Tuesday, August 29, 2017

Mengenal Saracen yang ASLI!


Kita mengenal kata Saracen dari sumber yang berbeda. Ada yang mengetahuinya memang karena pernah membacanya dalam literatur sejarah, ada juga mengetahuinya dari berita-berita yang akhir-akhir ini lagi hangat, tapi ada juga yang mengetahuinya dari game.

Pemain Age of Empire II langsung mangut-mangut :D

Sebenarnya untuk mengenal Saracen yang asli, maka kita harus memutar waktu ke Abad Pertengahan (5 M - 15 M) dimana Perang Salib saat itu sedang berkobar.

Saracen menurut Wikipedia adalah istilah yang digunakan oleh orang Kristen Eropa terutama pada Abad Pertengahan untuk merujuk kepada orang yang memeluk agama Islam. Perlu diketahui terlebih dahulu, sebelum Abad 17 M, orang-orang Eropa belum mengenal kata Muslim, sehingga Saracen dipakai untuk menyebut orang-orang yang mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW, seperti yang ditulis Simon Ockley dalam bukunya yang berjudul The History of Saracens (1711 dan 1718).

Memang ada juga yang mengatakan Saracen berasal dari Bahasa Yunani (Σαρακηνός), yang diduga berasal dari bahasa Arab شرقيين syarqiyyin ("orang-orang timur"), namun dugaan ini tidak memilik dasar yang kuat.

Sebenarnya sejarah singkat lahirnya kata Saracen bila merujuk dalam literatur sejarah, lahir jauh sebelum datangnya Islam. Kata ini merujuk kepada kelompok Barbarian yang mendiami jazirah Arab waktu itu. Saracen juga diduga berasal dari akar kata bahasa Semit yang artinya perampok, penjarah atau pencuri. Orang Yunani menyebut mereka sebagai Sarakenoi. Kata ini sudah umum digunakan untuk menyebut kelompok nomaden padang pasir yang suka merampok dan berperang.


Sesudah datangnya Islam, sebagian besar penduduk Jazirah Arab memeluk Islam akan tetapi panggilan kepada mereka tidak berubah yakni orang Sarakenoi. Orang-orang Islam yang berasal dari Afrika Utara juga disebut dengan Saracen selain penggunaaan istilah kata Moron. Saracen kemudian menjadi istilah umum dikalangan bangsa Kristen Eropa untuk menyebut orang-orang Islam di masa  perang salib.


Memang orang-orang Eropa sering suka-suka hati nyebut suatu nama. Ibnu Sina disebut Avicenna lah, Salahuddin disebut Saladin lah, Khilafah Ustmani disebut Chaliph Ottoman lah. Beda lidah sih sebenarnya.

Tapi kata Saracen menurut beberapa literatur disebutkan bahwa penggunaannya disebarluaskan oleh Kristen Eropa di abad pertengahan untuk menyebut orang-orang yang memeluk Islam sebagai bentuk diskriminasi keyakinan dan warna kulit.

Nah memang awalnya Saracen lebih ditujukan kepada ejekan. Tapi karena kehebatan ksatria-ksatria Muslim di Abad Pertengahan dalam berperang, Saracen menjadi kata yang menakutkan bagi musuh-musuhnya. Kita mengenal pemimpin besar si Singa Padang Pasir Salahuddin Al Ayubi yang membawa ksatria-ksatria Saracen ke dalam masa-masa emas perjuangannya. Siapa yang tak segan dengan beliau. Musuh pun menaruh hormat dengannya dan kepemimpinannya

(Salahuddin Al Ayubi versi film Kingdom of Heaven)

Intinya Saracen itu keren.
Saracen itu simbol keberanian dan perjuangan.
Kekuatannya diakui sebagai salah satu simbol yang lekat dengan kekuatan Islam.
Saracen adalah ksatria.

Tapi apabila zaman sekarang Saracen dikenal sebagai grup kumpulan orang-orang tukang fitnah dan SARA, maka LAWAN !!!!
Kenalkan pada orang-orang arti Saracen yang sebenarnya.
Jangan sampai kata ini rusak karena orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang hanya mengikuti hawa nafsunya belaka.

