Friday, September 16, 2016

16th September - Hari Ozon Internasional


Tanggal 16 September ditetapkan oleh Majelis Umum Persatuan Bangsa-Bangsa sebagai Hari Ozon Internasional. Maksud dari penetapan peringatan itu untuk selalu mengingatkan kepedulian masyarakat internasional tentang lapisan perisai bumi tersebut. Penandatangan perjanjian ini menindaklanjuti persetujuan umum pertama yang diadakan pada tahun 1985, persetujuan yang dikenal sebagai “Konvensi Vienna untuk Perlindungan Lapisan Ozon”, yang merupakan perjanjian untuk melindungi lapisan ozon. Penandatangan Protokol Montreal ini ditandatangani oleh 188 negara.

Thursday, September 15, 2016

Cinta Negeri Dalam Kacamata Islam


Cinta negeri sama halnya cinta jiwa dan harta; merupakan tabiat dan fithrah manusia. Seluruh manusia berperan serta dalam kecintaan ini, baik dia kafir maupun mukmin.

 Allah berfirman:

وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ أَنِ اقْتُلُوا أَنفُسَكُمْ أَوِاخْرُجُوا مِن دِيَارِكُم مَّافَعَلُوهُ إِلاَّ قَلِيلُُ مِّنْهُمْ

Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka:”Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu”, niscaya mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka”” (QS. An-Nisa’: 66).

Ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang kafir juga mencintai tanah air mereka.
Bahkan di dalam Islam, jika negeri kita diserang musuh, wajib bagi kita untuk jihad membela negeri dari serangan tersebut. Apalagi, jika negeri tersebut memiliki keistimewaan, maka mencintainya adalah sebuah ibadah seperti Mekkah dan Madinah.

Namun jika cinta negeri bertentangan dengan agama seperti hijrah dan jihad, sehingga dia lebih mendahulukan cinta negeri daripada agama maka hukumnya haram. Allah mengancam orang-orang yang tidak hijrah karena lebih mencintai kampung halaman mereka.

إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنْتُمْ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الْأَرْضِ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا فَأُولَئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءَتْ مَصِيرًا إِلَّا الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ لَا يَسْتَطِيعُونَ حِيلَةً وَلَا يَهْتَدُونَ سَبِيلًا

Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?”. Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)”. Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?”. Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali, kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah)” (QS. An-Nisa’: 97-98).

Walau cinta negeri tidak tercela, namun tidak boleh kita membuat dan berpegang dengan hadits palsu :

حُبُّ الْوَطَنِ مِنَ الإِيْمَانِ
Cinta tanah air termasuk iman”.

Al Mulla Al Qari berkata: “Tidak ada asalnya menurut para pakar ahli hadits”. Lajnah Daimah yang diketahui oleh Samahatus Syaikh Abdul Aziz bin Baz mengatakan: “Ucapan ini bukan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia hanyalah ucapan yang beredar di lisan manusia lalu dianggap sebagai hadits”.

Musuh-musuh Islam ingin menjadikan hadits palsu ini tuk menghilangkan syi’ar agama dalam masyarakat dan menggantinya dengan syi’ar kebangsaan, padahal aqidah seorang mukmin lebih berharga baginya dari segala apapun.
Dan agar kecintaan negeri kita tidak sia-sia tanpa pahala, maka hendaknya kita menata niat dalam kecintaan dan pembelaan kita kepada negeri kita, yaitu hendaknya untuk Allah, untuk Islam, bukan sekedar untuk kebangsaan dan nasionalisme semata.


"Kita apabila perang hanya untuk membela negara tidak ada bedanya dengan orang kafir yang juga perang untuk membela negara mereka.
Seorang yang perang hanya untuk membela negeri saja maka dia bukanlah syahid, namun kewajiban kita sebagai muslim dan tinggal di negeri Islam adalah untuk perang karena Islam yang ada di negeri kita.

