Tuesday, August 29, 2017

Mengenal Saracen yang ASLI!


Kita mengenal kata Saracen dari sumber yang berbeda. Ada yang mengetahuinya memang karena pernah membacanya dalam literatur sejarah, ada juga mengetahuinya dari berita-berita yang akhir-akhir ini lagi hangat, tapi ada juga yang mengetahuinya dari game.

Pemain Age of Empire II langsung mangut-mangut :D

Sebenarnya untuk mengenal Saracen yang asli, maka kita harus memutar waktu ke Abad Pertengahan (5 M - 15 M) dimana Perang Salib saat itu sedang berkobar.

Saracen menurut Wikipedia adalah istilah yang digunakan oleh orang Kristen Eropa terutama pada Abad Pertengahan untuk merujuk kepada orang yang memeluk agama Islam. Perlu diketahui terlebih dahulu, sebelum Abad 17 M, orang-orang Eropa belum mengenal kata Muslim, sehingga Saracen dipakai untuk menyebut orang-orang yang mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW, seperti yang ditulis Simon Ockley dalam bukunya yang berjudul The History of Saracens (1711 dan 1718).

Memang ada juga yang mengatakan Saracen berasal dari Bahasa Yunani (Σαρακηνός), yang diduga berasal dari bahasa Arab شرقيين syarqiyyin ("orang-orang timur"), namun dugaan ini tidak memilik dasar yang kuat.

Sebenarnya sejarah singkat lahirnya kata Saracen bila merujuk dalam literatur sejarah, lahir jauh sebelum datangnya Islam. Kata ini merujuk kepada kelompok Barbarian yang mendiami jazirah Arab waktu itu. Saracen juga diduga berasal dari akar kata bahasa Semit yang artinya perampok, penjarah atau pencuri. Orang Yunani menyebut mereka sebagai Sarakenoi. Kata ini sudah umum digunakan untuk menyebut kelompok nomaden padang pasir yang suka merampok dan berperang.


Sesudah datangnya Islam, sebagian besar penduduk Jazirah Arab memeluk Islam akan tetapi panggilan kepada mereka tidak berubah yakni orang Sarakenoi. Orang-orang Islam yang berasal dari Afrika Utara juga disebut dengan Saracen selain penggunaaan istilah kata Moron. Saracen kemudian menjadi istilah umum dikalangan bangsa Kristen Eropa untuk menyebut orang-orang Islam di masa  perang salib.


Memang orang-orang Eropa sering suka-suka hati nyebut suatu nama. Ibnu Sina disebut Avicenna lah, Salahuddin disebut Saladin lah, Khilafah Ustmani disebut Chaliph Ottoman lah. Beda lidah sih sebenarnya.

Tapi kata Saracen menurut beberapa literatur disebutkan bahwa penggunaannya disebarluaskan oleh Kristen Eropa di abad pertengahan untuk menyebut orang-orang yang memeluk Islam sebagai bentuk diskriminasi keyakinan dan warna kulit.

Nah memang awalnya Saracen lebih ditujukan kepada ejekan. Tapi karena kehebatan ksatria-ksatria Muslim di Abad Pertengahan dalam berperang, Saracen menjadi kata yang menakutkan bagi musuh-musuhnya. Kita mengenal pemimpin besar si Singa Padang Pasir Salahuddin Al Ayubi yang membawa ksatria-ksatria Saracen ke dalam masa-masa emas perjuangannya. Siapa yang tak segan dengan beliau. Musuh pun menaruh hormat dengannya dan kepemimpinannya

(Salahuddin Al Ayubi versi film Kingdom of Heaven)

Intinya Saracen itu keren.
Saracen itu simbol keberanian dan perjuangan.
Kekuatannya diakui sebagai salah satu simbol yang lekat dengan kekuatan Islam.
Saracen adalah ksatria.

Tapi apabila zaman sekarang Saracen dikenal sebagai grup kumpulan orang-orang tukang fitnah dan SARA, maka LAWAN !!!!
Kenalkan pada orang-orang arti Saracen yang sebenarnya.
Jangan sampai kata ini rusak karena orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang hanya mengikuti hawa nafsunya belaka.

Wassalam

--------------------------------------------

Sumber : 1 2   

Sunday, August 20, 2017

Review Comic - The Promised Neverland


Status : On Going
Warning : Spoiler (sangat) ringan

Berawal dari manga One Piece chapter 866-867 yang berkisah tentang masa kecil Big Mom di panti asuhan bernama Sheep's House dengan Mother Caramel sebagai empunya. Awalnya tak ada yang mencurigai panti asuhan tersebut, suasana kehangatan kekeluargaan tergambar dalam keseharian para anak-anak panti, sampai pada akhirnya diketahui bahwa Mother Caramel mempunyai alias lain yang dikenal sebagai penjual anak-anak yatim, Mountain Witch. Peran ibu yang penyayang dan pengertian hanyalah kedok sang Mother Caramel untuk menyembunyikan kekejamannya dalam memperdagangkan anak-anak.

Para penggemar One Piece seantero dunia pun ramai membahas chapter-chapter dengan plot twist terkelam dalam sejarah One Piece ini, para reviewer pun asyik membahasnya, tapi ada satu hal yang sama dalam hal pembahasan mereka. Apapun pembahasan mereka maka selalu saja ada yang mengatakan kedua chapter tersebut mengingatkan mereka pada salah satu manga baru yang berjudul The Promised Neverland.

Aku yang tak pernah mendengar apalagi membaca manga tersebut pun langsung saja tertarik membacanya. Dan...... damnnnnn !!!!!!
The Promised Neverland benar-benar manga bagus yang menjanjikan.

-----------------------------------------------------

Kisah konspirasi dalam dunia panti asuhan yang menyenangkan


Manga keluaran terbaru dari Shonen Jump ini membawakan atmosfer yang berbeda bila dibandingkan dengan manga-manga keluaran lainnya. Tidak seperti manga lainnya yang fun dan ringan seperti One Piece, Naruto atau Haikyuu, The Promised Neverland membawakan atmosfer yang gelap dengan segala misteri didalamnya.

