Sunday, January 15, 2017

Salah Kaprah Istilah Kafir


Dalam Bahasa Indonesia, ada yang disebut dengan Peyorasi, yaitu pergesaran makna pada suatu kata yang membuat kata tersebut menjadi kurang baik atau tidak enak didengar dibandingkan dengan kata sebelumnya. Contohnya adalah kata mampus yang terasa lebih kasar dan tidak enak didengar dibandingkan dengan kata meninggal.

Dan contoh-contoh kata-kata Peyorasi dalam kehidupan sehari-hari masih banyak lagi dan bahkan mungkin sudah tergeser maknanya tanpa kita sadari.

Tapi ada 1 kasus pergeseran makna yang tampaknya menarik dan harus kita bahas. Hal tersebut dikarenakan kasus pergeseran makna ini bisa memecah bangsa, merusak kerukunan dan mencederai semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Kasus tersebut adalah penggunaan kata "KAFIR"

----------------------------------------------------

Akhir-akhir ini, terutama semenjak suhu politik di negara kita semakin menghangat, semakin sering pula kita membaca ataupun mendengar kata Kafir. Sayangnya adalah kebanyakan dari mereka tidak tahu atau salah kaprah terhadap kata Kafir. Terutama di medsos, entah itu FB, twitter, IG ataupun yang lainnya, banyak orang-orang yang menyebut kata Kafir. Yang menjadi pertanyaan, seberapa dalam pemahaman kita ketika menggunakan kata tersebut?

Mari lihat foto dibawah ini...


Itu foto saya ambil di google, entah siapa yang membuatnya, yang pasti saya kasihan dengan pembuat. Dia benar-benar salah kaprah!

Dari kalimat-kalimat di foto atas, seberapa jeleknya nilai Bahasa Indonesia waktu sekolah, pastilah menyadari bahwa ada upaya pergeseran makna terhadap kata Kafir. Seakan-akan kata Kafir adalah kata hinaan, pelecehan bahkan dibilang ujaran kebencian. Padahal sama sekali bukan.

Sejatinya Kafir sama saja dengan Non Muslim. Tapi ketika penggunaan kata Kafir disebut dengan penghinaan, maka boleh jadi kata Kafir sudah mengalami Peyorasi.

--------------------------------------------

Mari kita bahas makna Kafir itu sendiri.

Kafir berasal dari bahasa Arab ka-fa-ra, yang artinya menutup. Ini berarti Kafir adalah sebutan untuk  orang yang menutup. Sebelum Islam, istilah Kafir digunakan untuk menyebut petani di Arab. Kenapa? Karena pekerjaan petani adalah menutup benih yang ditanam dengan tanah.

Sejak era Islam-lah kemudian didefinisikan untuk orang-orang yang menutup kebenaran dari Allah SWT dan Rasul-Nya. Dari sini jelas bahwa orang-orang yang disebut dengan Kafir adalah konsekuensi dari pilihannya yang mengingkari kebenaran Islam. Tidak kurang tidak lebih.

Kafir sendiri dibagi oleh tiga golongan : disebut Kafir Harbi ketika ia memusuhi Umat Islam dan wajib diperangi, Kafir Mu'ahad ketika ada perjanjian antara ia dan Umat Islam sehingga tidak ada yang saling serang, dan yang ketiga disebut Kafir Dzimmi yaitu mereka yang tunduk dalam pemerintahan Islam dan wajib untuk dilindungi serta diperlakukan adil sebagaimana Kaum Muslim itu sendiri.

Lalu kenapa ada orang yang marah-marah ketika dibilang Kafir?
Atau ada teman yang bilang, "Jangan bilang Kafir, tapi non muslim saja"
Seakan-akan kata itu adalah sebuah kata pelecehan.

Tidak ada unsur penghinaan atau pelecahan dalam kata Kafir. Status Kafir tidak menggugurkan kewajiban kita untuk berlaku baik kepadanya. Seperti kata Ustadz Felix Siauw, "Pun orangtua saya, dalam pandangan syariat ya sebutannya kafir. Hanya, apakah itu membatalkan kewajiban lain dari Allah bagi mereka? Birrul walidain? berbakti dan memuliakan mereka? Tidak"

-------------------------------

Kita harus bijak.

Kafir adalah adalah sebutan bagi kita Kaum Muslim, kepada mereka yang menolak kebenaran Islam. Kata itu ada dalam Al-Qur'an dan Hadits. Mereka Non Muslim tentu tidak percaya dengan isi kitab suci kita, sehingga logikanya adalah mereka (seharusnya) tidak percaya pula dengan istilah Kafir.

Maka kita seharusnya juga bijak dalam menempatkan kata Kafir. Setiap agama mempunyai istilah bagi kaum yang menolak kebenaran agama versi mereka. Contohlah Kristen yang menyebut kaum Non Kristen dengan Domba Yang Tersesat.

Sekarang saya bertanya, pernahkah anda mendengar seorang Kristen yang bijak menyebut anda yang muslim dengan sebutan Domba Yang Tersesat?

Saya tidak pernah.
Saya rasa mereka yang bijak hanya menggunakan istilah itu ditengah kaum mereka, ditengah forum mereka. Kenapa? Karena mereka sadar kita tak percaya dengan agama mereka dan tentu (harusnya) kita tak percaya pula dengan istilah yang ada dalam agama mereka.

Penggunaan kata Kafir secara sembarangan sedikit banyak telah menyumbangkan peran kenapa kata tersebut diidentikkan dengan kata penghinaan atau pelecehan. Menyebut Non Muslim didepan matanya dengan kata Kafir tentu tidak bijak. Menjadi masalah juga ketika ada orang-orang yang sengaja ingin mengeserkan kata Kafir itu sendiri. Siapa orang-orang tersebut? Ya banyak, terutama di medsos. Tak perlu saya sebut siapa orangnya. Saya sedang tidak ingin mempromosikannya.

Saya punya banyak kawan yang Non Muslim. Mereka Kafir karena mereka tidak mempercayai Allah SWT itu tuhan dan Muhammad SAW adalah rasulnya. Tapi saya tak pernah menyebut mereka dihadapan mereka dengan kata Kafir.

Bagaimana dengan anda?

