Tuesday, June 7, 2016

Kisah Bilal dan Adzan Terakhir Sang Muadzin


Bilal ibn Rabah Ra.
Siapa yang tak mengenal beliau, seorang budak yang telah dimerdekakan oleh Sayyidina Abu Bakar Ra ini sangat terkenal dengan perannya yang acapkali menjadi muadzin di masa Rasulullah SAW. Bilal Ra pun juga dikenal pula sebagai penunggang kuda yang hebat dari kalangan Habasyah. Sepanjang hidupnya, beliau telah meriwayatkan 44 hadits.

Bagi seseorang yang menemukan cinta dalam Islam, diangkat derajatnya oleh Islam, melantunkan adzan di masa Sang Kekasih Allah SWT masih ada, tentu menjadi sesuatu hal yang amat menyedihkan ketika mengetahui Rasulullah wafat.

Sejak wafatnya Baginda Rasulullah, Bilal ibn Rabah menyatakan bahwa dirinya tidak akan mengumandangkan adzan lagi. Adzan terakhir yang terdengar dikumandangkan Bilal adalah disaat kewafatan Rasul atas perintah Abu Bakar Ra.
Kesedihan yang begitu menyayat hati membuat hati Bilal selalu merasakan yang perih didalam rongga dada. Wafatnya seseorang yang begitu ia cintai dan kagumi membuat orang yang terkuat sekalipun meneteskan air matanya. Dengan membawa kesedihan itu, Bilal memutuskan untuk meninggalkan Madinah dan pergi bersama rombongan pasukan Islam berangkat menuju Syam. Beliau kemudian memutuskan tinggal di Homs, Syria.


Bertahun-tahun Bilal tinggal disana hingga suatu malam ia bermimpi berjumpa dengan Rasulullah. Saat itu Rasulullah menegurnya, "Wahai Bilal, mengapa kau tak mengunjungiku?"

Pertanyaan singkat dari Rasulullah tersebut sontak saja membuatnya terbangun dan didalam sadarnya, ia kemudian bersedih. Rindu yang tak tertahankan bergejolak dalam dadanya. Sekian tahun sudah berlalu sejak perjalanannya meninggalkan Madinah. Dalam ruang rindu ingin bertemu dengan Rasulullah tersebut kemudian ia memutuskan untuk kembali ke Madinah.

Dalam ziarahnya di makam Rasulullah, ia kemudian menangis teringat masa-masanya bersama dengan Rasulullah. Dari kejauhan Hasan dan Husein, cucu Rasulullah, yang telah beranjak dewasa mendekatinya. Kemudian salah seorang dari mereka berujar, "Paman Bilal, maukah engkau sekali lagi mengumandangkan adzan untuk kami?"

Dari kejauhan, sang Khalifah Umar bin Khattab melihat pemandangan mengharukan ini. Beliau pun bersegera menghampiri mereka dan juga memohon kepada Bilal agar sekali lagi mengumandangkan adzan di Madinah ini.

Mendengar keinginan kedua cucu Rasulullah dan Khalifah Umar yang begitu ingin mendengarkan ia mengumandangkan adzan, Bilal pun menyanggupi permintaan itu.

Kemudian saat waktu shalat tiba, ia naik ke tempat dahulu ia biasa adzan dan mulailah ia mengumandangkan adzan. 

Saat lafadz pertama adzan (Allahu Akbar) dikumandangkan olehnya, sontak seluruh Madinah senyap, segala aktifitas terhenti, semua terkejut oleh suara yang amat sangat mereka kenal akan tetapi telah hilang bertahun-tahun yang lalu. Suara yang amat merdu, dirindukan dan mengingatkan mereka dengan masa-masa dimana Rasulullah masih bersama diantara mereka.

Kemudian lafadz kedua (Asyhadu an Laa Ilaha Illallah) dikumandangkan, seluruh penduduk kota Madinah berlarian meninggalkan apa yang mereka kerjakan sebelummnya menuju arah suara tersebut. 

Dan saat Bilal mengumandangkan Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, suasana Madinah tiba-tiba pecah oleh tangisan kerinduan dari seluruh penduduknya. Saat itu Umar bin Khattab lah yang paling keras tangisnya.

Hari itu adalah hari dimana Madinah mengenang kembali saat-saat keberadaan Rasulullah masih ada diantara mereka. Hari itu sekaligus adalah hari dimana Sang Muadzin mengumandangkan adzan terakhirnya.

Seminggu kemudian Bilal bin ibn Rabah Ra wafat. Beliau meninggal dunia di Damaskus pada 20 H dan dimakamkan disana.

Saturday, June 4, 2016

Marhaban Ya Ramadhan - Selamat Berpuasa Sahabat

 

Telah menceritakan kepada kami Yahyaa bin Ayyuub, Qutaibah dan Ibnu Hujr, mereka berkata, telah menceritakan kepada kami Ismaa’iil -dia adalah Ibnu Ja’far-, dari Abu Suhail, dari Ayahnya, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika telah datang bulan Ramadhan maka pintu-pintu surga akan dibuka, pintu-pintu neraka akan ditutup dan setan-setan akan dibelenggu dengan rantai.”
(HR. Bukhari-Muslim)

Dahulu kala ada seorang anak bertanya kepada ayahnya, "Kenapa setiap tahun kita berpuasa, Yah?"