Wassalam

--------------------------------------------

Sumber : 1 2   

Sunday, August 20, 2017

Review Comic - The Promised Neverland


Status : On Going
Warning : Spoiler (sangat) ringan

Berawal dari manga One Piece chapter 866-867 yang berkisah tentang masa kecil Big Mom di panti asuhan bernama Sheep's House dengan Mother Caramel sebagai empunya. Awalnya tak ada yang mencurigai panti asuhan tersebut, suasana kehangatan kekeluargaan tergambar dalam keseharian para anak-anak panti, sampai pada akhirnya diketahui bahwa Mother Caramel mempunyai alias lain yang dikenal sebagai penjual anak-anak yatim, Mountain Witch. Peran ibu yang penyayang dan pengertian hanyalah kedok sang Mother Caramel untuk menyembunyikan kekejamannya dalam memperdagangkan anak-anak.

Para penggemar One Piece seantero dunia pun ramai membahas chapter-chapter dengan plot twist terkelam dalam sejarah One Piece ini, para reviewer pun asyik membahasnya, tapi ada satu hal yang sama dalam hal pembahasan mereka. Apapun pembahasan mereka maka selalu saja ada yang mengatakan kedua chapter tersebut mengingatkan mereka pada salah satu manga baru yang berjudul The Promised Neverland.

Aku yang tak pernah mendengar apalagi membaca manga tersebut pun langsung saja tertarik membacanya. Dan...... damnnnnn !!!!!!
The Promised Neverland benar-benar manga bagus yang menjanjikan.

-----------------------------------------------------

Kisah konspirasi dalam dunia panti asuhan yang menyenangkan


Manga keluaran terbaru dari Shonen Jump ini membawakan atmosfer yang berbeda bila dibandingkan dengan manga-manga keluaran lainnya. Tidak seperti manga lainnya yang fun dan ringan seperti One Piece, Naruto atau Haikyuu, The Promised Neverland membawakan atmosfer yang gelap dengan segala misteri didalamnya.

Jangan tertipu dengan kisah-kisah diawal yang mengambarkan begitu bahagianya anak-anak panti asuhan Grace Filed House. Memang mereka terlihat bahagia, makanan enak yang melimpah dan kasur yang empuk. Kebahagian mereka pun bertambah karena sosok sang "Mama" pengasuh mereka adalah seseorang yang ramah dan penyayang kepada semua anak.

Akan tetapi ada sesuatu yang aneh dan ganjil dalam suasana panti tersebut.

Mengapa mereka harus rutin ujian, mengapa dileher mereka ada nomor identifikasi, mengapa mereka tidak pernah bisa melihat dunia luar, mengapa mereka yang katanya diadopsi dan keluar panti tapi tidak pernah memberikan kabar ke teman-temannya yang ada di panti, adalah segelintir pertanyaan yang akan membuat kita berpikir : ada sesuatu yang salah dengan panti asuhan ini.

Semua pertanyaan tersebut akan terjawab sedikit demi sedikit ketia 2 tokoh utama manga ini, Emma dan Norman, menemukan fakta menakutkan dibalik kebahagian yang selama ini mereka rasakan.

Tak ada cara lain, demi keselamatan hidup, mereka semua harus kabur dari panti tersebut !!!


Sampai tulisan ini dibuat, paling tidak ada 51 chapter yang sudah terbit. Sayangnya memang di Indonesia, manga ini belum terbit sehingga cara satu-satunya membaca manga ini dengan terjemahan bahasa Indonesia hanya di web-web penyedia manga ilegal.

Melihat world building-nya yang menjanjikan dan dengan misteri-misteri yang bukannya berkurang tapi malah semakin bertambah disetiap chapternya, maka semoga saja The Promised Neverland ini segera terbit di Indonesia.

Sekian.



