya peraturan ini tidak membuat mayarakat merasa dibatasi hak nya tetapi menjadi sadar bahwa peraturan tersebut bertujuan untuk kebaikan seluruh pihak.

Oleh karenanya kami para Penyuluh KB yang membawakan Program Pendewasaan Usia Perkawinan, akan tetap memberikan Komunikasi, Informasi dan Edukasi tentang kesehatan reproduksi dan materi yang berkaitan lainnya kepada masyarakat. Melalui kelompok kegiatan Bina Keluarga Remaja (BKR) yang menyasar keluarga yang memiliki remaja, serta PIK Remaja yang sasarannya remaja itu sendiri, kita harapkan ada role model ditengah masyarakat itu sendiri sehingga pemahaman yang menyuluruh bisa diterima oleh semua pihak.

Mudah-mudahan kelak perkawinan bisa sesuai dengan usia ideal yang kita semua harapkan, yaitu 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki.
Salam KB. Bila terencana, semua pasti jadi lebih mudah.

Sunday, August 4, 2019

PIK Remaja Untuk Solusi Kenakalan Remaja

(Source - Image)

Kata orang sih ya, masa remaja adalah masa terindah yang pernah dialami oleh manusia. Ini sih ada betulnya tapi ga selamanya betul. Bisa menjadi indah atau tidak itu tergantung kita mengisi masa remaja kita dengan apa. Apakah dengan sibuk cinta-cintaan, hura-huraan, sibuk main game, atau diisi dengan kegiatan yang bermanfaat?

Seorang remaja memang berada di masa transisi, dimana rasa ingin tahu yang besar menjadi sesuatu yang niscaya dialami oleh orang-orang yang berada di fase ini. Di fase ini pulalah, banyak perubahan fisik baik secara anatomis ataupun secara fisiologis. Kematangan organ reproduksi serta fungsinya juga terjadi di fase ini. Masa-masa puber, lebih gampangnya kita sebut begitu.

Remaja ingin diakui, itu kata mereka. Remaja ingin didengar suaranya. Remaja ingin diberikan kebebasan, karena mereka sudah merasa cukup tahu dengan apa yang mereka perbuat. Remaja itu, tak mau diatur karena mereka pikir mereka sudah cukup dewasa.

Dan memang banyak pada akhirnya dari mereka banyak yang berprestasi. Juara nasional bahkan internasional. Namanya masuk koran karena sumbangsihnya kepada negara. Sukses di usia muda dan mempunyai masa depan yang cerah. Akan tetapi mereka-mereka yang sukses di usia remaja ini, hanya minoritas ditengah sorotan kepada dunia remaja lainnya.

Belum lama ini ada berita heboh, seorang remaja tewas dibacok setelah sebelumnya janjian tawuran di medsos (sumber). Sebelumnya juga viral, anak SMP mengeroyok seorang cleaning service di sekolah (sumber). Juga ada berita viral berita remaja lindas kuburan dengan sengaja (sumber). Kemudian juga ada berbagai berita yang mengabarkan berbagai kejadian hamil di luar nikah dan aborsi yang dilakukan remaja (sumber). Atau mungkin kita juga akan miris mendengar berita dimana dengan pongahnya seorang pelajar merokok di kelas, di depan gurunya saat beliau mengajar (sumber).


(Source - Image)

Belum lagi data yang dilansir oleh KPAI bahwa tawuran terjadi sebanyak 14% dan semakin meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya (sumber). Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada 2017 silam malah menunjukkan data yang lebih memprihatinkan, 2% remaja perempuan dan 8% remaja laki-laki pada rentang usia 15-24 tahun, telah melakukan seks pra nikah. Sebanyak 11% diantaranya mengaku mengalami kehamilan tidak diinginkan (sumber).

Remaja memang banyak yang berprestasi, tapi apabila dibandingkan dengan berita negatif terkait kenakalan remaja, itu hanyalah seperti buih di lautan.

Hal ini harus menjadi perhatian bersama karena di bahu merekalah nantinya negara ini akan ditopang. Bonus demografi yang akan kita dapatkan di 2030, itu mungkin bukan lagi masa-masa kita para orangtua. Mungkin itu akan menjadi masanya bagi mereka yang sekarang masih remaja. Bila kualitas remaja kita semakin memburuk, alih-alih mendapatkan bonus demografi, bisa-bisa kita mendapatkan bencana demografi. Bila kita gagal mendapatkan bonus demografi, maka visi Indonesia Emas 2045 tinggallah mimpi.

Untuk itu marilah kita sama-sama meletakkan perhatian kepada remaja dan mengetahui penyebabnya serta kita harus lebih mendalami permasalahan kenakalan remaja ini. 

Seperti yang disinggung sebelumnya, masa remaja adalah masa pubertas dimana salah satu ciri yang paling kelihatan adalah sikap pemberontak yang tiba-tiba muncul. Secara ringkas kenapa muncul sikap pemberontak ini karena 2 hal :
1. Krisis identitas
2. Kontrol diri yang lemah

Seorang remaja akah mengalami krisis identitas karena dimasa inilah dia akan menghadapi kondisi dimana dia harus membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan tingkah laku yang tidak dapat diterima. Kontrol diri yang lemah akan terseret dalam prilaku yang kita sebut sebagai "nakal" (Dadan Sumara dkk, 2017)

Selain faktor internal tadi, faktor eksternal seperti hubungan dengan keluarga, pendidikan, pengaruh lingkungan juga berperan dalam kenakalan remaja.

