Saturday, October 1, 2016

1st Oktober - Hari Lansia Internasional


Menurut Undang-Undang No. 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lansia, Lansia adalah orang yang telah berusia 60 tahun ke atas. Sebagai wujud dari penghargaan terhadap orang lanjut usia, pemerintah membentuk Komnas Lansia (Komisi Nasional Perlindungan Penduduk Lanjut Usia), dan merancang Rencana Aksi Nasional Lanjut Usia di bawah koordinasi kantor Menko Kesra. Komnas Lansia dibentuk berdasarkan Keppres Nomor 52 tahun 2004 dan bertugas sebagai koordinator usaha peningkatan kesejahteraan sosial orang lanjut usia di Indonesia.

Secara internasional, hari lansia diperingati setiap tanggal 1 Oktober.
Lansia sehat, Indonesia Sehat.

Friday, September 16, 2016

16th September - Hari Ozon Internasional


Tanggal 16 September ditetapkan oleh Majelis Umum Persatuan Bangsa-Bangsa sebagai Hari Ozon Internasional. Maksud dari penetapan peringatan itu untuk selalu mengingatkan kepedulian masyarakat internasional tentang lapisan perisai bumi tersebut. Penandatangan perjanjian ini menindaklanjuti persetujuan umum pertama yang diadakan pada tahun 1985, persetujuan yang dikenal sebagai “Konvensi Vienna untuk Perlindungan Lapisan Ozon”, yang merupakan perjanjian untuk melindungi lapisan ozon. Penandatangan Protokol Montreal ini ditandatangani oleh 188 negara.

Thursday, September 15, 2016

Cinta Negeri Dalam Kacamata Islam


Cinta negeri sama halnya cinta jiwa dan harta; merupakan tabiat dan fithrah manusia. Seluruh manusia berperan serta dalam kecintaan ini, baik dia kafir maupun mukmin.

 Allah berfirman:

وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ أَنِ اقْتُلُوا أَنفُسَكُمْ أَوِاخْرُجُوا مِن دِيَارِكُم مَّافَعَلُوهُ إِلاَّ قَلِيلُُ مِّنْهُمْ

Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka:”Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu”, niscaya mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka”” (QS. An-Nisa’: 66).

Ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang kafir juga mencintai tanah air mereka.
Bahkan di dalam Islam, jika negeri kita diserang musuh, wajib bagi kita untuk jihad membela negeri dari serangan tersebut. Apalagi, jika negeri tersebut memiliki keistimewaan, maka mencintainya adalah sebuah ibadah seperti Mekkah dan Madinah.

Namun jika cinta negeri bertentangan dengan agama seperti hijrah dan jihad, sehingga dia lebih mendahulukan cinta negeri daripada agama maka hukumnya haram. Allah mengancam orang-orang yang tidak hijrah karena lebih mencintai kampung halaman mereka.

إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنْتُمْ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الْأَرْضِ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا فَأُولَئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءَتْ مَصِيرًا إِلَّا الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ لَا يَسْتَطِيعُونَ حِيلَةً وَلَا يَهْتَدُونَ سَبِيلًا

Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?”. Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)”. Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?”. Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali, kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah)” (QS. An-Nisa’: 97-98).

Walau cinta negeri tidak tercela, namun tidak boleh kita membuat dan berpegang dengan hadits palsu :

حُبُّ الْوَطَنِ مِنَ الإِيْمَانِ
Cinta tanah air termasuk iman”.

Al Mulla Al Qari berkata: “Tidak ada asalnya menurut para pakar ahli hadits”. Lajnah Daimah yang diketahui oleh Samahatus Syaikh Abdul Aziz bin Baz mengatakan: “Ucapan ini bukan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia hanyalah ucapan yang beredar di lisan manusia lalu dianggap sebagai hadits”.

Musuh-musuh Islam ingin menjadikan hadits palsu ini tuk menghilangkan syi’ar agama dalam masyarakat dan menggantinya dengan syi’ar kebangsaan, padahal aqidah seorang mukmin lebih berharga baginya dari segala apapun.
Dan agar kecintaan negeri kita tidak sia-sia tanpa pahala, maka hendaknya kita menata niat dalam kecintaan dan pembelaan kita kepada negeri kita, yaitu hendaknya untuk Allah, untuk Islam, bukan sekedar untuk kebangsaan dan nasionalisme semata.


"Kita apabila perang hanya untuk membela negara tidak ada bedanya dengan orang kafir yang juga perang untuk membela negara mereka.
Seorang yang perang hanya untuk membela negeri saja maka dia bukanlah syahid, namun kewajiban kita sebagai muslim dan tinggal di negeri Islam adalah untuk perang karena Islam yang ada di negeri kita.

Perhatikanlah baik-baik perbedaan ini, kita berperang karena Islam yang ada di negeri kita.
Adapun sekadar karena negeri saja maka ini adalah niat bathil yang tidak berfaedah bagi seorang. Adapun ungkapan yang dianggap hadits “cinta negeri termasuk keimanan” maka ini adalah dusta.

Cinta negara, apabila karena  negara tersebut adalah Negara Islam maka kita mencintainya karena Islamnya, tidak ada bedanya apakah negara kelahiran kita ataukan Negara Islam yang jauh, maka wajib bagi kita untuk membelanya karena negara Islam.
Kesimpulannya, seharusnya kita mengetahui bahwa niat yang benar tatkala perang adalah untuk membela Islam di negeri kita atau membela negara kita karena negara Islam, bukan hanya karena sekedar Negara saja”.

----------------------------------------------------

Wallahu ta’ala a’lam.

Sumber 

Saturday, September 10, 2016

Tokoh Revolusioner Perjuangan Kemanusiaan Yang Mendunia


Perjuangan dan reformasi tidak bisa dipisahkan dari keberadaan sebuah negara dalam usahanya menjadi lebih baik. Perang, diskriminasi, kemiskinan, kelaparan terjadi di berbagai negara dalam bebrapa dekade yang lalu. Untuk merubah hal tersebut kerap lahir para tokoh pejuang revolusioner yang tidak pernah lelah dalam memperjuangkan ideologi yang dia percaya untuk membuat perubahan ke arah yang lebih baik bagi masyarakat. Untuk menambah pengetahuan sahabat semua, berikut ramgkuman beberapa Tokoh Revolusioner Perjuangan Kemanusiaan Yang Mendunia walaupun keberadaannya telah tiada.

1. Mahatma Gandhi - India



Mohandas Karamchand Gandhi atau yang lebih dikenal dengan nama Mahatma Gandhi merupakan tokoh revolusioner asal India. Sosoknya mirip dengan Ir. Soekarno yang memperjuangkan kemerdekaan bangsanya. Tokoh penting dalam kemerdekaan India ini merupakan seorang aktivis yang tidak menggunakan kekerasan dalam perjuangannya, melainkan dengan aksi demonstrasi penuh kedamaian dengan strategi-strategi agar Inggris yang menguasai India pergi dan memberikan kemerdekaan sepenuhnya. Perjuangan dari Father of Nation atau Bapak Bangsa India ini akhirnya selesai pada tahun 1947 dengan kemerdekaan India. Namun hal yang disesalkan oleh Mahatma Gandhi kalau itu adalah perpecahan negaranya menjadi 2, India dan Pakistan karena perbedaan agama. Prinsip Gandhi, satyagraha, sering diterjemahkan sebagai "jalan yang benar" atau "jalan menuju kebenaran", telah menginspirasi berbagai generasi aktivis-aktivis demokrasi dan anti-rasisme seperti Martin Luther King, Jr. dan Nelson Mandela. Namun sayangnya, pada 30 Januari 1948 perjuangan Mahatma Gandhi dalam membangun negaranya tersebut harus terhenti dengan peluru dari pistol Baretta M 1934. 

