Sunday, August 4, 2019

PIK Remaja Untuk Solusi Kenakalan Remaja

(Source - Image)

Kata orang sih ya, masa remaja adalah masa terindah yang pernah dialami oleh manusia. Ini sih ada betulnya tapi ga selamanya betul. Bisa menjadi indah atau tidak itu tergantung kita mengisi masa remaja kita dengan apa. Apakah dengan sibuk cinta-cintaan, hura-huraan, sibuk main game, atau diisi dengan kegiatan yang bermanfaat?

Seorang remaja memang berada di masa transisi, dimana rasa ingin tahu yang besar menjadi sesuatu yang niscaya dialami oleh orang-orang yang berada di fase ini. Di fase ini pulalah, banyak perubahan fisik baik secara anatomis ataupun secara fisiologis. Kematangan organ reproduksi serta fungsinya juga terjadi di fase ini. Masa-masa puber, lebih gampangnya kita sebut begitu.

Remaja ingin diakui, itu kata mereka. Remaja ingin didengar suaranya. Remaja ingin diberikan kebebasan, karena mereka sudah merasa cukup tahu dengan apa yang mereka perbuat. Remaja itu, tak mau diatur karena mereka pikir mereka sudah cukup dewasa.

Dan memang banyak pada akhirnya dari mereka banyak yang berprestasi. Juara nasional bahkan internasional. Namanya masuk koran karena sumbangsihnya kepada negara. Sukses di usia muda dan mempunyai masa depan yang cerah. Akan tetapi mereka-mereka yang sukses di usia remaja ini, hanya minoritas ditengah sorotan kepada dunia remaja lainnya.

Belum lama ini ada berita heboh, seorang remaja tewas dibacok setelah sebelumnya janjian tawuran di medsos (sumber). Sebelumnya juga viral, anak SMP mengeroyok seorang cleaning service di sekolah (sumber). Juga ada berita viral berita remaja lindas kuburan dengan sengaja (sumber). Kemudian juga ada berbagai berita yang mengabarkan berbagai kejadian hamil di luar nikah dan aborsi yang dilakukan remaja (sumber). Atau mungkin kita juga akan miris mendengar berita dimana dengan pongahnya seorang pelajar merokok di kelas, di depan gurunya saat beliau mengajar (sumber).


(Source - Image)

Belum lagi data yang dilansir oleh KPAI bahwa tawuran terjadi sebanyak 14% dan semakin meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya (sumber). Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada 2017 silam malah menunjukkan data yang lebih memprihatinkan, 2% remaja perempuan dan 8% remaja laki-laki pada rentang usia 15-24 tahun, telah melakukan seks pra nikah. Sebanyak 11% diantaranya mengaku mengalami kehamilan tidak diinginkan (sumber).

Remaja memang banyak yang berprestasi, tapi apabila dibandingkan dengan berita negatif terkait kenakalan remaja, itu hanyalah seperti buih di lautan.

Hal ini harus menjadi perhatian bersama karena di bahu merekalah nantinya negara ini akan ditopang. Bonus demografi yang akan kita dapatkan di 2030, itu mungkin bukan lagi masa-masa kita para orangtua. Mungkin itu akan menjadi masanya bagi mereka yang sekarang masih remaja. Bila kualitas remaja kita semakin memburuk, alih-alih mendapatkan bonus demografi, bisa-bisa kita mendapatkan bencana demografi. Bila kita gagal mendapatkan bonus demografi, maka visi Indonesia Emas 2045 tinggallah mimpi.

Untuk itu marilah kita sama-sama meletakkan perhatian kepada remaja dan mengetahui penyebabnya serta kita harus lebih mendalami permasalahan kenakalan remaja ini. 

Seperti yang disinggung sebelumnya, masa remaja adalah masa pubertas dimana salah satu ciri yang paling kelihatan adalah sikap pemberontak yang tiba-tiba muncul. Secara ringkas kenapa muncul sikap pemberontak ini karena 2 hal :
1. Krisis identitas
2. Kontrol diri yang lemah

Seorang remaja akah mengalami krisis identitas karena dimasa inilah dia akan menghadapi kondisi dimana dia harus membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan tingkah laku yang tidak dapat diterima. Kontrol diri yang lemah akan terseret dalam prilaku yang kita sebut sebagai "nakal" (Dadan Sumara dkk, 2017)

Selain faktor internal tadi, faktor eksternal seperti hubungan dengan keluarga, pendidikan, pengaruh lingkungan juga berperan dalam kenakalan remaja.

Jadi bisa kita simpulkan bahwa kenakalan remaja terjadi karena ada faktor dalam diri remaja itu sendiri yang kemudian lingkungan disekitarnya tidak mendukung untuk mengindetifikasi permasalahan itu.

Solusi Yang Kami Tawarkan

Remaja yang bimbang akan selalu mencari tempat yang nyaman baginya. Bila ia terus menerus mendapatkan penolakan dari orangtuanya atau lingkungan sekitarnya, maka ia akan mencari lingkungan yang mungkin bisa mengakuinya. Sayangnya seringkali ketika sudah berada dalam kondisi seperti ini, kondisi lingkungan (pertemanan ) yang buruk lah yang menerimanya.

BKKBN yang mejadi ujung tombak peningkatan kualitas SDM melalui perencanaan dan pembangunan keluarga, mempunyai wadah kelompok kegiatan yang bernama Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK - Remaja). Secara sederhana, PIK Remaja adalah wadah dari, oleh dan untuk remaja untuk menghasilkan remaja yang bisa menjadi role model bagi remaja lainnya melalui kegiatan dan pembimbingan secara rutin.

PIK Remaja dibentuk melalui jalur masyarakat atau melalui jalur pendidikan kemudian dibina oleh Penyuluh KB atau Petugas Lapangan KB yang nantinya akan menginformasikan Program Genre melalui Triad KRR yaitu Katakan Tidak Pada Seks Pranikah, Katakan Tidak Pada Menikah di Usia Dini dan Katakan Tidak Pada Napza. Selain itu juga para remaja yang berada di PIK Remaja ini akan diberikan life skill dan pengetahuan yang sesuai untuk kehidupan dewasa mereka kelak.