Sang ayah tersenyum mendengar perkataan sang anak, kemudian menjawabnya dengan bijak, "Seperti halnya pakaian anakku, ada saatnya kotor, ada kalanya berbau, dan untuk membersihkannya, kita tentu perlu mencucinya."

Anak itu angguk-angguk sembari menyimak jawaban ayahnya.

"Nah seperti itu pula manusia. Setelah apa yang ia lakukan setahun belakang, ia merasa dirinya kotor kemudian dia ingin bertobat, maka dengan rahmat Allah SWT ia dipertemukan dengan bulan Ramadhan yang akan membasuh dirinya dan jiwanya."

"Berarti dengan berpuasa, kita akan bersih lagi?" Tanya sang anak.

"Betul anakku, oleh karenanya diakhir bulan Ramadhan kita sering mengucapkan 'kembali ke fitri' tanda bahwa kita telah kembali ke fitrah awal kita yang masih suci" Jawab sang ayah.

"Wah jadi ga sabar ya ayah mau puasaan, aku mau kembali lagi menjadi bersih" Teriak sang anak dengan gembira.

"Tentu, kita semua ingin begitu"

----------------------------------------------

Marhaban ya Ramadhan
Kami segenap kru sahabatamrullah.blogspot.com mengucapkan...
Selamat menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadhan 1437 H...
Semoga amal ibadah kita di terima oleh Allah SWT...
Aamiin ya Rabbal Alamin...

Saturday, May 28, 2016

29th Mei - Hari Keluarga



Dikembangkan pertama kali oleh BKKBN di Lampung pada tanggal 29 Mei 1993 pada masa Presiden Soeharto, maka pada tanggal 29 Mei kita kenal sebagai Hari Keluarga.

Sebuah keluarga merupakan institusi terkecil yang membentuk sebuah bangsa. Sebuah keluarga yang harmonis dan sejahtera tentu akan membentuk sebuah bangsa yang hebat.

Mari kita jadikan hari hari ini sebagai momentum intropeksi diri agar keluarga yang kita sayangi bisa tetap rukun, harmonis, bahagia dan sejahtera.

Wednesday, May 11, 2016

All About Love - Ahmad & Fatimah


Mereka bilang cinta itu buta...
Karena ia tak memandang bagaimana fisik kita...
Mereka bilang cinta itu murni...
Karena hadirnya jauh terpatri dalam sanubari...

Ahmad dan Fatimah...
Izinkan kubagi kisah cinta kalian...
Agar dunia tahu, cinta sejati itu benar adanya...

-----------------

Pernikahan dan hidup berumah tangga adalah hak setiap orang. Siapapun, dimanapun, dengan latar belakang apapun, pastilah mengharapkan sebuah pernikahan yang bahagia. Mencintai dan dicintai, mungkin itulah kodrat kita sebagai manusia.

Bahkan bagi mereka yang memiliki keterbatasan secara fisik juga berhak mendapatkan cinta, merasakan indahnya pernikahan dan merajut sebuah kisah indah dalam bingkai rumah tangga. Keterbatasan secara fisik harusnya tidak menghalangi siapapun untuk bermimpi dan mewujudkan impiannya. Dan mari sejenak kita melihat pasangan suami istri Ahmad dan Fatimah ini. Lihatlah sahabat.... 
Ketika cinta sejati berbicara, bagaimanapun keadaannya, hati akan selalu bersama.


Ahmad yang mempunyai keterbatasan dalam tangan, dan Fatimah yang mempunyai keterbatasan dalam hal kaki, bertemu dan memutuskan untuk menikah dan hidup bersama berdua. Setelah menikah, Ahmad dan Fatimah menghadapi situasi hidup yang penuh dengan masalah.

Tapi dengan berdua bersama, terjangan ombak terkeras sekalipun takkan menggoyahkan bahtera pernikahan mereka. Segala keterbatasan yang mereka miliki takkan menghalangi cara mereka mencintai. Bukan saling mengeluh tapi saling melengkapi. Indah terlihat karena kehadiran masing-masing dari mereka seperti kepingan puzzle yang membentuk kata 'cinta'.

Mereka mandiri dan kuat.
Saat berpakaian, Fatimah akan membantu sang suami merapikan rambut panjangnnya, sedangkam Ahmad akan menolong Fatimah dalam hal mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang tidak bisa dijangkau oleh sang istri.



Memang kisah ini tak setragis Romeo dan Juliet atau tak seindah kisah Cinderella dalam kisah dongeng.
Tapi mereka istimewa, karena cinta mereka dan perasaan mau menerima pasangannya secara utuh apa adanya.

Lalu bagaimana dengan kita?
Bisakah disaat keadaan yang menuntut kita berada dalam kondisi yang serba berkekurangan, kita tetap bertahan dengan pasangan kita?

Sumber : 1 2

Monday, May 9, 2016

Mengenal Telaga Kemuliaan Rasulullah SAW


Iman kepada hari akhir/hari kemudian, yang berarti mengimani semua peristiwa yang diberitakan dalam ayat-ayat al-Qur’an dan hadits-hadits shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terjadi setelah kematian, adalah salah satu rukun iman yang wajib diyakini oleh setiap orang yang beriman kepada Allah Ta’ala dan kebenaran agama-Nya.

