Monday, February 19, 2018

Review Film - Thor Ragnarok (2017)

(Source : Image)

Spoiler Alert!!!
(Spoiler cukup berat dan berpotensi mengurangi kenikmatan dalam menonton bagi yang belum pernah menontonya, tapi masa sih hari gini belum ada yang menonton film ini :D)

Thor merupakan salah satu superhero terpenting dalam komik Marvel. Sayangnya, nasib ia dalam deretan film-film produksi MCU (Marvel Cinematic Universe) tak sehebat kekuatannya. Dua film pertama Thor yaitu, Thor (2011) dan Thor : Dark World (2013) bisa dibilang film-film yang kurang sukses, baik dari segi cerita maupun dari pendapatan. Dilihat darimanapun, film Thor seakan seperti anak tiri ditengah kesuksesan MCU.

Oleh karenanya, di film terakhir trilogi Thor ini, pihak Marvel seakan mengambil jalan yang yang berbeda daripada sebelumnya. Dimulai dari ditunjuknya Taika Watiti sebagai sutradara, memilih akris karismatik Cate Blanchett sebagai villain utama, menambahkan berbagai unsur dengan kehadiran si raksasa hijau Hulk, serta mengambil warna yang berbeda dibandingkan dengan film-film sebelumnya.

Yups, Thor : Ragranok mempunyai warna yang fun, ringan dan colorful.

Hal ini bisa dimaklumi karena bisa jadi pihak produser menyadari, gagalnya film Thor : Dark World karena sang sutradara mencoba pendekatan yang gelap segelap judulnya yang sayangnya gagal diaplikasikan dalam film. Akhirnya, seri ketiganya yaitu film Thor : Ragnarok pun terlihat fun, banyak komedi dan tentunya penuh warna-warni yang terang.

Akan tetapi, hal tersebut malah membuatnya sangat bertolak belakang dengan judulnya, yaitu Ragnarok. Dalam komik ataupun mitologi aslinya, Ragnarok adalah event yang serius. Ragnarok berarti kiamat dan banyak karakter yang mati didalamnya. Dan ketika event sebesar Ragnarok ini dibungkus dalam atmosfer yang ringan dan penuh canda, esensi dari seriusnya event kiamat itu sendiri menjadi hilang.

(Source : Image)

Humornya bahkan sudah dimulai dari awal film, dimana Thor berhadapan dengan Surtur si Iblis Api, berlanjut pada pertemuan Thor dan Loki yang menyamar menjadi Odin, pertemuan mereka dengan Dr. Strange, pertarungan Thor vs Hulk, bahkan berlanjut pada final battle mereka melawan Hela.

Fun and funny everywhere... padahal film ini mengambil tema yang berat.

Amat disayangkannya adalah, pada bagian yang harusnya digarap secara kelam dan mendalam, malah kesan tersebut tidak dapat (pendapat pribadi).

Kematian Odin terasa hampa, sangat berharap sebenarnya adegan kematian Odin bisa lebih mendalam seperti kematian istrinya Frigga di film Thor : Dark World. Pertempuran Asgard melawan Hela memang seru, tapi kematian Three Warrior (Fandarl, Hogun dan Volstagg) dibuat biasa-biasa saja, bahkan bisa dibilang kematian mereka tak ubahnya seperti kematian prajurit biasa. Padahal mereka adalah orang-orang penting dalam kisah Thor sebelumnya. Lagi-lagi, harusnya kematian mereka bisa dibawakan dengan kesan yang mendalam.

Itu memang hanyalah celah kecil yang hanya sedikit mempengaruhi film secara keseluruhan. Walapun bila digarap lebih baik lagi, film ini akan menjadi lebih "wah". Akan tetapi secara keseluruhan Thor : Ragnarok jauh lebih baik daripada film-film sebelumnya.

Terutama dengan hadirnya supervillain wanita pertama. Hela.

(Source : Image)

Hela sangat cocok dibawakan oleh Cate Blancett. Aura sebagai dewi kematian benar-benar bisa ditampilkan. Kengerian dan kekejamannya sangat terasa dibalik senyumnya. Kekuatannya pun luar biasa, ditusuk beberapa kali, disambar oleh kekuatan penuh petir Thor pun dia masih bisa berdiri. MCU yang biasanya bermasalah dengan tokoh antagonisnya, bisa dibilang tak ditemui dalam film ini.

Salah satu kehadiran yang aku pribadi cukup senangi adalah peran baru Heimdall yang sekarang tidak saja menjaga portal Bifrost. Dia adalah tokoh yang sangat berperan untuk rakyat Asgard. Dengan mencuri pedang kunci portal Bifrost, menyelamatkan satu persatu rakyat Asgard dari buruan pasukan Hela, Heimdall terlihat sangat heroik dalam film ini.