Jadi bisa kita simpulkan bahwa kenakalan remaja terjadi karena ada faktor dalam diri remaja itu sendiri yang kemudian lingkungan disekitarnya tidak mendukung untuk mengindetifikasi permasalahan itu.

Solusi Yang Kami Tawarkan

Remaja yang bimbang akan selalu mencari tempat yang nyaman baginya. Bila ia terus menerus mendapatkan penolakan dari orangtuanya atau lingkungan sekitarnya, maka ia akan mencari lingkungan yang mungkin bisa mengakuinya. Sayangnya seringkali ketika sudah berada dalam kondisi seperti ini, kondisi lingkungan (pertemanan ) yang buruk lah yang menerimanya.

BKKBN yang mejadi ujung tombak peningkatan kualitas SDM melalui perencanaan dan pembangunan keluarga, mempunyai wadah kelompok kegiatan yang bernama Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK - Remaja). Secara sederhana, PIK Remaja adalah wadah dari, oleh dan untuk remaja untuk menghasilkan remaja yang bisa menjadi role model bagi remaja lainnya melalui kegiatan dan pembimbingan secara rutin.

PIK Remaja dibentuk melalui jalur masyarakat atau melalui jalur pendidikan kemudian dibina oleh Penyuluh KB atau Petugas Lapangan KB yang nantinya akan menginformasikan Program Genre melalui Triad KRR yaitu Katakan Tidak Pada Seks Pranikah, Katakan Tidak Pada Menikah di Usia Dini dan Katakan Tidak Pada Napza. Selain itu juga para remaja yang berada di PIK Remaja ini akan diberikan life skill dan pengetahuan yang sesuai untuk kehidupan dewasa mereka kelak.

Kami sadar bahwa bilamana kita berteman dengan penjual parfum, maka sedikit banyak kita akan terpercik juga harumnya parfum. Sebaliknya, apabila kita berteman dengan seseorang yang suka main kotor-kotor, maka kelak kita juga akan ikut kotor.

Suatu lingkungan yang sesuai akan menjadi hal yang vital bagi kehidupan remaja yang penuh dengan krisis identitas dan jiwa pemberontak yang tinggi. Dalam PIK Remaja akan kita arahkan mereka dengan kegiatan positif sehingga tak ada waktu untuk melakukan kegiatan yang sia-sia. Waktu luang yang dimiliki akan dimanfaatkan untuk kegiatan positif.

Berikut kegiatan-kegiatan yang kami selenggarakan untuk memfasilitasi PIK Remaja yang ada di wilayah binaan kami :


(Pembinaan Oleh Penyuluh KB di Balai - Doc Pribadi)


(Menggunakan Genre Kit untuk Pola Permainan - Doc Pribadi)


(Diarahkan Sesuai Bakat, Seperti Paduan Suara Misalnya - Doc Pribadi)



(Berkesempatan Mengikuti Acara Seminar/Diskusi Terarah Dengan Berbagai Narasumber - Doc Pribadi)


(Ada Pula Pemilihan Duta Genre - Source)


(Berkumpul Bersama Pengurus PIK Remaja se Indonesia di Genre Educamp - Source)

Tentu masih banyak kegiatan lagi yang bisa dikerjakan.Tentu saja semua kegiatannya have fun dan bermanfaat agar gelora muda didalam diri remaja bisa tersalurkan dengan benar. Bila kalian ingin bergabung dengan PIK Remaja yang ada dilingkungan kalian, yuk datang ke Balai Penyuluhan KB yang ada di kecamatan agar bisa ditindaklanjuti oleh para penyuluh KB.

Bersama remaja, meraih Indonesia Emas!!!

Monday, January 15, 2018

Menyongsong Era Baru Penyuluh KKBPK Dan Kampung KB Di Indonesia



Sejak Otonomi Daerah di tahun 2004, Program Keluarga Berencana (KB) seakan terjun ke titik nadir dimana antusiasme masyarakat semakin turun terhadap keikutsertaan ber-KB, utamanya adalah Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti Implan dan IUD. Kinerja Program KB pun secara nasional dalam 10 tahun terakhir ini menjadi stagnan dan tidak signifikan positif. Bila kita cermati, salah satu hal yang berperan terhadap kemerosotan Program KB di lapangan adalah berkurangnya tenaga Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dimana sebelum Otonomi Daerah mencapai 38.000 orang, kini turun menjadi 15.149 orang. 

Kurangnya kuantitas jumlah dari PLKB/PKB tersebut sedikit banyak mempengaruhi kualitas pendampingan masyarakat terhadap pelayanan KB Nasional yang menjadi tidak maksimal. Menurut data BKKBN, saat ini rata-rata 1 orang PLKB/PKB memegang 5 desa binaan. Faktanya di lapangan bahkan ada 1 orang PLKB/PKB yang memegang lebih dari 10 desa bahkan 1 kecamatan. Hal ini tentu sangat jauh dari kondisi ideal dimana seharusnya 1 orang “menggarap” hanya 2 desa binaan. 

PLKB/PKB merupakan ujung tombak suksesnya Program KB di lini lapangan. Besarnya beban kerja yang harus ditanggung oleh seorang PLKB/PKB membuat Program KB tidak terasa di masyarakat. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan meluaskan kembali tugas dan wewenang yang selama ini ada pada diri petugas PLKB/PKB.

