Tuesday, March 27, 2018

Review Film - The Cloverfield Paradox (2018)

(Source : Image)

Spoiler Warning!!!!!

Ingat dengan film Cloverfield yang rilis 2008 silam?
Film yang menceritakan serangan monster raksasa di tengah kota  yang dibuat dengan teknik found footage ini cukup sukses di pasaran dan sangat diterima oleh masyarakat. Dan tahukah sahabat, ternyata film tersebut mempunyai sekuelnya yang bernama 10 Cloverfield Lane Walaupun tidak bisa sepenuhnya sekuel karena memakai sudut pandang lain sehingga bisa pula disebut spinoff, tapi film tersebut mempunyai benang merah (selain judulnya yang sama-sama Cloverfield), yaitu serangan monster raksasa yang datang secara tiba-tiba dan membuat manusia lari tunggang langgang dan bersembunyi demi keselamatan jiwa mereka.

Nah di tahun 2018 ini, muncul lagi film baru dengan judul yang memuat kata "Cloverfield", yaitu The Cloverfield Paradox (TCP).

Apakah film ini berhubungan dengan film Cloverfield sebelumnya?
Jawabnya adalah ya.
Dan TCP ini bisa disebut prekuel dari Cloverfield karena di film ini akan menceritakan kisah awal kemunculan para monster dan kenapa monster-monster tersebut bisa ada di bumi.

Sound interesting, right?

(Cloverfield, scene ini benar-benar mengejutkan - Source)
 
TCP memakai formula yang berbeda dibandingkan 2 pendahulunya. Apabila Cloverfield memakai teknik yang sangat kental dengan unsur survival-nya, dan 10 Cloverfield Lane yang lebih kepada thriller-psikologis, maka film ketiganya ini memakai formula lebih ke science dengan dibumbui hal-hal yang diluar nalar manusia.

Sebenarnya, TCP mempunyai potensi untuk lebih sukses dibandingkan pendahulunya. Akan tetapi cerita yang tak kuat dan sinematografi yang terlihat biasa-biasa saja, akhirnya TCP menjadi film "terburuk" diantara 2 film terdahulunya. Banyak elemen-elemen yang dibawakan secara lemah.

Mari kita bahas film ini...

Bercerita tentang bumi di tahun 2028, umat manusia terancam oleh sumber energi yang semakin menipis. Hal ini diperparah perebutan sumber energi tersisa yang bisa memicu peperangan. Akhirnya dibuatlah solusi untuk membuat energi terbarukan yang tak habis pakai dengan menggunakan stasiun luar angkasa yang bernama "Shepard". Stasiun ini mengorbit di luar bumi dan melakukan berbagai percobaan disana. Semua dicoba agar bumi tak lagi krisis energi

Para ahli dibidangnya pun diikutsertakan dalam proyek besar ini. Ada Ava Hamilton (Gugu Mbatha-Raw) sang insinyur sekaligus tokoh utama dalam film ini, Ernst Schmidt (Daniel Bruhl) si ahli fisika, Monk (John Ortiz) yang berperan sebagai dokter merangkap rohaniawan, Mundy (Chris O'wod) mekanik sekaligus pencair suasana, Tam (Zhany Ziyi) yang emmm entahlah sebagai apa, Volkov (Aksel Hennie) yang kebagian peran menjadi orang yang paling ngeselin dan sang komandan, Kiel (David Oyelowo).

(Source : Image)

Setelah dua tahun yang melelahkan, kegagalan demi kegagalan menghampiri, saling tuding dan saling menyalahkan pun menjadi sebuah kepastian. Di saat rasa frustrasi mulai menguasai, tiba-tiba saja percobaan mereka berhasil.

Dan kemudian bumi yang ada dihadapan mereka hilang............... ya hilang.
Bumi yang selalu mereka mereka orbit sepanjang waktu tiba-tiba hilang didepan mata.

Apa mereka tak sengaja menghancurkan bumi?
Atau mereka terlempar dari orbit bumi ke ruang angkasa yang jauh?