-----------------------------------------

Sumber : 1 2

Monday, January 9, 2017

Kisah Perang Kemerdekaan 2 Januari 1949 Di Nagara Daha



Nagara Daha mempunyai sejarah panjang yang umurnya sendiri bahkan lebih tua dari umur republik ini. Berawal dari tahun 1478 M, berdirilah sebuah kerajaan Hindu bernama Kerajaan Nagara Daha. Kerajaan ini adalah kerajaan kuat dalam perdagangan yang menyelusuri sungai sebagai andalannya. Kelak, kerajaan tersebut akan bermetamorfosa menjadi Kesultanan Banjar, salah satu pusat peradaban di pulau Kalimantan. Sekarang Nagara Daha telah menjelma menjadi kota yang terletak di 3 Kecamatan, yaitu Daha Selatan - Daha Utara - Daha Barat, yang berada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan.

Sejarah mencatat Nagara adalah tempat dimana lahir banyak pemuda-pemuda yang tak gentar melawan kedzaliman. Masyarakat dengan semangat juang tinggi dan pemberani. Tempat dimana kobaran api perjuangan selalu menyala. Dan salah satu tinta emas perjuangan masyarakat Nagara yang akan selalu dikenang adalah perjuangan mereka dalam Perang Kemerdekaan 2 Januari 1949.

Awal Mula Kisah

Sejak zaman dahulu lintas perhubungan antara Nagara dan Banjarmasin lebih banyak dilakukan melewati jalur sungai. Jalur perhubungan yang relatif lebih aman dan mudah dibanding lewat darat. Hal tersebut membuat ruang mobilitas orang-orang pergerakan di Nagara lebih terbuka dalam menjalin komunikasi dengan tokoh-tokoh di Banjarmasin.

Setelah Jepang menyerah, tentaranya yang semula ditempatkan di Nagara ditarik ke Kandangan. Di bekas asrama tentara Jepang yang terletak di kampung Tambak Bitin, 25 September 1945, dilangsungkan pertemuan para pemimpin pergerakan di daerah Nagara. Menyikapi berita kemerdekaan yang telah diperoleh, dibentuklah suatu badan bernama PPRIM (Panitia Persiapan Republik Indonesia Merdeka). Badan ini dimaksudkan untuk mempersiapkan dan melancarkan jalannya perjuangan serta pemerintahan.

PPRIM dipimpin oleh M. Umar Rasjid dan Barak Djuhri, dilengkapi dengan penulis, bendahara, pembantu-pembantu, bidang agama, keamanan, pemuda dan propaganda/penerangan.
Selain membentuk PPRIM, juga dibentuk KNI (Komite Nasional Indonesia) Daerah Nagara. Ketuanya adalah M. Tauran dan Wakil Ketua M. Umar Rasjid.

Pada bulan Oktober 1945 atas prakarsa PPRIM, dilakukanlah pengibaran bendera Merah Putih dan dikumandangkan nyanyian Indonesia Raya di halaman kantor Kyai Wedana M. Yusran. Bersama dengan 40 orang lainnya, inilah tonggak awal mula pengambilalihan kekuasaan di Nagara sejak Jepang diusir dari tanah Kalimantan. Kemudian eskpedisi pertama beranggotakan 9 orang yang diutus oleh Bung Tomo, tiba di Nagara dan membentuk pemerintahan. Kesembilan orang tersebut adalah H. Ahmad selaku ketua, H. burhan, H. Asnawi, H. Maran, Jambran, Jaderi, Atu dan Abdul Manaf yang semuanya warga Nagara serta H. Muradi yang berasal dari Amuntai.

Mereka semua bersama dengan para pejuang setempat berunding dan mengupayakan untuk mengantisipasi invasi dari pihak luar yang bisa merusak kemerdekaan, dalam hal ini adalah antisipasi terhadap kedatangan pasukan Belanda. Walaupun suhu politik mulai memanas, namun kondisi di Nagara sendiri relatif tenang hingga tahun 1947. Walaupun tentara Belanda sudah masuk ke Nagara, tetapi keberadaan mereka belum menyulut konflik dengan masyarakat kecuali hanya insiden-insiden kecil.

Pada akhir tahun 1948, residen Belanda di Banjarmasin, AG Deelman, mengirim tokoh diplomasi Belanda bernama Vaan der Plaas ke Nagara. Kedatangan diplomat Belanda tersebut bermaksud untuk membujuk ulama besar Nagara, KH. Muhammad Djaktar, agar "menjinakkan" masyarakat Nagara saat itu dengan harapan masyarakat tidak melakukan pemberontakan. Segala macam suap juga diikutsertakan dalam diplomasi tersebut, termasuk diantaranya pemberian jabatan, uang dan mobil mewah. Bujuk rayu tersebut tentu saja ditolak oleh KH. Djakfar dengan halus.

Meletusnya Perang

Perang terbuka dengan Belanda di Nagara pada mulanya terjadi karena seorang pejuang, Alidin, pada tanggal 2 Januari 1949 dipanggil oleh Polisi Kilat Belanda untuk menyerahkan senjata-senjata yang kelak akan diserahkan kepada pasukan republik. Ternyata Belanda malah berkhianat dengan menangkap Alidin karena dianggap mengorganisir perlawan rakyat terhadap Belanda. Mengetahui hal tersebut, Pambakal Arpan (orangtua Alidin) mengomandoi para pemuda untuk berkumpul di desa Hamayung dan melakukan penyerangan ke markas Polisi Kilat Belanda di desa seberang sungai, Tambak Bitin. Tak kurang puluhan ribu rakyat ambil bagian dalam penyerbuan itu, bukan hanya rakyat Nagara yang hadir, akan tetapi pemuda-pemuda dari daerah sekitar juga turut serta berhadir. Turut serta dalam pertempuran ini pelatih kemiliteran dan penghubung markas ALRI Divisi IV (A) pertahanan Kalimantan, Lambran Ladjim. Beliau memimpin pasukan dari desa Pakan Dalam yang langsung berhadapan dengan pasukan Belanda di Tambak Bitin.

Walau saat itu rakyat Nagara mempunyai peralatan perang yang kalah canggih dan banyak dibandingkan kubu musuh, akan tetapi semangat jihad mereka tetap berkobar. Hanya sedikit senjata api yang saat itu mereka punyai, sisanya berjuang dengan pedang, tombak dan mandau. Walaupun kalah modern, tetapi peperangan tidak berat sebelah. Peperangan bahkan berlangsung dari waktu Ashar hingga Subuh menjelang.