Bahkan karena tingginya kedudukan iman kepada hari akhir, Allah Ta’ala dalam banyak ayat al-Qur’an sering menggandengkan antara iman kepada-Nya dan iman kepada hari akhir. Hal ini dikarenakan orang yang tidak beriman kepada hari akhir maka tidak mungkin dia beriman kepada Allah Ta’ala, sebab orang yang tidak beriman kepada hari akhir dia tidak akan mengerjakan amal shaleh, karena seseorang tidak akan mengerjakan amal shaleh kecuali dengan mengharapkan balasan kemuliaan dan karena takut siksaan-Nya pada hari pembalasan kelak.

Oleh karena itu, Allah Ta’ala menggambarkan sifat orang-orang yang tidak beriman kepada hari akhir dalam firman-Nya

{وَقَالُوا مَا هِيَ إِلا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إِلا الدَّهْرُ}

Dan mereka berkata: “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup, dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa (waktu)” (al-Jaatsiyah:24).

Kewajiban Mengimani Keberadaan Telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Di antara perkara yang wajib diimani sehubungan dengan iman kepada hari akhir adalah keberadaan al-haudh (telaga) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai kemuliaan yang Allah Ta’ala berikan kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang pada hari kiamat nanti orang-orang yang beriman dan mengikuti petunjuk beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sewaktu di dunia akan mendatangi dan meminum air telaga yang penuh kemuliaan tersebut, semoga Allah Ta’ala memudahkan kita untuk meraih kemuliaan tersebut, amin.

Imam Ahmad bin Hambal berkata, “(Termasuk landasan pokok Islam adalah kewajiban) mengimani (keberadaan) telaga milik Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari kiamat, yang nanti akan didatangi oleh umat beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam… sebagaimana yang disebutkan dalam banyak hadits yang shahih (dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam)”.

Imam Abu Ja’far ath-Thahawi berkata, “Al-Haudh (telaga) yang dengannya Allah Ta’ala memuliakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, untuk diminum (airnya) oleh umat beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam (pada hari kiamat nanti) adalah suatu yang benar adanya”.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ketika menjelaskan perkara-perkara yang wajib diimani pada hari kiamat, beliau berkata, “Pada hari kiamat (ada) telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang akan didatangi (oleh umat beliau)…barangsiapa yang meminum (air) telaga tersebut maka dia tidak akan merasakan haus lagi selamanya”.

Imam an-Nawawi mencantumkan hadits-hadits dalam “Shahih Imam Muslim” yang menyebutkan tentang telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam bab, “Penetapan (keberadaan) telaga Nabi kita (Muhammad) shallallahu ‘alaihi wa sallam (pada hari kiamat nanti)…”.


Dalil-dalil yang menjelaskan keberadaan telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Hadits-hadits shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjelaskan ini banyak sekali, bahkan mencapai derajat mutawatir (diriwayatkan dari banyak jalan sehingga tidak mungkin diingkari kebenarannya).

Imam Ibnu Katsir berkata, “Penjelasan tentang telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam – semoga Allah Memudahkan kita meminum dari telaga tersebut pada hari kiamat – (yang disebutkan) dalam hadits-hadits yang telah dikenal dan (diriwayatkan) dari banyak jalur yang kuat, meskipun ini tidak disukai oleh orang-orang ahlul bid’ah yang berkeraskepala menolak dan mengingkari keberadaan telaga ini…”.

Senada dengan ucapan di atas, imam Ibnu Abil ‘Izzi al-Hanafi menjelaskan, “Hadits-hadits (shahih) yang menyebutkan (keberadaan) telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mencapai derajat mutawatir, diriwayatkan oleh lebih dari tiga puluh orang sahabat  (dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam)…”.

Di antara hadits-hadits tersebut adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya setiap Nabi memiliki telaga (pada hari kiamat nanti), dan mereka saling membanggakan siapa di antara mereka yang paling banyak orang yang mendatangi telaganya (dari umatnya), dan sungguh aku berharap (kepada Allah Ta’ala) bahwa akulah yang paling banyak orang yang mendatangi (telagaku)”.

Juga sabda beliau dalam hadits lain, “Sesungguhnya aku akan berada di depan kalian (ketika mendatangi telaga pada hari kiamat nanti) dan aku akan menjadi saksi bagi kalian, demi Allah, sungguh aku sedang melihat telagaku saat ini”.

Dan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya aku akan berada di depan kalian ketika mendatangi telaga (pada hari kiamat nanti), barangsiapa yang mendatanginya maka dia akan meminum airnya, dan barangsiapa yang meminumnya maka dia tidak akan merasakan haus lagi selamanya”.


Gambaran tentang Telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Hadits-Hadits yang Shahih

Barangsiapa yang meminum air telaga tersebut maka dia tidak akan merasakan haus lagi selamanya, sebagaimana hadits yang tersebut di atas.
 
– Sumber air telaga tersebut adalah sungai al-Kautsar di surga yang Allah Ta’ala peruntukkan bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Apakah kalian mengetahui apa al-Kautsar itu?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahuinya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya al-Kautsar adalah sungai yang Allah Ta’ala janjikan kepadaku, padanya terdapat banyak kebaikan, dan (airnya akan mengalir ke) telagaku yang akan didatangi oleh umatku pada hari kiamat (nanti)…
Dalam hadits lain beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dialirkan pada telaga itu dua saluran air yang (bersumber) dari (sungai al-Kautsar) di surga…”.

– Adapun gambaran air telaga tersebut adalah sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Airnya lebih putih dari susu dan baunya lebih harum dari (minyak wangi) misk (kesturi)”. Dalam hadits lain, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dan (rasanya) lebih manis dari madu”.