Kami sadar bahwa bilamana kita berteman dengan penjual parfum, maka sedikit banyak kita akan terpercik juga harumnya parfum. Sebaliknya, apabila kita berteman dengan seseorang yang suka main kotor-kotor, maka kelak kita juga akan ikut kotor.

Suatu lingkungan yang sesuai akan menjadi hal yang vital bagi kehidupan remaja yang penuh dengan krisis identitas dan jiwa pemberontak yang tinggi. Dalam PIK Remaja akan kita arahkan mereka dengan kegiatan positif sehingga tak ada waktu untuk melakukan kegiatan yang sia-sia. Waktu luang yang dimiliki akan dimanfaatkan untuk kegiatan positif.

Berikut kegiatan-kegiatan yang kami selenggarakan untuk memfasilitasi PIK Remaja yang ada di wilayah binaan kami :


(Pembinaan Oleh Penyuluh KB di Balai - Doc Pribadi)


(Menggunakan Genre Kit untuk Pola Permainan - Doc Pribadi)


(Diarahkan Sesuai Bakat, Seperti Paduan Suara Misalnya - Doc Pribadi)



(Berkesempatan Mengikuti Acara Seminar/Diskusi Terarah Dengan Berbagai Narasumber - Doc Pribadi)


(Ada Pula Pemilihan Duta Genre - Source)


(Berkumpul Bersama Pengurus PIK Remaja se Indonesia di Genre Educamp - Source)

Tentu masih banyak kegiatan lagi yang bisa dikerjakan.Tentu saja semua kegiatannya have fun dan bermanfaat agar gelora muda didalam diri remaja bisa tersalurkan dengan benar. Bila kalian ingin bergabung dengan PIK Remaja yang ada dilingkungan kalian, yuk datang ke Balai Penyuluhan KB yang ada di kecamatan agar bisa ditindaklanjuti oleh para penyuluh KB.

Bersama remaja, meraih Indonesia Emas!!!

Saturday, August 3, 2019

Review Film - Justice League (2017)

(Source : Image)

Spoiler Alert!!!
Bertahun setelah film ini rilis, gema #releasesnydercut masih terdengar, kali ini mari kita bahas salah satu film superhero paling mengecewakan yang pernah ada.

---------------

Sebelumnya aku harus mengklarifikasi pernyataan sendiri di artikel Wonder Woman. Bukan rating, ternyata bukan rating momok terbesar DCEU. Momok terbesar DCEU ternyata ada dalam diri DCEU itu sendiri. Atau kalau mau lebih spesifik, WB lah musuh terbesar yang membuat DCEU terpuruk.

Bila kita kilas balik, sejak 2013, ada sekitar 7 film yang sudah ada dalam semesta DCEU. Film-film itu yaitu :
1. Man of Steel (2013) - 55%
2. Suicide Squad (2016) - 26%
3. Batman v Superman : Dawn of Justice (2016) - 27%
4. Wonder Woman (2017) - 92%
5. Justice League (2017) - 40%
6. Aquaman (2018) - 65%
7. Shazam (2019) - 91%

See??
Hanya Wonder Woman dan Shazam lah yang mempunyai rating tinggi menurut Rotten Tomatoes. Sisanya untuk menggapai nilai 70% pun terlalu susah. Terlalu banyak tomat busuk yang dilemparkan.

Rating dilain pun, semacam seperti IMDb pun menunjukkan hal yang kurang lebih lama. Walaupun cenderung tak "sekejam" Rotten Tomatoes, tapi rating deretan film DCEU pun tak bisa juga dibilang bagus.

Jadi dimana kah salahnya?

Pada awalnya banyak yang mengira bahwa penunjukan sutradaranya lah yang bermasalah. Semisal kritik penonton kepada Zack Snyder. Sutradara dari 3 film DCEU ini yaitu Man of Steel, BvS dan Justice League dinilai tidak bisa membawa DCEU sesuai dengan imajinasi "fans", mempunyai storytelling yang kacau dan membawa dimensi yang terlalu kelam.

(Zack Snyder, yang sebelumnya sukses dengan film 300 dan Watchmen - Source)

Zack, menurut pandangan pribadiku sendiri, bukanlah sutradara yang buruk. Dia sangat berpengalaman. Bahkan superhero bukanlah pengalaman pertamanya dalam genre tersebut. Watchmen, film dengan tema superhero, berhasil dan sukses menghadirkan pujian. Man of Steel sangat bagus. Well aku cuma nonton BvS versi ultimate, aku tak pernah sempat nonton versi bioskop, dan ku nilai BvS itu juga luar biasa. Tapi bagaimana dengan Justice League?

Setelah aku menonton ke sekian kalinya film Zack, aku harus bilang, Justice League sepertinya bukanlah film besutan Zack. Dan memang, Justice League adalah film yang belum selesai dan yang seperti yang kita tahu semua, film ini diselesaikan oleh Joss Whedon yang sebelumnya pernah menyutradarai Avengers.

Joss Whedon bukanlah aktor utama kenapa Justice League menjadi sangat mengecewakan. Sudah menjadi rahasia umum, para petinggi WB terlalu ikut campur dalam pembuatan film. Silau dengan kesuksesan Marvel dan formulanya, para petinggi WB malah memaksa filmnya dengan menggunakan formula yang sama dengan Marvel. Hasilnya? Yah film sekacau Justice League inilah hasilnya.

Beberapa hal kenapa bisa dibilang Justice League menjadi film yang kacau dan sangat mengecewakan :

1. Perubahan karakter Bruce Wayne aka Batman.

(Source - Image)

Di film BvS, kita bisa merasakan Batman yang penuh kemarahan, gelap dan kelam yang tak segan-segan dalam tindakannya. Tapi di Justice League, Batman ini seakan berubah karakternya menjadi.... hmmm funny?