Akan tetapi penyerbuan tersebut tidak sukses. Para pejuang gagal mengambil alih Tambak Bitin dari Belanda. Diduga kegagalan tersebut dikarenakan pejuang yang bertugas untuk memutus kabel telepon tidak berhasil sehingga pihak Belanda masih bisa melakukan komunikasi dan dapat meminta bantuan. Para pejuang Nagara saat itu memutuskan mundur untuk menghindari jatuhnya korban yang lebih banyak. Tidak diketahui pasti berapa jumlah korban yang gugur pada saat itu, baik dari pihak pejuang Nagara ataupun dari pihak Belanda.

Dampak Peperangan 2 Januari

Walau peperangan yang terjadi di Nagara tidak berakhir tuntas dengan kemenangan dipihak pejuang, akan tetapi dampaknya sangat signifikan terhadap perjuangan selanjutnya.

Memang semenjak peperangan tersebut, pihak Belanda semakin beringas dengan menangkapi semua orang yang dianggap berbahaya. Bahkan Belanda juga sampai merampas harta benda pihak-pihak yang diduga sebagai penyandang dana para pejuang. Akan tetapi rakyat tidak tinggal diam. Mereka juga melakukan perlawanan dengan memblokade ekonomi Belanda dengan cara tidak melakukan segala aktivitas jual beli dengan Belanda.

Begitu juga didaerah lain. Perjuangan mempertahankan kemerdekaan semakin gigih dilakukan di berbagai daerah. Para pejuang banyak belajar dari peristiwa 2 Januari 1949 di Nagara. Perlawanan-perlawanan gencar yang dilakukan oleh rakyat Kalimantan Selatan tentu saja membuat lelah pihak Belanda. Hingga pada akhirnya pada tanggal 2 September 1949, Belanda mengajukan gencatan senjata dan bersepekata untuk melakukan pengambilalihan kekuasaan dari pihak Belanda kepada pemerintah Indonesia.

Dengan ini Belanda pun terusir dari Indonesia.

Nagara Sekarang

Dengan kemajuan teknologi dan semakin modernnya dunia sekarang, banyak yang lupa siapa yang membuat kita bisa hidup tenang sekarang. Banyak yang terlena dengan hingar bingar gemerlapnya dunia. Banyak yang tersesat.

Padahal tempat kita berpijak ini dulu diperjuangkan oleh para pahlawan kita dengan darah dan nyawa. Tujuan mereka hanya satu, mengusir siapapun penjajah dari bumi pertiwi agar anak cucu mereka kelak bisa hidup dengan damai.

Oleh karena pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dimana wilayah Nagara berada, secara rutin menyelenggarakan upacara peringatan Perang Kemerdekaan 2 Januari 1949 di Desa Hamayung, Daha Utara.

Bupati HSS Drs. H. Achmad Fikry Menyampaikan Sambutan Pada Upacara Peringatan Perang 2 Januari 1949 di Hamayung

Tujuan dari semua itu agar kita, generasi yang memegang masa depan negara ini, tidak lupa dengan sejarah kita. JAS MERAH. Jangan Sekali-Kali Melupakan Sejarah.

Dan mari kita isi kemerdekaan ini dengan semangat pembangunan, semangat gotong royong. Karena negara ini tak bisa tegak berdiri hanya oleh satu orang, tapi oleh semua orang.

Wassalam.

-----------------------------------------

Sumber : 1 2 3

Sunday, January 8, 2017

Tokoh-Tokoh Terkenal Dengan Kumis Nyentriknya


Cowok kumisan itu terlihat cowok banget!!!
Tapi percayalah, diantara cowok-cowok yang manly banget dengan kumisnya, ada tokoh-tokoh terkenal dengan kumis nyentriknya yang tak bisa disamai oleh cowok-cowok lainnya dari seluruh dunia.
Mungkin karena model kumis itu sudah sangat melekat dengan karakter mereka kali ya?

Penasaran siapa saja mereka, cek daftarnya dibawah ini :

1. Salvador Dali


Pelukis surealis ini menjadi salah satu pelukis terpenting sepanjang sejarah seni lukis. Om Dali ini cinta banget sama kumis nyentriknya, bahkan dia mengaku bahwa kumisnya seperti dua penjaga yang berdiri tegak menjaga pintu masuk ke dirinya yang sebenarnya. Berarti siap-siap kehilangan jati diri nih kalo kumis nyentriknya dicukur.

2. Adolf Hitler


Pria kelahiran Austria ini dikenal sebagai diktator Jerman di masa Perang Dunia II. Walaupun terlihat lucu dengan kumis nyentriknya, jangan pernah main-main sama cowok ini. Hiiih ngeri.

3. Charlie Chaplin


Profil
Sir Charles Spencer Chaplin, Jr lahir di London di tahun yang sama dengan Hitler yaitu 1889. Kumis nyentriknya yang kotak memang sengaja dibentuk seperti itu sebagai parodi dari Adolf Hiltler. Ada-ada aja ulah seniman nyentrik ini. Ngeliat Charlie Chaplin sendiri malah jadi ingat komedian kita Jojon ya?

4. Hulk Hogan


Profil
Bagi pecinta Pro Wrestling pasti tau dong siapa beliau ini? Secara dia udah banyak banget penghargaannya di bidang gulat, salah satunya yaitu memegang 14 kali World Championship. Keren ya? Nah, Om ini mempunyai ciri khas yaitu kumis nyentrik tebalnya yang berwarna putih dan memanjang hinga dagu, kayak membentuk huruf "u" terbalik. Btw Om om... om mirip deh sama Shirohige.

5. Pak Raden


Profil
Drs. Suyadi atau mungkin dikenal dengan sebutan Pak Raden dalam serial unyil memang sudah dari lama menjadi seniman. Bahkan serial Unyil sengaja beliau ciptakan untuk mendidik anak-anak Indonesia di tahun 80-an. Yang bikin inget sama Pak Raden ini adalah kumisnya. Kumisnya melintang tebal, begitu pula dengan alisnya. Apalagi Pak Raden ini selalu menggunakan baju Beskap Jawa sebagai identitasnya juga. Keren ya!

---------------------------------

Sumber

Tuesday, January 3, 2017

Mengenal Ar Rayah & Al Liwa - Panji & Bendera Islam


"Panji peperangan (Rayah) Rasul SAW berwarna hitam, sedang Liwa-nya (bendera) berwarna putih."
(HR. Thabrani, Hakim dan Ibn Majah)

Banyak kesalahpahaman yang terjadi ditengah masyarakat. Banyak yang menyangkan panji hitam dan bendera putih ini bukan dari Islam. Mungkin ada beberapa yang menyangka ini sama saja dengan bendera ISIS, atau ada pula yang menyangka ini benderanya Hizbut Tahrir. Akibat kesalahpahaman ini, maka acap kali para pemegang panji dan bendera ini di fitnah dan didiskriminasikan.