– Gayung/timba untuk mengambil air telaga tersebut sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Gayung-gayungnya adalah seperti bintang-bintang di langit”. Artinya: jumlahnya sangat banyak dan berkilauan seperti bintang-bintang di langit.

– Bentuk telaga tersebut adalah persegi empat sama sisi, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits yang shahih.


Siapakah Orang-Orang yang Terpilih Mendatangi Telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?
Mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan selalu mengikuti petunjuk yang beliau sampaikan. Adapun orang-orang yang berpaling dari petunjuk beliau sewaktu di dunia, maka mereka akan diusir dari telaga tersebut.
Dalam sebuah hadits shahih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa ada orang-orang yang dihalangi dan diusir dari telaga yang penuh kemuliaan ini. Karena mereka sewaktu di dunia berpaling dari petunjuk dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada pemahaman dan perbuatan bid’ah, sehingga di akhirat mereka dihalangi dari kemuliaan meminum air telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini, sebagai balasan yang sesuai dengan perbuatan mereka.

Imam Ibnu Abdil Barr berkata, “Semua orang yang melakukan perbuatan bid’ah yang tidak diridhai Allah dalam agama ini akan diusir dari telaga Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam (pada hari kiamat nanti), dan yang paling parah di antara mereka adalah orang-orang (ahlul bid’ah) yang menyelisihi (pemahaman) jama’ah kaum muslimin, seperti orang-orang khawarij, syi’ah rafidhah dan para pengikut hawa nafsu, demikian pula orang-orang yang berbuat zhalim yang melampaui batas dalam kezhaliman dan menentang kebenaran, serta orang-orang yang melakukan dosa-dosa besar secara terang-terangan, semua mereka ini dikhawatirkan termasuk orang-orang yang disebutkan dalam hadits ini (yang diusir dari telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam).

Terlebih lagi orang-orang yang mengingkari keberadaan telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini, seperti kelompok Mu’tazilah, mereka termasuk orang yang paling terancam diusir dari telaga ini.

Imam Ibnu Katsir berkata, “Penjelasan tentang telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam – semoga Allah Memudahkan kita meminum dari telaga tersebut pada hari kiamat – (yang disebutkan) dalam hadits-hadits yang telah dikenal dan (diriwayatkan) dari banyak jalur yang kuat, meskipun ini tidak disukai oleh orang-orang ahlul bid’ah yang berkeraskepala menolak dan mengingkari keberadaan telaga ini. Mereka inilah yang paling terancam untuk dihalangi (diusir) dari telaga tersebut (pada hari kiamat), sebagaimana ucapan salah seorang ulama salaf: “Barangsiapa yang mendustakan (mengingkari) suatu kemuliaan maka dia tidak akan mendapatkan kemuliaan tersebut…”.

Imam Ibnu Abil ‘Izzi al-Hanafi berkata, “Semoga Allah membinasakan orang-orang yang mengingkari keberadaan telaga ini, dan alangkah pantasnya mereka ini untuk dihalangi dari mendatangi telaga tersebut pada hari (ketika manusia mengalami) dahaga yang sangat berat (hari kiamat)”.


Penutup
Demikianlah penjelasan ringkas tentang telaga kemuliaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang kewajiban mengimaninya merupakan perkara penting yang berhubungan dengan iman kepada hari akhir dan merupakan salah satu prinsip dasar akidah Ahlus sunnah wal jamaah, yang tercantum dalam kitab-kitab akidah para imam Ahlus sunnah.
Semoga Allah Ta’ala senantiasa melimpahkan taufik-Nya kepada kita semua untuk dapat meraih semua kebaikan dan kemuliaan yang dijanjikan-Nya di dunia dan di akhirat kelak, sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Dekat, dan Maha Mengabulkan doa.

Sumber 

Friday, May 6, 2016

Taman Generalife - Bunga Sejarah Islam di Negeri Matador


Selama berabad-abad, Islam telah memberikan banyak kontribusi terhadap perkembangan besar dunia. Banyak disiplin ilmu yang berkembang dan mencapai puncak keemasannya dimasa-masa kekuasaan Khilafah Islamiyah. Banyak pula pencapaian yang pada saat itu dianggap mustahil telah berhasil diwujudkan oleh Kaum Muslim. Tak terkecuali dalam bidang ilmu arsitektur.

Berbicara tentang ilmu dan seni arsitektur Islam, ada yang spesial dari berbagai bangunan arsitektur yang pernah dibangun. Arsitektur Islam banyak dipengaruhi oleh kepercayaan dan ajaran Islam. Penggambaran surga yang terdapat dalam Al-Qur'an sedikit banyak mempengaruhi daya imajinasi para arsitek Muslim dalam membangun rancangannya. Oleh karenanya tak heran apabila arsitektur Islam mempunyai ciri khas yang berbeda dengan arsitektur Eropa.

Dari sekian banyak arsitektur Islam, salah satu yang paling terkenal adalah Taman Generalife yang berada di Granada, Spanyol.