Jangan tertipu dengan kisah-kisah diawal yang mengambarkan begitu bahagianya anak-anak panti asuhan Grace Filed House. Memang mereka terlihat bahagia, makanan enak yang melimpah dan kasur yang empuk. Kebahagian mereka pun bertambah karena sosok sang "Mama" pengasuh mereka adalah seseorang yang ramah dan penyayang kepada semua anak.

Akan tetapi ada sesuatu yang aneh dan ganjil dalam suasana panti tersebut.

Mengapa mereka harus rutin ujian, mengapa dileher mereka ada nomor identifikasi, mengapa mereka tidak pernah bisa melihat dunia luar, mengapa mereka yang katanya diadopsi dan keluar panti tapi tidak pernah memberikan kabar ke teman-temannya yang ada di panti, adalah segelintir pertanyaan yang akan membuat kita berpikir : ada sesuatu yang salah dengan panti asuhan ini.

Semua pertanyaan tersebut akan terjawab sedikit demi sedikit ketia 2 tokoh utama manga ini, Emma dan Norman, menemukan fakta menakutkan dibalik kebahagian yang selama ini mereka rasakan.

Tak ada cara lain, demi keselamatan hidup, mereka semua harus kabur dari panti tersebut !!!


Sampai tulisan ini dibuat, paling tidak ada 51 chapter yang sudah terbit. Sayangnya memang di Indonesia, manga ini belum terbit sehingga cara satu-satunya membaca manga ini dengan terjemahan bahasa Indonesia hanya di web-web penyedia manga ilegal.

Melihat world building-nya yang menjanjikan dan dengan misteri-misteri yang bukannya berkurang tapi malah semakin bertambah disetiap chapternya, maka semoga saja The Promised Neverland ini segera terbit di Indonesia.

Sekian.



Saturday, August 19, 2017

Yang Bisa Kamu Beli Dengan Uang 222 Juta Euro


Mimpi punya uang 222 Juta Euro atau sekitar 3,4 Triliun Rupiah?
Mimpinya jangan nanggung-nanggung bro, sekalian aja mimpiin apa-apa yang yang bisa kamu beli dengan duit sebanyak itu.

Siap mimpiinnya :D
Berikut yang bisa kamu beli dengan uang 222 Juta Euro

-------------------------------------

 1 Orang Neymar Jr

Memecahkan rekor transfer dunia, harga 1 orang Neymar Jr adalah 222 Juta Euro.


Bikin Film Avenger

Biaya produksi film Avenger ditaksir sekitar 170 Juta Euro doank.


2 Buah F-22 Raptor

Pesawat siluman canggih buatan Amerika Serikat dihargai 102 Juta Euro per unitnya.


Beli Pulau D'arros Island dan Necker Island

Harganya cuma 1,2 Triliun dan 1,3 Triliun doang kok.


3 Buah Pesawat Mewah Boeing 737-700

Enak kali ya kemana-mana pakai pesawat seharga Rp. 1,09 Triliun gini.


34 Buah Tank Termahal Di Dunia

Harga tank termahal didunia jenis MBT K2 Black Panther cuma 100 milyar rupiah doank sob.


53 Buah Koenigsegg

Dengan 3,4 triliun rupiah, kita bisa beli 53 buah Koenigsegg yang seharga 64 milyar per unitnya.


850 Jembatan Gantung

Maka teratasilah sedikit permasalahan desa tertinggal dan terpencil di negara kita.


4500 Lebih RPTRA

Dengan biaya pembangunan disekitaran 750 Juta Rupiah, lihatlah berapa banyak yang bisa dibangun dengan uang 222 Juta Euro.


6000 Lebih Gedung Sekolah

Dengan biaya pembangunan gedung dipukul rata 560 Juta, maka bisa didapat 6000 lebih gedung sekolah yang dibangun diberbagai wilayah Indonesia.


24.000 Rumah Bersubsidi

Biaya subsidi rumah di Jabodetabek sekitar 141 Juta Rupiah.


Bayarin Potong Rambut Orang Se-Jawa..... 2 Kali!!!

Dengan asumsi jumlah populasi Pulau Jawa sebesar 141 Juta jiwa dan harga potong rambut Rp. 10.000, maka tiap-tiap orang bisa potong rambut sebanyak 2 kali. Uedan.

---------------------------------------

Atau bisa juga disumbangkan untuk mereka yang membutuhkan.
Ya terserah deh, kan namanya juga mimpi :D

Diolah dari berbagai sumber

Thursday, August 17, 2017

Dirgahayu Indonesia 72 - Kerja Bersama, Bersama Kerja



P R O K L A M A S I

 Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
 Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
 dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
 Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
 Atas nama bangsa Indonesia.
 Soekarno/Hatta.


KERJA (IKHLAS).. KERJA (CERDAS).. KERJA (TUNTAS)..



Tuesday, August 15, 2017

Negara Dengan Cuti Melahirkan Terbaik - Indonesia Bukan?


Setiap orangtua pasti mendambakan hadirnya sang buah hati dalam kehidupan mereka. Akan tetapi dengan adanya anak dalam rumah tangga, pastilah akan mengubah pola kehidupan dan kebiasaan sebuah rumah tangga. Dari awal kehamilan, kelahiran sampai dengan tumbuh kembang sang anak akan membuat kesibukan tersendiri bagi ayah bundanya. Tak jarang malah waktu untuk sang anak di awal-awal kehidupannya.

Bagi sang bunda, terutama bagi mereka yang bekerja, tentu menjadi dilema. Tugas utama sebagai ibu tentu saja harus dipenuhi, sekaligus juga disaat bersamaan tidak memungkinkan bagi dia untuk meninggalkan pekerjaannya. Untuk itulah sebuah negara atau perusahaan tempat ia bekerja memberikan fasilitas cuti melahirkan, dimana sang ibu bisa cuti dari pekerjaannya dalam waktu yang dirasa cukup untuk menemani sang buah hati dalam masa-masa awal kehidupannya.

