Monday, October 23, 2017

White Noise - Cara Ampuh Menenangkan Bayi


Mempunyai baby tentulah menjadi dambaan bagi setiap keluarga. Melihat wajah kecilnya, menyentuh kulit halusnya serta mendengar gelak tawanya adalah perasaan yang takkan ada duanya di dunia. Tapi sebagaimana bayi pada umumnya, tangisan menjadi hal lumrah sebagai komunikasi sang buah hati kepada kita.

Bayi lapar.... dia nangis.
Bayi pipis.... dia nangis.
Bahkan ketika kesepian... diapun juga nangis.

Tangisan bayi seperti yang diatas tentulah hal yang normal dan malah baik untuk perkembangan psikomotoriknya. Tinggal tanggulangi sebabnya, maka tangisannya pun hilang. Kita yang awalnya kelimpungan akibat tangisnya, lama kelamaan akan paham dengan maksud tangisan bayi kita. Akan tetapi kadang ada tangisan yang kita tak tahu menahu sebabnya apa. Disusuin ngga mau, digendong ngga mau. Pokoknya nangis terus dan tangisnya semakin lama semakin kencang.

Duh kita yang jadi orangtuanya pasti stress. Apalagi orangtua muda yang baru pertama kali mempunyai bayi. Stress pangkat 2.

Kondisi bayi menangis terus menerus tanpa sebab yang jelas disebut dengan Kolik. Biasanya berlangsung selama 3 jam dan berlangsung selama 3 minggu dengan intensitas kejadiannya sekitar 3 hari per minggu.

Kolik sebenarnya tidak berbahaya, dengan membaiknya fungsi pencernaan sang bayi maka Kolik pun berangsur-angsur akan hilang. Kolik pun pada umumnya tidak memerlukan perlakuan khusus dan tidak perlu dibawa ke dokter bila tidak ada gejala berbahaya.

Tapi kita sebagai orangtua mendengar tangisan sang anak....... periiihh rasanya.

Kita ngga bisa ngapa-ngapain. Hanya bisa pasrah menunggu si bayi berhenti menangis dengan sendirinya. Fase ini menjadi fase yang berat bagi setiap orangtua.


Ada satu trik khusus sebenarnya yang bisa dipakai oleh orangtua agar sang buah hati bisa berhenti dari nangis kencangnya. Yaitu metode memperdengarkan White Noise kepada bayinya. Apa itu White Noise?

White Noise sebenarnya adalah "bising" yang mengacu pada jenis gangguan acak dimana kombinasi dari semua nada yang mungkin membuat suara tunggal yang memiliki kerapatan spektral datar.

Agak sulit memang menjelaskan White Noise dalam bahasa orang awam. Secara umum bisa disebut White Noise adalah suara bising yang mempunyai efek menenangkan. Contoh suara-suaranya yang tergolong White Noise adalah suara pesawat, suara hair dryer, suara tv menyala dan suara-suara bising lainnya.

Dan ternyata White Noise cukup ampuh meredakan tangis bayi bahkan tangis terus-menerus yang disebabkan Kolik lho.

Ini aku alami sendiri. Setelah frustasi akibat tangis yang tak kunjung reda dari bayi kami, istriku kemudian mencari referensi di internet trik untuk mendiamkan tangis bayi. Ketemulah artikel tentang White Noise, dicoba deh. Karena kebetulan sumber suara yang ada di dekat adalah hair dryer, jadi dicoba deh dinyalain. Dan ajaib, Tita (nama anak kami), langsung diam :D

Waduh nak, ayah mamamu ini lho pusing 7 keliling biar kamu tenang. Dinyalain hair dryer eh malah langsung diam. Curiga nih ntar gedenya sering ke salon :D

Pertanyaannya adalah kenapa? Koq dengan suara bising malah bisa menenangkan bayi?

Berbeda dengan anggapan awam pada umumnya, kondisi tenang dan sunyi malah membuat bayi tak tenang dan membuatnya susah tidur. Sebaliknya, suara "bising" malah bisa membuat bayi terlelap.

Ternyata alasannya adalah bayi ketika masih dalam kandungan dan berada didalam air ketubannya, ia sudah bisa mendengarkan suara. Entah suara ayahnya ngaji, ibunya menyanyi ataupun suara-suara lainnya. Tapi suara yang didengar tidaklah jelas seperti apa yang kita dengar. Komunikasi yang coba kita sampaikan ke jabang bayi, didengarnya seperti suara bising dan suara bisingnya sangat mirip dengan White Noise.

Nah dengan memperdengarkan suara White Noise, si bayi merasa nyaman dan aman sebagaimana ketika ia ketika masih didalam kandungan. Karenanya dengan mendengar suara "bising" tersebut, si bayi malah lebih mudah tidur.


Apakah efektif?
Well aku akan bilang cara ini bekerja 60% efektif dalam usaha menenangkan bayi. Tidak selalu tapi cukup membantu.

Yang pasti perhatikan volume suaranya, jangan terlalu kencang. Takutnya timbul ada gangguan pada telinga bayi. Intinya sih jangan terlalu mengandalkan White Noise. Cobalah terlebih dahulu mendiamkan bayi dengan cara konvensional dan baru cobalah gunakan White Noise sebagai cara terakhir. Dan yang pasti, cobalah terlebih dahulu mencari sumber tangisan bayi kita. Mungkin si bayi hanya perlu pelukan hangat dari kita :)

Yups, semangat mencoba ya pahmud-mahmud :)

----------------------------------

Sumber : 1 2