Perhatikanlah baik-baik perbedaan ini, kita berperang karena Islam yang ada di negeri kita.
Adapun sekadar karena negeri saja maka ini adalah niat bathil yang tidak berfaedah bagi seorang. Adapun ungkapan yang dianggap hadits “cinta negeri termasuk keimanan” maka ini adalah dusta.

Cinta negara, apabila karena  negara tersebut adalah Negara Islam maka kita mencintainya karena Islamnya, tidak ada bedanya apakah negara kelahiran kita ataukan Negara Islam yang jauh, maka wajib bagi kita untuk membelanya karena negara Islam.
Kesimpulannya, seharusnya kita mengetahui bahwa niat yang benar tatkala perang adalah untuk membela Islam di negeri kita atau membela negara kita karena negara Islam, bukan hanya karena sekedar Negara saja”.

----------------------------------------------------

Wallahu ta’ala a’lam.

Sumber 

Saturday, September 10, 2016

Tokoh Revolusioner Perjuangan Kemanusiaan Yang Mendunia


Perjuangan dan reformasi tidak bisa dipisahkan dari keberadaan sebuah negara dalam usahanya menjadi lebih baik. Perang, diskriminasi, kemiskinan, kelaparan terjadi di berbagai negara dalam bebrapa dekade yang lalu. Untuk merubah hal tersebut kerap lahir para tokoh pejuang revolusioner yang tidak pernah lelah dalam memperjuangkan ideologi yang dia percaya untuk membuat perubahan ke arah yang lebih baik bagi masyarakat. Untuk menambah pengetahuan sahabat semua, berikut ramgkuman beberapa Tokoh Revolusioner Perjuangan Kemanusiaan Yang Mendunia walaupun keberadaannya telah tiada.

1. Mahatma Gandhi - India



Mohandas Karamchand Gandhi atau yang lebih dikenal dengan nama Mahatma Gandhi merupakan tokoh revolusioner asal India. Sosoknya mirip dengan Ir. Soekarno yang memperjuangkan kemerdekaan bangsanya. Tokoh penting dalam kemerdekaan India ini merupakan seorang aktivis yang tidak menggunakan kekerasan dalam perjuangannya, melainkan dengan aksi demonstrasi penuh kedamaian dengan strategi-strategi agar Inggris yang menguasai India pergi dan memberikan kemerdekaan sepenuhnya. Perjuangan dari Father of Nation atau Bapak Bangsa India ini akhirnya selesai pada tahun 1947 dengan kemerdekaan India. Namun hal yang disesalkan oleh Mahatma Gandhi kalau itu adalah perpecahan negaranya menjadi 2, India dan Pakistan karena perbedaan agama. Prinsip Gandhi, satyagraha, sering diterjemahkan sebagai "jalan yang benar" atau "jalan menuju kebenaran", telah menginspirasi berbagai generasi aktivis-aktivis demokrasi dan anti-rasisme seperti Martin Luther King, Jr. dan Nelson Mandela. Namun sayangnya, pada 30 Januari 1948 perjuangan Mahatma Gandhi dalam membangun negaranya tersebut harus terhenti dengan peluru dari pistol Baretta M 1934. 