Setiap negara mempunyai peraturannya sendiri terkait cuti melahirkan. Yang manakah yang terbaik?
Berikut daftarnya :

1. Inggris Raya


Durasi 52 minggu atau setara 1 tahun dengan gaji 90%.
Uniknya adalah hak cuti bukan saja untuk istri, sang suami pun bisa mendapatkan hak cuti melahirkan. Tentu saja pasangan suami istri tersebut membagi jatahnya untuk cuti melahirkan yang bisa didapatkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

2. Denmark


Durasi 52 minggu (1 tahun) dengan gaji 100%.
Sebagai salah satu negara paling bahagia di dunia, Denmark sangat memperhatikan hak cuti melahirkan bagi warganya. Selain memberikan gaji 100% selama masa cuti, bagi ibu-ibu yang telah bekerja juga bisa menitipkan anaknya ke baby daycare secara gratis.

3. Serbia


Durasi 52 minggu (1 tahun) dengan gaji 100%.
Walau menurut data hanya sekitar 38,3% wanita Serbia yang bekerja diluar rumah, akan tetapi fasilitas yang diberikan negara terkait cuti melahirkan tetaplah memuaskan. 

4. Jerman


Durasi 12 - 14 bulan sampai anak berusia 3 tahun.
Besarnya gaji yang didapatkan memang hanya 65% dari pendapatan bersihnya, akan tetapi bisa mendapatkan gaji full apabila bekerja hanya dengan 30 jam perminggu. Hak cuti melahirkan bahkan masih bisa didapatkan sampai dengan anak berusia 8 tahun.

5. Swedia


Durasi 480 hari (sekitar 1 tahun 4 bulan) dengan gaji 80%.
Selain waktu cuti yang terlama didunia, Swedia juga menambahkan hak cuti bagi sang ayah selama 2 bulan. Jatahnya pun bisa diambil kapanpun hingga 8 tahun usia si anak. Kurang baik apa coba.

------------------------------------------

Memang negara-negara di Eropa lebih terlihat peduli terhadap hak seorang perempuan dalam mengasuh anaknya di masa-masa awal tumbuh kembangnya dengan pemberian hak cuti melahirkan yang lama. Sayangnya memang standar tersebut tidak diikuti oleh banyak negara, bahkan Amerika Serikat pun tergolong negara yang buruk dalam memberikan hak cuti melahirkan bagi pegawainya. Termasuk juga negara-negara Asia yang hanya memberikan sekitar 3-6 bulan (bahkan kurang!) untuk cuti melahirkan.

Lalu bagaimana dengan Indonesia?
Sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan pasal 82 tahun 2013 tentang Cuti Melahirkan, ditetapkanlah  durasi lamanya cuti melahirkan sebanyak 3 bulan dengan pembagian 1,5 bulan sebelum melahirkan dan 1,5 bulan setelah melahirkan.

Ini tentu saja sangat-sangat kurang dan boleh dibilang memprihatinkan.
Waktu 3 bulan untuk cuti melahirkan tentu akan menyulitkan si ibu dalam memberikan perlukan khusus yang diperlukan dalam masa-masa periode emas sang anak (Golden Periode). Contohnya adalah bagaimana sang ibu bisa memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan sedangkan cuti hanya sekitar 3 bulan? Butuh perjuangan bagi sang ibu, terlebih lagi dengan kurangnya Pojok Laktasi ditempat-tempat kerja dibeberapa wilayah Indonesia.

Ini harusnya menjadi perhatian pemerintah. Bukankah hak cuti yang cukup sangat dibutuhkan demi pemberian laktasi, gizi dan perhatian dari sang ibu kepada buah hatinya?
Bukankah dengan cukupnya pemberian laktasi, gizi dan perhatian dari sang ibu akan membuat generasi yang baru menjadi lebih kuat baik fisik maupun mentalnya?

Untunglah beberapa perusahaan besar di Indonesia tidak terpaku dengan peraturan pemerintah tersebut. Contoh saja istri saya yang bekerja di salah satu perusahaan susu terbesar di Indonesia. Perusahaan tersebut memberikan hak cuti melahirkan hingga 6 bulan lamanya. Tak selama di negara-negara Eropa memang, tapi jangka waktu 6 bulan ini tentu lebih baik dibandingkan hanya 3 bulan. Paling tidak hak anak untuk ASI Ekslusif bisa dipenuhi dengan lebih mudah.


Bagaimanapun cuti 3 bulan (dengan 1,5 bulan setelah melahirkan) dinilai sangat-sangat kurang. Semoga saja para pengempu kebijakan di negara kita ini bisa lebih memikirkan tentang tumbuh kembang generasi-generasi muda penerus negara ini dengan lebih baik.

Cuti melahirkan bukan saja hak pegawai perempuan, tapi juga hak anak yang bersangkutan.

Sekian.

--------------------------------------

Sumber : 1 2 3

Sunday, August 13, 2017

Review Film - Spiderman : Homecoming (2017)


Spoiler Alert!!!

Sebagai anak yang lahir di era 90'an, aku merasa benar-benar beruntung. Lahir dengan masa muda yang belum mengenal gadget, berbagai film kartun di setiap hari minggu, dan keseruan lainnya yang tidak didapatkan oleh mereka yang lahir di era 2000'an. Anak-anak 90'an memang unik, mereka lahir dimana surat-suratan masih ada dan tumbuh dewasa ketika email sudah tercipta atau melewati fase dimana kita bersedih ketika Taichi bersama Agumun berpisah dan kemudian excited ketika bertemu kembali di tahun 2016

Lahir di 90'an itu seru dan. hal seru yang didapatkan oleh anak 90'an lainnya adalah : mereka melewati 3 masa film Spiderman.

Spiderman-nya Tobey Maguire, Spiderman-nya Andrew Garfield dan Spiderman-nya Tom Holland.


