Tuesday, July 28, 2015

Taktik Perang Paling Jenius Kaum Muslim (Bag. 1)


Islam secara etimologi berarti selamat, tunduk dan damai. Sejak awal Islam mengajarkan kepada umatnya tentang kasih sayang dan perdamaian pada segenap umat manusia tanpa membedakan satu dengan lainnya. Oleh karenanya tatkala Kaum Muslim pada masa awal kemunculan Islam diperlakukan sewenang-wenang oleh Kaum Kafir, Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengadakan pembalasan dan hanya meminta Kaum Muslim untuk bersabar menghadapinya. Beberapa waktu lamanya, baru kemudian turun petunjuk dari Allah SWT yang menyatakan bahwa Kaum Muslim boleh membela diri setiap kali diserang.

Dari sejak itulah banyak perang yang harus dilalui oleh Kaum Muslim. Banyak korban, darah dan harta yang terengut dari perang-perang itu. Tapi dari sana pulalah muncul mujahid-mujahid yang luar biasa, panglima-panglima perang yang hebat dan prajurit-prajurit setia bermunculan. Dan dari sana pulalah berbagai taktik-taktik perang yang amat jenius bermunculan, yang menginspirasi dan mengobarkan semangat kita terhadap dakwah Islam.

Berikut beberapa taktik perang paling jenius dari Kaum Muslim yang coba ku rangkum. Dari zaman Rasulullah SAW sampai zaman kekhilafahan terakhir. Walau hanya sedikit yang bisa ku tulis tapi semoga ini membawa manfaat bagi kita.

1. Perang Khandaq - 627 Masehi

 
Perang Khandaq adalah perang umat Islam melawan pasukan gabungan dari bangsa Quraisy, Yahudi dan Gatafan, oleh karenanya Perang Khandaq juga disebut dengan Perang Ahzab (gabungan). Awal mula dari perang ini adalah ketidakpuasan bangsa Yahudi dari Bani Nadir dan Bani Wa'il akan keputusan Rasulullah yang menempatkan mereka di luar dari kota Madinah. Kedua suku tersebut pun bertemu dengan suku Quraisy dan bersiasat untuk menggabungkan diri melawan Kaum Muslim. Pasukan gabungan ini berjumlah 10.000 pasukan dengan rincian 4.000 orang dari suku Quraisy, 6.000 orang dari suku Gatafan dan bangsa Yahudi sebagai pendukung. Adapun yang ditunjuk menjadi pimpinannya adalah Abu Sufyan bin Harb yang merupakan salah satu tokoh Quraisy paling gigih memusuhi Kaum Muslim saat itu.

Mengetahui jumlah pasukan musuh yang sedemikian banyak, timbul kekuatiran dari kubu Kaum Muslim. Untuk meredakan kekuatiran tersebut, Rasulullah SAW pun meresponnya dengan mengadakan musyawarah untuk mengatur strategi melawan pasukan gabungan tersebut. Adalah Salman Al Farisi yang kemudian menyarankan membuat parit yang besar (khandaq) disekeliling Kota Madinah untuk menghadang laju ribuan tentara Kaum Kafir. Saran tersebut pun disetujui oleh Rasulullah SAW selaku panglima perang tertinggi.

Dalam realisasinya, baginda Rasulullah SAW turut serta dalam pembangunan parit tersebut. Pada saat itu Madinah sedang mengalami musim dingin dan persediaan makanan pun tipis. Bahkan diriwayatkan pada saat penggalian parit, Rasulullah SAW harus mengikat perutnya dengan 2 batu agar rasa lapar yang hinggap bisa diabaikan. Setelah kerja keras selama 10 hari (ada pula yang menyebutkan 6 hari), parit yang diinginkan pun selesai dengan panjang 5.544 meter, lebar 4,62 meter dan dengan kedalaman 3,2 meter.

 

Beberapa hari kemudian tibalah pasukan gabungan Kaum Kafir tapi tak ada satupun dari mereka yang menduga bahwa didepan mereka telah menghadang parit yang memanjang dari utara hingga selatan kota Madinah. Ketika kedua pasukan tersebut bertemu, maka pertempuran terbuka yang diharapkan oleh pihak musuhpun tak bisa dilakukan. Pertempuran hanya bisa dilakukan dengan memanah. Suatu kondisi yang merugikan pihak penyerang (Kaum Kafir) dan menguntungkan bagi pihak yang bertahan (Kaum Muslim).