2. Nelson Mandela - Afrika Selatan



Nelson Rolihlahla Mandela atau yang lebih dikenal dengan nama Nelson Mandela adalah tokoh politik dan seorang revolusioner anti apartheid, yang berjuang keras menghapus diskriminasi terhadap orang-orang kulit hitam di Afrika Selatan. Nelson Mandela merupakan presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan yang menjabat pada tahun 1994-1999. Dalam pemerintahannya Mandela berfokus pada penghapusan pengaruh apartheid dengan memberantas rasisme, kemiskinan dan kesenjangan, serta mendorong rekonsiliasi rasial. Seperti yang tercatat dalam sejarah, pada tahun-tahun sebelumnya perekonomian di Afrika Selatan didominasi oleh orang-orang berkulit putih saja. Perjuangannya terhadap diskriminasi rasial terhadap orang-orang kulit hitam sudah dilakukannya jauh sebelum terpilih menjadi Presiden. Bahkan, karena perjuangannya dianggap membahayakan negara, pada tahun 1962 Nelson Mandela sempat berada dalam jeruji besi. Walaupun dipenjara, perjuangannya tidak berhenti begitu saja dan terus berkomunikasi dengan dunia luar. Akhirnya pada tahun 1990, Nelson Mandela dibebaskan dan terus berjuang hingga akhirnya menjadi Presiden yang terpilih melalui pemilu pertama dengan keterwakilan ras pada tahun 1994 dan menghancurkan rezim rasisme yang selama ini menduduki pemerintahan Afrika Selatan.

3. Martin Luther King Jr - Amerika Serikat 



Pendeta Martin Luther King, Jr, Ph.D merupakan seorang pendeta sekaligus aktivis HAM warga Amerika-Afrika. Dia adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah Amerika Serikat yang dianggap sebagai pahlawan, pencipta perdamaian dengan strategi non kekerasan. Martin Luther King Jr menentang keras diskriminasi terhadap orang-orang kulit hitam berdarah Afrika-Amerika yang terjadi di Amerika Serikat kala itu. Orang kulit hitam di kawasan Amerika dianggap sebagian manusia kelas bawah hingga bisa diperlakukan dengan tidak baik di segala sektor yang ada. Tidak terima akan perlakuan tersebut, membuatnya melakukan pergerakan-pergerakan  sipil besar-besaran yang berbuntut pada kebijakan-kebijakan publik di Amerika pada tahun 1960an. Perjuangan HAM-nya tidak hanya pada diskriminasi orang-orang kulit hitam saja, melainkan pada pelanggaran HAM dalam perang yang kala itu terjadi di Vietnam. Pada 1963, dia menerima Penghargaan Nobel Perdamaian. Namun sayangnya, pada 4 April 1968, tokoh perdamainan ini harus meninggal ditembak saat melakukan aski di Memphis. Guncangan dari kematiannya menyebabkan banyak kerusuhan dan bentrokan di berbagai kota di seluruh Amerika Serikat. 

4. Soekarno - Indonesia



Koesno Sosrodihardjo atau yang lebih kita kenal dengan nama Soekarno, merupakan tokoh penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Beliau merupakan salah satu tokoh yang menghantarkan rakyat Indonesia untuk mencapai kemerdekaan. Soekarno mulai dikenal ketika menjadi anggota Jong Java cabang Surabaya pada tahun 1915. Karena merasa terancam dengan pergerakan yang dilakukannya, Soekarno kerap diasingkan dan keluar masuk penjara. Pada tahun 1942 saat Belanda menyerah dan Indonesia jatuh ke tangan Jepang, Soekarno pun dibebaskan dan kembali melakukan pergerakan-pergerakan dengan rekan seperjuangannya, sampai akhirnya pada 17 Agustus 1945 Soekarno bersama M. Hatta mewakili rakyat Indonesia memproklamirkan kemerdakaan Indonesia, Soekarno kemudian dipilih sebagai Presiden Pertama Indonesia. Selain di dalam negeri, Soekarno juga terkenal di luar negeri dengan banyak memberikan gagasan-gagasan di dunia Internasional. Keprihatinannya terhadap nasib bangsa Asia-Afrika, masih belum merdeka, belum mempunyai hak untuk menentukan nasibnya sendiri. Dengan dasar tersebut, pada tahun 1955 diselenggarakanlah konferensi Asia-Afrika untuk pertama kalinya di Bandung. Berkat jasanya itu, banyak negara Asia Afrika yang memperoleh kemerdekaannya.

-------------------------------------------------------------------

Sumber

Baca Juga :
Mengenang Sang Revolusioner, Che Guevara 

Tokoh-Tokoh Difabel Yang Menginspirasi Banyak Orang Di Seluruh Dunia 

Muallaf Paling Terkenal Di Dunia 

Monday, September 5, 2016

Teladan Dari Kepemimpinan Ali bin Abi Thalib


Ali bin Abi Thalib, semoga ridha Allah senantiasa menyertainya, khalifah Ar Rasyidin yang keempat. Sepupu sekaligus menantu Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Pembawa panji kehormatan dari Nabi pada saat Perang Khaibar. Satu dari sepuluh sahabat yang mendapat jaminan masuk surga dari Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Bahkan Nabi shallallahu’alaihi wasallam pernah bersabda tentang dirinya,

أنت مني بمنزلة هارون من موسى إلا أنه لا نبي بعدي

Kedudukanmu di sisiku seperti kedudukan Harun di sisi Musa. Hanya tidak ada nabi setelahku” (HR. Muslim no. 4418).

Ali bin Abi Thalib, semoga ridho Allah senantiasa menyertainya, terdidik dengan sifat-sifat yang luhur dan mulia. Di bawah asuhan Rasul shallallahu’alaihiwasallam. Di antara sikap tersebut adalah, rasa tanggung jawab atau amanah yang nantinya akan sangat berguna saat dia menjadi pemimpin.

Ketika Nabi shallallahu’alaihiwasallam hijrah ke Madinah, beliau meminta Ali untuk mengembalikan barang-barang titipan kaum Quraisy. Kebiasaan kaum Quraisy dahulu, mereka menitipkan barang berharga mereka kepada orang yang dipandang amanah. Nabi shallallahu’alaihiwasallam orang yang dikenal amanah di kalangan mereka. Sampai mereka menjuluki beliau dengan “Al-Amin” (orang yang dapat dipercaya).

Ali pun menjalankan pesan Rasulullah tersebut dengan baik, sesuai yang perintah Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. (Tarikh al Khulafa, hal. 157). Tekad beliau dalam membumikan tauhid di muka bumi amat tinggi. Lihatlah bagaimana perjuangan beliau saat hari-hari peperangan Khaibar. Beliau membulatkan tekad untuk tetap ikut dalam barisan Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam menuju Khaibar. Padahal saat itu mata beliau sedang sakit parah. Bukan perjuangan ringan saat harus berhadapan hembusan debu sahara dan jauhnya perjalanan.