2. Kehadiran Steppenwolf yang mengecewakan.

(Source - Image)

Bukan saja CGI yang buruk layaknya seperti kualitas game zaman dahulu. Steppenwolf tidak menghadirkan intimidasi yang harusnya ada dalam karakter seorang villain utama. Ini juga diperparah dengan akhir dari Steppenwolf yang ketakutan dan diserang oleh Parademons nya sendiri. Ini sangat non sense dan mengecewakan.
Lebih lebih bikin sakit hati lagi, menurut Zack sendiri, Steppenwolf dalam rencananya, dipenggal oleh Wonderwoman, kepala masuk ke portal dan bergelinding ke arah Darkseid. Good job WB, kau sudah merusak fantasi terliar fans DC.


3. Kumis Superman

(Source - Image)

Seperti yang diketahui, banyak reshoot yang dilakukan Joss Whedon. Sayangnya disaat bersamaan Henry Cavill sang aktor Superman sedang syuting Mission Imposible. Henry Cavill dilarang mencukur kumisnya karena karakternya di Mission Imposible memang berkumis. WB mensiasatinya dengan menggunakan CGI untuk menghilangkan kumisnya. Sangat disayangkan usaha tersebut tak sesuai dengan harapan. Bukan saja hasil penghilangan CGI aja sih yang bikin bete, adegan Superman yang dihilangkan kumisnya juga mengecewakan sehingga menurutku berpikir, emang perlu banget ya di reshoot?


4. Adegan pembuka yang sangat buruk.


(Source - Image)

Masih melanjutkan dari poin ketiga. Adegan pembuka dimana Superman hadir kemudian diwawancarai dan direkam (dengan HP?) oleh dua orang anak menampilkan sosok Superman dengan kumis yang telah dihapus CGI. Hasilnya ga terlalu mulus dan sangat kentara, alih-alih bagus dan memberikan pesan pertama yang kuat, adegan pembuka ini malah jadi tertawaan penonton.

Akan tetapi, menurut aku pribadi, sekali menurut aku, adegan pembuka ini bisa dihilangkan dan tak perlu ada reshoot. Kenapa?


Ok sangat jelas bahwa adegan pembuka ini dibuat oleh Joss Whedon. Entah khilaf atau memang tak awas, adegan ini sesungguhnya membuat banyak pertanyaan dan membuat banyak kebingunan. Mari ku jelaskan :

Sosok Superman pertama kali muncul ketika ada invasi General Zod, saat itu Zod memberikan tenggat waktu agar menyerahkan Superman. Masyarakat saat itu tak ada yang tahu bahwa ada Superman, tak ada yang sadar ada sosok alien hidup disekitar mereka. Hanya ada rumor kecil ditengah masyarakat tentang sosok super yang sering kali menolong mereka. Superman saat itu belum secara aktif dan terang-terangan melakukan kegiatan kepahlawanannya. Hanya Lois Lane yang saat itu tahu karena pernah menguntit Superman masuk ke pesawat Kripton.

Adegan diakhiri kemudian dengan bentrok dua super alien yang memporak porandakan sebuah kota. Hancurnya kota dan banyaknya korban yang berjatuhan, membuat Bruce Wayne marah dan menaruh waspada kepada sosok Superman. Sadarkah kalian, selama event itu berlangsung, sosok sekaliber Bruce Wayne dengan berbagai gadget canggih tidak bisa mengetahui siapa sosok Superman. Jangankan sosoknya, rekaman gambar dan wajah yang didapat pun sangat kabur/tidak jelas.

Selama kejadian di BvS, tak ada satupun momen dimana ketika Superman melakukan aksi penyelamatan, dia direkam dan kemudian tersebar ke khalayak umum. Semua orang yang dia selamatkan nampaknya terpana dengan sosoknya sehingga terlupa untuk mengambil rekaman atau paling tidak foto dari Superman. Hingga akhir cerita BvS, warga dunia masih tidak tahu bagaimana rupa dari Superman.

(Semua Orang Terpana Dengan Kehadirannya, dan Mungkin Juga Aku - Source)

Lelucon di internet yang selama ini ada, Superman dalam hal ini Clark Kent, tidak bisa dikenali orang karena dia pake kacamata sebenarnya tidak benar. Sebenarnya karena tak ada rekaman aksi Superman yang membuat orang sadar bahwa Clark Kent lah sosok dibalik pahlawan berjubah itu. Jadi, berkacamata atau tidak, sebenarnya tidak ngaruh. Ini diperkuat dengan adegan akhir Man of Steel dimana Lois Lane langsung mengenali Clark Kent yang saat itu sedang berkacamata. Atau juga adegan pertemuan pertama kali Bruce Wayne dan Clark Kent di pestanya Lex Luthor. Kalian pikir aja, Batman yang terkenal sebagai detektifnya superhero, masa sih ga ngenalin Superman klo wajahnya sudah ada tersebar dimana-mana.

Superman dalam dunia DCEU digambarkan sebagai sosok pahlawan yang hanya desas desusnya saja yang didengar, wajahnya yang misterius dan tidak diketahui sama sekali. Semua itu tergambar dengan jelas di film Man of Steel dan BvS.

Nah, dengan pemikiran seperti itu, menurut kalian, adegan pembuka Justice League yang memperlihatkan sosok Superman direkam secara jelas, berapa di timeline kapan?

Inilah kenapa dibilang adegan pembuka di Justice League disebut buruk. Selain karena CGI nya bikin sakit mata, merusak penggambaran Superman yang tak pernah diketahui sosoknya dalam film-film sebelumnya, juga karena sebenarnya adegan tersebut ga penting-penting amat. Bukannya bikin impresif pertama yang memukau, malah bikin mood jatuh dari awal.

------------------------------------

Sejak gagalnya film Justice League ini, baik dari Zack sendiri ataupun krunya, memberikan pernyataan baik langsung ataupun tak langsung, bahwa film yang kita lihat ini bukanlah visi sebenarnya, buka produk final dari yang mereka inginkan. Bahwa Snyder Cut itu nyata.