Well... jawabnya adalah... mereka secara tidak sengaja terlempar ke dimensi lain.

Sebelum mereka menyadarinya, berbagai kejadian aneh dialami oleh mereka (seperti ada perempuan yang tiba-tiba terjebak didalam dinding stasiun, tangan putus yang bisa bergerak sendiri, atau cacing percobaan yang tiba-tiba ada didalam tubuh salah satu kru), mereka pun akhirnya sadar. Mereka ada di dimensi lain, dimana ada bumi yang lain, ada mereka yang lain.

Bagi yang memahami konsep multiverse, mungkin agak lebih mudah memahaminya.

Intinya adalah mereka ada di dimensi yang salah dan mereka harus kembali ke dimensi dimana harusnya mereka berada.

Dan ketika mereka berhasil kembali ke dimensi mereka seharusnya, bumi sudah dikuasai para monster raksasa. 

Ternyata, ujicoba "Shepard" tersebut bukannya membuat energi baru seperti yang mereka inginkan, malah membuka semacam "portal" sehingga para monster bisa masuk ke bumi.

Sulit memahami ceritanya?
Ya memang sulit!!!
Karena itulah kelemahan terbesar dari film ini. Kisah yang terlalu dipaksakan.

Kita tidak pernah dijelaskan bagaimana cara kerja "Shepard". Memang ada dijelaskan, tapi boleh dibilang sangat kurang. Penjelasannya bukan terlalu ribet atau terlalu sains sehingga sulit dipahami, akan tetapi terlalu standar sehingga terkesan proyek sains ini cuma sebagai tempelan saja.

Kemudian di sepertiga film, ada penjelasan dari seorang "pakar" yang menyebutkan proyek ini akan membuka dunia paralel yang bisa mengundang makhluk semacam monster, iblis dan alien bisa memasuki bumi. Dan itu ternyata benar-benar terjadi. Tapi dari penampakan secara jelas sang monster malah hanya ada diakhir film yang membuat film ini secara dipaksakan agar bisa masuk ke franchise Cloverfield. Bahkan asal usul dari monster tersebut itu pun tak jelas berasal dari mana.

(Keliatan monsternya? - Source)

Akting para aktornya pun biasa-biasa saja. Tidak punya karakter kuat. Bahkan kadang aku merasa masih melihat sosok Zemo (villain utama film Captain America : Civil War) dalam akting Daniel Burl.

Tapi yang paling mengganggu sebenarnya adalah Tam.
Bukan bermaksud rasis ya.
Tam ini diceritakan perwakilan dari China. Bersama-sama dengan kru lainnya yang berasal dari berbagai negara, ada yang dari Inggris, Jerman, Brazil dan lain hal sebagainya. Semuanya pake Bahasa Inggris, kecuali Tam. Cuma dia yang pake Bahasa China. Dan kru lainnya paham dengan apa yang Tam ini bicarakan tapi gak ada satupun yang membalas percakapan dengan menggunakan Bahasa China juga.
Jadi untuk proyek skala multi nasional, krunya ga wajib bisa Bahasa Inggris tapi harus wajib paham Bahasa China.
Jujur ini sangat mengganggu sebenarnya.
Lalu kenapa ada sosok Tam di film ini?
Mungkin artikelku di sini bisa menjawabnya.

Yah pada intinya sih, banyak hal yang dipaksakan dalam film ini sehingga eksekusinya tidak mulus dan kurang nikmat ditonton.

Menariknya adalah film ini sebenarnya tidak pernah direncanakan menjadi prekuel dari seri Cloverfield. Tapi karena sang sutradara JJ. Abrams melihat sesuatu yang menarik dari film ini, akhirnya dimasukkan lah unsur Cloverfield dalam film ini.

Hmmm mungkin itulah alasan utama kenapa film ini terasa dipaksakan.