Salamah bin al Akwa’ radhiyallahu’anhu, menceritakan tentang kegigihan Ali radhiyallahu’anhu ketika itu, “Awalnya Ali berkeinginan untuk tidak ikut ke Khaibar terlebih dahulu. Karena sakit mata yang dideritanya cukup parah. Namun Ali mengatakan,

أنا أتخلف عن رسول الله

Tidak, saya tidak ikut serta bersama Rasulullah

Akhirnya Ali memutuskan untuk bergabung ke dalam barisan Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Kemudian di saat senja di hari-hari perang Khaibar, yang esuk harinya dibukalah kota Khaibar, Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

لأعطين الراية أو قال ليأخذن غداً رجل يحبه الله ورسوله أو قال يحب الله ورسوله

Esok hari, bendera ini akan saya berikan kepada seorang yang dicintai Allah dan Rasul-Nya.” Atau beliau bersabda, “Ia cinta kepada Allah dan Rasul-Nya“.

Ternyata Ali lah orang yang beruntung mendapatkan bendera tersebut. Lalu Nabi shallallahu’alaihi wasallam memberikan bendera tersebut kepada Ali. (Shahih Bukhari: Kitab al Maghozi 3: 137, dalam Manhaj Ali fid Dakwati ilallah).

Beliau sosok pemimpin sederhana dan dekat dengan rakyat kecil. Kedudukannya sebagai khalifah tak menghalanginya untuk berbaur dengan masyarakat. Pernah suatu ketika dikisahkan, beliau memasuki sebuah pasar, dengan mengenakan pakaian setengah betis sembari menyampirkan selendang. Beliau mengingatkan para pedagang supaya bertakwa kepada Allah dan jujur dalam bertransaksi. Beliau menasihatkan, “Adilah dalam hal takaran dan timbangan” (Siyar a’laam an nubala’ 28: 235).

Dalam riwayat lain disebutkan, bahwa suatu hari beliau masuk pasar sendirian, padahal posisi beliau seorang Khalifah. Beliau menunjuki jalan orang yang tersesat di pasar dan menolong orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Sembari menyambangi para pedagang, beliau mengingatkan mereka akan firman Allah ta’ala,

تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا ۚ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

“Negeri akhirat itu kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa” (Al Qashas: 83). “Ayat ini,” jelas Ali, “turun berkenaan orang-orang yang berbuat adil dan tawadu’ (Tahdzib Bidayah wan Nihayah: 3: 282).
Indahnya, seorang pemimpin menyambangi rakyat kecil. Lalu mengingatkan mereka tentang akhirat. Karena kesejahteraan suatu negeri, tak hanya berporos pada hal-hal duniawi saja. Namun, hubungan rakyat dengan Sang Khalik adalah faktor utama kesejahteraan suatu bangsa. Dharar bin Dumrah menceritakan, saat diminta sahabat Muawiyah radhiyallahu’anhu untuk bercerita di hadapan beliau tentang kepribadian sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu.

“Ali” terang Dharar, “adalah orang yang visinya jauh ke depan, lelaki yang kuat, bicaranya jelas, keputusannya adil, menguasai banyak cabang ilmu, dan perkataannya bijak. Menjauh dari hingar-bingar dunia, bersahabat dengan sunyinya malam (untuk beribadah), mudah menangis (karena takut kepada Allah), suka pakaian pendek (sederhana), makanannya makanan rakyat kecil. Beliau di kalangan kami seperti sudah bagian dari kami. Bila dimintai beliau menyanggupi dan bila diundang beliau datang. Namun kedekatannya dengan kami dan akrabnya kami dengan beliau, kami tetap merasa segan dengan beliau.

Ali adalah pemimpin yang memuliakan para alim ulama, tidak menjauh dari orang-orang miskin. Dalam kepemimpinan beliau, orang yang kuat tak bisa sekehendak melakukan kezaliman, dan orang yang lemah tidak khawatir akan keadilannya” (Al Khulafa ar Rasyidun: Ali bin Abi Thalib hal: 14-15).

Saat menjadi khalifah, keadilan benar-benar tersebar. Bahkan tak hanya kaum muslimin yang merasakan, orang-orang non muslim juga merasakan keadilan tersebut.
Pada saat Ali berada di Sifin, baju besi beliau diambil orang. Ternyata baju besi itu dibawa oleh seorang Nasrani. Lalu Ali mengajaknya mendatangi seorang hakim, untuk memutuskan kepemilikan baju besi tersebut. Hakim tersebut adalah utusan Ali untuk bertugas di daerah tersebut. Namanya Syuraih. Di hadapan sang hakim, orang Nasrani tetap tidak mengaku kalau baju besi itu milik Ali.

Baju besi ini milikku. Amirul Mukminin sedang berdusta”.

Lalu Syuraih bertanya kepada Ali radhiyallahu’anhu, “Apakah Anda memiliki bukti ya Amirul Mukminin?

Ali pun tertawa senang, melihat sikap objektif yang dilakukan hakim ,”Kamu benar ya Syuraih. Saya tidak ada bukti.” kata Khalifah Ali radhiyallahu’anhu.

Akhirnya hakim memutuskan baju besi tersebut milik orang Nasrani. Sidang pun usai. Setelah berjalan beberapa langkah, si Nasrani tadi berkata kepada Ali radhiyallahu’anhu,
Aku menyaksikan bahwa hukum yang ditegakkan ini adalah hukumnya para nabi. Seorang Amirul Mukminin (penguasa kaum mukmin), membawaku ke hakim utusannya. Lalu hakim tersebut memenangkanku! Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Dan baju besi ini, sejujurnya, milik Anda wahai amirul mukminin.” Lalu Ali meng-hibahkan baju tersebut untuknya (Tahdzib Bidayah wan Nihayah: 3: 281-282).

Demikian sekelumit tentang kepribadian amirul mukminin; Ali bin Abi Thalib ketika dalam masa kepemimpinan beliau. Semoga menjadi pelajaran untuk kita bersama.

Thursday, September 1, 2016

Asal Muasal Rokok Dan Fakta Pahit Di Negara Kita


Beberapa minggu terakhir, kita disungguhi berbagai berita, diskusi dan debat terkait wacana kenaikan harga rokok yang dari kisaran harga Rp. 10.000 - Rp. 20.000 menjadi Rp. 50.000. Well walaupun berita ini sebenarnya dari berita yang missinformasi, akan tetapi berita ini malah menjadi viral di media sosial dan booming sebagai bahan meme.

Banyak orang yang setuju dengan kenaikan harga rokok lebih dari 100% itu, tapi tak sedikit juga yang menolaknya dengan berbagai "alasan".
Aku sendiri sebenarnya sangat menyayangkan bahwa berita itu tidak benar. Coba klo beneran harga rokok Rp. 50.000/bungkus. Pasti banyak yang mikir-mikir buat ngeluarin duit segitu banyak cuma agar air liur ga masam. Yah minimal, anak-anak akan kesulitan untuk membeli rokok dan ikut-ikutan ngerokok.

Btw, di antara sahabat ada yang tau dari mana awalnya rokok?
Dan tahukah sahabat fakta-fakta rokok yang ada di negara kita?
Anu, faktanya agak pahit sih...