Akan tetapi, rilisnya Snyder Cut juga ga berarti film Justice League bisa terselamatkan.

DCEU merilis 2 film pasca Justice League, yaitu Aquaman dan Shazam. Keduanya diterima baik oleh pasar. Tapi berita mundurnya Ben Affleck dari Batman, recast beberapa aktor Suicide Squad, berbagai ketidakpastian jadwal seperti Flash yang terlihat tidak ada kemajuan sama sekali, dan rumor Henry Cavill yang tidak diajak lagi menjadi Superman, betul-betul membuat para fans kuatir terhadap masa depan universe ini.

Para fans sudah banyak berteriak, selamatkan DCEU, rilis Synder Cut, rilis Man of Steel 2, dll dan sebagainya.
Tapi apakah suara itu didengar oleh para petinggi WB?

Thursday, August 1, 2019

Saya Kembali :')


Well, entah berapa lama sudah blog ini sunyi senyap. Tak ada postingan terbaru, tak ada lagi tulisan. Terakhir kali blog ini update Maret 2018. Itu artinya, 1 tahun 5 bulan sejak terakhir aku menulis di blog ini. Bahkan klo boleh jujur, aku sudah kehilangan minat menulis sejak 2017 akhir. Hal tersebut karena aku bosan, jenuh.

Yah itu sih sebenarnya bukan alasan utama. Sebenarnya yang memancing aku vakum dari blog ini adalah karena aku merasa sangat lelah dengan rutinitas pekerjaan. Dalam pekerjaan menurutku seperti tak ada yang baru, berangkat pagi pulang sore, begitu saja setiap harinya. Dari senin sampai jumat, kemudian berulang lagi di hari senin, berakhir lagi di hari jumat. Begitu saja. Rutinitas ini benar-benar membuatku bosan sehingga membuat aku males melakukan rutinitas lainnya, seperti menulis di blog ini misalnya.

Tapi seperti pepatah yang bilang "semakin gelapnya malam, maka semakin dekat pula dengan cahaya fajar". Titik kebosanan ini akhirnya mencapai titik puncaknya dan percaya atau tidak, malah dalam kondisi seperti itu aku menemukan titik terang yang membuatku berkeinginan menulis lagi. Aku merasa bila aku tak berbuat sesuatu, bila aku tak memulai membuat tulisan lagi, maka mungkin aku akan terjebak selamanya dalam situasi ini. Kekuatiran inilah yang malah membuatku beranjak dan berkata "Aku harus berubah"

Oke, berubah, tapi berubah seperti apa?
Jangan-jangan ntar balik lagi vakum menulis.
Ingat lho, blog ini beberapa kali vakum/hiatus. Ntar malah kejadian lagi.

Hmmm yah itu betul tapi kurasa kali ini akan berbeda. Aku merasa aku merasakan semangat lagi dalam menulis karena aku tahu alasan sebenarnya kenapa aku harus menulis lagi. Dulu aku mungkin terlalu memaksakan kehendak. Menulis berbagai tema dengan berbagai jenis tulisan. Aku mungkin terlalu memaksakan kehendak bahwa isi blog ini harus begini begitu sehingga aku malah kehilangan jati diri dari blog ini, slogan yang ku buat untuk blog ini "Tempat Kita Saling Berbagi"

Berbagi... iya berbagi.
Bagaimana mungkin aku berbagi untuk sesuatu yang tidak aku memiliki, sesuatu yang tak aku senangi, sesuatu yang bukan asli berasal dari aku?

Oleh karenanya aku berpikir dan memutuskan, bahwa blog ini adalah tempat untuk berbagi dan untuk berbagi, maka haruslah itu berasal dari yang paling dekat dengan aku. Apa yang aku geluti, apa yang aku senangi, apa yang ingin kalian, para sahabatku, dapatkan dari mengunjungi blog ini.

Iya, inilah yang harusnya aku lakukan. Dan pada akhirnya aku memutuskan dari hari ini, semoga itu bisa menjadi rutinitas baruku (lagi)

Itulah, kenapa aku kembali :')

Tuesday, March 27, 2018

Review Film - The Cloverfield Paradox (2018)

(Source : Image)

Spoiler Warning!!!!!

Ingat dengan film Cloverfield yang rilis 2008 silam?
Film yang menceritakan serangan monster raksasa di tengah kota  yang dibuat dengan teknik found footage ini cukup sukses di pasaran dan sangat diterima oleh masyarakat. Dan tahukah sahabat, ternyata film tersebut mempunyai sekuelnya yang bernama 10 Cloverfield Lane Walaupun tidak bisa sepenuhnya sekuel karena memakai sudut pandang lain sehingga bisa pula disebut spinoff, tapi film tersebut mempunyai benang merah (selain judulnya yang sama-sama Cloverfield), yaitu serangan monster raksasa yang datang secara tiba-tiba dan membuat manusia lari tunggang langgang dan bersembunyi demi keselamatan jiwa mereka.

Nah di tahun 2018 ini, muncul lagi film baru dengan judul yang memuat kata "Cloverfield", yaitu The Cloverfield Paradox (TCP).

Apakah film ini berhubungan dengan film Cloverfield sebelumnya?
Jawabnya adalah ya.
Dan TCP ini bisa disebut prekuel dari Cloverfield karena di film ini akan menceritakan kisah awal kemunculan para monster dan kenapa monster-monster tersebut bisa ada di bumi.

Sound interesting, right?

(Cloverfield, scene ini benar-benar mengejutkan - Source)
 
TCP memakai formula yang berbeda dibandingkan 2 pendahulunya. Apabila Cloverfield memakai teknik yang sangat kental dengan unsur survival-nya, dan 10 Cloverfield Lane yang lebih kepada thriller-psikologis, maka film ketiganya ini memakai formula lebih ke science dengan dibumbui hal-hal yang diluar nalar manusia.