(Source : Image)

Walaupun demikian, jangan kuatir Thor dalam film ini dikesampingkan. Sebagai tokoh utama, lampu sorot tetap tertuju padanya. Kegalauannya setelah berbagai hal yang terjadi, kehilangan ayah, kehilanga Mjolnir, dijadikan budak-gladiator, Thor pada akhirnya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan telah pantas menjadi Raja Asgard.

Hubungan dengan Loki pun terasa lebih nyata disini. Sebagai kakak-adik yang bermasalah, hubungan unik ini semakin terjalin lebih baik lagi dalam film ini.

(Source : Image)


Overall... film ini seru.

Dan after credit pertamanya benar-benar membikin penasaran. Benarkah itu adalah kapal Thanos yang mencegat mereka???
Well... tampaknya semua akan terjawab di film Avengers : Infinity War kelak.

Tuesday, February 6, 2018

7 Adegan Film Yang Paling Sering Diperdebatkan Fans

(Source : Image)

Berbagai jenis film telah banyak disajikan para sineas. Banyak yang sukses dan memuaskan dari segi cerita, akan tetapi tak sedikit pula yang gagal baik secara pendapatan maupun dari kualitas film itu sendiri.
Diantaranya ada film yang boleh disebut dengan "abu-abu" karena sebagian orang menyukainya, tetapi banyak juga yang tak menyukainya. Akhirnya hal tersebut memancing perdebatan diantara para penonton, film ini bagus atau jelek sih sebenarnya?

Hal tersebut seringkali diakibatkan karena dalam film tersebut, ada adegan-adegan yang bagi sebagian orang "merusak" film itu sendiri. Tapi bagi yang pro, adegan tersebut fine-fine aja, bahkan bagus. Nah kali ini aku akan membahas hal tersebut, Adegan-Adegan Film Mana Sajakah Yang Paling Sering DIperdebatkan Oleh Para Fans.

Untuk menghindari kontroversi dalam postingan ini, maka aku memilih tidak memasukkan dalam list berupa adegan film yang mengandung unsur SARA, politik, kanibalisme dan seks. Yaaa biar beda aja sih daripada yang lain.

Btw, artikel ini mengandung spoiler yang cukup berat lho bagi yang belum menontonnya.

1. The Ending - No Country For Old Men


(Source : Image)


Yang Kontra :
Plot yang keren, tokoh villain yang memorable, adegan action yang menegangkan dan akting yang memukau dari para aktor. No Country For Old Men memang pantas memenangkan Best Picture pada Oscar 2008. Tapi, oh men, kenapa ending nya gitu sih. Anti klimaks banget. Para penonton pun ketika keluar dari bioskop pun bukannya terpuaskan, tapi malah bertanya-tanya.
"Udah gitu aja?" Kata mereka.

Yang Pro :
Film ini menunjukkan betapa berkualitasnya karya Coen Bersaudara ini. Tidak seperti tipikal film pada umumnya, tak ada akhir dimana sang tokoh utama berhadapan dengan penjahat. Secara heroik kemudian menang lalu happy ending. Bagi yang berpikir ending nya anti klimaks, sebenarnya bukan anti klimaks, tapi memang dibiarkan mengambang agar para penonton bisa menyimpulkan sendiri, bila kita berhadapan dengan situasi Llewelyn Moss, akankah kita bisa berbuat yang lebih bijak daripada yang ia perbuat? Ataukah ketika kita menjadi Anton Chigurh, apakah semua bisa terjadi sesuai dengan kehendak kita?


2. Save Martha Scene - Batman v Superman


(Source : Image)

Yang Kontra :
Well, Batman v Superman : Dawn of Justice boleh dibilang most anticipated movie in 2016. Pertarungan antara Bat of Gotham melawan Last Son of Krypton merupakan adegan yang sangat dinanti-nantikan para fans semenjak semesta DCEU ini dibentuk pada 2013 silam. Tapi alih-alih mendapatkan adegan action dengan ending yang keren, pertarungan Batman melawan Superman ini berakhir dengan sesuatu yang sangaaattt absurb. Bayangkan, mereka yang tadinya berniat saling membunuh, kemudian menjadi bestfriend hanya gara-gara punya nama ibu yang sama. Ya!!! cuma gara-gara nama ibu mereka sama-sama Martha!!!