Bagi yang belum tahu, berikut ku bagikan Asal Muasal Rokok Dan Fakta Pahit Di Negara Kita :

------------------

Sampai akhir abad ke-15 tidak ada yang tahu tentang tanaman ini kecuali penduduk pribumi Amerika. Penggalian arkeologi telah menunjukkan bahwa 4000 tahun yang lalu, dan mungkin sebelumnya, suku Indian Amerika Utara telah menggunakan tembakau. Dalam peradaban kuno, asap tembakau dihubungkan dengan hal-hal medis atau obat-obatan.

Kata "tembakau" kemungkinan berasal dari nama pulau Tobago. Dari sana muncullah kata "tobaco" yang berasal dari penduduk setempat dan mempunyai arti memutar daun berukuran besar yang dimaksudkan untuk ritual merokok. Pada Ekspedisi Columbus, disana Columbus bertemu dengan orang tua yang sedang merokok atau disebut dengan "Injun", lalu penduduk setempat menawarkan kepada sang kapten kapal tersebut untuk merokok, dia tidak bisa menolaknya dan mencoba untuk "merokok" seperti yang digunakan orang-orang Indian, dia tidak hanya mencoba akan tetapi juga menyita daun tembakau yang dimiliki penduduk setempat untuk dibawa pulang. Selanjutnya, orang-orang Spanyol dan Portugis membawa daun dan biji tembakau ke Eropa kemudian orang-orang Eropa juga mulai menanam tembakau tersebut.

Duta Besar Perancis di pengadilan Portugis pada tahun 1560 yang bernama Jean Nicot mengirim beberapa tembakau kepada Ratu Catherine de Medici, dia merekomendasikan tembakau sebagai obat untuk migran (sakit kepala sebelah). Setelah cara ini ampuh kemudian menyebarlah ke seluruh Perancis

Sejak paruh kedua dari abad ke 16, tembakausemakin populer sebagai tanaman obat. Berbagai cara dilakukan dalam penerapan tembakau sebagai obat, seperti merokok melalui pipa, dikunyah, dicampur dengan berbagai bahan dan digunakan untuk merawat pilek, sakit kepala, sakit gigi, kulit dan penyakit menular. 

Pada awal abad ke-17 di wilayah Amerika modern, perkebunan tembakau semakin banyak. Pada tahun 1611, sebuah perkebunan di Virginia Inggris yang dimiliki oleh John Rolf. Benih mengimpor tembakau dari Trinidad dan Venezuela, dan dengan teknologi yang dipinjam dari Sir Walter Raleigh, mereka mulai mengekspor tembakau dari Virginia ke Inggris.


Para bangsawan pecinta tembakau antara lain adalah Raja Prusia Frederick I (abad ke-18),  dan putranya, Frederick William I, bahkan ia mendirikan "Cigarette Collegium", semacam komite yang membahas permasalahan rokok, dimulai dari rasa, bentuk, pipa rokok dan campuran-campuran bahan-bahan untuk mendapatkan cita rasa rokok yang memuaskan.

Pada tahun 1913, muncullah merek dagang "Old Joe" yang merupakan merek rokok  pertama kali yang muncul di dunia dimana perusahaan yang memproduksinya adalah  perusahaan rokok RJ Reynolds (Richard Joshua Reynolds).

Sejak saat itu, iklan rokok mulai muncul diberbagai penjuru kota. Semakin banyak yang merokok. Bukan saja kaum pria, bahkan para wanita pun tak segan merokok. Bahkan boleh dibilang, wanita dan rokok adalah simbol gairah.

Dan memasuki zaman modern, dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, mulai banyaklah penelitian-penelitian yang membuktikan bahwa rokok bukanlah jodoh sejati dari kesehatan. Seorang perokok sangat rentan terkena gangguan kesehatan. Berbagai penyakit seperti kanker paru, kanker mulut, penyakit jantung koroner dan penyakit mematikan lainnya, akan menjadi kawan setia dari seorang perokok.

Fakta itu menyadarkan banyak orang, bahwa untuk menjadi gaya hidup bersih dan sehat, opsi merokok harus dibuang jauh-jauh. Oleh karenanya jumlah perokok di negara maju menjadi berkurang drastis. Ini juga didukung dengan kebijakan pemerintah yang membuat peraturan-peraturan yang akan membuat warganya berpikir ratusan kali sebelum memutuskan menjadi perokok.

Tapi berbeda dengan negara kita tercinta Indonesia.
Rokok murah disini.
Mudah didapat, minimarket ada, warung tentu ada.
Bahkan siapapun boleh beli.
Dan siapapun boleh mencobanya.

Ajib atau "ajaib"?


Mungkin telinga kita sudah fasih mendengar berita-berita tentang anak-anak yang di usia belianya sudah merokok, atau mendengar orang yang sakit-sakitan dan meninggal gara-gara rokok. Bahkan kita boleh "berbangga" bahwa Indonesia adalah negara dengan jumlah perokok terbanyak di Asia Tenggara.

WHO merilis data bahwa 84% perokok berada di negara berkembang yang notabene perekonomiannya tak melulu sejahtera. Di Indonesia sendiri 70% perokok berasal dari keluarga miskin. Duh, si bapak bukannya beli beras malah beli rokok.

Prevalensi merokok tertinggi juga berada di kisaran umur 15-19 tahun. Umur belia, umur sekolah. Waduh dik, tahukah kalian bila narkoba adalah rumah, maka rokok adalah pintunya. Berapa banyak kalian yang terjatuh di kubangan hina narkoba yang berawal dari merokok?

Rokok mungkin terlihat sexy bagi sebagian mata orang, tapi sungguh ia adalah racun yang menggerogoti tubuh kita. Tak ada pilihan lain selain hentikan rokok. Karena bila rokok itu baik, maka ajaklah anak istrimu untuk merokok juga.

Wassalam...

Sumber : 1 2 3 4

Sunday, August 28, 2016

STOP - Penyiksaan Hewan Atas Nama Tradisi

Warning : Foto-Foto Dalam Artikel Ini Mengandung Unsur Kekerasan Pada Hewan. Mohon Para Sahabat Bijak Dalam Menyikapinya.


Setiap makhluk hidup yang diciptakan dan ditempatkan di bumi telah memiliki peran masing-masing. Semuanya saling bergantung mengandalkan satu sama lain. Tak hanya hewan yang butuh tumbuhan dan tumbuhan yang membutuhkan hewan saja melainkan manusia pun keberlangsungan hidupnya bergantung dengan hewan dan tumbuhan.
Apalagi sebagai satu-satunya makhluk hidup yang diberi akal dan pikiran, manusia sudah sepatutnya turut menjaga dan merawat makhluk hidup yang lain. Namun apa jadinya jika sikap manusia berbalik yakni menyiksa makhluk hidup terutama hewan? Beginilah kesadisan beberapa orang yang melakukan Penyiksaan Hewan Atas Nama Tradisi berikut ini.