Saturday, August 19, 2017

Yang Bisa Kamu Beli Dengan Uang 222 Juta Euro


Mimpi punya uang 222 Juta Euro atau sekitar 3,4 Triliun Rupiah?
Mimpinya jangan nanggung-nanggung bro, sekalian aja mimpiin apa-apa yang yang bisa kamu beli dengan duit sebanyak itu.

Siap mimpiinnya :D
Berikut yang bisa kamu beli dengan uang 222 Juta Euro

-------------------------------------

 1 Orang Neymar Jr

Memecahkan rekor transfer dunia, harga 1 orang Neymar Jr adalah 222 Juta Euro.


Bikin Film Avenger

Biaya produksi film Avenger ditaksir sekitar 170 Juta Euro doank.


2 Buah F-22 Raptor

Pesawat siluman canggih buatan Amerika Serikat dihargai 102 Juta Euro per unitnya.


Beli Pulau D'arros Island dan Necker Island

Harganya cuma 1,2 Triliun dan 1,3 Triliun doang kok.


3 Buah Pesawat Mewah Boeing 737-700

Enak kali ya kemana-mana pakai pesawat seharga Rp. 1,09 Triliun gini.


34 Buah Tank Termahal Di Dunia

Harga tank termahal didunia jenis MBT K2 Black Panther cuma 100 milyar rupiah doank sob.


53 Buah Koenigsegg

Dengan 3,4 triliun rupiah, kita bisa beli 53 buah Koenigsegg yang seharga 64 milyar per unitnya.


850 Jembatan Gantung

Maka teratasilah sedikit permasalahan desa tertinggal dan terpencil di negara kita.


4500 Lebih RPTRA

Dengan biaya pembangunan disekitaran 750 Juta Rupiah, lihatlah berapa banyak yang bisa dibangun dengan uang 222 Juta Euro.


6000 Lebih Gedung Sekolah

Dengan biaya pembangunan gedung dipukul rata 560 Juta, maka bisa didapat 6000 lebih gedung sekolah yang dibangun diberbagai wilayah Indonesia.


24.000 Rumah Bersubsidi

Biaya subsidi rumah di Jabodetabek sekitar 141 Juta Rupiah.


Bayarin Potong Rambut Orang Se-Jawa..... 2 Kali!!!

Dengan asumsi jumlah populasi Pulau Jawa sebesar 141 Juta jiwa dan harga potong rambut Rp. 10.000, maka tiap-tiap orang bisa potong rambut sebanyak 2 kali. Uedan.

---------------------------------------

Atau bisa juga disumbangkan untuk mereka yang membutuhkan.
Ya terserah deh, kan namanya juga mimpi :D

Diolah dari berbagai sumber

Thursday, August 17, 2017

Dirgahayu Indonesia 72 - Kerja Bersama, Bersama Kerja



P R O K L A M A S I

 Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
 Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
 dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
 Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
 Atas nama bangsa Indonesia.
 Soekarno/Hatta.


KERJA (IKHLAS).. KERJA (CERDAS).. KERJA (TUNTAS)..



Tuesday, August 15, 2017

Negara Dengan Cuti Melahirkan Terbaik - Indonesia Bukan?


Setiap orangtua pasti mendambakan hadirnya sang buah hati dalam kehidupan mereka. Akan tetapi dengan adanya anak dalam rumah tangga, pastilah akan mengubah pola kehidupan dan kebiasaan sebuah rumah tangga. Dari awal kehamilan, kelahiran sampai dengan tumbuh kembang sang anak akan membuat kesibukan tersendiri bagi ayah bundanya. Tak jarang malah waktu untuk sang anak di awal-awal kehidupannya.

Bagi sang bunda, terutama bagi mereka yang bekerja, tentu menjadi dilema. Tugas utama sebagai ibu tentu saja harus dipenuhi, sekaligus juga disaat bersamaan tidak memungkinkan bagi dia untuk meninggalkan pekerjaannya. Untuk itulah sebuah negara atau perusahaan tempat ia bekerja memberikan fasilitas cuti melahirkan, dimana sang ibu bisa cuti dari pekerjaannya dalam waktu yang dirasa cukup untuk menemani sang buah hati dalam masa-masa awal kehidupannya.