Generalife berasal dari Bahasa Arab dan sebenarnya berasal dari kata "Jannat al Arif" atau Taman Arsitektur. Taman ini berlokasi di dekat Al Hambra, yaitu nama sebuah kompleks istana sekaligus benteng yang megah dari kekhalifahan Bani Umayyah yang mencakup wilayah perbukitan di batas kota Granada. Istana ini dibangun sebagai tempat tinggal khalifah beserta para pembesarnya. Al Hambra sendiri kini telah dilindungi sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO 


Dibangun pada abad ke-13 dan didekorasi ulang oleh Sultan Abu al-Walid Ismail (1313-1324 M), cucu dari Muhammad II, Generalife merupakan tempat bersantai bagi Sultan-Sultan Granada ketika mereka ingin keluar dari kesibukan pekerjaan di istana. Taman ini berisi bunga-bunga indah, buah-buahan, bahkan sayur-sayuran yang beraneka ragam. Dekorasi taman serta pancuran air dari kolam pancuran membuat suasana damai menjadi sangat kental didalam taman ini.



Saat ini Generalife dibentuk dari 2 grup bangunan yang dihubungkan dengan Patio de la Acequia (Patio of the Irrigation Ditch). Patio atau taman di tengah istana ini merupakan bagian paling penting Generalife. Dengan panjang 48.70 meter dan lebar 12.80 meter, letak keindahan Generalife berpusat disini.   
 

So, bagaimana sahabat?
Mau menelurusi jejak kejayaan Islam sembari refleksi di salah satu taman terindah di dunia?
Taman Generalife selalu menjadi pilihan teratas untuk kita kunjungi :)

-----------------------------------------------

Sumber : 1 2

Monday, May 2, 2016

Suku Korowai - The Man of Tree


Indonesia adalah negeri yang amat kaya, didalamnya terdapat ribuan warisan dunia yang takkan pernah ada duanya di dunia. Hampir 17.000 pulau baik besar atau kecil tersebar di seluruh bagian Nusantara yang berjarak 5.428 km dari Sabang sampai Merauke. Dari sana hidup sekitar 1.128 suku dengan 746 bahasa dan diantara 1.128 suku tersebut, terdapatlah salah satu suku terunik didunia yang hidup diatas pohon yang tingginya bahkan mencapai ratusan meter.

Perkenalkan, suku dari timur jauh Indonesia...
Suku Korowai...


Sekitar 30 tahun yang lalu, mungkin tak ada yang tau dengan suku ini di Papua. Pilihan hidup yang unik membuat mereka terasing dari peradaban, tak diketahui oleh orang-orang bahkan oleh pemerintah Indonesia kala itu. Suku terasing yang berpopulasi tak kurang dari 3.000 jiwa ini hidup di rumah yang dibangun di atas pohon tinggi. Rumah Tinggi, itulah sebutannya.

Pilihan hidup di atas pohon dengan tinggi puluhan bahkan ratusan meter, bukan tanpa alasan bagi mereka. Kepercayaan lah yang membuat mereka memilih tinggal berkawan langit. Mereka percaya, dengan tinggal di ketinggian pohon, mereka akan terbebas dari gangguan roh jahat. Semakin tinggi semakin bagus. Dan tentu juga mereka tinggal diatas pohon guna menghindari ancaman binatang buas.


Era tahun 1970-an adalah saat-saat perkenalan mereka dengan dunia luar setelah sekian waktu mereka mengira, hanya merekalah penghuni dunia ini. Baru kemudian pada tahun 1980 sebagian dari mereka pindah ke desa-desa yang baru dibuka dari Yaniruma di tepi Sungai Becking, Mu dan Basman. Tahun-tahun berikutnya, perpindahan mereka ke desa-desa yang baru pun semakin banyak.
Fakta yang cukup mencengangkan juga berhasil terungkap dari suku ini. Dikatakan bahwa suku ini mempraktekkan prilaku kanibalisme!!!

Tapi tentu saja praktek ini telah lama ditinggalkan oleh Suku Korowai. Jadi leluhur mereka pada zaman dahulu sudah terbiasa memakan daging manusia, jangan bayangkan dulu kanibalisme mereka seperti di film-film, dimana mereka akan menangkap orang asing dan merebusnya hidup-hidup.
Ngga, sama sekali ngga.
Kanibalisme mereka semacam hukuman, dimana seseorang yang diketahui mempraktekkan ilmu hitam/sihir maka akan dihukum mati dan jasadnya dimakan oleh mereka.
Gitu...

 
Sekarang telah lama berlalu sejak terakhir kali ada yang mempraktekkan itu. Suku Korowai sekarang tak ubahnya dengan kita kebanyakan. Hidup damai dengan kehidupan mereka yang unik.
Membaur dengan alam...
Dekat dengan langit...
Dan senantiasa menjaga keasrian lingkungan...

 

Sumber : 1 2    

Wednesday, April 27, 2016

Kisah Wanita Penzina dan Anjing Yang Kehausan


Kita kadang dengan sombongnya menghakimi seseorang dari satu sisi saja, dari apa yang bisa dilihat oleh mata saja. Sikap subjektif kita lebih lihai menilai orang dan keobjektifitas menjadi buta ketika melihat apa yang ada pada diri sendiri. Padahal apa yang tak terlihat bukan berarti tak ia lakukan. Bisa saja disatu saat dia terlihat buruk dihadapan kita (atas khilafnya), bisa saja sesungguhnya dia adalah orang yang lebih suka menyembunyikan amal ibadahnya.

Dewasa ini terlihat sekali, bagaimana kita seringkali kita melakukan penghakiman itu. Bahkan parahnya ada beberapa orang yang acapkali men-judge seseorang dengan mudahnya. Padahal apa yang terjadi esok hari adalah perkara gaib. Menjadi apa seseorang dimasa depan tak ada yang tahu. Dan hanya Allah yang mengetahui bagaimana iman seseorang diakhir hayatnya.