Untuk meng-clear-kan masalah ini, mari kita bahas satu per satu. Ada beberapa yang menyebutkan bahwa bendera ISIS berdasarkan dari stempel surat resmi dari Nabi SAW. Mari kita bandingkan :


Ini adalah bendera resmi ISIS


Dan ini adalah stempel Rasulullah SAW (sumber).

Mirip? Ya memang mirip. Amat disayangkan memang karena kelompok teroris ini, maka simbol yang sangat lekat dengan Islam menjadi tercoreng. Simbol dengan tulisan tauhid seperti diatas, secara tak resmi sudah menjadi "hak milik" kelompok teroris ISIS.

Sepanjang sejarah, sebenarnya bukan ISIS saja yang menggunakan. Berbagai kelompok teroris seperti Al-Qaeda dan Boko Haram juga tercatat pernah menggunakan simbol resmi ini.

Inilah yang terjadi bila tak ada "penjaga" yang bisa melindungi simbol-simbol Islam dari penistaan. Bebasnya penggunaan dan klaim sepihak dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab, yang membuat bendera dengan tulisan tauhid dicap sebagai bendera teroris.

Lalu bagaimana dengan Hizbut Tahrir. Mari kita lihat simbol resmi mereka :


Hizbut Tahrir sendiri adalah partai (hizb) Islam yang menginginkan tegaknya Khilafah Islamiyah dimuka bumi dengan harapan Islam bisa diterapkan secara kaffah dalam kehidupan. Penggunaan simbol ini mereka gunakan sejak tahun 1953an. Boleh dibilang, panji hitam dan bendera putih yang Hizbut Tahrir gunakan adalah yang paling mirip dengan zaman Rasulullah SAW.

Hal ini bisa kita lihat pada riwayat: 

Dalam Musnad Imam Ahmad dan Tirmidzi, melalui jalur Ibnu Abbas meriwayatkan: “Rasulullah saw telah menyerahkan kepada Ali sebuah panji berwarna putih, yangukurannya sehasta kali sehasta. Pada liwa (bendera) dan rayah (panji-panji perang) terdapat tulisan ‘Laa illaaha illa Allah, Muhammad Rasulullah’. Pada liwa yang berwarna dasar putih, tulisan itu berwarna hitam. Sedangkan pada rayah yang berwarna dasar hitam, tulisannya berwarna putih”.


Inilah panji dan bendera yang selalu berkibar sepanjang sejarah tegaknya Islam di bumi Allah ini. Dahulu setiap muslim penuh harap merekalah yang akan memegang panji dan bendera ini dalam setiap peperangan dengan musuh Islam.

Setiap musuh yang melihat putihnya Liwa dan panji-panji hitam Rayah, mereka akan ketakutan, kaki mereka akan melemas dan tekad mereka tiba-tiba surut. Karena dua ini, adalah simbol-simbol Islam yang akan menemani kaum muslim dalam kemenangan yang gemilang.

Akan tetapi, kaum Muslim sendiri seakan asing dengan simbol Islam ini. Tak ada kebanggaan ketika melihat panji dan bendera ini berkibar. Ada ketakutan ketika melihat panji dan bendera ini diusung orang lain.

Maka tugas kita lah untuk mengenalkan kepada saudara-saudara kita, inilah panji dan bendera kaum Muslim. Inilah Ar Rayah dan Al Liwa.

Inilah simbol kehebatan Islam dan kebanggaan bagi mereka yang memegangnya setinggi langit.

----------------------------------------

Sumber : 1 2

Monday, January 2, 2017

Resolusimu Untuk Tahun 2017?


Tahun baru?
Ngga ada yang baru?
Ngga ada yang berkesan?
Sedih?

Well, kalau tahun barumu terasa tidak meninggalkan kesan apa-apa, ingatlah tahun baru Masehi hanyalah 1 dari ratusan sistem kalender yang ada didunia.
Jadi, 1 Januari 2017 milikmu hanyalah satu diantara tahun baru yang ada didunia!!!

Intinya sih, jangan terlalu terbawa suasana dengan tahun baru ini. Karena sesungguhnya waktu itu abstrak. Menjadi indah karena kita yang memperindahnya dan menjadi sedih karena kita mengacaukannya.

Tapi memang tahun baru ini sendiri bagiku agak berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Bila tahun sebelum-belumnya, aroma duniawi dan tindakan sia-sia amat sangat terasa, maka ditahun ini ada yang berbeda. Aku sebenarnya bukan tipe orang yang suka hura-hura dengan menghamburkan uang, oleh karenanya aku amat sangat jarang keluar ketika tahun baru.

Tetapi di tahun baru kali ini acara peringatan tak lagi hura-hura. Ditempatku sendiri Banjarmasin, momen pergantian tahun diisi dengan shalawat massal yang dilaksanakan di pusat kota yang dihadiri langsung oleh walikota Ibnu Sina.
Dan menurut kabar bukan cuma di Banjarmasin, tetapi juga di Amuntai, Kandangan dan kota-kota lainnya di Kalimantan Selatan juga melakukan hal yang sama.

Bagaimana dengan kota-kota didaerah lain?
Aku kurang beitu tahu, tapi sepertinya acara pergantian tahun yang diisi dengan acara kembang api dan bakar-bakar duit lainnya sudah tidak terlalu laku lagi ya?

Yang aku rasa, banyak daerah dan banyak masyarakat memulai tahun barunya dengan kegiatan yang lebih agamis.

Well well well. Rasanya tahun 2017 udah memulai resolusinya yah :D

Dan bagaimana denga kita? Apa resolusi kita untuk tahun ini?
Apakah masih ada keinginan atau target tahun 2016 yang belum tercapai?

Apapun itu, kita sendirilah yang paling tahu. Tapi kalau ada pesan yang boleh ku sampaikan ke sahabat-sahabat sekalian, tak elok rasanya, tak afdol rasanya bilamana resolusi kita tak menyangkut dalam ranah keimanan.

Buat apa kita sukses di tahun 2017 dengan pekerjaan tapi sholat kita kacau....

Buat apa omzet dagangan kita naik di tahun  2017 tapi Al-Qur'an tak lagi disentuh...

Buat apa liburan keluar negeri tapi mesjid tak lagi didatangi...