(Source - Image)

Monday, February 19, 2018

Review Film - Thor Ragnarok (2017)

(Source : Image)

Spoiler Alert!!!
(Spoiler cukup berat dan berpotensi mengurangi kenikmatan dalam menonton bagi yang belum pernah menontonya, tapi masa sih hari gini belum ada yang menonton film ini :D)

Thor merupakan salah satu superhero terpenting dalam komik Marvel. Sayangnya, nasib ia dalam deretan film-film produksi MCU (Marvel Cinematic Universe) tak sehebat kekuatannya. Dua film pertama Thor yaitu, Thor (2011) dan Thor : Dark World (2013) bisa dibilang film-film yang kurang sukses, baik dari segi cerita maupun dari pendapatan. Dilihat darimanapun, film Thor seakan seperti anak tiri ditengah kesuksesan MCU.

Oleh karenanya, di film terakhir trilogi Thor ini, pihak Marvel seakan mengambil jalan yang yang berbeda daripada sebelumnya. Dimulai dari ditunjuknya Taika Watiti sebagai sutradara, memilih akris karismatik Cate Blanchett sebagai villain utama, menambahkan berbagai unsur dengan kehadiran si raksasa hijau Hulk, serta mengambil warna yang berbeda dibandingkan dengan film-film sebelumnya.

Yups, Thor : Ragranok mempunyai warna yang fun, ringan dan colorful.

Hal ini bisa dimaklumi karena bisa jadi pihak produser menyadari, gagalnya film Thor : Dark World karena sang sutradara mencoba pendekatan yang gelap segelap judulnya yang sayangnya gagal diaplikasikan dalam film. Akhirnya, seri ketiganya yaitu film Thor : Ragnarok pun terlihat fun, banyak komedi dan tentunya penuh warna-warni yang terang.

Akan tetapi, hal tersebut malah membuatnya sangat bertolak belakang dengan judulnya, yaitu Ragnarok. Dalam komik ataupun mitologi aslinya, Ragnarok adalah event yang serius. Ragnarok berarti kiamat dan banyak karakter yang mati didalamnya. Dan ketika event sebesar Ragnarok ini dibungkus dalam atmosfer yang ringan dan penuh canda, esensi dari seriusnya event kiamat itu sendiri menjadi hilang.

(Source : Image)

Humornya bahkan sudah dimulai dari awal film, dimana Thor berhadapan dengan Surtur si Iblis Api, berlanjut pada pertemuan Thor dan Loki yang menyamar menjadi Odin, pertemuan mereka dengan Dr. Strange, pertarungan Thor vs Hulk, bahkan berlanjut pada final battle mereka melawan Hela.

Fun and funny everywhere... padahal film ini mengambil tema yang berat.

Amat disayangkannya adalah, pada bagian yang harusnya digarap secara kelam dan mendalam, malah kesan tersebut tidak dapat (pendapat pribadi).

Kematian Odin terasa hampa, sangat berharap sebenarnya adegan kematian Odin bisa lebih mendalam seperti kematian istrinya Frigga di film Thor : Dark World. Pertempuran Asgard melawan Hela memang seru, tapi kematian Three Warrior (Fandarl, Hogun dan Volstagg) dibuat biasa-biasa saja, bahkan bisa dibilang kematian mereka tak ubahnya seperti kematian prajurit biasa. Padahal mereka adalah orang-orang penting dalam kisah Thor sebelumnya. Lagi-lagi, harusnya kematian mereka bisa dibawakan dengan kesan yang mendalam.

Itu memang hanyalah celah kecil yang hanya sedikit mempengaruhi film secara keseluruhan. Walapun bila digarap lebih baik lagi, film ini akan menjadi lebih "wah". Akan tetapi secara keseluruhan Thor : Ragnarok jauh lebih baik daripada film-film sebelumnya.

Terutama dengan hadirnya supervillain wanita pertama. Hela.

(Source : Image)

Hela sangat cocok dibawakan oleh Cate Blancett. Aura sebagai dewi kematian benar-benar bisa ditampilkan. Kengerian dan kekejamannya sangat terasa dibalik senyumnya. Kekuatannya pun luar biasa, ditusuk beberapa kali, disambar oleh kekuatan penuh petir Thor pun dia masih bisa berdiri. MCU yang biasanya bermasalah dengan tokoh antagonisnya, bisa dibilang tak ditemui dalam film ini.