Sahabat, ada sebuah kisah yang menarik berkaitan dengan hal ini. Kisah dari seorang wanita Bani Israel yang berprofesi sebagai pelacur di zamannya. Lemahnya ia, khilafnya ia dan segala dosanya diampuni oleh Allah SWT oleh karena satu perbuatan diakhir hayatnya yang mungkin bagi kita perbuatan tersebut adalah sesuatu yang "sepele". Dan kisah wanita penzina ini pun diabadikan dalam sebuah hadits Nabi SAW berikut. 

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَنَّ امْرَأَةً بَغِيًّا رَأَتْ كَلْبًا فِى يَوْمٍ حَارٍّ يُطِيفُ بِبِئْرٍ قَدْ أَدْلَعَ لِسَانَهُ مِنَ الْعَطَشِ فَنَزَعَتْ لَهُ بِمُوقِهَا فَغُفِرَ لَهَا
 
“Ada seorang wanita pezina melihat seekor anjing di hari yang panasnya begitu terik. Anjing itu menngelilingi sumur tersebut sambil menjulurkan lidahnya karena kehausan. Lalu wanita itu melepas sepatunya (lalu menimba air dengannya). Ia pun diampuni karena amalannya tersebut.” (HR. Muslim no. 2245).

Note :
Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, terdapat juga kisah yang mirip.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِى بِطَرِيقٍ اشْتَدَّ عَلَيْهِ الْعَطَشُ فَوَجَدَ بِئْرًا فَنَزَلَ فِيهَا فَشَرِبَ ثُمَّ خَرَجَ فَإِذَا كَلْبٌ يَلْهَثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنَ الْعَطَشِ فَقَالَ الرَّجُلُ لَقَدْ بَلَغَ هَذَا الْكَلْبَ مِنَ الْعَطَشِ مِثْلُ الَّذِى كَانَ بَلَغَ مِنِّى. فَنَزَلَ الْبِئْرَ فَمَلأَ خُفَّهُ مَاءً ثُمَّ أَمْسَكَهُ بِفِيهِ حَتَّى رَقِىَ فَسَقَى الْكَلْبَ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنَّ لَنَا فِى هَذِهِ الْبَهَائِمِ لأَجْرًا فَقَالَ « فِى كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ »

“Ketika seorang laki-laki sedang berjalan, dia merasakan kehausan yang sangat, lalu dia turun ke sumur dan minum. Ketika dia keluar, ternyata ada seekor anjing sedang menjulurkan lidahnya menjilati tanah basah karena kehausan. Dia berkata, ‘Anjing ini kehausan seperti diriku.’ Maka dia mengisi sepatunya dan memegangnya dengan mulutnya, kemudian dia naik dan memberi minum anjing itu. Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuninya.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apakah kita bisa meraih pahala dari binatang?” Beliau menjawab, “Setiap memberi minum pada hewan akan mendapatkan ganjaran.” (HR. Bukhari no. 2363 dan Muslim no. 2244)

-----------------------------------------------------------------

Sahabat...
Hidup dan mati adalah rahasia Allah. Kita tak pernah tahu bagaimana akhir hidup kita. Kita takkan tahu dalam kondisi seperti apa kita akan menghadap-Nya. 

Melacur adalah pekerjaan hina yang melanggar aturan-Nya. Tapi ketika kita melihat pelacur, bukan berarti kita dengan mudahnya menghina dia dan menghakimi ia sebagai ahli neraka. Karena kita tak pernah tahu bagaimana akhirnya, oleh karena itu daripada kita menghakimi ia, akan lebih baik kita menasehati atau paling tidak mendoakannya. Semoga diakhir hidupnya ia mendapat hidayah dan diampuni segala dosa-dosanya.

Hal tersebut karena kita pun mengharapkan akhir yang sama dengan hadits Nabi SAW diatas.....
Khusnol Khotimah, aamiin...


---------------------------------------

Sumber : 1 2   

Friday, April 15, 2016

Menilik KB Menurut Pandangan Islam


Sebagai PLKB/PKB yang notabene kerjanya di lapangan dan berhadapan langsung dengan masyarakat, pastilah menemukan hal-hal unik dan 'mengherankan' di lapangan. Dari sanalah kami jadi tau bahwa informasi tentang KB yang berseliweran dimasyarakat kadang kala belum benar dibenak mereka. Inilah sebenarnya tugas kami sebagai PLKB/PKB agar membenarkan apa yang salah selama ini dimasyarakat. Ketika masyarakat sudah TAU sesuatu yang benar tentang KB, maka mereka akan MAU ikut ber-KB dan tugas kami jua lah agar mereka MAMPU memilih metode kontrasepsi yang sesuai dengan mereka.

Sayangnya, kontrasepsi atau umumnya masyarakat kenal dengan KB memang masih menjadi bahasan 'tabu' bagi beberapa kawasan Indonesia. Sebagian orang menilai KB masih sesuatu yang haram bila bicara dalam aspek agama Islam. Pepatah banyak anak banyak rezeki masih kuat pula mengakar dibenak kalangan masyarakat.

Well aku bukanlah seseorang yang ahli dalam beragama. Ilmuku masih cetek tanpa latar belakang agama yang mumpuni.
Tapi seperti nasehat Sayyidina Ali bin Abi Thalib "Lihatlah apa yang dikatakan, jangan lihat siapa yang mengatakan" 

Jadi sedikit ilmu yang kudapat ini akan kusampaikan kepada sahabat. Bila apa yang aku sampaikan benar maka sebarkanlah, bila salah koreksilah :)

Akur?