Buat apa kesuksesan duniawi yang kita kejar tapi malah menjauhkan kita kepada yang abadi.... akhirat tempat dimana kita akan berpijak setelah tak lagi disini...

Jadi marilah sahabat...
Sebagaimana kita awali 2017 dengan baik, maka kita isi pula yang baik. Tak hanya untuk dunia, tapi juga untuk akhirat...

Sehingga hingga bisa menggapai sebenar-benarnya resolusi...

Kandangan, 3 Januari 2017

Saturday, December 31, 2016

The Time - Sebuah Renungan


Didunia ini, waktu ada salah satu kekuatan terkuat. Dia tak bisa dibendung, tak bisa dihentikan. Akan selalu mengalir maju tanpa bisa dikembalikan. Tak perduli kita lelah, tak perduli kita tak siap. Dia akan selalu menghantam kita dengan pukulan "masa kini". Walau pun kita masih nyaman dengan "masa lalu", dia akan menghampiri kita dengan "masa depan".

Kita akan selau berdampingan dengan waktu, sampai suatu nanti... maut lah yang akan memisahkan.

Dan ketika maut telah memisahkan... maka kerinduan kita akan waktu kemudian muncul.

"Seandainya dulu"

"Seharusnya waktu itu"

"Bila saja aku tahu"

Itulah kalimat-kalimat yang selalu menghantui kita bilamana perpisahan dengan waktu telah tiba.

Penyesalan.

Rasa akan kita dapati karena perpisahan dengan sang waktu.

Kita memang seperti itu. Manusia memang selalu begitu.

Terlena dengan keadaan.

Bodoh karena merasa masih punya waktu.

Padahal sedikitpun kita tak memiliki ilmu tentang waktu.

Kapan dia akan pergi dan dalam keadaan seperti apa kelak perpisahannya, kita semua takkan pernah tahu.

Jadi di momen akhir tahun ini, mari bersama kita renungkan...

Apa yang sudah kita lakukan setahun belakangan?

Baikkah atau burukkah?

Berguna kah atau sia-sia kah?

Karena waktu tak pernah kembali, siapkah kita menyongsong tahun yang baru?

Siap kah kita menahan terjangan waktu setahun kedepan?

Atau kita biarkan sang waktu membawa kita seperti air yang mengalir, entah mengalir ke lautan atau mengalir ke comberan.

Kandangan, 31 Desember 2016


Thursday, December 22, 2016

22nd December - Hari Ibu Nasional


Hari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya. Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebastugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya. Di Indonesia hari ini dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional.

Actually, Mother's day is everyday...
Agree?

Buat kamu yang bakal menjadi ibu dari anak-anakku, biarkan Aa yang ngerjain tugas rumah hari ini :D

Monday, December 19, 2016

KH. Idham Chalid - Pahlawan Kalsel Yang Terpampang Di Uang Baru


Pada hari Senin kemarin (19 Desember 2016), Bank Indonesia secara resmi memperkenalkan desain uang baru yang akan beredar di negara ini. Uang baru tersebut terdiri dari tujuh pecahan uang kertas dan enmpat pecahan uang logam. Berbagai foto pahlawan dari berbagai daerah Nusantara dipilih untuk menghiasi uang baru tersebut. Ada beberapa yang dipertahankan seperti warna tiap pecahan dan foto Soekarno-Hatta yang dipampang dalam uang pecahan Rp. 100.000, tetapi secara garis besar, banyak perubahan yang dilakukan BI sehingga mata uang yang sekarang mempunyai kesan yang berbeda dibandingkan dengan desain uang kita sebelum-belumnya.


Yang tak kalah menariknya dari uang baru ini adalah keputusan untuk menampilkan foto-foto pahlawan dari berbagai daerah Indonesia. Dari ujung barat Indonesia, ada Tjut Nyak Meutia, pahlawan dari tanah Aceh yang menghiasi pecahan uang Rp. 1000. Dan dari ujung timur Indonesia, Papua, ada pahlawan Frans Kaisiepo pada pecahan uang Rp. 10.000.

Lalu siapa yang mewakili pahlawan dari tanah Kalimantan?

Yang mewakilinya adalah salah seorang pahlawan nasional yang bernama Dr. KH. Idham Chalid.

Siapakah beliau?

Tak banyak memang pahlawan nasional yang secara resmi telah ditetapkan oleh pemerintah. Bahkan dari Kalimantan Selatan sendiri baru 3 orang yang diangkat namanya sebagai pahlawan nasional. Ketiga nama tersebut adalah Brigjen H. Hasan Basry, Pangeran Antasari dan yang terakhir Dr. KH. Idham Chalid.

Tidak seperti 2 nama pertama, KH. Idham Chalid cenderung tak begitu diketahui oleh khalayak banyak, bahkan oleh masyarakat Kalimantan Selatan sendiri. Tentunya dengan pemilihan beliau yang menghiasi tampilan uang pecahan Rp. 5.000, akan membuat nama beliau semakin terkenal oleh rakyat Indonesia pada umumnya dan yang terkhusus, dikenal oleh masyarakat tempat beliau berasal, Kalimantan Selatan.

KH. Idham Chalid lahir di Satui, bagian tenggara Kalimantan Selatan pada 27 Agustus 1927 silam. Beliau merupakan lulusan dari Gontor pada tahun 1943. Pada saat itu tentu saja seperti yang kita ketahui, Indonesia sedang dijajah oleh Jepang. Idham Chalid yang masih muda saat itu memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke Jakarta, dan dikarenakan kefasihannya dalam berbahasa Jepang, beliau sering kali diminta sebagai penterjemah di berbagai pertemuan.

Beliau selama dalam masa perjuangan tidak hanya aktif berjuang ke dalam badan-badan perjuangan, tetapi beliau juga tercatat pernah bergabung di Sentral Organisasi Pemberontak Indonesia Kalimantan yang dikomandoi oleh murid beliau, Brigjen H. Hasan Basry pada tahun 1947 melawan invasi tentara Belanda.

Beliau merupakan ulama NU dan pernah menjabat sebagai ketua umum PBNU dengan masa jabatan selama 28 tahun. Beliaulah yang sampai saat ini dikenal sebagai pimpinan NU dengan masa pengabdian terlama. Dikatakan, beliau juga lah yang bisa membawa NU melewati masa-masa pelik sehingga bisa membuat organisasi NU kuat seperti yang kita kenal sekarang. Beliau adalah pemimpin yang berkarakter kuat dan tidak kaku terhadap perbedaan.