Amazing.
Tiga aktor ini memberikan warna tersendiri kepada tokoh Peter Parker dan si friendly-neighborhood-superhero Spiderman. Masing-masing era punya kelebihannya, dan juga kelemahan pastinya. Siapa yang terbaik tentu tergantung siapa yang menilai. Tapi bagi penggemar kedua series Spiderman sebelumnya? Tentu mereka akan menyukai film Spiderman : Homecoming :D

---------------------------------------

Banyak hal menarik dari film terbaru Spiderman ini, yang pertama tentu saja pemilihan judul. Homecoming yang berarti reuni atau kepulangan, semacam ingin menunjukkan ucapan selamat kepada superhero paling terkenal didunia atas kembalinya ia ke jagat Marvel Cinematic Universe (MCU). Seperti yang kita ketahui sebelumnya, Sony adalah pemegang lisensi kepemilikan Spiderman, sehingga tak heran dalam film Avenger (yang dipegang Marvel Studio), kita takkan melihat kehadirannya. Tetapi sejak 2015, Sony akhirnya setuju untuk mengembalikan Spiderman ke pihak Marvel Studio dan resmilah Spiderman masuk ke dalam jagat Marvel sejak kemunculannya di film Captain America : Civil War. Jadi inilah makna "kepulangan" yang tersirat dari pemilihan judul Homecoming.

Film ini mengambil setting waktu setelah kejadian di film Civil War yang juga melibatkan Spiderman. Secara bersamaan, Peter Parker saat itu masih berusia 15 tahun dan harus menjalani kehidupan sebagai siswa SMA.

Kehidupan SMA-nya pun masih menggunakan formula klise film-film Spiderman sebelumnya. Peter Parker yang dianggap cupu, ada pembully bernama Flash Thompson, kehidupan ganda sebagai superhero-anak sekolah dan gadis cantik yang menjadi tambatan hatinya

Tapi setiap film memberikan rincian yang berbeda bagi setiap aktornya, sebagai contoh : Peter Parker-nya Tobey terlihat cupu dan culun, Andrew Garfield memberikan warna klo Peter itu pemalu, dan Tim Holland terlihat kesan bahwa Peter Parker itu seorang yang introvert. Berbeda tapi masih senada. Sama halnya dengan gadis cantik yang menjadi incaran Peter, ada Mary Jane, Gwen Stacy dan ada Liz Allan. Tiga gadis berbeda tapi tetap merupakan gadis tercantik disekolahnya.

Anehnya, hal tersebut tidak berlaku untuk tokoh Flash.


Ini bukan tentang Flash yang harusnya berkulit putih, tapi ini tentang penggambaran tokoh yang kedapatan peran sebagai tokoh pem-bully yang ada disekolah. Peran itu terlihat sangat baik di film Spiderman sebelumnya dan tidak terlihat pada film Homecoming. Flash yang terbaru ini tidak mempunyai bentuk tubuh yang sesuai untuk melakukan bullying secara fisik, dia juga ternyata kalah pintar, wajah tentu saja kalah jauh dari tokoh utamanya. Bahkan aku merasa Peter Parker tanpa kekuatan supernya pun bisa melakukan balasan bullying kepada tokoh Flash yang ini.

Aku tak begitu mengerti alasan berubahnya tokoh Flash. Jujur, tokoh pembully dengan fisik besar dan merasa paling kuat yang kemudian bisa dikalahkan oleh si cupu Peter Parker, masih meninggalkan kesan yang lebih mendalam dibandingkan dengan tokoh Flash yang baru ini.

Ada beberapa hal lahgi yang menurutku adalah suatu kesalahan. Salah satu kesalahan yang ada adalah masalah trailer. Yups, trailer yang sejatinya untuk promosi film malah terlalu banyak membocorkan alur cerita. Belum lagi di youtube berhamburan potongan-potongan scene film yang membuat aku berusaha sekuat jiwa agar tidak mengkliknya :D

Untunglah kehadiran Iron Man yang sempat dikuatirkan akan mencuri film ini tidak terjadi. Iron Man hadir sebagai mentor dengan kapasitasnya yang sesuai.

 (Anehnya adegan di trailer ini malah ga ada di filmya)

Salah satu hal lainnya yang menurutku kurang pas (atau malah kelebihan) adalah kehadiran Marissa Tomei sebagai Aunt May. Well well well, entahlah tapi sosok Aunt May yang keibuan dengan dengan sosok Aunt May yang seksi membuat kita yang menontonnya sedikit mengganjal :D


Scene favorit tentu saja adegan penyelamatan Liz Allan di elevator. Di adegan tersebut tentu kita sebagai remaja era 90'an akan teringat adegan fenomenal Spiderman dan MJ yang berciuman dan sekaligus akan teringat kembali adegan gagalnya Spiderman menyelamatkan Gwen di film Amazing Spiderman 2.


Adegan fight-nya tak terlalu wah, cenderung membosankan malah. Homecoming masih belum bisa mengalahkan adegan pertarungan antara Spiderman melawan Dr. Octopus di film Spiderman 2 (2004). Sangat intens.


Ada kekecewaan, maka ada pula yang membuat kita terkagum-kagum. Siapa lagi kalau bukan sang villain, Vulture.


Harus diakui, MCU itu lemah pada penggambaran tokoh antagonisnya. Banyak tokoh antagonis dalam film-film MCU yang tidak berbekas dihati. Sebut saja Ultron, Kaecillus, atau The Mandarin. Semuanya hanya lewat begitu saja, tak fenomenal, tak membekas dihati. Tapi Michael Keaton bisa membawakan sosok Vulture yang cerdas dengan sangat baik. Scene antara perbincangan antara Peter Parker dan Vulture di mobil memberikan nuansa intimidasi yang sangat terasa. Bisa dibayangkan bagaimana tertekannya Peter dalam scene tersebut.
 
Kesimpulannya adalah film ini menghibur. Walaupun rating 92% yang diberikan Rotten Tomatoes dirasa terlalu tinggi untuk kualitasnya sendiri, akan tetapi Spiderman : Homecoming tetap bisa disebut berhasil.

Sekian.

-------------------------------------------

Baca Juga :

Review Film - Wonder Woman (2017)

Monday, July 10, 2017

Review Film - Rush (2013)


Anda bukan penggemar F1? Anda merasa F1 adalah olahraga yang membosankan?
Well mungkin film ini akan mengubah pandangan anda (seperti aku) terhadap olahraga balap-balapan ini.