Sebenarnya, TCP mempunyai potensi untuk lebih sukses dibandingkan pendahulunya. Akan tetapi cerita yang tak kuat dan sinematografi yang terlihat biasa-biasa saja, akhirnya TCP menjadi film "terburuk" diantara 2 film terdahulunya. Banyak elemen-elemen yang dibawakan secara lemah.

Mari kita bahas film ini...

Bercerita tentang bumi di tahun 2028, umat manusia terancam oleh sumber energi yang semakin menipis. Hal ini diperparah perebutan sumber energi tersisa yang bisa memicu peperangan. Akhirnya dibuatlah solusi untuk membuat energi terbarukan yang tak habis pakai dengan menggunakan stasiun luar angkasa yang bernama "Shepard". Stasiun ini mengorbit di luar bumi dan melakukan berbagai percobaan disana. Semua dicoba agar bumi tak lagi krisis energi

Para ahli dibidangnya pun diikutsertakan dalam proyek besar ini. Ada Ava Hamilton (Gugu Mbatha-Raw) sang insinyur sekaligus tokoh utama dalam film ini, Ernst Schmidt (Daniel Bruhl) si ahli fisika, Monk (John Ortiz) yang berperan sebagai dokter merangkap rohaniawan, Mundy (Chris O'wod) mekanik sekaligus pencair suasana, Tam (Zhany Ziyi) yang emmm entahlah sebagai apa, Volkov (Aksel Hennie) yang kebagian peran menjadi orang yang paling ngeselin dan sang komandan, Kiel (David Oyelowo).

(Source : Image)

Setelah dua tahun yang melelahkan, kegagalan demi kegagalan menghampiri, saling tuding dan saling menyalahkan pun menjadi sebuah kepastian. Di saat rasa frustrasi mulai menguasai, tiba-tiba saja percobaan mereka berhasil.

Dan kemudian bumi yang ada dihadapan mereka hilang............... ya hilang.
Bumi yang selalu mereka mereka orbit sepanjang waktu tiba-tiba hilang didepan mata.

Apa mereka tak sengaja menghancurkan bumi?
Atau mereka terlempar dari orbit bumi ke ruang angkasa yang jauh?

Well... jawabnya adalah... mereka secara tidak sengaja terlempar ke dimensi lain.

Sebelum mereka menyadarinya, berbagai kejadian aneh dialami oleh mereka (seperti ada perempuan yang tiba-tiba terjebak didalam dinding stasiun, tangan putus yang bisa bergerak sendiri, atau cacing percobaan yang tiba-tiba ada didalam tubuh salah satu kru), mereka pun akhirnya sadar. Mereka ada di dimensi lain, dimana ada bumi yang lain, ada mereka yang lain.

Bagi yang memahami konsep multiverse, mungkin agak lebih mudah memahaminya.

Intinya adalah mereka ada di dimensi yang salah dan mereka harus kembali ke dimensi dimana harusnya mereka berada.

Dan ketika mereka berhasil kembali ke dimensi mereka seharusnya, bumi sudah dikuasai para monster raksasa. 

Ternyata, ujicoba "Shepard" tersebut bukannya membuat energi baru seperti yang mereka inginkan, malah membuka semacam "portal" sehingga para monster bisa masuk ke bumi.

Sulit memahami ceritanya?
Ya memang sulit!!!
Karena itulah kelemahan terbesar dari film ini. Kisah yang terlalu dipaksakan.

Kita tidak pernah dijelaskan bagaimana cara kerja "Shepard". Memang ada dijelaskan, tapi boleh dibilang sangat kurang. Penjelasannya bukan terlalu ribet atau terlalu sains sehingga sulit dipahami, akan tetapi terlalu standar sehingga terkesan proyek sains ini cuma sebagai tempelan saja.

Kemudian di sepertiga film, ada penjelasan dari seorang "pakar" yang menyebutkan proyek ini akan membuka dunia paralel yang bisa mengundang makhluk semacam monster, iblis dan alien bisa memasuki bumi. Dan itu ternyata benar-benar terjadi. Tapi dari penampakan secara jelas sang monster malah hanya ada diakhir film yang membuat film ini secara dipaksakan agar bisa masuk ke franchise Cloverfield. Bahkan asal usul dari monster tersebut itu pun tak jelas berasal dari mana.

(Keliatan monsternya? - Source)

Akting para aktornya pun biasa-biasa saja. Tidak punya karakter kuat. Bahkan kadang aku merasa masih melihat sosok Zemo (villain utama film Captain America : Civil War) dalam akting Daniel Burl.

Tapi yang paling mengganggu sebenarnya adalah Tam.
Bukan bermaksud rasis ya.
Tam ini diceritakan perwakilan dari China. Bersama-sama dengan kru lainnya yang berasal dari berbagai negara, ada yang dari Inggris, Jerman, Brazil dan lain hal sebagainya. Semuanya pake Bahasa Inggris, kecuali Tam. Cuma dia yang pake Bahasa China. Dan kru lainnya paham dengan apa yang Tam ini bicarakan tapi gak ada satupun yang membalas percakapan dengan menggunakan Bahasa China juga.
Jadi untuk proyek skala multi nasional, krunya ga wajib bisa Bahasa Inggris tapi harus wajib paham Bahasa China.
Jujur ini sangat mengganggu sebenarnya.
Lalu kenapa ada sosok Tam di film ini?
Mungkin artikelku di sini bisa menjawabnya.

Yah pada intinya sih, banyak hal yang dipaksakan dalam film ini sehingga eksekusinya tidak mulus dan kurang nikmat ditonton.

Menariknya adalah film ini sebenarnya tidak pernah direncanakan menjadi prekuel dari seri Cloverfield. Tapi karena sang sutradara JJ. Abrams melihat sesuatu yang menarik dari film ini, akhirnya dimasukkan lah unsur Cloverfield dalam film ini.

Hmmm mungkin itulah alasan utama kenapa film ini terasa dipaksakan.