1. Palio di Siena - Italia


Palio di Siena adalah salah satu perayaan tradisi dari Italia yang diadakan sebagai bentuk penghormatan Bunda Maria Diangkat Menuju Surga. Namun bentuk perayaan atau penghormatan ini justru terkesan sedikit nyleneh dan menyiksa hewan terutama kuda, satu-satunya hewan yang dijadikan media utama dalam Palio di Siena ini. Kuda-kuda tersebut akan dipacu oleh joki yang sedang mabuk akibat minum minuman beralkohol sangat banyak. Para joki tersebut pun memacu tanpa adanya pelana sehingga sudah bisa dibayangkan kalau kuda-kuda tersebut dipacu dengan berbagai cara kekerasan dan kebrutalan joki yang sedang mabuk. Karena hal itulah para joki tersebut tidak terkesan sedang menunggangi kuda namun menyiksa dan menganiaya hewan malang tersebut. Sebagai akibatnya, beberapa kuda banyak yang akhirnya tewas dengan berbagai macam luka dan darah karena disakiti joki itu sendiri. Beruntung perayaan yang diadakan tiap tanggal 2 Juli dan 16 Agustus ini sudah berhenti diadakan oleh pemerintah Italia karena dianggap menyiksa hewan!

2. Festival Ais - Tiongkok


Di belahan bumi bagian Asia tepatnya di negara Tiongkok ternyata juga memiliki tradisi aneh yang justru terlihat menyiksa hewan khususnya ayam, bernama Festival Ais. Tradisi tersebut masuk dalam rangkaian Festival Musim Salju yang diadakan secara turun temurun oleh masyarakat Yanbian, Provinsi Jilin. Dalam festival tersebut terdapat perlombaan panah dan betapa sadisnya yang dijadikan objek sasaran adalah ayam yang masih hidup! Pemanah diwajibkan melepaskan busurnya ke arah ayam yang sudah digantung secara terbalik di tembok es tebal. Skor terbesar diperuntukkan bagi yang berhasil memanah tepat di kepala ayam dan ialah yang keluar jadi pemenang. Meski banyak yang memprotes perihal tradisi memanah ayam ini, namun masyarakat Yanbian tetap memegang prinsip bahwa rangkaian acara ini adalah bentuk penghormatan mereka terhadap menjaga kelestarian tradisi dan kebudayaan nenek moyang mereka yang cakap dalam urusan memanah.

3. Ritual Kuil Gadhimai - Nepal


Hampir seluruh negara di dunia pasti memiliki tradisi yang seringkali terlihat aneh atau nyleneh di mata orang lain. Termasuk tradisi yang satu ini selain aneh dan nyleneh juga dianggap sebagai penyiksaan massal hewan-hewan. Ritual Kuil Gadhimai namanya, tradisi ini berasal dari masyarakat Hindu Nepal. Mereka percaya bahwa mempersembahkan atau lebih tepatnya menyajikan berbagai macam jenis hewan dalam jumlah banyak sebagai tumbal adalah bentuk ritual ibadah untuk membawa keberuntungan dan kemakmuran dari Dewa Dewi Gadhamai yang merasa puas. Hal yang menjadi sorotan dan disimpulkan sebagai tindakan sadis adalah bahwa orang-orang tersebut akan membantai habis-habisan burung, kerbau, tikus, ayam, babi, kambing dan lain sebagainya di area tanah yang sangat luas. Banyak aktivis dan masyarakat Hindu dari India yang mengecam ritual ini, mereka keberatan jika penyiksaan hewan dikait-kaitkan dengan masalah kepercayaan. Mereka juga menganggap tidak ada agama yang memaklumi pembantaian massal hewan-hewan malang tersebut.

4. Festival Ukweshwama - Afrika Selatan


Suku Zulu adalah salah satu suku yang hingga saat ini masih mendiami wilayah Afrika Selatan. Suku ini dikenal masih sangat kental dengan tradisi seperti cara bersalaman hingga ritual lainnya. Salah satunya yang unik namun mengundang kontroversi adalah Festival Ukweshwama. Dalam festival ini terdapat tradisi yang didalamnya mengandung unsur penyiksaan hewan. Ketika perayaan tersebut dilaksanakan masyarakat Suku Zulu membentuk sebuah lingkaran yang di tengah-tengahnya terdapat banteng hidup. Kemudian banteng tersebut akan dianiaya secara sadis dan kejam atas nama bagian dari tradisi. Penganiayaan yang dilakukan masyarakat Suku Zulu tersebut tak “hanya” dipukul saja namun dicongkel matanya, lidah dipotong, kelamin dikebiri dan lain sebagainya. Begitu sadisnya tradisi dalam Festival Ukweshwama ini hingga mendapatkan perhatian dunia yang mengkritik secara tegas penyelenggaran tradisi ini. Sayangnya, pemerintah Afrika Selatan tetap tak mau menghentikan festival ini karena sudah menjadi bagian dari tradisi Suku Zulu.

5. Goose Pulling - Eropa


Tradisi selanjutnya ini mungkin bisa disebut sebagai tradisi paling sadis dalam penyiksaan hewan di era modern saat ini. Tradisi bernama Goose Pulling ini diadakan secara tahunan di negara-negara Eropa seperti Belgia, Jerman, Inggris, Belanda dan bahkan juga di wilayah Amerika Utara. Tradisi yang telah berlangsung sejak abad ke-17 ini begitu sadis dan kejam karena melibatkan angsa sebagai medianya. Jika kita mengenal wahana ekstrim flying fox yang membuat orang bergelantungan di atas ketinggian tertentu dengan dilengkapi keamanan maka dalam tradisi Goose Pulling ini orang-orang menggunakan leher angsa hidup sebagai tali untuk bergelantungan. Angsa tersebut digantungkan secara terbalik di tali, dan kepalanya digunakan seagai pegangan bagi orang-orang. Tak cukup disitu saja, kepala angsa yang dijadikan sebagai tumpuan pegangan tersebut harus sampai putus dan permainan baru dikatakan selesai. Tradisi kejam ini menuai kecaman masyarakat terutama para pecinta hewan hingga pada tahun 2008 pemerintah memutuskan untuk mengganti angsa hidup tersebut dengan angsa yang sudah mati!

------------------------------------------------

Itulah beberapa hewan-hewan yang disiksa atas nama tradisi. Sebagai sesama makhluk hidup sebaiknya kita tetap menjalankan tradisi tanpa memakan atau menyakiti makhluk lain. Semoga kita semua bisa lebih bijak menyikapi perayaan tradisi yang melibatkan berbagai macam jenis hewan.



Baca Juga :
  

Wednesday, August 17, 2016

Dirgahayu Indonesia - 71 Tahun Kemerdekaan Negara Tercinta


Jangan Tanyakan Apa Yang Telah Negara Berikan Kepadamu...
Tapi Tanyakan Apa Yang Telah Kau Berikan Kepada Negara...
(Marcus Tullius Cicero)


Di negara ini kita lahir...
Di negara ini kita tumbuh dewasa...
Di negara ini kita membangun keluarga...
Dan kelak...
Di negara ini pula tulang belulang kita dikuburkan...

Negara itu bukanlah yang paling sempurna...
Negara itu mungkin pula bukan yang paling indah...
Bukan pula yang paling damai...

Setiap harinya kejahatan terjadi..
Kemiskinan...
Korupsi...
Anak-anak terlantar yang menangis dengan perutnya yang melilit...

Negara yang begitu banyak kekurangan...
Dan tragedi...

Memang kita tak bisa menentukan dimana kita dilahirkan...
Di negara mana, dengan orang tua siapa kita dilahirkan...

Semua itu yang kita sebut suratan takdir...

Dan takdir membawa kita semua dalam satu kesamaan...

Kita warga negara INDONESIA...