Film yang disutradarai Ron Howard (Beautifull Mind, Da Vinci Code) ini berdasarkan kisah nyata tentang persaingan antar 2 pembalap F1 era 70'an. Dengan diperankan oleh aktor kenamaan Chris Hemsworth dan Daniel Bruhl, anda akan sangat rugi bila melewatkan film.

James Hunt (diperankan Chris Hemsworth) dan Niki Lauda (Daniel Bruhl) adalah 2 pembalap pemula yang baru saja menjajaki kerasnya persaingan di kompetisi teratas balap mobil F1. Menariknya adalah mereka mencapai puncak dengan cara yang berbeda. James Hunt yang egois, playboy, suka hura-hura dan seringkali ceroboh, harus mengawali karirnya dari bawah hingga akhirnya bisa berlaga di F1.


Sebaliknya Niki Lauda merupakan karakter yang sangat berbeda dari Hunt. Dia jenius, sangat hati-hati, fokus, walau harus diakui juga karakternya keras dan tidak peduli dengan sosialnya. Bedanya dengan Hunt, si Lauda ini tak perlu susah payah merangkak dari bawah karena dengan uangnya, dia bisa membeli sendiri tim F1-nya.



Film ini menurutku sendiri, menjadi film terbaik dengan tema olahraga (dan balap-balapan) yang pernah ku tonton.

Dan ini lah alasannya :

1. Cast yang perfect. Bahkan sosok Niki Lauda yang asli sampai berujar "Gile, dia (Daniel Bruhl) benar-benar mirip aku"

2. Akting yang memukau dari pemainnya. Kalian akan hanyut dalam karakter masing-masing pemainnya dan tanpa sadar akan memilih salah satu yang kalian disukai diantara keduanya.

3. Soundtrack yang sangat pas dan superrrr. Thank to Hans Zimmer.



4. Alur yang mengalir dan fokus pada kisah persaingan dua pembalap ini. Drama cintanya memang ada, tapi dengan kadar yang pas. Sehingga tidak mengurangi esensi dari kisah utamanya.

5. Pelajaran hidup yang terkandung dalam film ini. "Musuh yang hebat lebih berguna daripada teman yang bodoh"

Dan masih banyak lagi....

Tapi satu hal yang menjadi luar biasa dalam film ini adalah bagaimana sang sutradara dengan apik menggambarkan bagaimana olahraga F1 ini dahulu adalah olahraga yang penuh resiko. Begitu banyak kecelakaan dan korban jiwa yang terjadi ketika gelaran balapan ini dilaksanakan.Sungguh berbeda dengan sekarang dimana keselamatan menjadi hal wajib yang harus dipenuhi oleh setiap tim.

Film ini diakhiri dengan ending yang memukau. Sedikit dramatis memang, tapi kisah legendaris persaingan James Hunt dan Niki Lauda ini memang harus berakhir. Kisah tentang 2 sahabat yang disangka semua orang saling bermusuhan, akan tetapi sebenarnya mereka berdualah orang yang paling memahami satu sama lain.

Sekian.

Thursday, July 6, 2017

Pesepakbola Yang Dikenang Dunia Karena Skill Nyelenehnya



Sepakbola adalah olahraga paling populer diseluruh dunia. Sejarahnya bahkan telah dimulai sejak 2 abad sebelum masehi. Sepakbola pun kini sudah berevolusi dari olahraga yang hanya menendang bola agar menjebol gawang lawan, menjadi olahraga yang mempunyai nilai entertainment sekaligus seni.

Dari sana bakat-bakat yang bahkan boleh kita bilang tidak biasa lahir untuk melengkapi olahraga satu ini. Ada si duo ajaib Cristiano - Messi, sang seniman Pirlo, si badung Maradona, sang legenda Pele dan masih banyak lainnya. Dan berikut ini diantaranya para Pesepakbola Yang Dikenang Dunia Karena Skill-nya yang bisa dikatakan Nyeleneh :

1. Filipo Inzaghi - Si Raja Offside


Mungkin ini adalah pemain yang akan membuat kesal bukan saja fans dari musuh, tapi para pendukung klubnya pun akan ikut-ikutan kesal. Bagaimana tidak, sepanjang pertandingan kita mungkin akan melihat pemain ini berlari kesana kemari seperti tidak ada tujuan, acapkali kalah ketika duel dengan pemain belakang musuh dan yang paling bikin kesal, dia seringkali terjebak offside. Bukan satu-dua kali, tapi berkali-kali!!!

Tapi tak lama kemudian..... dia mencetak gol.
Nah lho?

Banyak yang mengira selama ini dewi fortuna selalu menaungi Inzaghi. Tak salah memang bila melihat sepak terjang Inzaghi dilapangan bola. Dia pemain biasa saja, tak punya skill istimewa, termasuk lemah secara fisik, tapi entah mengapa, dia selalu ada di tempat dan di waktu yang tepat untuk melesatkan gol ke gawang musuh.

Tapi sahabat, bukan dewi fortuna yang membuatnya jadi pemain yang pantas dikenang dunia. Tetapi dedikasi dan keseriusan.

Kawan setimnya dulu di AC Milan, Gennaro Gattuso, pernah bilang bahwa Inzaghi seringkali terobsesi dengan sebuah pertandingan. Dia bisa berhari-hari menonton video rekaman permainan musuhnya. Dia mempelajari mereka secara seksama sehingga dia siap menghadapi musuhnya ketika pertandingan.

Sama halnya dengan kelakuan dia yang seringkali terjebak offside. Mungkin ketika kita melihatnya, ada kesal dalam hati, kok ini orang sering banget kejebak offside? Bodo banget ya jadi pemain?

Benarkah Inzaghi sebodoh yang kita kira?