Salah satu kehadiran yang aku pribadi cukup senangi adalah peran baru Heimdall yang sekarang tidak saja menjaga portal Bifrost. Dia adalah tokoh yang sangat berperan untuk rakyat Asgard. Dengan mencuri pedang kunci portal Bifrost, menyelamatkan satu persatu rakyat Asgard dari buruan pasukan Hela, Heimdall terlihat sangat heroik dalam film ini.

(Source : Image)

Walaupun demikian, jangan kuatir Thor dalam film ini dikesampingkan. Sebagai tokoh utama, lampu sorot tetap tertuju padanya. Kegalauannya setelah berbagai hal yang terjadi, kehilangan ayah, kehilanga Mjolnir, dijadikan budak-gladiator, Thor pada akhirnya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan telah pantas menjadi Raja Asgard.

Hubungan dengan Loki pun terasa lebih nyata disini. Sebagai kakak-adik yang bermasalah, hubungan unik ini semakin terjalin lebih baik lagi dalam film ini.

(Source : Image)


Overall... film ini seru.

Dan after credit pertamanya benar-benar membikin penasaran. Benarkah itu adalah kapal Thanos yang mencegat mereka???
Well... tampaknya semua akan terjawab di film Avengers : Infinity War kelak.

Tuesday, February 6, 2018

7 Adegan Film Yang Paling Sering Diperdebatkan Fans

(Source : Image)

Berbagai jenis film telah banyak disajikan para sineas. Banyak yang sukses dan memuaskan dari segi cerita, akan tetapi tak sedikit pula yang gagal baik secara pendapatan maupun dari kualitas film itu sendiri.
Diantaranya ada film yang boleh disebut dengan "abu-abu" karena sebagian orang menyukainya, tetapi banyak juga yang tak menyukainya. Akhirnya hal tersebut memancing perdebatan diantara para penonton, film ini bagus atau jelek sih sebenarnya?

Hal tersebut seringkali diakibatkan karena dalam film tersebut, ada adegan-adegan yang bagi sebagian orang "merusak" film itu sendiri. Tapi bagi yang pro, adegan tersebut fine-fine aja, bahkan bagus. Nah kali ini aku akan membahas hal tersebut, Adegan-Adegan Film Mana Sajakah Yang Paling Sering DIperdebatkan Oleh Para Fans.

Untuk menghindari kontroversi dalam postingan ini, maka aku memilih tidak memasukkan dalam list berupa adegan film yang mengandung unsur SARA, politik, kanibalisme dan seks. Yaaa biar beda aja sih daripada yang lain.

Btw, artikel ini mengandung spoiler yang cukup berat lho bagi yang belum menontonnya.

1. The Ending - No Country For Old Men


(Source : Image)


Yang Kontra :
Plot yang keren, tokoh villain yang memorable, adegan action yang menegangkan dan akting yang memukau dari para aktor. No Country For Old Men memang pantas memenangkan Best Picture pada Oscar 2008. Tapi, oh men, kenapa ending nya gitu sih. Anti klimaks banget. Para penonton pun ketika keluar dari bioskop pun bukannya terpuaskan, tapi malah bertanya-tanya.
"Udah gitu aja?" Kata mereka.

Yang Pro :
Film ini menunjukkan betapa berkualitasnya karya Coen Bersaudara ini. Tidak seperti tipikal film pada umumnya, tak ada akhir dimana sang tokoh utama berhadapan dengan penjahat. Secara heroik kemudian menang lalu happy ending. Bagi yang berpikir ending nya anti klimaks, sebenarnya bukan anti klimaks, tapi memang dibiarkan mengambang agar para penonton bisa menyimpulkan sendiri, bila kita berhadapan dengan situasi Llewelyn Moss, akankah kita bisa berbuat yang lebih bijak daripada yang ia perbuat? Ataukah ketika kita menjadi Anton Chigurh, apakah semua bisa terjadi sesuai dengan kehendak kita?