Sekarang keputusan ada pada individu masing-masing...

Maukah kita mencintai negara yang penuh dengan kekurangan ini?
Maukah kita mencintai negara dengan segala tragedi yang seakan tak pernah habis?
Maukah kita?

Bila iya, mari kita satukan langkah...
Kita satukan tujuan...
Karena di usianya yang semakin tua...
Ibu pertiwi sekarat...

Hanya kita 'anak-anaknya' yang bisa menyelamatkan...

Jadi mari kita hilangkan ego masing-masing...
Ego yang ingin menang sendiri...

Berjuang...
Bekerja...

Agar negara ini bisa menjadi rumah yang nyaman bagi kita semua...

Dirgahayu Indonesia...

Kandangan, 17 Agustus 2016
Dari kami yang sering lupa

Friday, August 12, 2016

Berhijab Dan Tetap Cantik Walau Berprofesi "Sangar"


Memakai hijab adalah salah satu jalan hidup yang dipilih oleh para wanita muslim. Selain alasan menaati perintah agama, hijab menurut mereka juga termasuk alat perlindungan diri agar merasa aman ketika berada di luar rumah. Begitu banyak manfaat dari berhijab, sehingga tak ragu lagi bagi para muslimah di dunia memilih untuk memakainya. Hijab dan wanita adalah satu rangkaian utuh kepribadian dan jati diri.

Beberapa tahun belakangan, hijab seolah menjadi tren di kalangan masyarakat. Bukan tren yang akhirnya dipakai semua orang, akan tetapi hijab yang sebelumnya terasa asing kini semakin dikenal dan sudah mendapat pengakuan dari dunia sebagai identitas seorang muslimah. Para wanita berhijab yang dulu sering dipandang sebelah mata kini menjelma menjadi wanita yang patut dihargai dan dihormati. Salah satunya karena mereka tetap menjalani profesi yang dianggap “berani” untuk seorang wanita tanpa menanggalkan hijabnya seperti di bawah ini.

Ayeesha Farouq


Wanita pertama yang menjadi pilot pesawat tempur dan maju ke medan perang untuk membela negara Pakistan ini bernama Ayeesha Farouq. Diantara lima rekan sesama perempuannya yang bekerja di Angkatan Udara Pakistan, hanya dialah yang lolos uji untuk turut ke lapangan bersama rekan-rekan prianya. Sebagai wanita muslimah dan memakai hijab tak menyurutkan tekadnya untuk mengabdi kepada negara. Dan hal tersebut terbukti benar lewat kerja kerasnya mengikuti ujian agar bisa menjadi prajurit perang dengan menjadi pilot pesawat tempur. Keinginannya yang tentu saja memiliki resiko besar sudah pasti sempat ditentang oleh keluarga terutama sang ibu yang tak menyetujui. Namun hingga akhirnya saat ini Ayeesha Farouq berhasil membuktikan kepada dunia lewat hijab hijaunya dia mampu menumpas teroris di wilayah Pakistan.

Chahida Chekkafi


Dalam pertandingan sepakbola yang tak boleh ketinggalan adalah petugas wasit. Wasit bertugas untuk mengatur jalannya pertandingan, jika tak ada wasit maka bisa dipastikan tidak akan ada pertandingan. Profesi yang sangat penting ini biasanya dimiliki oleh pria baik untuk sepakbola pria maupun wanita. Namun Chahida Chekkafi, gadis muda asal Maroko yang tinggal dan besar di Italia ini memilih profesi wasit. Tanpa meninggalkan hijab yang ada di kepalanya, gadis berusia 18 tahun ini telah berhasil menjadi wasit kalangan pemain muda untuk liga sepakbola Italia. Chahida Chekkafi membuktikan kepada dunia bahwa profesi yang kesannya hanya diperuntukkan pria bisa dilakukan oleh wanita dengan baik dan tentu saja tanpa harus mengesampingkan kewajiban sebagai seorang muslimah. Di usianya yang baru 18 tahun, Chekkafi tampak tangguh dan tegas dalam balutan kostum sporty dengan hijab di atas kepalanya ketika menjalankan tugas.

Tahani Amer


Seorang wanita asal Kairo, Mesir membuat kagum masyarakat dunia setelah kemunculannya dalam laman Women@NASA bersama pegawai perempuan NASA yang lain. Tahani Amer terlihat mencolok karena dia satu-satunya pegawai NASA yang memakai hijab. Wanita ini tak hanya pegawai biasa, namun dia termasuk ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat yang diperhitungkan. Dengan gelarnya sebagai doktor bidang teknik dari Old Dominion University di Norfolk, Virginia dia berhasil menduduki posisi Komputasi Dinamika Fluida NASA. Posisi yang mengharuskan dia mengutak-atik kode kode hingga memanjat langit-langit terowongan angin untuk memasang alat pengukur kecepatan. Maraknya diskriminasi terkait dengan wanita berhijab justru menjadi pembuktian bagi Tahani Amer bahwa dia termasuk wanita berhijab yang sukses berkarir di Amerika Serikat. Salah satu kutipan Tahani Amer yang terkenal adalah “Aku seorang muslim Amerika, pegawai NASA, yang tumbuh di pinggiran kota Kairo, Mesir”.

Kae Asima



Satu lagi wanita muslim berhijab dari Amerika Serikat yang melakoni profesi berani yakni pemadam kebakaran. Kae Asima seorang ibu dengan dua anak merupakan anggota pemadam kebakarandi Dinas Pemadam Kebakaran Richmond, negara bagian Virginia, Amerika Serikat. Asima melakoni profesinya sudah bertahun-tahun dan mengaku sangat mencintai pekerjaannya yang memiliki resiko besar dan biasanya didominasi oleh para pria. Kecintaan Asima dengan pekerjaannya ini membuktikan kepada masyarakat dunia bahwa dialik keanggunannya sebagai wanita muslimah yang wajib berhijab tersimpan keberanian yang luar biasa untuk menyelamatkan nyawa orang dari dengan mengatasi “si jago merah”. Kae Asima juga tak merasa rishi dengan hijabnya yang sering dipertanyakan orang-orang apa tidak mengganggunya ketika bekerja. Asima menjelaskan bahwa ketika bekerja dia memakai hijab “Nomex” yang tahan api.

Kulsoom Abdullah


Wanita cantik yang merupakan warga negara Pakistan – Amerika ini sempat membuat heboh dunia olahraga khususnya cabang olahraga angkat besi. Kulsoom Abdullah merupakan atlet besi wanita pertama yang memakai hijab di dunia. Menjadi satu-satunya wanita Pakistan yang menggeluti profesi aneh ini tak lantas membuat Kulsoom Abdullah melepas hijabnya. Wanita kelahiran tahun 1976 ini pertama kali dikenal setelah mewakili Pakistan di kejuaraan Weightlifting Championship 2011 dan kejuaraan- kejuaraan tingkat dunia yang lain setelahnya. Konsistensinya dalam mempertahankan hijab yang ia kenakan dan prestasi yang ditunjukkan oleh wanita yang lahir di kota Kansas ini juga menorehkan sejarah karena membuat Federasi Angkat Besi Internasional atau International Weightlifting Federation (IWF) mengubah peraturannya dan memperbolehkan atlet angkat besi wanita berhijab.