KB Menurut Pandangan Islam

Berikut adalah KB menurut pandangan Islam yang dinilai dari berbagai aspek :

1. KB Adalah Merencanakan Bukan Meniadakan 

Hal pertama yang masih banyak orang keliru memahaminya adalah pandangan bahwa KB merupakan cara menstop/menghindari/meniadakan kemungkinan memiliki keturunan, cara agar kita tak punya anak lagi. Ini yang pertama harus kita luruskan. KB tak seperti itu, KB adalah tentang perencanaan dengan melihat berbagai aspek bagaimana kita membangun sebuah keluarga. Bila diluar negeri, KB dikenal dengan istilah Family Planning.



Bila dalam hal simpel saja, seperti membuat acara ulang tahun, travelling, bikin acara organisasi etc, hal-hal remeh itu saja kita perlu perencanaan, maka membangun sebuah keluarga tentu saja harus direncanakan. Perencanaan sebuah keluarga dalam hal ini Islam membolehkannya, malah harus agar keluarga yang sakinah mawaddah warahmah bisa terwujud.

2. KB Berdasarkan Aspek Kesehatan 

Yang kedua adalah aspek kesehatan. Masih banyak yang mengindahkan aspek ini. Sebagai contoh, akhir-akhir operasi cesar marak dikalangan masyarakat. Bagi ibu yang memilih metode operasi cesar untuk melahirkan maka setelah operasi sangat berbahaya bila langsung hamil lagi. Perlu 18-24 bulan istirahat menyembuhkan luka cesar sebelum terjadi kehamilan selanjutnya (referensi). Nah bayangin, gimana caranya si suami menjaga agar sang istri ga hamil selama kurang lebih 2 tahun?
KB hadir sebagai solusi dan dalam aspek ini, KB diperbolehkan dalam Islam.


Adapula kasus dimana seorang wanita telah berumur 35 tahun keatas. Hamil dalam hal ini sangat berbahaya karena bisa meningkatkan resiko kematian bagi ibu dan anak yang terlahir dalam kondisi BBLR (referensi) atau anak yang terlahir kemungkinan mengidap Down Syndrome menjadi meningkat (referensi). Untuk menghindari risiko bahaya, maka disarankan seorang ibu yang telah berusia 35 tahun ke atas untuk mencukupkan jumlah anaknya. Dari sini sudah jelas, KB diperbolehkan.

3. KB Dari Aspek Psikologis 

Anak adalah karunia. Titipan yang harus kita jaga sebaik mungkin, kita didik agar menjadi pribadi yang kuat, beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Disini peran orangtua memegang total. Karena tanpa pendidikan yang benar dan paripurna, pribadi anak cenderung labil. Beberapa penelitian membuktikan bahwa anak secara psikologis akan tumbuh secara baik apabila jarak antar anak sekitar 5 tahun (referensi). Jarak antar anak menjadi sangat penting guna perkembangan psikologis dan emosional yang baik bagi si buah hati. Bukan merendahkan atau menyangsikan bagi yang punya anak-anak dengan jarak umur kurang atau lebih dari 5 tahun, akan tetapi ada pertimbangan tersendiri agar tumbuh kembang anak bisa maksimal.


Dibawah ini adalah bayangan aku dalam membina keluargaku kelak. Semoga bisa sedikit membuka wawasan bagi sahabat-sahabat semua.

Kelak ketika aku mempunyai anak, aku dan istriku akan mendidiknya dengan serius, telaten dan semaksimal mungkin, mengajarkan ia sholat dan ngaji sedari dini, mengajarkannya tentang kedisiplinan, serta pendidikan lainnya sehingga dia mempunyai psikologis dan emosional yang baik dan stabil. Ketika anak pertama kami berumur 5 tahun, kami akan memiliki anak lagi. Ketika anak kedua kami berumur 5 tahun berarti otomatis anak pertama telah berumur 10 tahun. Saat umur mereka segitu lah saat-saat penting dalam perkembangan hubungan emosional persaudaraan mereka. Si sulung telah siap menjadi kakak. Dia akan senantiasa menjaga adiknya, memperlakukannya dengan bijak, mengajarkan dia membaca, mengawasi dan bersama-sama bermain dengan adiknya, mengajak si adik sholat berjamaah, mengajarkannya hapalan-hapalan doa dan surah pendek. Tanpa perlu kami, tanpa kami suruh, si sulung lah yang akan menjadi 'mentor' adiknya.
Terdengar indah bukan?

Hal itu tidak akan terjadi apabila kami tidak merencanakannya. Disinilah peran KB sangat nyata dan disinilah pemakaian KB dibolehkan dalam Islam.

4. Pendapat Ulama Tentang KB 

Telah disepakati oleh para ulama bahwa dalam Islam dibolehkan KB dengan berbagai kondisi, yaitu dikarenakan pertimbangan ekonomi, kesehatan dan pendidikan. Menjadi dosa bagi mereka jikalau anak yang dilahirkan tidak terurus masa depannya, karena orang tua tidak sanggup menyanggupi biaya hidup, kesehatan dan pendidikan yang menjadi hak dasar anak kepada orang tuanya.