(Selalu Sehat.. Semangat.. Luar Biasa dalam kegiatan apapun)

Oleh karenanya terhitung mulai tanggal 1 Januari 2018, telah resmi PLKB/PKB berganti nama menjadi Penyuluh Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Pergantian nama ini sekaligus menandai kembalinya PLKB/PKB menjadi pegawai pusat langsung di bawah BKKBN. Pemakaian istilah Penyuluh KKBPK sendiri tidak hanya pergantian nama semata tetapi juga re-definisi dimana Penyuluh KKBPK menjadi jabatan fungsional tertentu yang terkualifikasi dan kompeten untuk bertugas, berwenang dan mendapatkan hak secara penuh untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan, pelayanan, pengorganisasian, penggerakan, evaluasi dan pengembangan Program KKBPK di tempat ia ditugaskan.

Tak hanya Penyuluh KKBPK yang mempunyai semangat baru dalam bertugas. Mitra kerja utama Penyuluh KKBPK di lapangan, yaitu Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP), dalam hal ini Pembantu Pembina KB Desa (PPKBD) dan Sub PPKBD, juga didorong agar dapat bergerak searah seirama dalam era baru ini. Melalui GESIT (Gerakan Institusi Bangkit), diharapkan baik itu PPKBD ataupun Sub PPKBD dapat bekerja sama lebih baik lagi, lebih intens lagi dan lebih akrab lagi bersama Penyuluh KKBPK dalam menjalankan program di desa.

(Jambore Nasional di Bandung, Desember 2017)
 
GESIT mempunyai 2 artian. Yang pertama sesuai dengan namanya, "gesit" yang berarti giat dan cekatan, sebagai sebuah labelisasi dimana IMP bekerja penuh semangat dan pantang menyerah dalam menjalankan Program KKBPK di desa. Sedangkan arti kedua berada pada kepanjangan dari kata GESIT, yaitu pada kata "bangkit". Seperti yang umum diketahui, IMP juga sejak dulu ada, akan tetapinya gaungnya memang tak senyaring dulu. Maka sesuai dengan arti kata "bangkit" maka diharapkan dengan ini, IMP yang ada di seluruh pelosok Indonesia bisa kembali bangkit seperti di masa kejayaan Program KB silam.

Kampung KB sebagai ikon baru Program KB di Desa
 Berbagai inovasi dihadirkan demi meningkatkan peran para pimpinan daerah baik di tingkat provinsi sampai ke tingkat desa. Salah satunya adalah membuat program unggulan baru yang bernama Kampung KB. Pembentukan Kampung KB sendiri merupakan tindak lanjut dari intruksi Presiden Joko Widodo dalam Nawa Citanya, yaitu poin ketiga, membangun Indonesia dari pinggiran serta poin kelima yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. 

(Miniatur Salah Satu Kampung KB di Hulu Sungai Selatan, Kalsel)

Kampung KB adalah satuan wilayah setingkat desa/kelurahan yang memiliki kriteria tertentu dimana terdapat keterpaduan Program KKBPK yang dilakukan secara sistemik dan berkelanjutan. Kriteria tertentu yang dimaksudkan adalah wilayah yang tergolong miskin, terpencil, kumuh dan berada diperbatasan serta memiliki angka kesertaan ber-KB yang masih kurang. 

Sejak dicanangkan pertama kali pada 14 Januari 2016 silam, ditargetkan sampai akhir tahun 2017 ini, setiap kecamatan di seluruh Indonesia memiliki 1 Kampung KB. Tujuan adanya program ini tak lain demi mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera di tempat-tempat yang selama ini “kurang” mendapatkan perhatian pemerintah. 


(Pencanangan Kampung KB oleh Bupati Hulu Sungai Selatan, H. Achmad Fikry)

Walaupun disebut sebagai ikon baru Program KB, akan tetapi gaungnya harus diakui masih kurang di masyarakat. Selama 2 tahun umur pgoram ini berjalan, masih banyak hambatan dan tantangan yang harus dihadapi para pengelola Kampung KB. Bahkan pengetahuan tentang Kampung KB saja oleh masyarakat di desa dimana program ini dicanangkan juga masih banyak yang belum mengetahuinya. Oleh karenanya kesadaran akan pentingnya Kampung KB sebagai ikon baru Program KB perlu digaungkan kembali, dan ini bukan saja tanggung jawab Penyuluh KKBPK tetapi juga membutuhkan peran dari semua pihak.

Tuesday, September 5, 2017

Kasus Pemalsuan Yang Mengguncang Dunia Seni Lukis


Pernah nonton film Bean : The Movie (1997) dimana Mr. Bean menjadi petugas jaga di Museum Inggris yang kemudian gara-gara tertidur pas kerja malah dipindah tugas ke museum di Amerika Serikat?
Pas pernah kan :D

Kita semua tahu akhir kisahnya, dimana karya fenomenal Whistler's Mother yang tidak sengaja dirusak Mr. Bean kemudian berhasil "diperbaiki" oleh Mr . Bean tanpa ada yang menyadarinya. Walau ini film komedi tapi sebenarnya ending film ini tragis juga, karena secara tidak langsung sudah terjadi pemalsuan sebuah barang seni lho.