Rasulullah SAW yang memantau dari Gunung Sal'a memanjatkan doa agar Kaum Muslim dimenangkan dalam perang ini. Allah SWT pun mengabulkan doa Rasulullah SAW, memenangkan Kaum Muslim dengan menurunkan tentara malaikat-Nya dan angin kencang yang memporak porandakan bala tentara musuh.

2. Perang Mut'ah - 629 Masehi



Perang Mut'ah merupakan salah satu perang terbesar yang pernah dihadapi Kaum Muslim di zaman Rasulullah SAW, dimana Kaum Muslim yang berjumlah 3.000 prajurit melawan 200.000 pasukan Romawi. Bisa dibilang saat itu setiap 1 orang Muslim harus berhadapan dengan 66 tentara Romawi.

Asal muasal terjadinya perang ini terjadi tatkala perwakilan Nabi Muhammad SAW, yaitu Harits bin Umair Ra, dibunuh secara keji oleh bangsa Romawi ketika diutus menyampaikan surat kepada penguasa Bushra. Pembunuhan itu secara tidak langsung adalah pernyataan perang dari bangsa Romawi karena adat dari zaman dulu sampai sekarang menyatakan bahwa setiap utusan yang datang ke suatu wilayah dilarang untuk dilukai apalagi dibunuh.

Rasulullah SAW dalam menghadapi gelombang kekuatan pihak musuh, menunjuk 3 orang dalam memimpin pasukan Kaum Muslim. Beliau memerintahkan Zaid bin Haritsah Ra untuk memimpin pertama, apalagi ia gugur maka yang menggantikannya adalah Ja'far bin Abi Thalib Ra, dan apabila ia pun gugur maka yang mengambil komando adalah Abdullah bin Rawahah Ra. Strategi perang pun disiapkan dengan membagi pasukan menjadi 5 bagian; pasukan depan, belakang, kiri, kanan dan pasukan ditengah sebagai pusatnya.

Maka perang akbar ini pun dimulai. Ribuan Kaum Muslim melawan ratusan ribu Kaum Kafir. Menang atau syahid. Begitulah yang ada dalam setiap benak Kaum Muslim yang berangkat ke medan perang, di daerah Mut'ah yaitu suatu kampung disebelah timur sungai Yordania.

Perang berlangsung secara dahsyat dan sengit. Ditengah peperangan itu bangsa Romawi berhasil membunuh Zaid Ra, dan seperti yang sudah disabdakan oleh Rasulullah, panglima perang diganti oleh Ja'far Ra, kemudian beliau pun mati syahid pula dan digantikan oleh Abdullah Ra. Beliau pun juga akhirnya menyusul syahid. Panji Rasulullah sempat terlepas dari genggaman Abdullah bin Rawahah Ra, tapi sebelum panji itu menyentuh tanah, sang pahlawan Khalid bin Walid, berhasil menggenggamnya. Dan disinilah kisah kehebatan dari Sang Pedang Allah yang termasyur dimulai.


Khalid Ra, yang diamanahkan memimpin pasukan Muslim, mengatur siasat baru. Beliau mengubah posisi seluruh pasukannya. Yang tadinya berada didepan menjadi kebelakang, yang berada dikiri diubah menuju kekanan. Awalnya terlihat seperti sebuah kekacauan dalam barisan pasukan tapi sesungguhnya ini layaknya seperti air yang bergelombang kecil yang kemudian berubah menjadi layaknya ombak dalam badai. Pasukan Romawi pun menjadi gentar melihatnya.

Angin kemenangan mulai mengarah kepada Kaum Muslim. Khalid Ra menilai bahwa saat itu bangsa Romawi berada dalam kondisi yang ketakutan dan bukan menjadi ancaman lagi bagi pasukannya. Beliau pun sedikit demi sedikit menarik pasukannya menuju Madinah. Bangsa Romawi sendiri tak lagi berani mengejar Kaum Muslim karena mereka sadar bila mereka mengejar maka mereka akan sampai di padang pasir yang terbuka dan itu merupakan tempat yang sangat mereka hindari untuk berperang. Bangsa Romawi akhirnya mundur kembali ke wilayah mereka.

Pilihan Khalid Ra akhirnya membawa kemenangan bagi Kaum Muslim dan dapat meminimalkan korban perang dan kerugian yang diterima. Diriwayatkan bahwa hanya 12 orang dari pasukan Kaum Muslim yang syahid dalam perang tersebut. Sedangkan tidak diketahui pasti berapa orang dari bangsa Romawi yang tewas dimedan perang.