Well dengarkan penjelasan Jamie Carragher, bek Liverpool, ketika timnya kalah dari AC Milan di final Liga Champion "Golnya di Final Liga Champion 2007 terjadi karena aku terlalu lelah mengamati pergerakannya sehingga perangkap offside yang kami buat tidak sempurna"

See?
Filipo Inzaghi adalah pemain cerdas dengan cara nyeleneh :D

2. Zlatan Ibrahimovic - Chuck Norris nya Dunia Sepakbola


Anda kenal Chuck Norris? Dia adalah aktor Hollywood yang digambarkan sebagai sosok yang imba disetiap filmnya. Bahkan ada lelucon yang cukup terkenal di internet, seperti "Chuck Norris pernah suatu hari digigit ular kobra. Setelah 6 hari dilewati penuh penderitaan, akhirnya ular itu pun mati" atau kalian pernah dengar lelucon "Ketika Graham Bell menemukan telpon, dia mendapatkan 3 kali Missed Call dari Chuck Norris"

Nah bila Hollywood mengenal sosok imba tersebut dengan nama Chuck Norris, maka dunia sepakbola mengenalnya dengan nama Zlatan Ibrahimovic.

Ibra tentu saja bukan sosok pemain sembarangan. Dia adalah salah satu striker modern yang mempunyai skill lengkap. Bola atas jago, free kick juga jago, drible oke, shooting kuat dan dia juga tak jarang mencetak gol dengan cara nyeleneh. Seperti gol yang ia cetak ketika menhadapi Moldova tahun 2015 silam. Saat itu dia mencetak gol dalam posisi diam!!! (Link Cuplikan Gol)

Karakter yang terlihat arogan, sombong dan indiviualistik semakin membuatnya cocok disebut Chuck Norris dunia sepakbola. Setujukah anda? Klo Zlatan sih setuju :D

3. Rene Higuitac - Si Kalajengking Akrobatik


Tak ada kiper yang lebih gila dibandingkan dengan Rene "El Loco" Higuitac. Sejatinya kiper adalah pemain yang menjaga gawang didalam area penalti, tapi tidak dengan kiper yang satu ini. Si Gila ini sering keluar jauh dari "area aman" kiper, sering mengambil tendangan bebas dan juga tendangan penalti. Memang keberanian kiper Kolombia ini patut di ancungi jempol, tapi kadang keberaniannya bisa berujung petaka. Seperti ketika Piala Dunia tahun 1990. Saat diperdelapan final melawan Kamerun, akibat "keberanian" Higuitac yang keluar dari area penalti menuju area musuh, membuat Kolombia harus kemasukan gol kedua dan memutus kiprah mereka di Piala Dunia tersebut.

Tapi diantara semua aksi kontroversialnya, maka kita semua akan setuju bahwa aksi tendangan akrobatik ala kalajengking ketika melawan Inggris pada tahun 1995. Bola lambung lemah yang ditendang oleh pemain Inggris menuju gawangnya. Alih-alih menangkap bola lemah tersebut, Higuitac lebih memilih menendangnya!!! Dengan pose akrobatik seperti kalajengking!!!! (Link Videonya)

Penuh resiko tapi gila, dan karena itulah Rene Higuitac akan selalu dikenang sebagai pemain dengan aksi nyelenehnya :D

4. Ronaldinho - Sang Seniman Sejati


Tak ada orang yang tidak menyenangi sepakbola apabila melihat Ronaldinho bermain. Mantan pemain Barcelona asal Brazil ini adalah seniman sejati sepakbola yang menghasilkan karya seni melalui gocekan bola dikakinya. Siapa yang tak jatuh hati ketika melihat skill nya ketika menghadapi Chelsea di Liga Champion tahun 2005 silam? Walau saat itu Barcelona kalah 4-2, tetapi aksi Ronaldinho yang membuat barisan pertahanan dan kiper mereka seperti anak kecil yang baru bisa main bola, takkan bisa dilupakan.

Atau siapa yang tidak terpana ketika melihat aksinya saat Barcelona meluluhlantakkan Los Galacticos Real Madrid dengan skor 3-0 di Santiago Bernabue? Melihat aksinya di tahun 2005 tersebut, mungkin aku akan menjadi salah satu dari puluhan ribu pendukung Real Madrid yang melakukan Standing Ovation untuk Ronaldinho.

Aksinya luar biasa keren, gocekannya sangat indah dan takkan ada yang bisa melupakan ciri khas umpan-tanpa-melihat-pemain miliknya yang melegenda itu.

Terus apa yang nyeleneh dari Ronaldinho sehingga dia pantas dikenang dunia?
Well, nyelenehnya adalah disaat semua pemain terkenal mempunyai haters, Ronaldinho lah satu-satu pemain bola yang tidak mempunyai itu dan tetap dicintai karenanya aksinya yang memukau diatas lapangan hijau.

-------------------------------------------

Sumber : 1 2 3 4

Baca Juga :

Sunday, July 2, 2017

Review Film - All of Marvel Cinematic Universe


Pada tahun 2008, orang-orang terkejut diakhir film Iron Man, sosok Nick Fury muncul dihadapan Tony Stark. Pertemuan tersebut menjadi cikal bakal sebuah universe yang berisi sekumpulan manusia super dan saling bahu membahu melawan kejahatan.

Harus diakui, Marvel baru saja membuat sejarah dengan sebuah terobosan yang revolusioner dimana suatu film saling berkaitan dengan film lainnya dan membentuk suatu cerita yang saling berkelanjutan. Luar biasanya lagi, kemunculan Marvel Cinematic Universe (MCU) ini menjadikan medio 2008 hingga sekarang, menjadi era perfilman para jagoan super. Film-film yang diadaptasi dari komik akan menjadi kepastian kesuksesan dalam jagat Hollywood. Dan Marvel-lah yang berada dipuncak dalam era ini.

Paling tidak sampai tulisan ini dibuat, ada 15 judul film yang keluar dari MCU, dengan ratusan tokoh komik dan dengan puluhan aktor-aktor ternama Hollywood yang memerankannya. Akan tetapi harus diakui pula, tidak semua film-film tersebut sukses. Ada yang biasa-biasa saja walau ada pula yang luar biasa baik secara cerita maupun pendapatannya.