Dan ternyata, didunia nyata pun ada banyak contoh Kasus Pemalsuan yang bahkan sampai Mengguncang Dunia Seni, seperti kasus-kasus dibawah ini :


1. Elmyr de Hory - Pemalsu Lukisan


Selama hampir 20 tahun, sepak terjang de Hory tak tercium oleh orang-orang. Begitu banyak lukisan yang dia palsukan ditempat ia tinggal di Ibiza. Tapi serapat-rapatnya kita menyimpan bangkai, suatu saat bau busuknya akan tercium jua.

Pada tahun 1967, seorang mantan gubernur Texas akhirnya menyadari bahwa 100 lukisan yang dibelinya dari de Hory ternyata palsu. Kasusnya pun dilaporkan kepihak berwajib. Setelah sempat buron, akhirnya pada tahun 1968 dia menyerahkan diri. Anehnya adalah dia hanya dijatuhi hukuman penjara selama 2 bulan saja.

Selepas dari penjara, dia kemudian memulai kembali usahanya. Tapi sayang, imej sebagai pemalsu lukisan sudah melekat padanya sehingga hanya sedikit dari hasil karyanya yang berhasil dijual. Akhir hidup de Hory pun tragis, bunuh diri dengan meminum banyak obat tidur akibat tekanan yang tidak bisa ditanggungnya lagi.


2. Ely Sakhai - Pemasok Lukisan Palsu


Menjadi orang kaya dengan hidup yang flamboyan bisa berakhir tragis seperti yang dialami Ely Sakhai. Mendapatkan pundi-pundi dolar dari hasil sesuatu yang ilegal cepat atau lambat akan diketahui orang dan diminta pertanggungjawabannya.

Modusnya adalah dia membeli lukisan bagus dari beberapa seniman yang belum terlalu terkenal yang kemudian digandakannya dan dipalsukan sertifikat keasliannya. Hasilnya kemudian dijual ke beberapa orang. Contoh kesuksesannya seperti keberhasilan dia menjual lukisan hasil karya Marc Chagall seharga 300 ribu dolar pada acara pelelangan ditahun 1990 yang kemudian beberapa tahun setelahnya dia juga berhasil menjual lukisan yang sama pada pebisnis Jepang seharga 500 ribu dolar.

Tapi Ely hanyalah pemasok, bukan dia yang membuat tiruan lukisan tersebut. Sampai akhirnya dia ditangkap, tidak pernah diketahui siapa orang yang membuat lukisan palsu yang dijual oleh Ely.


3. Otto Wacker - Memalsukan Karya Van Gogh


Vincent Van Gogh adalah salah satu seniman terbesar yang pernah lahir didunia. Berbagai karya lukisannya sangat terkenal dimana-mana, dan tentu saja harganya sangat mahal. Ini yang kemudian membuat seorang Otto Wacker memalsukan secara besar-besaran karya lukisan dari Van Gogh.

Pada tahun 1927, dia mengklaim dirinya mempunyai 33 lukisan karya Van Gogh. Mendengar hal ini, tentu saja para kurator lukisan dan pecinta seni berbondong-bondong mengajukan penawaran. Grete Ring dan Walter Fielchenfeldt, manajer dari suatu galeri seni akhirnya membeli semua lukisan tersebut tanpa mereka sadari semuanya palsu.

Akan tetapi semuanya terbongkar setelah Wacker hanya bisa mengirimkan 29 lukisan saja. Adapun sisa 4 lainnya dikirimkan kemudian. Dari kejanggalan inilah kemudian pemalsuan tercium karena kemudian diketahui ke-4 lukisan tersebut ternyata lukisan yang baru saja dilukis.

Wacker pun kemudian dihukum, akan tetapi untuk menjerat sang pemalsu ternyata membutuhkan perjuangan ekstra karena ternyata Wacker menjadi orang pertama yang menggunakan bahan kimia dalam pemalsuannya sehingga lukisan palsunya sangat identik dengan yang aslinya. Paling tidak perlu 5 tahun para kurator dan ahli lukisan untuk memeriksa hasil pemalsuan Wacker ini. Sisi positifnya adalah dengan adanya kasus ini juga memicu peningkatan standar dan metode pemeriksaan karya seni yang membuat lukisan lebih sulit untuk dipalsukan.


4. Spanish Forger


Berbeda dengan kasus lainnya, seseorang yang disebut Spanish Forger ini tidak pernah berhasil ditangkap. Tidak pernah diketahui siapa dalangnya, dimana dia memalsukan, berapa lama sudah dia melakukannya dan berapa banyak lukisan yang sudah dipalsukannya. Bahkan julukan "Spanish" pun tidak berarti dia orang Spanyol, itu hanyalah julukan karena kejeniusannya dalam melakukan pemalsuan.

Julukan tersebut muncul setelah seorang bernama Gnoli membawa sebuah lukisan yang dipercaya karya maestro bernama Jorge Inglese dan menunjukkannya kepada direktur sebuah galeri seni yang ada di Belle de Costa untuk melihat keotentikannya. Direktur bernama Greene itu pun kemudian menyimpulkan bahwa lukisan itu adalah palsu. Dan dikarenakan Jorge berasal dari Spanyol, maka pemalsu lukisan tersebut pun diberi nama Spanish Forger atau Pemalsu dari Spanyol.

Paling tidak ada 150 lukisan yang diketahui hasil pemalsuan dari Spanish Forger. Berbeda dengan pemalsu lainnya yang hanya memalsukan karya orisinil orang lain, Spanish Forger menggabungkan elemen-elemen kecil dari berbagai lukisan yang kemudian menjadi sesuatu yang sangat terlihat asli.