Yang Pro :
Bagi mereka yang tidak menyukai scene Martha ini, berarti mereka tidak mengerti inti dari kisah BvS. Batman adalah tipe orang yang rasional. Bagi dia, seorang alien dengan kekuatan yang bisa menghapuskan manusia dari peradaban haruslah diwaspadai. Walaupun kemungkinan itu cuma 1%, tapi itu harus dianggap keyakinan yang absolut. Disisi lain, Superman dengan kekuatannya menyadari bahwa ia tidak bisa menyelamatkan semua orang. Superman membutuhkan orang-orang yang ia cintai berada disampingnya.

Nah kedua tokoh inipun bertemu. Pertarungan pun terjadi dan kita semua tahu bagaimana kejadian selanjutnya. Batman yang menganggap Superman adalah sebuah ancaman siap membunuhnya dengan Tombak Kriptonite. Superman yang sekarang sekarat, diujung ajalnya kemudian berkata "Save Martha".

Batman yang mendengar nama yang sama dengan nama ibunya kemudian dilanda kebingungan. Kenapa Superman mengatakan nama tersebut?
Ditengah kebingungan itu kemudian Lois Lane datang dan menjelaskan bahwa Martha adalah nama ibu (angkat) Superman.

Dari sana kemudian Batman tersadar, bahwa diluar ketidaktahuan dan kecurigaannya, sosok Superman ternyata sama dengan manusia lainnya. Dia punya orangtua, punya seseorang yang ingin dilindungi dan dicintai. Dari sanalah kemudian Batman sadar klo Superman bukanlah ancaman dan juga bukan musuh dia.

Panjang ya?
Ya emang gitu, karena sebenarnya adegan ini tidak sesederhana yang terlihat.


3. All About Velociraptor - Jurassic Park


(Source : Image)

Yang Kontra :
Franchise ini benar-benar merusak ilmu pengetahuan. Dari sekian banyak kesalahan ilmiah yang ada di film ini, porsi terbesarnya ada pada sosok Velociraptor. Bukan saja penampakannya yang salah, prilaku Velociraptor yang dianggap cerdas ternyata hanyalah bualan, karena Velociraptor tidak secerdas di film itu. Penggambaran kecerdasan Velociraptor yang bahkan bisa membuka gagang pintu juga terlalu mengada-ada.

Yang Pro :
Ya elaah tong, santai aja napa. Ini film fiksi ilmiah, bukan film dokumenter. Salah-salah dikit tapi bisa dinikmati yaa gapapa lah :D


4. The Eagles in Doom Mountain - The Lord of The Ring


(Source : Image)

Yang Kontra :
The Lord of The Ring masih diakui sampai saat ini menjadi salah satu film fantasy terbaik yang pernah dibuat. Film yang berdasarkan novel karya JRR Tolkien ini bahkan meraup berbagai macam penghargaan. Yaps, kisah penuh perjuangan Frodo dan Sam dalam misi menghancurkan The Ring benar-benar memorable. Dari bersama-sama berdelapan dengan kawannya dalam misi ini, kemudian terpisah, lalu dibantu dan dikhianati Gollum, melewati berbagai daerah yang berbahaya, sampai akhirnya Frodo dan Sam berdua tiba di puncak gunung api Doom di Mordor. Dengan segala rintangan tersebut, dua orang Hobbit kecil ternyata sukses melaksanakan Mission Imposible tersebut. Ditengah kepasrahan mereka yang terjebak diantara lahar panas pasca menghancurkan The Ring, dengan harapan selamat yang bisa dibilang nihil, tiba-tiba datang sekawanan Elang Raksasa bersama dengan Gandalf. Dan dengan sekali sergapan, Frodo dan Sam kemudian selamat dibawa oleh kawanan elang tersebut. Lah?
Disini nih yang sering kali diperdebatkan. Kenapa coba ngga dari awal mereka terbang bersama Elang Raksasa? Esensi petualangan yang penuh lika liku seakan menjadi omong kosong gara-gara adanya Elang Raksasa ini tadi.

Yang Pro :
Perlu diketahui, ini elang bukan sembarang elang. The Eagles merupakan makhluk yang spesial dalam mitologi ini, bahkan keberadaannya sudah ada sejak awal era dalam dunia ini dibentuk. Untuk alasan kenapa para The Eagles ini tidak membantu Frodo cs dari awal memang tidak ada penjelasan resminya. Akan tetapi Tolkien sendiri pernah menyebutkan bahwa sebenarnya elang-elang ini adalah "mesin yang berbahaya". Tak jelas memang maksudnya apa. Tapi dari pernyataan tersebut, para fans membuat kesimpulan bahwa kumpulan elang ini ga bisa ujug-ujug dipanggil lalu ditunggangi semacam kendaraan. Harus orang yang special (seperti Gandalf) dan dalam keadaan yang penting juga baru kumpulan Elang Raksasa ini bisa dipanggil.