----------------------------------------------------------------------------------

Itulah tadi profesi-profesi berani yang dilakoni wanita berhijab. Meski resiko yang dihadapi juga besar dan berat, mereka tak goyah mempertahankan jati diri dan kewajibannya sebagai muslimah. Justru melalui hijab mereka membuktikan bahwa keberadaan mereka patut mendapat apresiasi dan tempat di hati masyarakat dunia seperti yang lainnya.

Monday, August 8, 2016

Mengenal Piagam Madinah dan Sejarahnya


Piagam Madinah merupakan bentuk piagam konstitusi pertama yang tertulis secara resmi bukan saja dalam sejarah Islam, bahkan yang pertama di dunia. Sebagai gambaran awal, Piagam Madinah adalah undang-undang untuk mengatur sistem politik & sosial masyarakat pada waktu itu. Nabi Muhammad SAW lah yang pertama memperkenalkan konsep itu.

Dalam sejarahnya, segera setelah Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah, beliau membuat perjanjian antara Kaum Muhajirin dengan Kaum Ansar serta dengan Kaum Yahudi dan Kaum Musyrikin yang ada disana. Perjanjian inilah yang kelak akan dikenal dengan nama Piagam Madinah.

Piagam Madinah sering dianggap sebagai dasar dari pembentukan negara Islam pertama di Madinah. Nabi Muhammad SAW dipercayai sebagai peletak dasar negara itu. Isi perjanjuan ini, diantaranya adalah bahwa seluruh penduduk Madinah, apapun agama dan sukunya adalah ummah wahidah (satu komunitas) atau umat yang tunggal. Karena itu, mereka semua harus saling membantu dan melindungi, serta mereka semua berhak menjalankan agama yang dipeluknya masing-masing.

Keotentikan dari Piagam Madinah sendiri tidak perlu diragukan lagi, karena sudah dapat dibuktikan secara ilmiah. Bukan saja oleh ilmuwan Muslim, bahkan ilmuwan Barat dan Non Muslim pun sepakat bahwa piagam ini adalah asli.


Menurut Julius Welhausen, ada 4 hal yang mendasari bukti dari keasliaan piagam ini. Pertama adalah kosa kata dan grammar yang digunakan archaic/kuno. Kedua, teks dari piagam itu penuh dengan alusi yang hanya bisa dipahami oleh masyarakat pada zaman itu saja. Ketiga, teks piagam itu juga merefleksikan hukum suku-suku kuno jauh sebelum Islam hadir. Keempat, jika ada pemalsuan, tentu ia akan merefleksikan fenomena masa-masa Islam.

SEJARAH PENULISAN PIAGAM

Penulis kitab as Siratun Nabawiyah as Shahihah mengatakan : “Pendapat yang kuat mengatakan bahwa piagam ini pada dasarnya terdiri dari dua piagam yang disatukan oleh para ulama ahli sejarah. Yang satu berisi perjanjian dengan orang-orang Yahudi dan bagian yang lain menjelaskan kewajiban dan hak kaum muslimin, baik Ansar maupun Muhajirin. Dan menurutku, pendapat yang lebih kuat yang menyatakan bahwa perjanjian dengan Yahudi ini ditulis sebelum perang Badar berkobar. Sedangkan piagam antara kaum Muhajirin dan Ansar ditulis pasca perang Badar."

At Thabariy rahimahullah mengatakan : “Setelah selesai perang Badar, Rasulullah SAW tinggal di Madinah. Sebelum perang Badar berkecamuk, Rasulullah SAW telah membuat perjanjian dengan Yahudi Madinah agar kaum Yahudi tidak membantu siapapun untuk melawan Rasulullah SAW, (sebaliknya) jika ada musuh yang menyerang beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Madinah, maka kaum Yahudi harus membantu Rasulullah SAW. Setelah Rasulullah berhasil membunuh orang-orang kafir Quraisy dalam perang Badar , kaum Yahudi mulai menampakkan kedengkian ….. dan mulai melanggar perjanjian.

Sedangkan kisah yang dibawakan dalam Sunan Abu Daud rahimahullah yang menceritakan, bahwa setelah pembunuhan terhadap Ka’ab bin al Asyrâf (seorang Yahudi yang sering menyakiti Rasulullah SAW di Madinah) dan orang-orang Yahudi dan musyrik madinah mengeluhkan hal itu kepada beliau, Rasulullah SAW mengajak mereka untuk membuat sebuah perjanjian yang harus mereka patuhi. Lalu Rasulullah SAW menulis perjanjian antara kaum Yahudi dan kaum muslimin.

Ada kemungkinan ini adalah penulisan ulang terhadap perjanjian tersebut. Dengan demikian, kedua riwayat tersebut bisa dipertemukan, riwayat pertama yang dibawakan oleh para ahli sejarah yang menyatakan kejadian itu sebelum perang Badar dan riwayat kedua yang dibawakan oleh Imam Abu Daud rahimahullah yang menyatakan kejadian itu setelah perang Badar.

ISI PIAGAM


Berikut ini adalah terjemahan dari isi Piagam Madinah :

Mukaddimah :
Bismillahirrahman nirrahim
Ini adalah piagam dari Muhammad Rasulullah SAW, di kalangan mukminin dan muslimin (yang berasal) dari Quraisy dan Yatsrib, dan yang mengikuti mereka, menggabungkan diri dan berjuang bersama mereka.

Pasal 1
Sesungguhnya mereka 1 ummat, lain dari (komunitas) manusia lain.

Pasal 2
Kaum Muhajirin (pendatang) dari Quraisy sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu membahu membayar diyat (denda) di antara mereka dan mereka membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil diantara mukminin.

Pasal 3
Bani 'Awf, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu membahu membayar diyat diantara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil diantara mereka.

Pasal 4
Bani Sa'idah, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu membahu membayar diyat diantara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil diantara mereka.

Pasal 5
Bani al-Hars, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu membahu membayar diyat diantara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil diantara mereka.

Pasal 6
Bani Jusyam, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu membahu membayar diyat diantara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil diantara mereka.

Pasal 7
Bani al-Najjar, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu membahu membayar diyat diantara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil diantara mereka.

Pasal 8
Bani 'Amr bin 'Awf, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu membahu membayar diyat diantara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil diantara mereka.

Pasal 9
Bani al-Nabit, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu membahu membayar diyat diantara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil diantara mereka.

Pasal 10
Bani al-'Aws, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu membahu membayar diyat diantara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil diantara mereka.

Pasal 11
Sesungguhnya kaum mukminin tidak boleh membiarkan orang yang berat menanggung utang di antara mereka, tetapi membantunya dengan cara baik dalam pembayaran tebusan.

Pasal 12
Seorang mukmin tidak diperbolehkan membuat persekutuan dengan sekutu mukmin lainnya, tanpa persetujuan daripadanya.

Pasal 13
Orang-orang mukmin yang takwa harus menentang orang yang diantara mereka mencari atau menuntut sesuatu dengan cara dzalim, jahat, melakukan permusuhan atau kerusakan di kalangan mukminin. Kekuatan mereka bersatu dalam menentangnya, sekalipun anak salah seorang diantara mereka.

Pasal 14
Seorang mukmin tidak boleh membunuh orang beriman lainnya lantaran (membunuh) orang kafir. Tidak boleh pula orang mukmin membantu orang kafir untuk (membunuh) orang beriman.