Bagaimana orang lain bisa mengetahui lukisan palsu berkaitan dengan si Spanish Forger ini? Well, ternyata ia menempatkan citra bidak catur yang dibuat berbeda dengan gaya khas latin. Itulah yang menjadi benang merah dari lukisan-lukisan palsu ciptaannya. Selain itu dia sangat pandai menyembunyikan identitasnya hingga sampai sekarang tidak ada yang tahu siapa sebenarnya Spanish Forger ini.

Monday, September 4, 2017

Derita Rohingya, Derita Kita Juga


"......dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial....."

Demikian sedikit penggalan dari isi Pembukaan UUD 1925 Republik Indonesia yang menjadi cikal bakal dari segala tindakan bangsa Indonesia. Sebuah kalimat yang begitu jelas bahwa para pendiri negeri ini menginginkan bukan saja kemerdekaan, perdamaian dan keadilan bagi masyarakat Indonesia tapi juga bagi masyarakat dunia dengan ikut serta dalam upaya ketertiban dunia.

Oleh karenanya, Indonesia terjun langsung dalam membantu perdamaian dunia seperti contohnya dengan aktif ikut serta menjadi salah satu penjaga perdamaian di berbagai kawasan di dunia melalui Pasukan Garuda ataupun sikap politik dengan tidak mengizinkan adanya Kedubes Israel ada di Indonesia dan hubungan bilateral dikarenakan kekejaman Zionis Israel terhadap warga Palestina yang tidak dapat dibenarkan. Indonesia dari dulu dan (semoga) hingga sekarang, tidak pernah membiarkan kekejaman ada di muka bumi ini.

Bukan saja ditingkat pemerintah, bahkan jiwa-jiwa setiap individu rakyat Indonesia juga menyerukan hal sama. Sesuai dengan sila kedua Pancasila "Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab", rakyat Indonesia mempunyai jiwa yang menggelora setiap ada tindakan sewenang-wenang dan biadab, dari mana pun, oleh siapapun.

Sehingga kita bisa memahami bahwa apa yang sudah kita ketahui kondisi saat ini di Myanmar, penderitaan etnis Rohingya disana, adalah penderitaan kita juga. Genosida disana nyata, dan kita marah akan hal itu.


Tapi seperti yang dikatakan Presiden Turki, Erdogan, dunia seakan buta dan tuli dengan apa yang dilakukan pemerintah Myanmar ke etnis Rohingya. Tak peduli, tak heboh. Padahal kekejaman yang terjadi tak kalah bahkan lebih lagi apabila dibandingkan dengan berbagai isu yang terjadi di Eropa ataupun di Amerika Serikat. Persis seperti apa yang ada di Palestina, mereka para pemimpin dunia terdiam dan tak kuasa (atau tak mau) untuk menghentikan kekejaman ini.

Ironisnya adalah, pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi yang mendapatkan Nobel Perdamaian ditahun 1991, malah terdiam sunyi. Lalu dimanakah kata-katanya dulu "Pada dasarnya tujuan hidup manusia adalah menciptakan dunia yang bebas dari penindasan, rasa putus asa dan tidak memiliki tempat tinggal"?
Bullshit!

Lalu bagaimana dengan Indonesia?
Terakhir Presiden Joko Widodo mengutus Menteri Menlu Retno Marsudi untuk berkomunikasi langsung dengan pemerintah Myanmar. Jokowi juga telah menyampaikan sikap, walau setahu saya dari perkataan beliau tidak ada ucapan mengutuk, tapi paling tidak beliau berujar bahwa apa yang terjadi harus dihentikan dan mengatakan harus ada aksi nyata agar semua ini berakhir.
Kita tunggu, aksi nyata seperti apa yang dimaksudkan oleh presiden kita.

Detik ini tulisan yang saya tulis ini dibuat, entah berapa orang Rohingya yang masih menderita ataupun yang hilang nyawanya.

Apapun kontribusi kita amatlah berarti, bahkan doa pun sudah sangat berarti dan menunjukkan ada dimana posisi kita. Donasi tentu bernilai sama. Sama-sama baiknya dan lebih baik lagi dilakukan keduanya.

Yang ga baik itu adalah yang nyinyir. Seakan apa yang terjadi di Myanmar bukan urusannya, ngga berpengaruh kehidupnya. Padahal siapa tahu besok kita yang merasakannya, karena peristiwa di dunia itu seakan roda yang berputar dengan cepatnya. Oleh karenanya, selagi negara kita kuat maka ambil lah peran untuk menjaga ketertiban dunia. Segala bentuk penjajahan dan genosida harus segera dimusnahkan dari muka bumi.

Terakhir, begitu banyak hoax yang berseliweran. Baik itu berita ataupun foto. Selain itu banyak juga pihak yang mencoba menggembosi kegawatdaruratan peristiwa yang ada. Maka telaah dengan baik. Tetap fokus dijalan dimana tujuan kita menghilangkan penderitaan etnis Rohingya bisa tercapai. Jangan sampai niat dan tindakan baik kita tercoreng karena sikap terburu-buru kita.

Kandangan, 4 September 2017
Kami saudaramu, Rohingya

Tuesday, August 15, 2017

Negara Dengan Cuti Melahirkan Terbaik - Indonesia Bukan?