3. Fathu Mekkah - 630 Masehi


Fathu Mekkah artinya pembebasan kota Mekkah dari negeri Kafir menjadi negeri Islam. Dengan adanya peristiwa ini, maka lepas lah belenggu kekufuran dengan segala kesombongan menuju era dimana kota ini tunduk akan ketaatan kepada Allah SWT.

Adapun peristiwa Fathu Mekkah terjadi pada bulan Ramadhan di tahun kedelapan Hijriah. Peristiwa ini bermula suku Bakr yang menyerang suku Khuza'ah secara sepihak. Penyerangan ini pun menandai berakhirnya Perjanjian Hudaibiyah yang disepakati oleh Kaum Muslim dengan Kaum Musyirikin pada tahun keenam Hijriah silam. Pengkhianatan terhadap Perjanjian Hudaibiyah ini mendorong Rasulullah SAW untuk menghentikan segala kekejian Kaum Kafir yang selama ini terjadi. Untuk itulah Nabi Muhammad SAW menyiapkan armada perang Kaum Muslim untuk bergerak menuju pembebasan kota Mekkah.

Saat itu telah terkumpul 10.000 pasukan dari Kaum Anshor dan Kaum Muhajirin serta kabilah-kabilah yang berada didekat kota Madinah. Jumlah ini merupakan buah kemenangan yang selama ini didapat Kaum Muslim. Bila kita perhatikan bahwa perang-perang terdahulu jumlah pasukan Kaum Muslim hanya berkisar ribuan, bahkan hanya ratusan, dan pada saat Pembebasan Kota Mekkah inilah jumlah pasukan Muslim menyentuh angka puluhan ribu.

Penyerangan ini sangat dirahasiakan oleh Rasulullah SAW karena beliau menginginkan penduduk Mekkah menyerah tanpa harus terjadi pertumpahan darah. Agar misi ini tetap terjaga rahasianya, maka Rasulullah SAW membuat pengalih perhatian dengan mengirimkan 80 orang untuk menuju perkampungan di antara Dzu Khasyab dan Dzu Marwah sehingga tidak ada satupun penduduk Mekkah yang mengira akan datang pasukan Muslim menuju kota mereka. Dalam perjalanan menuju Mekkah, banyak diantara pemimpin Kaum Quraisy yang bertemu dengan Rasulullah SAW dan menyatakan ke-Islam-an mereka. Dengan masuknya mereka dalam Islam semakin memudahkan penaklukan Mekkah.

Akhirnya tibalah pasukan Muslim dipintu gerbang pembebasan mereka terhadap kota Mekkah. Sebelum sampai kota, Rasulullah membagi pasukan, Khalid bin Walid Ra ditempatkan untuk memimpin pasukan di bagian sayap kanan, sementara di sayap kanan dipimpin oleh Zubair bin Awwam Ra sambil memegang panji Nabi SAW.


Penduduk kota Mekkah tertunduk ketakutan ketika melihat begitu banyaknya pasukan Muslim yang datang. Mereka berpikir bakal terjadi pembantaian karena tak ada satupun penduduk Mekkah yang mengira akan ada penyerangan dari Kaum Muslim. Tapi tujuan dari Rasulullah SAW dan Kaum Muslim bukanlah pembantaian tapi adalah pembebasan, sehingga sebelum sampai tapak kaki kuda Rasulullah di tanah Mekkah, beliau mengumumkan bahwa siapapun yang masuk ke dalam masjid, ke rumah Abu Sufyan atau siapapun yang berada dirumah mereka sembari menutup pintu maka ia aman.

Kemudian Rasulullah memasuki Kota Mekkah, menghapus semua gambar yang ada, menghancurkan semua berhala yang berada disekitar Mekkah dan menyatakan Kota Mekkah adalah kota yang haram bagi siapapun yang kafir terhadap Allah SWT dan rasul-Nya.

Tak ada satupun korban yang gugur pada hari itu. Sungguh panglima perang yang hebat bukanlah orang yang berhasil membantai banyak musuhnya, akan tetapi panglima perang yang hebat adalah orang yang berhasil membawa pasukannya menaklukan sang musuh tanpa harus ada darah yang mengalir karenanya.