2. Save Martha Scene - Batman v Superman


(Source : Image)

Yang Kontra :
Well, Batman v Superman : Dawn of Justice boleh dibilang most anticipated movie in 2016. Pertarungan antara Bat of Gotham melawan Last Son of Krypton merupakan adegan yang sangat dinanti-nantikan para fans semenjak semesta DCEU ini dibentuk pada 2013 silam. Tapi alih-alih mendapatkan adegan action dengan ending yang keren, pertarungan Batman melawan Superman ini berakhir dengan sesuatu yang sangaaattt absurb. Bayangkan, mereka yang tadinya berniat saling membunuh, kemudian menjadi bestfriend hanya gara-gara punya nama ibu yang sama. Ya!!! cuma gara-gara nama ibu mereka sama-sama Martha!!!

Yang Pro :
Bagi mereka yang tidak menyukai scene Martha ini, berarti mereka tidak mengerti inti dari kisah BvS. Batman adalah tipe orang yang rasional. Bagi dia, seorang alien dengan kekuatan yang bisa menghapuskan manusia dari peradaban haruslah diwaspadai. Walaupun kemungkinan itu cuma 1%, tapi itu harus dianggap keyakinan yang absolut. Disisi lain, Superman dengan kekuatannya menyadari bahwa ia tidak bisa menyelamatkan semua orang. Superman membutuhkan orang-orang yang ia cintai berada disampingnya.

Nah kedua tokoh inipun bertemu. Pertarungan pun terjadi dan kita semua tahu bagaimana kejadian selanjutnya. Batman yang menganggap Superman adalah sebuah ancaman siap membunuhnya dengan Tombak Kriptonite. Superman yang sekarang sekarat, diujung ajalnya kemudian berkata "Save Martha".

Batman yang mendengar nama yang sama dengan nama ibunya kemudian dilanda kebingungan. Kenapa Superman mengatakan nama tersebut?
Ditengah kebingungan itu kemudian Lois Lane datang dan menjelaskan bahwa Martha adalah nama ibu (angkat) Superman.

Dari sana kemudian Batman tersadar, bahwa diluar ketidaktahuan dan kecurigaannya, sosok Superman ternyata sama dengan manusia lainnya. Dia punya orangtua, punya seseorang yang ingin dilindungi dan dicintai. Dari sanalah kemudian Batman sadar klo Superman bukanlah ancaman dan juga bukan musuh dia.

Panjang ya?
Ya emang gitu, karena sebenarnya adegan ini tidak sesederhana yang terlihat.


3. All About Velociraptor - Jurassic Park


(Source : Image)

Yang Kontra :
Franchise ini benar-benar merusak ilmu pengetahuan. Dari sekian banyak kesalahan ilmiah yang ada di film ini, porsi terbesarnya ada pada sosok Velociraptor. Bukan saja penampakannya yang salah, prilaku Velociraptor yang dianggap cerdas ternyata hanyalah bualan, karena Velociraptor tidak secerdas di film itu. Penggambaran kecerdasan Velociraptor yang bahkan bisa membuka gagang pintu juga terlalu mengada-ada.

Yang Pro :
Ya elaah tong, santai aja napa. Ini film fiksi ilmiah, bukan film dokumenter. Salah-salah dikit tapi bisa dinikmati yaa gapapa lah :D


4. The Eagles in Doom Mountain - The Lord of The Ring


(Source : Image)