5. The Mammoth - 10.000 BC


(Source : Image)

Yang Kontra :
Lagi-lagi film yang mengambil scene binatang prasejarah tapi dicomot asal-asalan tanpa memperhatikan ilmu pengetahuan. Dalam film ini diperlihatkan mammoth digunakan sebagai alat membantu pembangunan piramida, padahal ga ada satupun literatur yang menyebutkan piramida dibangun dengan bantuan mamalia raksasa ini. Tapi yang paling parah.... woyyy ngapain ada mammoth di gurun pasir? Mati kepanasan yang ada. Bulu yang ada di tubuh makhluk fungsinya untuk menghangatkan karena habitatnya di daerah dingin di masa Ice Age. Dan tahukah kenapa mereka punah? Salah satunya karena perubahan iklim bumi yang semakin memanas!!!

Yang Pro :
Sabar... sabar bro...
Jangan tersulut emosi gitu donk. Anggap aja kehadiran mammoth sebagai lambang permisalan bahwa makhluk yang kuat dan besar pun bisa ditindas. Tapi karena ditindas terus menerus, akhirnya mereka tak tahan lagi dan mereka pun bisa berontak. Dan kalau sudah berontak, peradaban yang maju sekalipun bisa musnah. Gitu kan ya salah satu pesan yang ingin disampaikan dalam film ini.


6. Peter Parker's Dance - Spiderman 3


(Source : Image)

Yang Kontra :
Awkward... awkward...
Ini pertama kalinya aku nonton film, yang main aktornya, tapi yang malu malah aku.

Yang Pro :
Film Spiderman yang diperankan Tobey Maguire sering disebut Meme Maker oleh para penggemarnya. Karena begitu banyak scene Spiderman ataupun Peter Parker yang bisa dijadikan bahan meme :D
Tapi diluar itu pun, adegan nari-nari kagak jelas si Peter Parker ditengah kota New York ini sebenarnya lucu koq :D


7.Jenny Is Back - Forrest Gump

(Source : Image)

Yang Kontra :
Forrest Gump adalah film favorit banyak orang. Cerita yang unik dan tidak biasa adalah kekuatan dari film ini. Cerita Forrest yang mempunyai keterbelakangan mental tapi berhati tulus benar-benar menyentuh banyak pihak. Segala adegan dalam hidupnya begitu menarik, dari dia kecil, menjadi veteran perang sampai sukses sebagai pengusaha. Akan tetapi dari deretan kisah hidupnya, ternyata ada cela yang begitu disayangkan. Cela tersebut bernama Jenny.
Bagaimana mungkin seorang perempuan yang begitu kacau hidupnya, datang dan pergi begitu saja dalam hidup Forrest, dan ketika segala kesuksesan menghampiri Forrest, perempuan ini kemudian kembali datang!
What!!!??
Parahnya dia datang kembali kepada Forrest dengan membawa anak yang dia bilang adalah anak kandung Forrest Gump. Bukannya mau suudzon, tapi si Jenny ini kehidupannya begitu liar. Serius nih, "lo ga sedang nipu Forrest kan, Jen?"
Kembalinya Jenny dalam kehidupan Forrest benar-benar mengecewakan. Forrest Gump lebih pantas mendapatkan wanita yang lebih baik.

Yang Pro :
Jenny adalah cinta pertama Forrest dan satu-satunya wanita yang ia cintai selain ibunya sendiri. Dimanapun dan kapapun, bahkan dalam kondisi perang sekalipun, dia selalu bertanya-tanya tentang Jenny. Memang harus diakui Jenny digambarkan sebagai wanita yang tak sempurna. Tapi dari sini pelajarannya, bahwa yang bisa menyelamatkan orang lain, walau betapapun rusaknya ia, adalah cinta yang tulus dari pasangannya. Dan inilah yang diberikan Forrest kepada Jenny.
Banyak orang yang tidak menyukai Jenny bersama Forrest, akan tetapi, adegan Forrest berbicara di makam Jenny yang berada di bawah pohon dimana mereka saat kecil sering bersama, adalah adegan yang akan mengiris hati semua orang. Setuju?

---------------------------------------------------

Nah itu tadi 7 Adegan Film yang menurutku Paling Sering Diperdebatkan Oleh Fansnya.
Bagaimana?
Adakah film favorit kalian dalam list ini?