Setiap negara mempunyai peraturannya sendiri terkait cuti melahirkan. Yang manakah yang terbaik?
Berikut daftarnya :

1. Inggris Raya


Durasi 52 minggu atau setara 1 tahun dengan gaji 90%.
Uniknya adalah hak cuti bukan saja untuk istri, sang suami pun bisa mendapatkan hak cuti melahirkan. Tentu saja pasangan suami istri tersebut membagi jatahnya untuk cuti melahirkan yang bisa didapatkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

2. Denmark


Durasi 52 minggu (1 tahun) dengan gaji 100%.
Sebagai salah satu negara paling bahagia di dunia, Denmark sangat memperhatikan hak cuti melahirkan bagi warganya. Selain memberikan gaji 100% selama masa cuti, bagi ibu-ibu yang telah bekerja juga bisa menitipkan anaknya ke baby daycare secara gratis.

3. Serbia


Durasi 52 minggu (1 tahun) dengan gaji 100%.
Walau menurut data hanya sekitar 38,3% wanita Serbia yang bekerja diluar rumah, akan tetapi fasilitas yang diberikan negara terkait cuti melahirkan tetaplah memuaskan. 

4. Jerman


Durasi 12 - 14 bulan sampai anak berusia 3 tahun.
Besarnya gaji yang didapatkan memang hanya 65% dari pendapatan bersihnya, akan tetapi bisa mendapatkan gaji full apabila bekerja hanya dengan 30 jam perminggu. Hak cuti melahirkan bahkan masih bisa didapatkan sampai dengan anak berusia 8 tahun.

5. Swedia


Durasi 480 hari (sekitar 1 tahun 4 bulan) dengan gaji 80%.
Selain waktu cuti yang terlama didunia, Swedia juga menambahkan hak cuti bagi sang ayah selama 2 bulan. Jatahnya pun bisa diambil kapanpun hingga 8 tahun usia si anak. Kurang baik apa coba.

------------------------------------------

Memang negara-negara di Eropa lebih terlihat peduli terhadap hak seorang perempuan dalam mengasuh anaknya di masa-masa awal tumbuh kembangnya dengan pemberian hak cuti melahirkan yang lama. Sayangnya memang standar tersebut tidak diikuti oleh banyak negara, bahkan Amerika Serikat pun tergolong negara yang buruk dalam memberikan hak cuti melahirkan bagi pegawainya. Termasuk juga negara-negara Asia yang hanya memberikan sekitar 3-6 bulan (bahkan kurang!) untuk cuti melahirkan.

Lalu bagaimana dengan Indonesia?
Sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan pasal 82 tahun 2013 tentang Cuti Melahirkan, ditetapkanlah  durasi lamanya cuti melahirkan sebanyak 3 bulan dengan pembagian 1,5 bulan sebelum melahirkan dan 1,5 bulan setelah melahirkan.

Ini tentu saja sangat-sangat kurang dan boleh dibilang memprihatinkan.
Waktu 3 bulan untuk cuti melahirkan tentu akan menyulitkan si ibu dalam memberikan perlukan khusus yang diperlukan dalam masa-masa periode emas sang anak (Golden Periode). Contohnya adalah bagaimana sang ibu bisa memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan sedangkan cuti hanya sekitar 3 bulan? Butuh perjuangan bagi sang ibu, terlebih lagi dengan kurangnya Pojok Laktasi ditempat-tempat kerja dibeberapa wilayah Indonesia.

Ini harusnya menjadi perhatian pemerintah. Bukankah hak cuti yang cukup sangat dibutuhkan demi pemberian laktasi, gizi dan perhatian dari sang ibu kepada buah hatinya?
Bukankah dengan cukupnya pemberian laktasi, gizi dan perhatian dari sang ibu akan membuat generasi yang baru menjadi lebih kuat baik fisik maupun mentalnya?