(Source - Image)

Monday, February 19, 2018

Review Film - Thor Ragnarok (2017)

(Source : Image)

Spoiler Alert!!!
(Spoiler cukup berat dan berpotensi mengurangi kenikmatan dalam menonton bagi yang belum pernah menontonya, tapi masa sih hari gini belum ada yang menonton film ini :D)

Thor merupakan salah satu superhero terpenting dalam komik Marvel. Sayangnya, nasib ia dalam deretan film-film produksi MCU (Marvel Cinematic Universe) tak sehebat kekuatannya. Dua film pertama Thor yaitu, Thor (2011) dan Thor : Dark World (2013) bisa dibilang film-film yang kurang sukses, baik dari segi cerita maupun dari pendapatan. Dilihat darimanapun, film Thor seakan seperti anak tiri ditengah kesuksesan MCU.

Oleh karenanya, di film terakhir trilogi Thor ini, pihak Marvel seakan mengambil jalan yang yang berbeda daripada sebelumnya. Dimulai dari ditunjuknya Taika Watiti sebagai sutradara, memilih akris karismatik Cate Blanchett sebagai villain utama, menambahkan berbagai unsur dengan kehadiran si raksasa hijau Hulk, serta mengambil warna yang berbeda dibandingkan dengan film-film sebelumnya.

Yups, Thor : Ragranok mempunyai warna yang fun, ringan dan colorful.

Hal ini bisa dimaklumi karena bisa jadi pihak produser menyadari, gagalnya film Thor : Dark World karena sang sutradara mencoba pendekatan yang gelap segelap judulnya yang sayangnya gagal diaplikasikan dalam film. Akhirnya, seri ketiganya yaitu film Thor : Ragnarok pun terlihat fun, banyak komedi dan tentunya penuh warna-warni yang terang.

Akan tetapi, hal tersebut malah membuatnya sangat bertolak belakang dengan judulnya, yaitu Ragnarok. Dalam komik ataupun mitologi aslinya, Ragnarok adalah event yang serius. Ragnarok berarti kiamat dan banyak karakter yang mati didalamnya. Dan ketika event sebesar Ragnarok ini dibungkus dalam atmosfer yang ringan dan penuh canda, esensi dari seriusnya event kiamat itu sendiri menjadi hilang.

(Source : Image)

Humornya bahkan sudah dimulai dari awal film, dimana Thor berhadapan dengan Surtur si Iblis Api, berlanjut pada pertemuan Thor dan Loki yang menyamar menjadi Odin, pertemuan mereka dengan Dr. Strange, pertarungan Thor vs Hulk, bahkan berlanjut pada final battle mereka melawan Hela.

Fun and funny everywhere... padahal film ini mengambil tema yang berat.

Amat disayangkannya adalah, pada bagian yang harusnya digarap secara kelam dan mendalam, malah kesan tersebut tidak dapat (pendapat pribadi).

Kematian Odin terasa hampa, sangat berharap sebenarnya adegan kematian Odin bisa lebih mendalam seperti kematian istrinya Frigga di film Thor : Dark World. Pertempuran Asgard melawan Hela memang seru, tapi kematian Three Warrior (Fandarl, Hogun dan Volstagg) dibuat biasa-biasa saja, bahkan bisa dibilang kematian mereka tak ubahnya seperti kematian prajurit biasa. Padahal mereka adalah orang-orang penting dalam kisah Thor sebelumnya. Lagi-lagi, harusnya kematian mereka bisa dibawakan dengan kesan yang mendalam.

Itu memang hanyalah celah kecil yang hanya sedikit mempengaruhi film secara keseluruhan. Walapun bila digarap lebih baik lagi, film ini akan menjadi lebih "wah". Akan tetapi secara keseluruhan Thor : Ragnarok jauh lebih baik daripada film-film sebelumnya.

Terutama dengan hadirnya supervillain wanita pertama. Hela.

(Source : Image)

Hela sangat cocok dibawakan oleh Cate Blancett. Aura sebagai dewi kematian benar-benar bisa ditampilkan. Kengerian dan kekejamannya sangat terasa dibalik senyumnya. Kekuatannya pun luar biasa, ditusuk beberapa kali, disambar oleh kekuatan penuh petir Thor pun dia masih bisa berdiri. MCU yang biasanya bermasalah dengan tokoh antagonisnya, bisa dibilang tak ditemui dalam film ini.

Salah satu kehadiran yang aku pribadi cukup senangi adalah peran baru Heimdall yang sekarang tidak saja menjaga portal Bifrost. Dia adalah tokoh yang sangat berperan untuk rakyat Asgard. Dengan mencuri pedang kunci portal Bifrost, menyelamatkan satu persatu rakyat Asgard dari buruan pasukan Hela, Heimdall terlihat sangat heroik dalam film ini.

(Source : Image)

Walaupun demikian, jangan kuatir Thor dalam film ini dikesampingkan. Sebagai tokoh utama, lampu sorot tetap tertuju padanya. Kegalauannya setelah berbagai hal yang terjadi, kehilangan ayah, kehilanga Mjolnir, dijadikan budak-gladiator, Thor pada akhirnya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan telah pantas menjadi Raja Asgard.

Hubungan dengan Loki pun terasa lebih nyata disini. Sebagai kakak-adik yang bermasalah, hubungan unik ini semakin terjalin lebih baik lagi dalam film ini.

(Source : Image)


Overall... film ini seru.

Dan after credit pertamanya benar-benar membikin penasaran. Benarkah itu adalah kapal Thanos yang mencegat mereka???
Well... tampaknya semua akan terjawab di film Avengers : Infinity War kelak.

Tuesday, February 6, 2018

7 Adegan Film Yang Paling Sering Diperdebatkan Fans

(Source : Image)

Berbagai jenis film telah banyak disajikan para sineas. Banyak yang sukses dan memuaskan dari segi cerita, akan tetapi tak sedikit pula yang gagal baik secara pendapatan maupun dari kualitas film itu sendiri.
Diantaranya ada film yang boleh disebut dengan "abu-abu" karena sebagian orang menyukainya, tetapi banyak juga yang tak menyukainya. Akhirnya hal tersebut memancing perdebatan diantara para penonton, film ini bagus atau jelek sih sebenarnya?