Yang Kontra :
The Lord of The Ring masih diakui sampai saat ini menjadi salah satu film fantasy terbaik yang pernah dibuat. Film yang berdasarkan novel karya JRR Tolkien ini bahkan meraup berbagai macam penghargaan. Yaps, kisah penuh perjuangan Frodo dan Sam dalam misi menghancurkan The Ring benar-benar memorable. Dari bersama-sama berdelapan dengan kawannya dalam misi ini, kemudian terpisah, lalu dibantu dan dikhianati Gollum, melewati berbagai daerah yang berbahaya, sampai akhirnya Frodo dan Sam berdua tiba di puncak gunung api Doom di Mordor. Dengan segala rintangan tersebut, dua orang Hobbit kecil ternyata sukses melaksanakan Mission Imposible tersebut. Ditengah kepasrahan mereka yang terjebak diantara lahar panas pasca menghancurkan The Ring, dengan harapan selamat yang bisa dibilang nihil, tiba-tiba datang sekawanan Elang Raksasa bersama dengan Gandalf. Dan dengan sekali sergapan, Frodo dan Sam kemudian selamat dibawa oleh kawanan elang tersebut. Lah?
Disini nih yang sering kali diperdebatkan. Kenapa coba ngga dari awal mereka terbang bersama Elang Raksasa? Esensi petualangan yang penuh lika liku seakan menjadi omong kosong gara-gara adanya Elang Raksasa ini tadi.

Yang Pro :
Perlu diketahui, ini elang bukan sembarang elang. The Eagles merupakan makhluk yang spesial dalam mitologi ini, bahkan keberadaannya sudah ada sejak awal era dalam dunia ini dibentuk. Untuk alasan kenapa para The Eagles ini tidak membantu Frodo cs dari awal memang tidak ada penjelasan resminya. Akan tetapi Tolkien sendiri pernah menyebutkan bahwa sebenarnya elang-elang ini adalah "mesin yang berbahaya". Tak jelas memang maksudnya apa. Tapi dari pernyataan tersebut, para fans membuat kesimpulan bahwa kumpulan elang ini ga bisa ujug-ujug dipanggil lalu ditunggangi semacam kendaraan. Harus orang yang special (seperti Gandalf) dan dalam keadaan yang penting juga baru kumpulan Elang Raksasa ini bisa dipanggil.


5. The Mammoth - 10.000 BC


(Source : Image)

Yang Kontra :
Lagi-lagi film yang mengambil scene binatang prasejarah tapi dicomot asal-asalan tanpa memperhatikan ilmu pengetahuan. Dalam film ini diperlihatkan mammoth digunakan sebagai alat membantu pembangunan piramida, padahal ga ada satupun literatur yang menyebutkan piramida dibangun dengan bantuan mamalia raksasa ini. Tapi yang paling parah.... woyyy ngapain ada mammoth di gurun pasir? Mati kepanasan yang ada. Bulu yang ada di tubuh makhluk fungsinya untuk menghangatkan karena habitatnya di daerah dingin di masa Ice Age. Dan tahukah kenapa mereka punah? Salah satunya karena perubahan iklim bumi yang semakin memanas!!!

Yang Pro :
Sabar... sabar bro...
Jangan tersulut emosi gitu donk. Anggap aja kehadiran mammoth sebagai lambang permisalan bahwa makhluk yang kuat dan besar pun bisa ditindas. Tapi karena ditindas terus menerus, akhirnya mereka tak tahan lagi dan mereka pun bisa berontak. Dan kalau sudah berontak, peradaban yang maju sekalipun bisa musnah. Gitu kan ya salah satu pesan yang ingin disampaikan dalam film ini.


6. Peter Parker's Dance - Spiderman 3


(Source : Image)

Yang Kontra :
Awkward... awkward...
Ini pertama kalinya aku nonton film, yang main aktornya, tapi yang malu malah aku.

Yang Pro :
Film Spiderman yang diperankan Tobey Maguire sering disebut Meme Maker oleh para penggemarnya. Karena begitu banyak scene Spiderman ataupun Peter Parker yang bisa dijadikan bahan meme :D
Tapi diluar itu pun, adegan nari-nari kagak jelas si Peter Parker ditengah kota New York ini sebenarnya lucu koq :D


7.Jenny Is Back - Forrest Gump

(Source : Image)