Beliau sangat menerima perbedaan, selama perbedaan itu bukanlah sesuatu yang salah, masih dalam lingkup persaudaraan. Salah satu bukti ketidakkakuannya beliau tersebut, ditulis abadi dalam peristiwa ketika KH. Idham Chalid bertemu dengan Buya Hamka.


Syahdan, dulu KH. Idham Chalid (Pimpinan PBNU) pernah satu kapal dengan Buya Hamka (tokoh Muhammadiyah) dengan tujuan yang sama menuju tanah suci Makkah untuk melaksanakan ibadah haji. Tidak ada kisah istimewa dari kedua tokoh berbeda paham tersebut hingga waktu shalat Shubuh menjelang.

Di saat hendak melakukan shalat Shubuh berjamaah, KH. Idham Chalid dipersilakan maju untuk mengimami. Secara tiba-tiba, pada rakaat kedua, KH. Idham Chalid meninggalkan praktek Qunut Shubuh, padahal Qunut Shubuh bagi kalangan NU seperti suatu kewajiban. Semua makmun mengikutinya dengan patuh. Tak ada nada protes yang keluar walau ada yang mengganjal di hati.

Sehingga seusai salat Buya Hamka bertanya: “Mengapa Pak Kyai Idham Chalid tidak membaca Qunut.”

Jawab KH. Idham Chalid: “Saya tidak membaca doa Qunut karena yang menjadi makmum adalah Pak Hamka. Saya tak mau memaksa orang yang tak berqunut agar ikut berqunut.”

Keesokan harinya, pada hari kedua, Buya Hamka yang giliran mengimami shalat Shubuh berjamaah. Ketika rakaat kedua, mendadak Buya Hamka mengangkat kedua tangannya, beliau membaca doa Qunut Shubuh yang panjang dan fasih. Padahal bagi kalangan Muhammadiyah, Qunut Shubuh hampir tidak pernah diamalkan.

Seusai shalat, KH. Idham Chalid pun bertanya: “Mengapa Pak Hamka tadi membaca doa Qunut Shubuh saat mengimami salat?”

“Karena saya mengimami Pak Kyai Idham Chalid, tokoh NU yang biasa berqunut saat shalat Shubuh. Saya tak mau memaksa orang yang berqunut untuk tidak berqunut,” jawab
Buya Hamka merendah.

Akhirnya kedua ulama tersebut saling berpelukan mesra. Jamaah pun menjadi berkaca-kaca menyaksikan kejadian yang mengharukan.

------------------------------------------

Begitulah profil singkat dan kisah perjalanan hidup beliau yang sangat menginspirasi dan penuh pelajaran didalamnya. Semoga dengan terpilihnya beliau dalam desain mata uang uang baru ini tidak hanya sebagai "penghias" yang kosong maknanya. Tetapi juga sebagai sebagai pengingat akan jasa beliau sehingga kita semakin menghargai jasa dan pengorbanan beliau.

KH. Idham Chalid meninggal akibat sakit yang dideritanya. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya di Jakarta pada 11 Juli 2010 di umurnya yang ke 88 tahun.

Al-Fatihah

-------------------------------------------------

Sumber : 1 2 3

Sunday, December 18, 2016

Prestasi Menakjubkan Orang-Orang Dengan Down Syndrome


Terlahir dengan kondisi fisik dan mental yang sempurna adalah impian semua orang. Fisik yang utuh dan daya pikir yang baik tentu saja bisa menjadi senjata untuk meraih impian dan kesuksesan. Namun sayangnya tak semua manusia di dunia ini menerima anugerah yang demikian. Tak sedikit kemampuan mereka dibatasi dengan fisik yang kurang, tak jarang ada juga yang terbatas kemampuan berpikir. Akan tetapi tak semua dari mereka yang mudah mematahkan mimpi karena keterbatasannya. 

Down Syndrome atau sindrom down adalah suatu kelainan genetik yang menyebabkan keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental akibat sepasang kromosom yang tak mampu membelah. Orang dengan Down Syndrome biasanya memiliki ciri fisik yang sama seperti kepala dan hidung yang lebih kecil serta rata-rata IQ 30 saja.

Dengan modal IQ yang jauh dari rata-rata orang normal, nyatanya masih banyak diantara mereka yang memiliki prestasi menakjubkan, seperti mereka di bawah ini.

Zhou Zhou


Seorang pengidap Down Syndrome namun memiliki prestasi menakjubkan yang pertama berasal dari Negeri Tirai Bambu, Cina. Pria dengan nilai IQ 30 ini bernama Zhou-Zhou. Memiliki seorang ayah yang berprofesi sebagai pemain cello ini ternyata adalah mukjizat bagi kehidupan Zhou-Zhou. Berawal dari seringnya dia mengikuti ayah yang sedang berlatih orkestra, Zhou kecil seringkali memperhatikan orang-orang bermain musik dan menirukan gaya dirigen atau konduktor yang memimpin pertunjukan musik melalui bahasa isyarat tersebut.

Suatu kali ada seorang pelajar yang membuat film dokumenter tengah memperhatikan Zhou yang asyik menirukan gerakan konduktor secara persis. Hingga kemudian ada asisten yang bercanda mengatakan jika Zhou bisa memimpin potongan selanjutnya dari pertunjukan musik tersebut. Lantas Zhou langsung meraih tongkat dan membuat penonton tertegun karena dia bisa berhasil melaksanakannya. Pria kelahiran tahun 1978 ini saat ini berhasil menjadi konduktor untuk beberapa pertunjukan musik besar baik di Cina maupun mancanegara. Uniknya dia adalah satu-satunya konduktor di dunia yang tak bisa membaca not balok.

Noelia Garella


Setelah dari Cina, kita terbang ke Argentina untuk melihat prestasi hebat dari seorang pengidap Down Syndrome lainnya. Kali ini adalah seorang wanita cantik kelahiran 30 tahun yang lalu bernama Noelia Garella. Yup, Noelia Garella adalah seorang guru taman kanak-kanak di Argentina sekaligus satu-satunya guru TK dengan kelainan genetik tersebut. Noelia adalah sarjana di bidang ekonomi dan manajemen organisasi di bidang pariwisata yang mencintai dunia pendidikan khususnya anak-anak.