Untunglah beberapa perusahaan besar di Indonesia tidak terpaku dengan peraturan pemerintah tersebut. Contoh saja istri saya yang bekerja di salah satu perusahaan susu terbesar di Indonesia. Perusahaan tersebut memberikan hak cuti melahirkan hingga 6 bulan lamanya. Tak selama di negara-negara Eropa memang, tapi jangka waktu 6 bulan ini tentu lebih baik dibandingkan hanya 3 bulan. Paling tidak hak anak untuk ASI Ekslusif bisa dipenuhi dengan lebih mudah.


Bagaimanapun cuti 3 bulan (dengan 1,5 bulan setelah melahirkan) dinilai sangat-sangat kurang. Semoga saja para pengempu kebijakan di negara kita ini bisa lebih memikirkan tentang tumbuh kembang generasi-generasi muda penerus negara ini dengan lebih baik.

Cuti melahirkan bukan saja hak pegawai perempuan, tapi juga hak anak yang bersangkutan.

Sekian.

--------------------------------------

Sumber : 1 2 3

Sunday, August 13, 2017

Review Film - Spiderman : Homecoming (2017)


Spoiler Alert!!!

Sebagai anak yang lahir di era 90'an, aku merasa benar-benar beruntung. Lahir dengan masa muda yang belum mengenal gadget, berbagai film kartun di setiap hari minggu, dan keseruan lainnya yang tidak didapatkan oleh mereka yang lahir di era 2000'an. Anak-anak 90'an memang unik, mereka lahir dimana surat-suratan masih ada dan tumbuh dewasa ketika email sudah tercipta atau melewati fase dimana kita bersedih ketika Taichi bersama Agumun berpisah dan kemudian excited ketika bertemu kembali di tahun 2016

Lahir di 90'an itu seru dan. hal seru yang didapatkan oleh anak 90'an lainnya adalah : mereka melewati 3 masa film Spiderman.

Spiderman-nya Tobey Maguire, Spiderman-nya Andrew Garfield dan Spiderman-nya Tom Holland.


Amazing.
Tiga aktor ini memberikan warna tersendiri kepada tokoh Peter Parker dan si friendly-neighborhood-superhero Spiderman. Masing-masing era punya kelebihannya, dan juga kelemahan pastinya. Siapa yang terbaik tentu tergantung siapa yang menilai. Tapi bagi penggemar kedua series Spiderman sebelumnya? Tentu mereka akan menyukai film Spiderman : Homecoming :D

---------------------------------------

Banyak hal menarik dari film terbaru Spiderman ini, yang pertama tentu saja pemilihan judul. Homecoming yang berarti reuni atau kepulangan, semacam ingin menunjukkan ucapan selamat kepada superhero paling terkenal didunia atas kembalinya ia ke jagat Marvel Cinematic Universe (MCU). Seperti yang kita ketahui sebelumnya, Sony adalah pemegang lisensi kepemilikan Spiderman, sehingga tak heran dalam film Avenger (yang dipegang Marvel Studio), kita takkan melihat kehadirannya. Tetapi sejak 2015, Sony akhirnya setuju untuk mengembalikan Spiderman ke pihak Marvel Studio dan resmilah Spiderman masuk ke dalam jagat Marvel sejak kemunculannya di film Captain America : Civil War. Jadi inilah makna "kepulangan" yang tersirat dari pemilihan judul Homecoming.

Film ini mengambil setting waktu setelah kejadian di film Civil War yang juga melibatkan Spiderman. Secara bersamaan, Peter Parker saat itu masih berusia 15 tahun dan harus menjalani kehidupan sebagai siswa SMA.

Kehidupan SMA-nya pun masih menggunakan formula klise film-film Spiderman sebelumnya. Peter Parker yang dianggap cupu, ada pembully bernama Flash Thompson, kehidupan ganda sebagai superhero-anak sekolah dan gadis cantik yang menjadi tambatan hatinya

Tapi setiap film memberikan rincian yang berbeda bagi setiap aktornya, sebagai contoh : Peter Parker-nya Tobey terlihat cupu dan culun, Andrew Garfield memberikan warna klo Peter itu pemalu, dan Tim Holland terlihat kesan bahwa Peter Parker itu seorang yang introvert. Berbeda tapi masih senada. Sama halnya dengan gadis cantik yang menjadi incaran Peter, ada Mary Jane, Gwen Stacy dan ada Liz Allan. Tiga gadis berbeda tapi tetap merupakan gadis tercantik disekolahnya.