Setiap orangtua pasti mendambakan hadirnya sang buah hati dalam kehidupan mereka. Akan tetapi dengan adanya anak dalam rumah tangga, pastilah akan mengubah pola kehidupan dan kebiasaan sebuah rumah tangga. Dari awal kehamilan, kelahiran sampai dengan tumbuh kembang sang anak akan membuat kesibukan tersendiri bagi ayah bundanya. Tak jarang malah waktu untuk sang anak di awal-awal kehidupannya.

Bagi sang bunda, terutama bagi mereka yang bekerja, tentu menjadi dilema. Tugas utama sebagai ibu tentu saja harus dipenuhi, sekaligus juga disaat bersamaan tidak memungkinkan bagi dia untuk meninggalkan pekerjaannya. Untuk itulah sebuah negara atau perusahaan tempat ia bekerja memberikan fasilitas cuti melahirkan, dimana sang ibu bisa cuti dari pekerjaannya dalam waktu yang dirasa cukup untuk menemani sang buah hati dalam masa-masa awal kehidupannya.

Setiap negara mempunyai peraturannya sendiri terkait cuti melahirkan. Yang manakah yang terbaik?
Berikut daftarnya :

1. Inggris Raya


Durasi 52 minggu atau setara 1 tahun dengan gaji 90%.
Uniknya adalah hak cuti bukan saja untuk istri, sang suami pun bisa mendapatkan hak cuti melahirkan. Tentu saja pasangan suami istri tersebut membagi jatahnya untuk cuti melahirkan yang bisa didapatkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

2. Denmark


Durasi 52 minggu (1 tahun) dengan gaji 100%.
Sebagai salah satu negara paling bahagia di dunia, Denmark sangat memperhatikan hak cuti melahirkan bagi warganya. Selain memberikan gaji 100% selama masa cuti, bagi ibu-ibu yang telah bekerja juga bisa menitipkan anaknya ke baby daycare secara gratis.

3. Serbia


Durasi 52 minggu (1 tahun) dengan gaji 100%.
Walau menurut data hanya sekitar 38,3% wanita Serbia yang bekerja diluar rumah, akan tetapi fasilitas yang diberikan negara terkait cuti melahirkan tetaplah memuaskan. 

4. Jerman


Durasi 12 - 14 bulan sampai anak berusia 3 tahun.
Besarnya gaji yang didapatkan memang hanya 65% dari pendapatan bersihnya, akan tetapi bisa mendapatkan gaji full apabila bekerja hanya dengan 30 jam perminggu. Hak cuti melahirkan bahkan masih bisa didapatkan sampai dengan anak berusia 8 tahun.

5. Swedia


Durasi 480 hari (sekitar 1 tahun 4 bulan) dengan gaji 80%.
Selain waktu cuti yang terlama didunia, Swedia juga menambahkan hak cuti bagi sang ayah selama 2 bulan. Jatahnya pun bisa diambil kapanpun hingga 8 tahun usia si anak. Kurang baik apa coba.

------------------------------------------

Memang negara-negara di Eropa lebih terlihat peduli terhadap hak seorang perempuan dalam mengasuh anaknya di masa-masa awal tumbuh kembangnya dengan pemberian hak cuti melahirkan yang lama. Sayangnya memang standar tersebut tidak diikuti oleh banyak negara, bahkan Amerika Serikat pun tergolong negara yang buruk dalam memberikan hak cuti melahirkan bagi pegawainya. Termasuk juga negara-negara Asia yang hanya memberikan sekitar 3-6 bulan (bahkan kurang!) untuk cuti melahirkan.

Lalu bagaimana dengan Indonesia?
Sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan pasal 82 tahun 2013 tentang Cuti Melahirkan, ditetapkanlah  durasi lamanya cuti melahirkan sebanyak 3 bulan dengan pembagian 1,5 bulan sebelum melahirkan dan 1,5 bulan setelah melahirkan.

Ini tentu saja sangat-sangat kurang dan boleh dibilang memprihatinkan.
Waktu 3 bulan untuk cuti melahirkan tentu akan menyulitkan si ibu dalam memberikan perlukan khusus yang diperlukan dalam masa-masa periode emas sang anak (Golden Periode). Contohnya adalah bagaimana sang ibu bisa memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan sedangkan cuti hanya sekitar 3 bulan? Butuh perjuangan bagi sang ibu, terlebih lagi dengan kurangnya Pojok Laktasi ditempat-tempat kerja dibeberapa wilayah Indonesia.

Ini harusnya menjadi perhatian pemerintah. Bukankah hak cuti yang cukup sangat dibutuhkan demi pemberian laktasi, gizi dan perhatian dari sang ibu kepada buah hatinya?
Bukankah dengan cukupnya pemberian laktasi, gizi dan perhatian dari sang ibu akan membuat generasi yang baru menjadi lebih kuat baik fisik maupun mentalnya?

Untunglah beberapa perusahaan besar di Indonesia tidak terpaku dengan peraturan pemerintah tersebut. Contoh saja istri saya yang bekerja di salah satu perusahaan susu terbesar di Indonesia. Perusahaan tersebut memberikan hak cuti melahirkan hingga 6 bulan lamanya. Tak selama di negara-negara Eropa memang, tapi jangka waktu 6 bulan ini tentu lebih baik dibandingkan hanya 3 bulan. Paling tidak hak anak untuk ASI Ekslusif bisa dipenuhi dengan lebih mudah.