Sejak kecil impiannya adalah menjadi guru TK dan memang hobi membacakan cerita untuk mereka. Noelia sangat dicintai oleh murid-muridnya, bahkan orang tua dari muri-muridnya tak ada yang mempermasalahkan keterbatasan fisiknya ini. Sejak tahun 2012 hingga saat ini Noelia Garella masih terus menekuni profesinya tersebut. Hebatnya, Noelia selalu menjalani hidupnya layaknya orang “normal” lainnya, diapun berencana untuk menikah dengan pasangannya yang juga mengidap Down Syndrome bernama Nicolas. Cita-cita yang mulia dengan mencerdaskan anak-anak dari seorang pengidap Down Syndrome. 

Tim Harris


Beberapa waktu yang lalu sempat muncul video tentang pernyataan cinta seorang pria Down Syndrome kepada calon kekasihnya saat itu yang juga mengidap kelainan sama. Para netizen sempat geger, karena video tersebut penuh dengan suasana romantis. Ternyata pria tersebut adalah Tim Harris, pria kelahiran 1986 dengan kondisi Down Syndrome namun berhasil membangun restorannya sendiri. Yup, Harris benar-benar berhasil membuat restoran dan dinilai sebagai restoran teramah yang ada di Amerika Serikat. Prestasi Harris memang tak bisa disepelekan, dia lulus dari Eldorado High School di Albuquerque, New Mexico dengan predikat Pelajar Terbaik.

Setelah lulus, dia sempat bekerja di restoran dan membuat pendapatan di restoran tersebut meningkat pesat. Tim Harris kemudian elanjutkan pendidikan kuliahnya dan lulus di Eastern New Mexico University dengan sertifikat Food Service, Office Skills and Restaurant Hosting. Uniknya restoran ini selalu menyambut pengunjungnya dengan “pelukan”. Dengan prestasi serta keberhasilannya ini, Tim Harris sering berkeliling dunia untuk memberikan inspirasi serta semangat bagi orang-orang yang berkebutuhan khusus sepertinya juga mampu meraih kesuksesan. Tim Harris juga pernah dijamu makan malam oleh Presiden Obama dalam rangka Olimpiade Khusus di bulan Juli tahun 2014. 

Angela Covadonga Bachiller


Seorang wanita dengan keterbatasan fisiknya yakni Down Syndrome nyatanya juga mampu duduk di kursi pemerintahan dan wanita hebat tersebut ialah Angela Covadonga Bachiller. Wanita asal Spanyol ini memulai karir politiknya saat di tahun 2010 menjadi staf administrasi di kantor Balai Kota Valladolid. Sewaktu Jesus Garcia Galvan yang tak lain adalah anggota dewan di Spanyol terjerat korupsi kemudian mengundurkan diri, Bachiller mendapatkan kesempatan tersebut. Dengan dukungan dari banyak pihak termasuk Wali Kota Leon de la Riva yang telah berkuasa sejak tahun 1995, akhirnya Bachiller berhasil mendapatkan posisi sebagai dewan kota menggantikan Jesus Garcia Galvan dan dilantik pada tanggal 29 Juli 2013. 

Atas keberhasilannya ini, Bachiller menjadi wanita pertama dengan kondisi Down Syndrome yang menduduki kursi Dewan Kota dan menjadi orang kedua di wilayah Eropa setelah sebelumnya ada Stephen Green yang juga Down Syndrome dan duduk di parlemen Inggris.

----------------------------------------------

Sumber 

Baca Juga :

All About Love - Ahmad & Fatimah 

Tokoh Difabel Yang Banyak Menginspirasi Orang Didunia 

Saturday, December 10, 2016

Renungkanlah Hal Ini Ketika Akan Membuat Bantahan


Terkadang dalam membuat bantahan, seseorang berlaku melebihi batas, sehingga hasilnya bukanlah perbaikan yang dicapai namun kerusakan yang terjadi, pada dirinya sendiri atau pun pada masyarakat. 

Membantah dan menjelaskan kesalahan suatu pemahaman yang salah atau pemahaman yang menyimpang merupakan bagian dari amar ma’ruf nahi mungkar. Sehingga tujuan dari bantahan tersebut adalah untuk melakukan perbaikan di tengah masyarakat dan menjaga mereka dari kesalahan atau pemahaman yang keliru. Namun terkadang, dalam membuat bantahan, seseorang berlaku melebihi batas, sehingga hasilnya bukanlah perbaikan yang dicapai namun kerusakan yang terjadi, pada dirinya sendiri atau pun pada masyarakat.

Maka perlu diketahui ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan bersama dalam membuat bantahan :

1. Ketika akan membuat bantahan luruskan niat, bukan karena dendam atau ingin mencari popularitas

Niatkan untuk memperbaiki dan meluruskan agar pemahaman agama masyarakat tidak salah, bukan juga karena dendam dan ingin mempermalukan lawan dimuka umum dan menunjukkan dia berilmu.


Bukan juga juga ingin mencari popularitas, membantah tokoh terkenal tertentu agar namanya dikenal. Karena memang materi “bantah-membantah” adalah materi yang laris-manis.

Perhatikan bagaimana bantah-bantahan antara Nabi Syu’aib ‘alaihissalam dan kaumnya. Kaum Nabi Syu’aib mempunyai syubhat:

قَالُوا يَا شُعَيْبُ أَصَلَاتُكَ تَأْمُرُكَ أَنْ نَتْرُكَ مَا يَعْبُدُ آبَاؤُنَا أَوْ أَنْ نَفْعَلَ فِي أَمْوَالِنَا مَا نَشَاءُ إِنَّكَ لَأَنْتَ الْحَلِيمُ الرَّشِيدُ

“Mereka berkata: “Hai Syu’aib, apakah shalatmu menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal”“.

Perhatikan bantahan Nabi Syu’aib ‘alaihissalam:

قَالَ يَا قَوْمِ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كُنْتُ عَلَى بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّي وَرَزَقَنِي مِنْهُ رِزْقًا حَسَنًا وَمَا أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَى مَا أَنْهَاكُمْ عَنْهُ إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

“Syu’aib berkata: “Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan dianugerahi-Nya aku dari pada-Nya rezeki yang baik (patutkah aku menyalahi perintah-Nya)? Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.” (QS. Hud: 87-88).

Dalam ayat ini, tujuan Nabi Syu’aib dalam membantah adalah untuk melakukan ishlah (perbaikan), bukan untuk tujuan duniawi atau menjadi popularitas.
Perhatikan juga bahwa kaum muslimin itu bersaudara, jika ingin membantah dan mengkritik maka kritik dan bantahlah pendapatnya tetapi tetap hormati orangnya.