4. Perang Yarmuk - 636 Masehi



Perang Yarmuk adalah perang yang terjadi antara Kaum Muslim dengan Negara Adidaya pada era itu, Byzantium/Romawi, yang terjadi pada masa kekhilafahan Umar bin Khattab Ra. Perang ini merupakan tonggak baru bukan saja dalam sejarah Islam tapi juga sejarah dunia karena perang ini menyebabkan kembalinya Damaskus serta takluknya Palestina, Suriah dan Mesopotamia ke dalam genggaman Islam yang membuat syiar Islam semakin pesat.

Pada saat kejadian perang tersebut, pasukan Islam yang berjumlah sekitar 45.000 pasukan, dikomandoi oleh Khalid bin Walid Ra, sedangkan musuh mereka para tentara Romawi mempersiapkan diri dengan membawa tentara yang berasal dari tentara Romawi, Armenia, Slavia, bala bantuan dari Arab Kristen Ghassanid, serta pasukan biasa dari Romawi Timur. Jumlah gabungan dari kekaisaran ini menyentuh angka 240.000 pasukan dan dipimpin langsung oleh raja mereka, Heraklius. Tapi tak ada gentar sedikitpun baik dalam diri Khalid Ra ataupun dalam setiap Muslim yang mengangkat senjata dan mengumandangkan takbir dalam perang tersebut.

Khalid Ra sebagai komando perang kembali lagi menunjukkan kecerdasannya dalam mengatur siasat perang. Strategi perang yang digunakan Khalid Ra adalah dengan membagi pasukan Muslim menjadi 40 kontingen sehingga menimbulkan efek gelombang pasukan yang lebih efektif dalam menghadapi musuh yang jumlahnya jauh lebih besar, pembagian pasukan ini juga membuat pasukan Muslim yang jumlahnya sedikit terkesan lebih banyak dimata musuh mereka.

Sedangkan pasukan Romawi juga tak kalah cerdasnya dalam membangun strategi perang mereka. Dibawah para komandan perang mereka, bangsa Romawi membagi pasukan mereka menjadi 3 bagian. Bagian pertama terdiri dari laskar yang berjalan kaki, bagian kedua adalah pasukan berkuda dan bagian belakang diisi oleh pasukan bergajah. Pasukan Romawi juga menggunakan strategi mereka yang paling termasyur dan ditakuti, Formasi Perang Kura-Kura (Tetsudo). 



Adu taktik pun terjadi. Tapi kilau pedang Khalid Ra belum ada yang bisa menandinginya dimedan perang. Berkat kegigihan dan kecerdasannya dalam menyusun pasukan, pasukan Muslim yang jumlahnya jauh lebih sedikit dapat memukul mundur pasukan musuh. Kehebatannya pun membuat semua orang terkagum-kagum, tak terkecuali oleh salah satu komandan perang Romawi, Gregious Theodore. Bahkan ketika jeda peperangan, sang komandan Gregious Theodore ini sempat mengundang Khalid Ra ketempat istirahatnya dan berdiskusi. Dan hasil dari diskusi sesama ksatria tersebut membuat Gregious Theodore masuk ke dalam Islam. Gregious Theodore kemudian berbalik mendukung Islam dan syahid dalam peperangan ini.

Perang ini merupakan salah satu perang terepik dalam sejarah Islam. Banyak kisah heroik terkandung didalamnya. Banyak pula para pahlawan yang muncul ke permukaan. Sebutlah Asma bin Yazid bin As Sakan, seorang perempuan yang bertugas dalam hal logistik dan medis tapi dapat membunuh 9 orang tentara Romawi hanya dengan tongkat tenda!!!

Atau juga kisah heroik dari Ikrimah bin Abu Jahal. Orang yang dulunya mengabdi kepada berhala Latta dan 'Uzza sekarang berjihad dijalan Allah SWT. Ikrimah pada perang ini gugur sebagai syuhada dengan luka yang tak kurang dari 70 tikaman pedang, tombak dan panah setelah berjuang dengan segenap jiwa.

Akhirnya perang ini pun dimenangkan oleh Kaum Muslimin dan membuat pasukan Heraklius mundur sampai ke Konstantinopel. Ditengah jumlah yang lebih sedikit dan peralatan perang yang kalah hebat, Kaum Muslim membuktikan bahwa tak ada pedang yang lebih tajam dan kemenangan yang lebih hebat selain karena kekuasaan Allah SWT.

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Selanjutnya Taktik Perang Paling Jenius Kaum Muslim Bagian Kedua


Sumber : 1 2 3 4

0 comments:

Post a Comment