Bagaimanapun cuti 3 bulan (dengan 1,5 bulan setelah melahirkan) dinilai sangat-sangat kurang. Semoga saja para pengempu kebijakan di negara kita ini bisa lebih memikirkan tentang tumbuh kembang generasi-generasi muda penerus negara ini dengan lebih baik.

Cuti melahirkan bukan saja hak pegawai perempuan, tapi juga hak anak yang bersangkutan.

Sekian.

--------------------------------------

Sumber : 1 2 3

Saturday, June 17, 2017

Dark Universe - Era Baru Film Para Makhluk Kegelapan


"To a New World of Gods and Monsters"

Begitu kalimat terakhir dalam trailer resmi Dark Universe yang beberapa waktu lalu diunggah oleh Universal Picture. Tentu ini menjadi kabar baik bagi pecinta film, utamanya para penikmat kisah makhluk-makhluk kegelapan seperti Dracula, Frankenstein's Monster dan lainnya yang sempat booming di era 40'an hingga era 70'an. Inilah awal mula dari bergabungnya semua makhluk kegelapan menjadi satu semesta.

Memang sejak era Marvel Cinematic Universe (MCU) yang membuat heboh dari kemunculannya pada film Iron Man di tahun 2008 lalu, kita melihat semacam ada tren baru perfilm-an untuk membuat franchise film-film mereka sendiri menjadi satu kesatuan dalam semesta yang sama. Selain MCU, kita juga sudah diperkenalkan dengan semesta dimana para jagoan komik DC berkumpul, yaitu DC Extended Universe (DCEU). Kemudian kita juga sudah diperkenalkan dengan Big Monster Universe yang akan menjadi tempat bernaungnya Godzilla dan Kong serta para monster lainnya.

Kini kita diperkenalkan lagi dengan era para dewa dan monster-monster dalam semesta kegelapan. Dark Universe.


Sebagai pembuka dari franchise ini, The Mummy telah hadir di bioskop-bioskop seantero dunia dengan Tom Cruise sebagai aktor utamanya. Yeps, Universal Pictures nampaknya tidak main-main dalam proyek ini. Mereka siap jor-joran dengan uang untuk mendatangkan aktor-aktor terkenal Hollywood untuk membintangi film mereka. Selain Tom Cruise, beberapa bintang lain sudah konfirmasi kesediaan mereka untuk bergabung di semesta ini. Johnny Depp contohnya.

Tapi sayang, dengan Tom Cruise sebagai aktor utama dengan teknologi CGI serta aliran dana yang mumpuni. The Mummy sebagai pion pertama Dark Universe malah (yaah kita anggap saja) gagal.

Film The Mummy yang sekarang masih memakai pakem yang sama dengan era The Mummy-nya Brendran Fraser. Seseorang yang menjalin kerjasama dengan dewa jahat pada era Mesir Kuno kemudian dibunuh dan dimumifikasi. Ribuan tahun kemudian, secara tak sengaja, makam yang menyimpan mumi tersebut ditemukan dan selalu ada seseorang yang cukup bodoh yang secara tak sengaja malah membebaskan mumi dengan kekuatan magis tersebut ke dunia manusia. Klise.


Tapi tak seperti franchise The Mummy-nya Brendran Fraser yang sukses di pasaran. The Mummy-nya Tom Cruise malah tak disambut heboh di pasaran, dinilai mengecewakan dan kritikan-kritikan pedas pun selalu menyerang film ini.


Era Brendan Fraser memang berbeda dengan sekarang. The Mummy dulu adalah film yang sarat dengan atmosfer petualangan, fun dan ringan untuk dinikmati. Sedangkan sutradara The Mummy yang sekarang mengambil pendekatan yang berbeda. The Mummy tahun 2017 ini lebih bernuansa gelap dan horror.

Sebenarnya bukan itu yang membuat The Mummy (menurut aku pribadi) tidak sesuai ekspetasi. Memang dengan nuansa gelap dan horror membuat film ini lebih terlihat seperti film Zombie, tapi alur cerita yang lemah dan akting yang lemah juga, yang membuat film ini tak sesuai harapan. Bahkan humornya pun tak bisa membuat satu studio tertawa. Mungkin sang pembuat skrip harus bertanggungjawab menjelaskannya.

Sebagai pintu gerbang dari Dark Universe, film The Mummy memang sedikit memprihatinkan.

Tapi tenang saja. Baru satu film yang keluar. Masih banyak film lagi yang rencananya akan keluar untuk melengkapi semesta kegelapan ini. Bahkan The Mummy pun masih sedikit memberikan informasi terkait Dark Universe secara keseluruhan.

Intinya.... kita masih bisa optimis menunggu sepak terjang franchise ini.

Seperti yang diuraikan diawal-awal tadi, akan ada banyak film dengan aktor terkenal yang akan ikut serta dalam megaproyek Dark Universe ini. Paling tidak, pihak Universal Pictures sudah menyiapkan 7 film dengan 7 makhluk kegelapan yang berbeda. Ketujuh film tersebut adalah Frankenstein, Bride of Frankenstein, Dracula, Creature of Black Lagoon, Phantom of the Opera, Hunchback of Notre Dame dan Invisible Man.

Berikut info-info yang sudah keluar terkait film-film diatas :

1. Frankenstein

Atau lebih tepatnya bernama Frankenstein's Monster adalah makhluk kegelapan yang sudah familiar bagi telinga kita. Frankenstein adalah monster yang diciptakan oleh ilmuwan gila Viktor hasil dari gabungan potongan-potongan manusia mati. Frankenstein akan dibintangi oleh Javier Bardem.