Yang Kontra :
Forrest Gump adalah film favorit banyak orang. Cerita yang unik dan tidak biasa adalah kekuatan dari film ini. Cerita Forrest yang mempunyai keterbelakangan mental tapi berhati tulus benar-benar menyentuh banyak pihak. Segala adegan dalam hidupnya begitu menarik, dari dia kecil, menjadi veteran perang sampai sukses sebagai pengusaha. Akan tetapi dari deretan kisah hidupnya, ternyata ada cela yang begitu disayangkan. Cela tersebut bernama Jenny.
Bagaimana mungkin seorang perempuan yang begitu kacau hidupnya, datang dan pergi begitu saja dalam hidup Forrest, dan ketika segala kesuksesan menghampiri Forrest, perempuan ini kemudian kembali datang!
What!!!??
Parahnya dia datang kembali kepada Forrest dengan membawa anak yang dia bilang adalah anak kandung Forrest Gump. Bukannya mau suudzon, tapi si Jenny ini kehidupannya begitu liar. Serius nih, "lo ga sedang nipu Forrest kan, Jen?"
Kembalinya Jenny dalam kehidupan Forrest benar-benar mengecewakan. Forrest Gump lebih pantas mendapatkan wanita yang lebih baik.

Yang Pro :
Jenny adalah cinta pertama Forrest dan satu-satunya wanita yang ia cintai selain ibunya sendiri. Dimanapun dan kapapun, bahkan dalam kondisi perang sekalipun, dia selalu bertanya-tanya tentang Jenny. Memang harus diakui Jenny digambarkan sebagai wanita yang tak sempurna. Tapi dari sini pelajarannya, bahwa yang bisa menyelamatkan orang lain, walau betapapun rusaknya ia, adalah cinta yang tulus dari pasangannya. Dan inilah yang diberikan Forrest kepada Jenny.
Banyak orang yang tidak menyukai Jenny bersama Forrest, akan tetapi, adegan Forrest berbicara di makam Jenny yang berada di bawah pohon dimana mereka saat kecil sering bersama, adalah adegan yang akan mengiris hati semua orang. Setuju?

---------------------------------------------------

Nah itu tadi 7 Adegan Film yang menurutku Paling Sering Diperdebatkan Oleh Fansnya.
Bagaimana?
Adakah film favorit kalian dalam list ini?

Monday, January 15, 2018

Menyongsong Era Baru Penyuluh KKBPK Dan Kampung KB Di Indonesia



Sejak Otonomi Daerah di tahun 2004, Program Keluarga Berencana (KB) seakan terjun ke titik nadir dimana antusiasme masyarakat semakin turun terhadap keikutsertaan ber-KB, utamanya adalah Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti Implan dan IUD. Kinerja Program KB pun secara nasional dalam 10 tahun terakhir ini menjadi stagnan dan tidak signifikan positif. Bila kita cermati, salah satu hal yang berperan terhadap kemerosotan Program KB di lapangan adalah berkurangnya tenaga Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dimana sebelum Otonomi Daerah mencapai 38.000 orang, kini turun menjadi 15.149 orang. 

Kurangnya kuantitas jumlah dari PLKB/PKB tersebut sedikit banyak mempengaruhi kualitas pendampingan masyarakat terhadap pelayanan KB Nasional yang menjadi tidak maksimal. Menurut data BKKBN, saat ini rata-rata 1 orang PLKB/PKB memegang 5 desa binaan. Faktanya di lapangan bahkan ada 1 orang PLKB/PKB yang memegang lebih dari 10 desa bahkan 1 kecamatan. Hal ini tentu sangat jauh dari kondisi ideal dimana seharusnya 1 orang “menggarap” hanya 2 desa binaan. 

PLKB/PKB merupakan ujung tombak suksesnya Program KB di lini lapangan. Besarnya beban kerja yang harus ditanggung oleh seorang PLKB/PKB membuat Program KB tidak terasa di masyarakat. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan meluaskan kembali tugas dan wewenang yang selama ini ada pada diri petugas PLKB/PKB.