Hal ini berdasarkan pada sebuah ayat Al-Qur'an yang berbunyi :


وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْتَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللهَ وَلْيَقُولُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا

"Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar." (QS. An-Nisa : 9)

Ayat ini menerangkan bahwa kelemahan ekonomi, kurang stabilnya kondisi kesehatan dan gizi anak akibat kekurangan makanan yang bernutrisi baik, menjadi tanggung jawab orangtuanya. Maka disinilah peranan KB untuk membantu orang-orang yang tidak dapat menyanggupi hal tersebut dengan merencanakan sebuah keluarga (Family Planning). Jangan sampai anak-anak  yang kita lahirkan menjadi generasi lemah dan menjadi beban di masyarakat (referensi).

Dalam ayat lain disebutkan pula :

"Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama 2 tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuannya." (TQS. Al-Baqarah : 233)

Ayat ini menerangkan bahwa anak harus disusukan selama 2 tahun penuh (ingat 1000 Hari Pertama Kehidupan?). Jadi kita harus sedemikian rupa berusaha agar kewajiban si ibu kepada sang buah hati bisa terpenuhi. Dan menyusui sambil hamil lagi? Bisa sih bisa, tapi sangat melelahkan bagi si ibu bahkan bila ada indikasi kelelahan maka pemberian ASI harus dihentikan (referensi).

5. Metode Kontrasepsi Telah Ada Sejak Zaman Nabi Muhammad SAW 

Eh bentar... serius?

Hehe mukanya jangan syok kayak gitu donk :D
Iya betul ini serius. Kontrasepsi udah ada ketika Muhammad SAW diutus menjadi rasul. Memang kita takkan menemukan ayat yang berbunyi "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu dua anak" atau sabda beliau yang berbunyi "Telah dihalalkan implan dan IUD untuk istri-istrimu"

Ga bakal nemu, ga bakal ada.

Karena apa-apa yang berhubungan dengan KB seperti implan, IUD dan yang lainnya adalah istilah dan metode modern yang muncul akibat perkembangan zaman. Tapi secara konsep, kontrasepsi sudah ada sejak zaman nabi dan itu dibolehkan pula oleh beliau. Berikut bunyi haditsnya :

"Kami pernah melakukan 'azl di masa Rasulullah SAW, sedangkan Al-Qur'an (ketika itu) masih selalu turun." (HR. Bukhari-Muslim)

Di hadits yang lain ada pula yang menyinggung 'azl dengan redaksi berbeda, yaitu :

"Kami pernah melakukan 'azl (yang ketika itu) Nabi mengetahuinya, tetapi ia tak pernah melarang kami." (HR. Muslim)

Nah 'azl itu apa?
Tidak lain adalah bahasa arab untuk istilah senggama terputus (coitus interruptus).
Para sahabat di zaman itu telah diberi pengetahuan bahwa seorang anak lahir dari setetes air mani (baca QS. Al Fathir : 11), sehingga para sahabat sangat mengetahui apabila mereka melakukan 'azl maka kehamilan sangat mungkin tidak terjadi.
Jadi, bukankah ini dalil bahwa KB memang dibolehkan dalam Islam?

6. KB Menjadi Haram Apabila.... 

KB itu kayak pisau. Pisau dipakai buat bedah operasi maka penggunaannya menjadi halal. Dipakai buat membunuh? Ya haram. Padahal sama-sama melukai lho tapi dengan tujuan dan niat yang berbeda kan? Jadi bukan pisaunya yang jadi haram tapi penggunaan pisaunya yang haram.

KB gitu juga. Klo dipakai dengan tujuan agar si suami tidak meninggalkan "jejak" ketika "jajan" diluar rumah ya tentu saja KB menjadi haram. Atau alasan lain seperti penggunaannya dipakai gara-gara ga pengen punya anak karena ga mau ngurusnya, ya klo ini mah udah pasti jatuhnya ke haram juga.

Kita kembali ke poin pertama, kontrasepsi atau KB adalah merencanakan. Merencanakan berapa jarak umur antara anak pertama dengan yang kedua, untuk menjaga jarak umur tersebut maka diperlukan kontrasepsi agar kehamilan bisa ditunda sesuai keinginan, dengan tujuan akhirnya berupa terwujudnya keluarga bahagia sejahtera. Metode kontrasepsi pun ada banyak, variannya bahkan jauh lebih banyak di luar negeri. Ada lho koyo yang bila ditempelkan di paha bisa bikin ga hamil-hamil. Ajib kan?

Nah sedangkan di Indonesia variannya masih sedikit. Kontrasepsi paling umum dipakai masyarakat seperti pil, suntik dan kondom telah mendapatkan label halal berdasarkan fatwa hukum dari ulama dan cendekiawan muslim di Indonesia. Untuk yang jangka panjang seperti IUD dan Implan juga telah diperbolehkan, begitu pula dengan MOP/MOW (referensi).

Walaupun begitu masih ada pro kontra untuk kontrasepsi yang sifatnya "membunuh" sperma seperti spermatisid contohnya. Tapi untuk kontrasepsi yang ditanggung biayanya oleh BKKBN alias gratis, semuanya telah dijamin aman.

Nah sekian "ceramah" dari aku. Ga bisa dibilang ceramah juga sih karena aku cuma menyampaikan dari apa yang telah ku pelajari selama ini.

Daaaaannn kolom komentar selalu terbuka untuk diskusi sehat dan pertanyaan dari kalian :)

Sekian, semoga bermanfaat...
Wassalam...


*sumber tertera