Dan berikut review mini dariku tentang semua film yang ada dalam MCU. Mungkin sebagai referensi bagi mereka yang belum sempat menontonnya :)

Oh ya, review ini memuat seminimal mungkin spoiler :D

1. Iron Man (2008)



Sebagai film pertama dari jagat semesta Marvel, film Iron Man betul-betul sukses. Menampilkan sosok Robert Downey Jr sebagai Iron Man menjadi satu dari sekian pemilihan cast yang sempurna. Robert Downey Jr lahir untuk memerankan Tony Stark, begitu orang-orang bilang.
Salah seorang sahabatku pernah berkata, yang paling menarik dari film superhero bukan ketika seorang Superman mengalahkan Doomdays, bukan ketika Spiderman mengalahkan Venom, akan tetapi yang paling menarik adalah ketika Superman pertama kali belajar terbang atau ketika Spiderman mengetahui akan kekuatannya laba-labanya, bukan ketika mereka mengalahkan musuh-musuhnya.
Yups, yang paling menarik dari film superhero adalah ketika ia pertama kali sadar akan kekuatannya dan tanggungjawabnya. Dan semua itu juga tergambar pada film pertama Iron Man ini.

Best Scene :



2. The Incredible Hulk (2008)



Setelah gagal dengan film The Hulk (2003), pihak Marvel kemudian mencoba membuat lagi film si raksasa hijau ini dengan judul The Incredible Hulk, dengan aktor baru yaitu Edward Norton. Masih melanjutkan kisah dari film pertamanya, sekuelnya ini mengisahkan tentang Bruce Banner yang dalam persembunyian dan mencoba mencari obat penyembuh bagi dirinya. Film ini tentu saja sukses dan secara kualitas jauh lebih baik dari pendahulunya. Sayang Edward Norton tidak melanjutkan perannya sebagai Hulk, tapi penggantinya Mark Ruffalo juga pilihan yang bagus.

Best Scene :




3. Iron Man 2 (2010)



Kualitas dari film Iron Man pertama ternyata tidak menular ke sekuelnya. Sayang beribu sayang, film yang dinanti-nanti lama ini terlalu jauh kualitasnya dibandingkan dengan film pertama. Masih dengan Robert Downey Jr, film ini terlalu sederhana dan membuang potensi yang dari seorang Downey Jr. Film ini memang bagus pada adegan aksinya saja, tetapi sebagai penonton yang dewasa (tua), kita tentu takkan pernah puas hanya disuguhi dengan adegan aksi dan ledakan-ledakan saja kan?

Best Scene :



4. Thor (2011)



Sebagai film yang memulai masuknya unsur Dewa-Dewa dan kisah Asgardian, film Thor harus berakhir dengan kekecewaan besar. Film ini sangat terburu-buru dalam plot, bahkan sudah terlihat ketika di awal film dimana Thor yang terburu-buru menyerang wilayah Frost Giant. Film ini ujung-ujungnya malah terlihat seperti film Power Ranger. Satu-satunya hal bagus dalam film ini adalah kehadiran Loki yang diperankan Tom Hiddleston.

Best Scene :




5. Captain America : The First Avenger (2011)



Setelah menunggu agak lama, akhirnya pada 2011, hadir sosok penting lainnya dalam jagat Marvel, Captain America aka Steve Rogers. Bersetting ketika Perang Dunia II, Steve awalnya adalah orang yang secara perawakan lebih kecil dan kkurus dibanding orang lain. Kemudian dia menjadi sukarelawan dalam sebuah percobaan yang akhirnya membuatnya menjadi sosok Captain America seperti yang kita kenal sekarang.
Film ini menghadirkan aktor Hugo Weaving sebagai main villain Red Skull. Karena jarang-jarang ada tokoh villain yang memorable, aku berharap kedepannya Red Skull (entah bagaimana) bisa kembali ke jagat Marvel.

Best Scene :



6. The Avengers (2012)



Akhirnya film tentang bersatunya para jagoan jagat Marvel rilis juga. Secara pendapatan tentu saja tidak mengecewakan, menduduki peringkat keempat dalam daftar film dengan penghasilan kotor tertinggi tentu menjadi bukti betapa suksesnya film ini menyedot perhatian penontin. Tetapi secara kualitas cerita?
Sempat dikatakan bahwa setiap superhero yang tampil akan sesuai proporsi dan tidak ada yang ditonjolkan, tetapi film ini mau tidak mau sangat terlihat begitu menonjolnya peran Tony Stark. Bahkan Captain America yang harusnya menjadi pemimpin para Avenger, malah tidak signifikan kehadirannya. Maka tak heran bila ada komentar, "Koq Captain America cupu banget ya?"

Best Scene :



7. Iron Man 3 (2013)



Masih mengecewakan seperti film sebelumnya, Iron Man 3 juga masih menonjolkan aksi-aksi dari deretan armor Tony Stark dalam film ini. Entahlah, tapi aku merasa film ketiganya ini malah  ditujukan untuk anak-anak dibandingkan penonton dewasa. Plot twist serta kejutan-kejutan lainnya sepanjang film bahkan salah satu yang terburuk yang pernah ku lihat. Dan come on, tak ada kah aktor lagi selain Ben Kingsley yang memerankan The Mandarin? Dia bukan Chinese, bahkan bukan Asian. Chow Yun-Fat kek, siapa kek, pastilah menjadi pilihan yang lebih pas.

Best Scene :



8. Thor : The Dark World (2013)



Lagi-lagi kekecewaan besar yang didapat dalam film ini, dan lagi-lagi Loki mencuri perhatian dalam film ini. Masih sama seperti film pertamanya, Thor : The Dark World seperti setengah-setengah dalam pembuatannya. Mari berharap film ketiganya, Thor : Ragranok yang tayang 2017 ini bisa membayar lunas kekecewaan para fansnya.