2. Bride of Frankenstein

Tak banyak yang bisa diketahui selain film ini akan disutradarai oleh Bill Condon (Beauty and the Beast 2017). Rumor menyebutkan bahwa Angelina Jolie akan memerankan sosok dari pasangan Frankenstein ini. Masih rumor sih.


3. Dracula

Sempat dirumorkan Dracula Untold adalah bagian dari franchise ini, tapi sekarang secara resmi disebutkan Dracula Untold bukan bagian dari Dark Universe. Sampai saat ini belum ada info lebih lanjut terkait salah satu makhluk kegelapan paling ikonik ini.


4. Creature of Black Lagoon

Makhluk humanoid setengah manusia setengah amfibi ini mungkin tidak familiar ditelinga kita. Karena memang film ini sudah cukup lama, lahir pada era 50'an dengan judul Creature from Black Lagoon. Sejak saat itu tak ada lagi film dengan makhluk ini yang cukup ikonik yang bisa diingat oleh era kita. Belum ada info lebih lanjut terkait film ini selain potongan tubuh makhluk ini sekilas nampak pada film The Mummy.


5. Phantom of the Opera & Hunchback of Notre Dame

Sangat asing ditelinga kita. Tak banyak yang bisa ku ceritakan tentang 2 film yang tak pernah dilihat dan mungkin tak pernah kita dengar sebelumnya. Memang keduanya adalah film jadul bahkan eksistensinya ketika masih di era film bisu. Phantom of the Opera mengisahkan tentang komposer gila yang berpenampilan menyeramkan, sedangkan Hunchback of Notre Dame bercerita tentang pemukul lonceng yang berpenampilan aneh. Rumor menyebutkan pihak Universal Pictures sedang mencoba mengajak aktor dan aktris terkenal agar bisa membintangi 2 film ini. Kabarnya Michael Fassbender dan Jennifer Lawrence sedang diajak dan diharapkan bisa ikut serta dalam Dark Universe.


6. Invisible Man

Kiprah tentang manusia tembus pandang ini cukup sering kita lihat diberbagai film. Seperti di film The League of Extraordinary Gentlemen, Hollow Man dan di serial televisi Amerika dengan judul I-Man. Untuk Dark Universe sendiri, nampaknya versi Invisible Man yang diadaptasi adalah yang berdasarkan dari novel karangan HG Wells dengan judul Invisible Man (1897). Menariknya adalah film ini akan dibintangi aktor nyentrik Johnny Depp.


*Spoiler Alert

Ketujuh film tersebut akan melengkapi film The Mummy yang sudah tayang. Sekarang yang menjadi pertanyaannya adalah, apa yang membuat mereka bersatu selayaknya Avenger dan Justice League?

Dalam film The Mummy, kita diperkenalkan dengan tokoh Dr. Henry Jekyll yang diperankan oleh Russell Crowe. Tokoh ini tampaknya mempunyai ketertarikan dengan dunia mistik yang penuh dengan aura dan monster kegelapan. Ini bisa dilihat dari organisasi Prodigium yang dibentuknya. Disaat bersamaan, Dr. Jekyll ternyata mempunyai alter ego yang bernama Mr. Hyde. Berbeda dengan Dr. Jekyll, si alter ego Mr. Hyde bertemparamen ganas, kasar dan luar biasa kuat. Untuk meredam kepribadian dia yang berbahaya itu, Dr. Jekyll secara rutin harus menyuntikkan semacam serum penenang untuk menekan eksistensi Mr. Hyde.


Dari sini kita bisa menyimpulkan, Dr. Henry Jekyll akan berperan sebagai Nick Fury-nya Dark Universe. Mengumpulkan monster-monster dan makhluk kegelapannya lainnya untuk melawan entitas yang bisa mengancam keberlangsungan hidup umat manusia. Mengumpulkan sosok kegelapan untuk melawan makhuk jahat yang tidak bisa mereka hadapi sendirian.

Di akhir cerita The Mummy, Nick Morton yang diperankan oleh Tom Cruise dirasuki oleh Dewa Kematian bangsa Mesir Kuno, Set. Diakhir film memang diceritakan Nick bisa mengendalikan sosok Set, tapi ada kekuatiran bahwa sosok Set itu suatu saat akan menguasai jiwa Nick dan seperti tujuan Set dalam film The Mummy, ia siap untuk membalas dendam kepada umat manusia.

Apakah Set yang akan menjadi Thanos-nya Dark Universe? Ataukah Set akan bergabung dengan Frankenstein, Dracula dan yang lainnya dibawah naungan Prodigium untuk melawan sosok jahat lainnya yang belum ditunjukkan?

Atau bisa jadi Dark Universe adalah tempat para makhluk kegelapan yang bisa menguasai dunia dan menghancurkan eksistensi umat manusia.

Well, kesimpulannya adalah franchise Dark Universe ini masih diawal, masih "bayi" yang bisa tumbuh berkembang menjadi sesuatu yang luar biasa. Kita sebagai penikmat film harus bersyukur dengan adanya mega proyek ini, karena kita bisa melihat sosok-sosok kegelapan yang tidak pernah kita lihat sebelumnya berada dalam satu semesta.

Mari berharap bahwa Dark Universe bisa sukses.


Sumber : 1 2 3