Hal tersebut seringkali diakibatkan karena dalam film tersebut, ada adegan-adegan yang bagi sebagian orang "merusak" film itu sendiri. Tapi bagi yang pro, adegan tersebut fine-fine aja, bahkan bagus. Nah kali ini aku akan membahas hal tersebut, Adegan-Adegan Film Mana Sajakah Yang Paling Sering DIperdebatkan Oleh Para Fans.

Untuk menghindari kontroversi dalam postingan ini, maka aku memilih tidak memasukkan dalam list berupa adegan film yang mengandung unsur SARA, politik, kanibalisme dan seks. Yaaa biar beda aja sih daripada yang lain.

Btw, artikel ini mengandung spoiler yang cukup berat lho bagi yang belum menontonnya.

1. The Ending - No Country For Old Men


(Source : Image)


Yang Kontra :
Plot yang keren, tokoh villain yang memorable, adegan action yang menegangkan dan akting yang memukau dari para aktor. No Country For Old Men memang pantas memenangkan Best Picture pada Oscar 2008. Tapi, oh men, kenapa ending nya gitu sih. Anti klimaks banget. Para penonton pun ketika keluar dari bioskop pun bukannya terpuaskan, tapi malah bertanya-tanya.
"Udah gitu aja?" Kata mereka.

Yang Pro :
Film ini menunjukkan betapa berkualitasnya karya Coen Bersaudara ini. Tidak seperti tipikal film pada umumnya, tak ada akhir dimana sang tokoh utama berhadapan dengan penjahat. Secara heroik kemudian menang lalu happy ending. Bagi yang berpikir ending nya anti klimaks, sebenarnya bukan anti klimaks, tapi memang dibiarkan mengambang agar para penonton bisa menyimpulkan sendiri, bila kita berhadapan dengan situasi Llewelyn Moss, akankah kita bisa berbuat yang lebih bijak daripada yang ia perbuat? Ataukah ketika kita menjadi Anton Chigurh, apakah semua bisa terjadi sesuai dengan kehendak kita?


2. Save Martha Scene - Batman v Superman


(Source : Image)

Yang Kontra :
Well, Batman v Superman : Dawn of Justice boleh dibilang most anticipated movie in 2016. Pertarungan antara Bat of Gotham melawan Last Son of Krypton merupakan adegan yang sangat dinanti-nantikan para fans semenjak semesta DCEU ini dibentuk pada 2013 silam. Tapi alih-alih mendapatkan adegan action dengan ending yang keren, pertarungan Batman melawan Superman ini berakhir dengan sesuatu yang sangaaattt absurb. Bayangkan, mereka yang tadinya berniat saling membunuh, kemudian menjadi bestfriend hanya gara-gara punya nama ibu yang sama. Ya!!! cuma gara-gara nama ibu mereka sama-sama Martha!!!

Yang Pro :
Bagi mereka yang tidak menyukai scene Martha ini, berarti mereka tidak mengerti inti dari kisah BvS. Batman adalah tipe orang yang rasional. Bagi dia, seorang alien dengan kekuatan yang bisa menghapuskan manusia dari peradaban haruslah diwaspadai. Walaupun kemungkinan itu cuma 1%, tapi itu harus dianggap keyakinan yang absolut. Disisi lain, Superman dengan kekuatannya menyadari bahwa ia tidak bisa menyelamatkan semua orang. Superman membutuhkan orang-orang yang ia cintai berada disampingnya.

Nah kedua tokoh inipun bertemu. Pertarungan pun terjadi dan kita semua tahu bagaimana kejadian selanjutnya. Batman yang menganggap Superman adalah sebuah ancaman siap membunuhnya dengan Tombak Kriptonite. Superman yang sekarang sekarat, diujung ajalnya kemudian berkata "Save Martha".

Batman yang mendengar nama yang sama dengan nama ibunya kemudian dilanda kebingungan. Kenapa Superman mengatakan nama tersebut?
Ditengah kebingungan itu kemudian Lois Lane datang dan menjelaskan bahwa Martha adalah nama ibu (angkat) Superman.

Dari sana kemudian Batman tersadar, bahwa diluar ketidaktahuan dan kecurigaannya, sosok Superman ternyata sama dengan manusia lainnya. Dia punya orangtua, punya seseorang yang ingin dilindungi dan dicintai. Dari sanalah kemudian Batman sadar klo Superman bukanlah ancaman dan juga bukan musuh dia.

Panjang ya?
Ya emang gitu, karena sebenarnya adegan ini tidak sesederhana yang terlihat.


3. All About Velociraptor - Jurassic Park


(Source : Image)

Yang Kontra :
Franchise ini benar-benar merusak ilmu pengetahuan. Dari sekian banyak kesalahan ilmiah yang ada di film ini, porsi terbesarnya ada pada sosok Velociraptor. Bukan saja penampakannya yang salah, prilaku Velociraptor yang dianggap cerdas ternyata hanyalah bualan, karena Velociraptor tidak secerdas di film itu. Penggambaran kecerdasan Velociraptor yang bahkan bisa membuka gagang pintu juga terlalu mengada-ada.

Yang Pro :
Ya elaah tong, santai aja napa. Ini film fiksi ilmiah, bukan film dokumenter. Salah-salah dikit tapi bisa dinikmati yaa gapapa lah :D


4. The Eagles in Doom Mountain - The Lord of The Ring


(Source : Image)

Yang Kontra :
The Lord of The Ring masih diakui sampai saat ini menjadi salah satu film fantasy terbaik yang pernah dibuat. Film yang berdasarkan novel karya JRR Tolkien ini bahkan meraup berbagai macam penghargaan. Yaps, kisah penuh perjuangan Frodo dan Sam dalam misi menghancurkan The Ring benar-benar memorable. Dari bersama-sama berdelapan dengan kawannya dalam misi ini, kemudian terpisah, lalu dibantu dan dikhianati Gollum, melewati berbagai daerah yang berbahaya, sampai akhirnya Frodo dan Sam berdua tiba di puncak gunung api Doom di Mordor. Dengan segala rintangan tersebut, dua orang Hobbit kecil ternyata sukses melaksanakan Mission Imposible tersebut. Ditengah kepasrahan mereka yang terjebak diantara lahar panas pasca menghancurkan The Ring, dengan harapan selamat yang bisa dibilang nihil, tiba-tiba datang sekawanan Elang Raksasa bersama dengan Gandalf. Dan dengan sekali sergapan, Frodo dan Sam kemudian selamat dibawa oleh kawanan elang tersebut. Lah?
Disini nih yang sering kali diperdebatkan. Kenapa coba ngga dari awal mereka terbang bersama Elang Raksasa? Esensi petualangan yang penuh lika liku seakan menjadi omong kosong gara-gara adanya Elang Raksasa ini tadi.