Best Scene :




9. Captain America - The Winter Soldier (2014)



Inilah film terbaik MCU menurut penilaianku. Dengan plot yang mudah dimengerti, film ini juga menawarkan adegan fighting yang sangat enak dipandang mata. Pertarungan Captain America vs Winter Soldier adalah pertarungan terbaik dalam jagat Marvel secara keseluruhan. Konon sang sutradara, Anthony Russo, membangun scene pertarungan tersebut dengan mengambil inspirasi dari adegan pertarungan di film The Raid lho.

Best Scene :




10. Guardian of the Galaxy (2014)



Para superhero tak hanya di bumi!!!
Dan inilah para mantan narapidana yang nantinya bergabung menjadi para penjaga galaksi. Guardian of Galaxy hadir membawakan atmosfer baru ke dalam jagat Marvel. Fresh dan fun, bagi mereka yang awam, mereka takkan sadar bahwa kelima guardian ini berada di semesta yang sama dengan Captain America ataupun dengan Thor.
Sebagai villain utama, hadir Lee Pace sebagai Ronan the Accuser. Harus jujur diakui, sosok Ronan menjadi sosok villain yang hawa intimidasinya sangat kuat. Bahkan saat berhadapan dengan Thanos, karismanya tak kalah menakutkan. Sayang memang, dia harus kalah dengan cara yang ngga banget :D

Best Scene :



11. Avenger : Age of Ultron (2015)



Hadir kembali setelah kesuksesan The Avenger, sekuelnya ini tampil dengan sosok villain baru, Ultron. Sayang memang, lagi-lagi Marvel gagal menghadirkan sosok Ultron sebagai sosok yang dapat mengintimidasi selayaknya villain pada umumnya. 
Aku sendiri menilai film keduanya ini lebih baik dibandingkan dengan film pertama, paling tidak sosok Tony Stark tidak lagi mendominasi. Film ini juga menampilkan sosok penting Scarlet Witch dan Quick Silver. Dan film ini menjadi film pertama yang menampilkan sosok kematian dari salah satu superhero utamanya, Quick Silver. Kematiannya memang diharuskan dikarenakan kepemilikannya ada di film X-Men, akan tetapi seorang speedster mati karena tertembak peluru sungguh menimbulkan tanya. Yakin dah Flash bahkan Quick Silver versi X-Men bakal ketawa klo tau dia mati karena terjangan peluru. Ngga banget.

Best Scene :



12. Ant-Man (2015)



Sebagai film yang dicap underistimate dibandingkan dengan film-film Marvel lainnya, Ant-Man malah hadir sebagai salah satu yang terbaik. Cerita yang ringan namun mengalir dengan plot yang baik, kemudian dibumbui dengan humor yang fresh, rasanya sayang apabila melewatkan film ini. Sebagai film pertama, Ant-Man juga masih menyisakan potensi untuk perkembangannya. Seperti yang kita tahu, kehadiran The Wasp pada film selanjutnya.

Best Scene :



13. Captain America - Civil War (2016)



Lebih cocok diberi judul Captain America vs Iron Man, karena ya itu, konflik yang terjadi disebabkan oleh perbedaan prinsip kedua tokoh ini, yang lucunya malah bertolak belakang dengan watak mereka yang diperlihatkan pada film-film sebelumnya. Steve Rogers yang merupakan prajurit di medan perang yang royal kepada pemerintahan malah dalam film ini digambarkan sebagai pemberontak, sedangkan Tony Stark yang terkesan sombong, pemberontak dan pribadi yang tidak suka dicampuri permasalahannya malah tunduk dengan keinginan pemerintah.
Sebetulnya film ini bagus, tapi bila dibandingkan dengan versi komiknya dan harapan fans akan kemegahan perang antar superhero yang tidak terjadi, film ini boleh dibilang tidak sesuai dengan ekspetasi yang sudah terlalu tinggi dari penontonnya.

Best Scene :




14. Doctor Strange (2016)



Sosok Benedict Cumberbatch sangat cocok untuk memerankan Dr. Strange yang memang terkesan angkuh dan sombong. Ditambah dengan kemajuan teknologi, film ini mengingatkan kepada kita kepada film Inception dengan adegannya yang melipat-lipat kota. Film ini memang sangat menyenangkan mata, tetapi lagi-lagi, Doctor Strange menurutku pribadi masuk bersama dengan banyak film Marvel lainnya yang mendapat label hanya-perlu-sekali-nonton.
Adegan pertarungan dengan salah satu entitas paling kuat di semesta ini, Dormammu, malah lebih janggal dibandingkan dengan adegan joget Star Lord di film Guardian of Galaxy. Aku bahkan lebih tertarik pada adegan post-creditnya yang menurutku salah satu post-credit terbaik dan terpenting dalam semesta MCU.

Best Scene :



15. Guardian of Galaxy Vol. 2 (2017)



Aku tak pernah menonton film komedi yang membuatku tertawa terbahak-bahak melebihi ketika aku menonton Guardian of Galaxy Vol.2 :D
Serius ini film  kocak banget. Dan memang begitulah, Guardian of Galaxy selama ini dikenal dengan atmosfernya yang fun dan ringan. Tapi sayang, selain itu, tak ada hal luar biasa lainnya yang ada di film ini. Kelemahan MCU dalam membawa tokoh villain-nya sebagai sosok yang patut dikenang, kembali lagi terjadi ke dalam film ini. Sangat disayangkan memang.

Best Scene :





-----------------------------------------

Bila kita buat daftarnya, maka inilah film-film Marvel dari yang paling mengecewakan ke yang terbaik :

15. Thor : The Dark World
14. Iron Man 3
13. Thor
12. Iron Man 2
11. The Avengers
10. Doctor Strange
9. Avengers : Age of Ultron
8. Guardian of Galaxy
7. Captain America : Civil War
6. Guardian of Galaxy Vol. 2
5. Captain America : The First Avenger
4. Ant-Man
3. The Incredible Hulk
2. Iron Man
1. Captain Amerika : Winter Soldier

So, setuju kah kalian dengan daftar diatas?
Beri komentarnya ya...


--------------------------------------------

Baca Juga :
Dark Universe - Era Baru Film Para Makhluk Kegelapan

Review Film - Wonder Woman