Pasal 15
Jaminan Allah satu. Jaminan (perlindungan) diberikan oleh mereka yang dekat. Sesungguhnya mukminin itu saling membantu, tidak tergantung pada golongan lain.

Pasal 16
Sesungguhnya orang Yahudi yang mengikuti kita berhak atas pertolongan dan santunan, sepanjang (mukminin) tidak terdzalimi dan ditentang (olehnya).

Pasal 17
Perdamaian mukminin adalah satu. Seorang mukmin tidak boleh membuat perjanjian damai tanpa ikut serta mukmin lainnya di dalam suatu peperangan di jalan Allah, kecuali atas dasar kesamaan dan keadilan diantara mereka.

Pasal 18
Setiap pasukan yang berperang bersama kita harus saling bahu membahu satu sama lain.

Pasal 19
Orang-orang mukmin itu membalas pembunuh mukmin lainnya dalam peperangan di jalan Allah. Orang-orang beriman dan bertakwa berada pada pertunjuk yang terbaik dan lurus.

Pasal 20
Orang musyrik (dari Yatsrib) dilarang melindungi harta dan jiwa orang (musyrik) Quraisy, dan tidak boleh bercampur tangan melawan orang beriman.

Pasal 21
Barang siapa yang membunuh orang beriman dan cukup bukti atas perbuatannya, harus dihukum bunuh, kecuali wali si terbunuh rela (menerima diyat). Segenap orang beriman harus bersatu menghukumnya.

Pasal 22
Tidak dibenarkan bagi orang mukmin yang mengakui piagam ini, percaya pada Allah SWT dan hari akhir, untuk membantu pembunuh dan memberi tempat kediaman baginya. Siapa yang memberi bantuan atau menyediakan tempat tinggal untuk pelanggar tersebut, akan mendapat kutukan dan kemurkaan dari Allah SWT di hari kiamat, dan tidak diterima daripadanya penyesalan dan tebusan.

Pasal 23
Apabila kamu berselisih tentang sesuatu, penyelesaiannya menurut (ketentuaan) Allah 'Azza Wajalla dan (keputusan) Muhammad SAW.

Pasal 24
Kaum Yahudi memikul bersama kaum mukminin selama dalam peperangan.

Pasal 25
Kaum Yahudi dari Bani 'Awf adalah satu umat dengan mukminin. Bagi kaum Yahudi agama mereka, dan bagi kaum muslimin agama mereka. Juga (kebebasan ini berlaku) bagi sekutu-sekutu dan bagi diri mereka sendiri, kecuali bagi yang dzalim dan jahat. Hal demikian akan merusak diri dan keluarganya.

Pasal 26
Kaum Yahudi Bani Najjar diperlakukan sama dengan Yahudi Bani 'Awf.

Pasal 27
Kaum Yahudi Bani Hars diperlakukan sama dengan Yahudi Bani 'Awf.

Pasal 28
Kaum Yahudi Bani Sa'idah diperlakukan sama dengan Yahudi Bani 'Awf.

Pasal 29
Kaum Yahudi Bani Jusyam diperlakukan sama dengan Yahudi Bani 'Awf.

Pasal 30
Kaum Yahudi Bani al-'Aws diperlakukan sama dengan Yahudi Bani 'Awf.

Pasal 31
Kaum Yahudi Bani Sa'labah (diperlakukan) sama dengan Yahudi Bani 'Awf, kecuali bagi yang dzalim atau khianat. Hukuman hanya menimpa diri dan keluarga.

Pasal 32
Suku Jafnah dari Sa'labah (diperlakukan) sama seperti mereka (Banu Sa'labah).

Pasal 33
Bani Syutaybah (diperlakukan) sama seperti Yahudi Bani 'Awf. Sesungguhnya kebaikan (kesetiaan) itu lain dari kejahatan (khianat).

Pasal 34
Sekutu-sekutu Sa'labah (diperlakukan) sama seperti mereka (Bani Sa'labah).

Pasal 35
Kerabat Yahudi (diluar kota Madinah) sama seperti mereka (Yahudi).

Pasal 36
Tidak seorang pun dibenarkan (untuk perang), kecuali seizin Muhammad SAW. Ia tidak boleh dihalangi (menuntut pembalasan) luka (yang dibuat orang lain). Siapa membuat jahat (membunuh), maka balasan kejahatan itu akan menimpa diri dan keluarganya, kecuali ia teraniaya. Sesungguhnya Allah sangat membenarkan (ketentuan ini).

Pasal 37
Bagi kaum Yahudi ada kewajiban biaya, dan bagi kaum muslim ada kewajiban biaya. Mereka (Yahudi dan muslimin) bantu membantu dalam menghadapi musuh piagam ini. Mereka saling memberi saran dan nasihat. Memenuhi janji lawan dari khianat. Seseorang tidak menanggung hukuman akibat (kesalahan) sekutunya. Pembelaan diberikan kepada pihak teraniaya.

Pasal 38
Kaum Yahudi memikul biaya bersama mukminin selama dalam peperangan.

Pasal 39
Sesungguhnya Yatsrib (Madinah) itu tanahnya haram (suci) bagi warga piagam ini.

Pasal 40
Orang yang mendapat jaminan (diperlakukan) seperti diri penjamin, selama tidak bertindak kerugian dan tidak khianat.

Pasal 41
Tidak boleh jaminan diberikan, kecuali seizin ahlinya.

Pasal 42
Bila terjadi suatu peristiwa atau perselisihan diantara pendukung piagam ini, yang dikhawatirkan menimbulkan bahaya, diserahkan penyelesaiannya menurut (ketentuan) Allah 'Azza wajalla, dan (keputusan) Muhammad SAW. Sesungguh Allah maha memelihara dan memandang baik isi piagam ini.

Pasal 43
Sungguh tidak ada perlindungan bagi Quraisy (Mekkah) dan juga bagi pendukung mereka.

Pasal 44
Mereka (pendukung piagam) bahu membahu dalam menghadapi penyerang kota Yatsrib (Madinah).

Pasal 45
Apabila mereka (pendukung piagam) diajak berdamai dan mereka (pihak lawan) memenuhi perdamaian serta melaksanakan perdamaian itu, maka perdamaian itu harus dipatuhi. Jika mereka diajak berdamai seperti itu, kaum mukminin wajib memenuhi ajakan dan melaksanakan perdamaian itu, kecuali terhadap orang yang menyerang agama. Setiap orang wajib melaksanakan (kewajiban) masing-masing sesuai tuganya.

Pasal 46
Kaum Yahudi Bani al-'Aws, sekutu dan diri mereka memiliki hak dan kewajiban seperti kelompok lain pendukung piagam ini, dengan perlakuan yang baik dan penuh dari semua pendukung piagam ini. Sesungguhnya kebaikan (kesetiaan) itu berbeda dari kejahatan (pengkhianatan). Setiap orang bertanggungjawab atas perbuatannya. Sesungguhnya Allah yang paling membenarkan dan memandang baik isi piagam ini.

Pasal 47
Sesungguhnya piagam ini tidak membela orang yang dzalim dan khianat. Orang yang keluar (bepergian) aman dan orang yang berada di Madinah aman, kecuali orang yang dzalim dan khianat. Allah adalah penjamin orang yang berbuat baik dan takwa. Dan Muhammad Rasulullah SAW.

----------------------------------------------

Sumber : 1 2 3