2. Nelson Mandela - Afrika Selatan



Nelson Rolihlahla Mandela atau yang lebih dikenal dengan nama Nelson Mandela adalah tokoh politik dan seorang revolusioner anti apartheid, yang berjuang keras menghapus diskriminasi terhadap orang-orang kulit hitam di Afrika Selatan. Nelson Mandela merupakan presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan yang menjabat pada tahun 1994-1999. Dalam pemerintahannya Mandela berfokus pada penghapusan pengaruh apartheid dengan memberantas rasisme, kemiskinan dan kesenjangan, serta mendorong rekonsiliasi rasial. Seperti yang tercatat dalam sejarah, pada tahun-tahun sebelumnya perekonomian di Afrika Selatan didominasi oleh orang-orang berkulit putih saja. Perjuangannya terhadap diskriminasi rasial terhadap orang-orang kulit hitam sudah dilakukannya jauh sebelum terpilih menjadi Presiden. Bahkan, karena perjuangannya dianggap membahayakan negara, pada tahun 1962 Nelson Mandela sempat berada dalam jeruji besi. Walaupun dipenjara, perjuangannya tidak berhenti begitu saja dan terus berkomunikasi dengan dunia luar. Akhirnya pada tahun 1990, Nelson Mandela dibebaskan dan terus berjuang hingga akhirnya menjadi Presiden yang terpilih melalui pemilu pertama dengan keterwakilan ras pada tahun 1994 dan menghancurkan rezim rasisme yang selama ini menduduki pemerintahan Afrika Selatan.

3. Martin Luther King Jr - Amerika Serikat 



Pendeta Martin Luther King, Jr, Ph.D merupakan seorang pendeta sekaligus aktivis HAM warga Amerika-Afrika. Dia adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah Amerika Serikat yang dianggap sebagai pahlawan, pencipta perdamaian dengan strategi non kekerasan. Martin Luther King Jr menentang keras diskriminasi terhadap orang-orang kulit hitam berdarah Afrika-Amerika yang terjadi di Amerika Serikat kala itu. Orang kulit hitam di kawasan Amerika dianggap sebagian manusia kelas bawah hingga bisa diperlakukan dengan tidak baik di segala sektor yang ada. Tidak terima akan perlakuan tersebut, membuatnya melakukan pergerakan-pergerakan  sipil besar-besaran yang berbuntut pada kebijakan-kebijakan publik di Amerika pada tahun 1960an. Perjuangan HAM-nya tidak hanya pada diskriminasi orang-orang kulit hitam saja, melainkan pada pelanggaran HAM dalam perang yang kala itu terjadi di Vietnam. Pada 1963, dia menerima Penghargaan Nobel Perdamaian. Namun sayangnya, pada 4 April 1968, tokoh perdamainan ini harus meninggal ditembak saat melakukan aski di Memphis. Guncangan dari kematiannya menyebabkan banyak kerusuhan dan bentrokan di berbagai kota di seluruh Amerika Serikat. 

4. Soekarno - Indonesia



Koesno Sosrodihardjo atau yang lebih kita kenal dengan nama Soekarno, merupakan tokoh penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Beliau merupakan salah satu tokoh yang menghantarkan rakyat Indonesia untuk mencapai kemerdekaan. Soekarno mulai dikenal ketika menjadi anggota Jong Java cabang Surabaya pada tahun 1915. Karena merasa terancam dengan pergerakan yang dilakukannya, Soekarno kerap diasingkan dan keluar masuk penjara. Pada tahun 1942 saat Belanda menyerah dan Indonesia jatuh ke tangan Jepang, Soekarno pun dibebaskan dan kembali melakukan pergerakan-pergerakan dengan rekan seperjuangannya, sampai akhirnya pada 17 Agustus 1945 Soekarno bersama M. Hatta mewakili rakyat Indonesia memproklamirkan kemerdakaan Indonesia, Soekarno kemudian dipilih sebagai Presiden Pertama Indonesia. Selain di dalam negeri, Soekarno juga terkenal di luar negeri dengan banyak memberikan gagasan-gagasan di dunia Internasional. Keprihatinannya terhadap nasib bangsa Asia-Afrika, masih belum merdeka, belum mempunyai hak untuk menentukan nasibnya sendiri. Dengan dasar tersebut, pada tahun 1955 diselenggarakanlah konferensi Asia-Afrika untuk pertama kalinya di Bandung. Berkat jasanya itu, banyak negara Asia Afrika yang memperoleh kemerdekaannya.