Betapa indahnya sebuah perkataan,

انتقد القول ولكن احترم القائل فـإن مهنتنا أن تقضي على المرض وليس المريض

“Kritiklah pendapatnya namun tetap hormati orangnya, karena tugas kita adalah menyingkirkan penyakit bukan menyingkirkan orangnya”.

Membantah orang kafir juga tetap dengan adab dan kata-kata yang baik, karena itulah akhlak ajaran Islam.

2. Yang membuat bantahan hendaknya sudah ahli dan berilmu

Jika tidak cukup berilmu bisa jadi ia sampai panik, karena bantahannya dibantah lagi dengan lebih ilmiah dan diapun kebingungan karena tidak cukup berilmu dalam hal ini. 


Hendaknya ketika akan membantah atau mengkritik seorang di depan umum (semisal media sosial) ia melihat kadar kemampuan dirinya.

Syaikh Muhammad Bazmul hafizhahullah menjelaskan:

من منهجهم إذا انتشرت البدعة، وكان لأصحابها شبهاً تعلقوا فيها بآيات وأحاديث، أن يهتموا بالرد والبيان، دون الدخول في القضايا العقلية البحتة، وهذا منهم لأن من وظيفة العلماء بيان القرآن والسنة وإزالة شبه الاستدلال الباطل عنهما

“Diantara manhaj para salaf, ketika tersebar suatu kebid’ahan, dan syubhat yang dibuat oleh ahlul bid’ah itu terkait dengan suatu ayat atau hadits, maka para salaf bersemangat untuk membantahnya dan menjelaskan perkaranya (dengan dalil) tidak semata-mata menggunakan argumentasi yang murni logika semata. Inilah manhajnya para ulama. Karena memang di antara tugas para ulama adalah menjelaskan Al Qur’an dan As Sunnah serta menghilangkan syubhat dalam pendalilan yang batil dari keduanya”

3. Jangan sampai “promosi gratis” yang dibantah menjadi terkenal dan tulisannya menjadi diketahui orang banyak

Sebelumnya tulisan yang berisi syubhat dan bahaya bagi umat Islam tidak diketahui orang banyak, tetapi karena dibantah, malah tulisannya jadi terkenal dan diapun jadi terkenal. Kaum muslimin tidak semuanya kokoh aqidahnya, bisa jadi sebagian mereka malah terkena “syubhat” tulisan tersebut dan lebih masuk logikanya yang awam.


Teringat kejadian seorang liberal yang membuat tulisan “aneh dan nyeleneh serta bahaya bagi aqidah umat” kemudian ia menghubungi seorang ustadz agar membantah tulisannya. Karena ia tahu, semakin banyak yang bantah, semakin terkenal tulisannya.
Ini yang disebut berbuat “aneh dan nyeleneh” agar terkenal. Orang Arab berkata:
ﺑﺎﻝ ﻓﻲ ﺯﻣﺰﻡ ﻟﻴﺸﺘﻬﺮ

“Dia mengencingi sumur Zam-zam agar terkenal”.

Syaikh Muhammad Umar Bazmul hafizhahullah menjelaskan:

أن لا يورد من الشبه إلا ما هو بين الناس، فتتكلم وتعالج الواقع، وإلا كان في ذلك المزيد من إحداث البلبلة والفتن التي لا تنبغي بين المسلمين

“Hendaknya tidak membantah syubhat kecuali yang sudah menyebar di tengah manusia. Sehingga pembicaraan anda mengenai syubhat tersebut dapat memperbaiki keadaan. Jika syubhat tersebut belum dikenal oleh manusia, justru itu akan menambah kebingungan dan fitnah (kerusakan) di tengah manusia yang semestinya tidak terjadi pada kaum Muslimin”.

4. Renungkanlah, berapa banyak yang dibantah di muka umum (semisal di media sosial) kemudian ia bertaubat?

Jawabannya: sangat sedikit.


Bahkan mungkin tidak ada. Karena memang nasehat dan memperbaiki itu hukum asalnya secara rahasia dan empat mata. Seorang ulama berkata,

ما رأيت على رجل خطأ، إلا سترته، وأحببت أن أزين أمره، وما استقبلت رجلا في وجهه بأمر يكرهه، ولكن أبين له خطأه فيما بيني وبينه، فإن قبل ذلك، وإلا تركته

“Tidaklah aku lihat kesalahan seseorang(saudara se-Islam), kecuali aku menutupinya,  aku senang untuk memperindah urusan dirinya.
Tidaklah aku menjumpai seseorang dengan hal yang dia benci di hadapannya, kecualiaku jelaskan kesalahannya (secara sembunyi-sembunyi), hanya antara aku dan dia
Jika dia menerima penjelasanku (maka itu lebih baik), dan jika dia tidak menerima ucapanku, maka aku membiarkannya” .

Jadi benar-benar harus dipertimbangkan mashalat dan mafsadat membantah di depan umum (sosmed), jika memang mashalahat maka lakukanlah disertai berdoa.

5. Bisa jadi bantahan di depan umum membuat orang awam dan kaum muslimin bingung

Tidak semua materi itu menjadi konsumsi publik dan umum. Ada beberapa hal yang harus ditahan dulu penyebarannya dan dikeluarkan secara tepat waktunya dan bijak. 


Karenanya orang yang menyampaikan semua yang didengar adalah berdusta dalam hadits. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

كَفَى بِالْمَرْء كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

“Cukuplah seseorang dikatakan berdusta bila menceritakan segala hal yang ia dengar” .

6. Membuat bantahan dan terlalu sering berbantah-bantahan akan membuat keras hati dan lalai dengan dakwah lainnya

Yang dimaksud dakwah lainnya adalah dakwah tauhid, aqidah dan akhlak kepada umat.


Allah berfirman agar kita jangan sering bantah-membantah. Allah berfirman,

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (Al-Anfal : 46)

Jika kita lihat para ulama teladan kita, mereka sangat sedikit membuat bantahan, mereka lebih sibuk menulis ilmu dan mendidik umat.

Imam Malik berkata,

المراء والجدال في العلم يذهب بنور العلم من قلب العبد. وقال إنه يقسي القلب ويورث الضغن

“Berbantah-bantahan dan perdebatan akan menghilangkan ilmu dari hati hamba. Sesungguhnya ia mengeraskan hati dan membuahkan permusuhan”.

------------------------------------------------------------
Demikianlah, hendaknya kita bijak dan benar-benar mempertimbangkan ketika akan membuat bantahan dan dipublikasikan di depan umum.