(Selalu Sehat.. Semangat.. Luar Biasa dalam kegiatan apapun)

Oleh karenanya terhitung mulai tanggal 1 Januari 2018, telah resmi PLKB/PKB berganti nama menjadi Penyuluh Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Pergantian nama ini sekaligus menandai kembalinya PLKB/PKB menjadi pegawai pusat langsung di bawah BKKBN. Pemakaian istilah Penyuluh KKBPK sendiri tidak hanya pergantian nama semata tetapi juga re-definisi dimana Penyuluh KKBPK menjadi jabatan fungsional tertentu yang terkualifikasi dan kompeten untuk bertugas, berwenang dan mendapatkan hak secara penuh untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan, pelayanan, pengorganisasian, penggerakan, evaluasi dan pengembangan Program KKBPK di tempat ia ditugaskan.

Tak hanya Penyuluh KKBPK yang mempunyai semangat baru dalam bertugas. Mitra kerja utama Penyuluh KKBPK di lapangan, yaitu Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP), dalam hal ini Pembantu Pembina KB Desa (PPKBD) dan Sub PPKBD, juga didorong agar dapat bergerak searah seirama dalam era baru ini. Melalui GESIT (Gerakan Institusi Bangkit), diharapkan baik itu PPKBD ataupun Sub PPKBD dapat bekerja sama lebih baik lagi, lebih intens lagi dan lebih akrab lagi bersama Penyuluh KKBPK dalam menjalankan program di desa.

(Jambore Nasional di Bandung, Desember 2017)
 
GESIT mempunyai 2 artian. Yang pertama sesuai dengan namanya, "gesit" yang berarti giat dan cekatan, sebagai sebuah labelisasi dimana IMP bekerja penuh semangat dan pantang menyerah dalam menjalankan Program KKBPK di desa. Sedangkan arti kedua berada pada kepanjangan dari kata GESIT, yaitu pada kata "bangkit". Seperti yang umum diketahui, IMP juga sejak dulu ada, akan tetapinya gaungnya memang tak senyaring dulu. Maka sesuai dengan arti kata "bangkit" maka diharapkan dengan ini, IMP yang ada di seluruh pelosok Indonesia bisa kembali bangkit seperti di masa kejayaan Program KB silam.

Kampung KB sebagai ikon baru Program KB di Desa
 Berbagai inovasi dihadirkan demi meningkatkan peran para pimpinan daerah baik di tingkat provinsi sampai ke tingkat desa. Salah satunya adalah membuat program unggulan baru yang bernama Kampung KB. Pembentukan Kampung KB sendiri merupakan tindak lanjut dari intruksi Presiden Joko Widodo dalam Nawa Citanya, yaitu poin ketiga, membangun Indonesia dari pinggiran serta poin kelima yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. 

(Miniatur Salah Satu Kampung KB di Hulu Sungai Selatan, Kalsel)

Kampung KB adalah satuan wilayah setingkat desa/kelurahan yang memiliki kriteria tertentu dimana terdapat keterpaduan Program KKBPK yang dilakukan secara sistemik dan berkelanjutan. Kriteria tertentu yang dimaksudkan adalah wilayah yang tergolong miskin, terpencil, kumuh dan berada diperbatasan serta memiliki angka kesertaan ber-KB yang masih kurang. 

Sejak dicanangkan pertama kali pada 14 Januari 2016 silam, ditargetkan sampai akhir tahun 2017 ini, setiap kecamatan di seluruh Indonesia memiliki 1 Kampung KB. Tujuan adanya program ini tak lain demi mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera di tempat-tempat yang selama ini “kurang” mendapatkan perhatian pemerintah. 


(Pencanangan Kampung KB oleh Bupati Hulu Sungai Selatan, H. Achmad Fikry)

Walaupun disebut sebagai ikon baru Program KB, akan tetapi gaungnya harus diakui masih kurang di masyarakat. Selama 2 tahun umur pgoram ini berjalan, masih banyak hambatan dan tantangan yang harus dihadapi para pengelola Kampung KB. Bahkan pengetahuan tentang Kampung KB saja oleh masyarakat di desa dimana program ini dicanangkan juga masih banyak yang belum mengetahuinya. Oleh karenanya kesadaran akan pentingnya Kampung KB sebagai ikon baru Program KB perlu digaungkan kembali, dan ini bukan saja tanggung jawab Penyuluh KKBPK tetapi juga membutuhkan peran dari semua pihak.