Anehnya, hal tersebut tidak berlaku untuk tokoh Flash.


Ini bukan tentang Flash yang harusnya berkulit putih, tapi ini tentang penggambaran tokoh yang kedapatan peran sebagai tokoh pem-bully yang ada disekolah. Peran itu terlihat sangat baik di film Spiderman sebelumnya dan tidak terlihat pada film Homecoming. Flash yang terbaru ini tidak mempunyai bentuk tubuh yang sesuai untuk melakukan bullying secara fisik, dia juga ternyata kalah pintar, wajah tentu saja kalah jauh dari tokoh utamanya. Bahkan aku merasa Peter Parker tanpa kekuatan supernya pun bisa melakukan balasan bullying kepada tokoh Flash yang ini.

Aku tak begitu mengerti alasan berubahnya tokoh Flash. Jujur, tokoh pembully dengan fisik besar dan merasa paling kuat yang kemudian bisa dikalahkan oleh si cupu Peter Parker, masih meninggalkan kesan yang lebih mendalam dibandingkan dengan tokoh Flash yang baru ini.

Ada beberapa hal lahgi yang menurutku adalah suatu kesalahan. Salah satu kesalahan yang ada adalah masalah trailer. Yups, trailer yang sejatinya untuk promosi film malah terlalu banyak membocorkan alur cerita. Belum lagi di youtube berhamburan potongan-potongan scene film yang membuat aku berusaha sekuat jiwa agar tidak mengkliknya :D

Untunglah kehadiran Iron Man yang sempat dikuatirkan akan mencuri film ini tidak terjadi. Iron Man hadir sebagai mentor dengan kapasitasnya yang sesuai.

 (Anehnya adegan di trailer ini malah ga ada di filmya)

Salah satu hal lainnya yang menurutku kurang pas (atau malah kelebihan) adalah kehadiran Marissa Tomei sebagai Aunt May. Well well well, entahlah tapi sosok Aunt May yang keibuan dengan dengan sosok Aunt May yang seksi membuat kita yang menontonnya sedikit mengganjal :D


Scene favorit tentu saja adegan penyelamatan Liz Allan di elevator. Di adegan tersebut tentu kita sebagai remaja era 90'an akan teringat adegan fenomenal Spiderman dan MJ yang berciuman dan sekaligus akan teringat kembali adegan gagalnya Spiderman menyelamatkan Gwen di film Amazing Spiderman 2.


Adegan fight-nya tak terlalu wah, cenderung membosankan malah. Homecoming masih belum bisa mengalahkan adegan pertarungan antara Spiderman melawan Dr. Octopus di film Spiderman 2 (2004). Sangat intens.


Ada kekecewaan, maka ada pula yang membuat kita terkagum-kagum. Siapa lagi kalau bukan sang villain, Vulture.


Harus diakui, MCU itu lemah pada penggambaran tokoh antagonisnya. Banyak tokoh antagonis dalam film-film MCU yang tidak berbekas dihati. Sebut saja Ultron, Kaecillus, atau The Mandarin. Semuanya hanya lewat begitu saja, tak fenomenal, tak membekas dihati. Tapi Michael Keaton bisa membawakan sosok Vulture yang cerdas dengan sangat baik. Scene antara perbincangan antara Peter Parker dan Vulture di mobil memberikan nuansa intimidasi yang sangat terasa. Bisa dibayangkan bagaimana tertekannya Peter dalam scene tersebut.
 
Kesimpulannya adalah film ini menghibur. Walaupun rating 92% yang diberikan Rotten Tomatoes dirasa terlalu tinggi untuk kualitasnya sendiri, akan tetapi Spiderman : Homecoming tetap bisa disebut berhasil.

Sekian.

-------------------------------------------

Baca Juga :

Review Film - Wonder Woman (2017)