Yang Pro :
Perlu diketahui, ini elang bukan sembarang elang. The Eagles merupakan makhluk yang spesial dalam mitologi ini, bahkan keberadaannya sudah ada sejak awal era dalam dunia ini dibentuk. Untuk alasan kenapa para The Eagles ini tidak membantu Frodo cs dari awal memang tidak ada penjelasan resminya. Akan tetapi Tolkien sendiri pernah menyebutkan bahwa sebenarnya elang-elang ini adalah "mesin yang berbahaya". Tak jelas memang maksudnya apa. Tapi dari pernyataan tersebut, para fans membuat kesimpulan bahwa kumpulan elang ini ga bisa ujug-ujug dipanggil lalu ditunggangi semacam kendaraan. Harus orang yang special (seperti Gandalf) dan dalam keadaan yang penting juga baru kumpulan Elang Raksasa ini bisa dipanggil.


5. The Mammoth - 10.000 BC


(Source : Image)

Yang Kontra :
Lagi-lagi film yang mengambil scene binatang prasejarah tapi dicomot asal-asalan tanpa memperhatikan ilmu pengetahuan. Dalam film ini diperlihatkan mammoth digunakan sebagai alat membantu pembangunan piramida, padahal ga ada satupun literatur yang menyebutkan piramida dibangun dengan bantuan mamalia raksasa ini. Tapi yang paling parah.... woyyy ngapain ada mammoth di gurun pasir? Mati kepanasan yang ada. Bulu yang ada di tubuh makhluk fungsinya untuk menghangatkan karena habitatnya di daerah dingin di masa Ice Age. Dan tahukah kenapa mereka punah? Salah satunya karena perubahan iklim bumi yang semakin memanas!!!

Yang Pro :
Sabar... sabar bro...
Jangan tersulut emosi gitu donk. Anggap aja kehadiran mammoth sebagai lambang permisalan bahwa makhluk yang kuat dan besar pun bisa ditindas. Tapi karena ditindas terus menerus, akhirnya mereka tak tahan lagi dan mereka pun bisa berontak. Dan kalau sudah berontak, peradaban yang maju sekalipun bisa musnah. Gitu kan ya salah satu pesan yang ingin disampaikan dalam film ini.


6. Peter Parker's Dance - Spiderman 3


(Source : Image)

Yang Kontra :
Awkward... awkward...
Ini pertama kalinya aku nonton film, yang main aktornya, tapi yang malu malah aku.

Yang Pro :
Film Spiderman yang diperankan Tobey Maguire sering disebut Meme Maker oleh para penggemarnya. Karena begitu banyak scene Spiderman ataupun Peter Parker yang bisa dijadikan bahan meme :D
Tapi diluar itu pun, adegan nari-nari kagak jelas si Peter Parker ditengah kota New York ini sebenarnya lucu koq :D


7.Jenny Is Back - Forrest Gump

(Source : Image)

Yang Kontra :
Forrest Gump adalah film favorit banyak orang. Cerita yang unik dan tidak biasa adalah kekuatan dari film ini. Cerita Forrest yang mempunyai keterbelakangan mental tapi berhati tulus benar-benar menyentuh banyak pihak. Segala adegan dalam hidupnya begitu menarik, dari dia kecil, menjadi veteran perang sampai sukses sebagai pengusaha. Akan tetapi dari deretan kisah hidupnya, ternyata ada cela yang begitu disayangkan. Cela tersebut bernama Jenny.
Bagaimana mungkin seorang perempuan yang begitu kacau hidupnya, datang dan pergi begitu saja dalam hidup Forrest, dan ketika segala kesuksesan menghampiri Forrest, perempuan ini kemudian kembali datang!
What!!!??
Parahnya dia datang kembali kepada Forrest dengan membawa anak yang dia bilang adalah anak kandung Forrest Gump. Bukannya mau suudzon, tapi si Jenny ini kehidupannya begitu liar. Serius nih, "lo ga sedang nipu Forrest kan, Jen?"
Kembalinya Jenny dalam kehidupan Forrest benar-benar mengecewakan. Forrest Gump lebih pantas mendapatkan wanita yang lebih baik.

Yang Pro :
Jenny adalah cinta pertama Forrest dan satu-satunya wanita yang ia cintai selain ibunya sendiri. Dimanapun dan kapapun, bahkan dalam kondisi perang sekalipun, dia selalu bertanya-tanya tentang Jenny. Memang harus diakui Jenny digambarkan sebagai wanita yang tak sempurna. Tapi dari sini pelajarannya, bahwa yang bisa menyelamatkan orang lain, walau betapapun rusaknya ia, adalah cinta yang tulus dari pasangannya. Dan inilah yang diberikan Forrest kepada Jenny.
Banyak orang yang tidak menyukai Jenny bersama Forrest, akan tetapi, adegan Forrest berbicara di makam Jenny yang berada di bawah pohon dimana mereka saat kecil sering bersama, adalah adegan yang akan mengiris hati semua orang. Setuju?

---------------------------------------------------

Nah itu tadi 7 Adegan Film yang menurutku Paling Sering Diperdebatkan Oleh Fansnya.
Bagaimana?
Adakah film favorit kalian dalam list ini?