-------------------------------------------------------------------

Sumber

Baca Juga :
Mengenang Sang Revolusioner, Che Guevara 

Tokoh-Tokoh Difabel Yang Menginspirasi Banyak Orang Di Seluruh Dunia 

Muallaf Paling Terkenal Di Dunia 

Monday, September 5, 2016

Teladan Dari Kepemimpinan Ali bin Abi Thalib


Ali bin Abi Thalib, semoga ridha Allah senantiasa menyertainya, khalifah Ar Rasyidin yang keempat. Sepupu sekaligus menantu Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Pembawa panji kehormatan dari Nabi pada saat Perang Khaibar. Satu dari sepuluh sahabat yang mendapat jaminan masuk surga dari Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Bahkan Nabi shallallahu’alaihi wasallam pernah bersabda tentang dirinya,

أنت مني بمنزلة هارون من موسى إلا أنه لا نبي بعدي

Kedudukanmu di sisiku seperti kedudukan Harun di sisi Musa. Hanya tidak ada nabi setelahku” (HR. Muslim no. 4418).

Ali bin Abi Thalib, semoga ridho Allah senantiasa menyertainya, terdidik dengan sifat-sifat yang luhur dan mulia. Di bawah asuhan Rasul shallallahu’alaihiwasallam. Di antara sikap tersebut adalah, rasa tanggung jawab atau amanah yang nantinya akan sangat berguna saat dia menjadi pemimpin.

Ketika Nabi shallallahu’alaihiwasallam hijrah ke Madinah, beliau meminta Ali untuk mengembalikan barang-barang titipan kaum Quraisy. Kebiasaan kaum Quraisy dahulu, mereka menitipkan barang berharga mereka kepada orang yang dipandang amanah. Nabi shallallahu’alaihiwasallam orang yang dikenal amanah di kalangan mereka. Sampai mereka menjuluki beliau dengan “Al-Amin” (orang yang dapat dipercaya).

Ali pun menjalankan pesan Rasulullah tersebut dengan baik, sesuai yang perintah Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. (Tarikh al Khulafa, hal. 157). Tekad beliau dalam membumikan tauhid di muka bumi amat tinggi. Lihatlah bagaimana perjuangan beliau saat hari-hari peperangan Khaibar. Beliau membulatkan tekad untuk tetap ikut dalam barisan Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam menuju Khaibar. Padahal saat itu mata beliau sedang sakit parah. Bukan perjuangan ringan saat harus berhadapan hembusan debu sahara dan jauhnya perjalanan.

Salamah bin al Akwa’ radhiyallahu’anhu, menceritakan tentang kegigihan Ali radhiyallahu’anhu ketika itu, “Awalnya Ali berkeinginan untuk tidak ikut ke Khaibar terlebih dahulu. Karena sakit mata yang dideritanya cukup parah. Namun Ali mengatakan,

أنا أتخلف عن رسول الله

Tidak, saya tidak ikut serta bersama Rasulullah

Akhirnya Ali memutuskan untuk bergabung ke dalam barisan Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Kemudian di saat senja di hari-hari perang Khaibar, yang esuk harinya dibukalah kota Khaibar, Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

لأعطين الراية أو قال ليأخذن غداً رجل يحبه الله ورسوله أو قال يحب الله ورسوله

Esok hari, bendera ini akan saya berikan kepada seorang yang dicintai Allah dan Rasul-Nya.” Atau beliau bersabda, “Ia cinta kepada Allah dan Rasul-Nya“.

Ternyata Ali lah orang yang beruntung mendapatkan bendera tersebut. Lalu Nabi shallallahu’alaihi wasallam memberikan bendera tersebut kepada Ali. (Shahih Bukhari: Kitab al Maghozi 3: 137, dalam Manhaj Ali fid Dakwati ilallah).

Beliau sosok pemimpin sederhana dan dekat dengan rakyat kecil. Kedudukannya sebagai khalifah tak menghalanginya untuk berbaur dengan masyarakat. Pernah suatu ketika dikisahkan, beliau memasuki sebuah pasar, dengan mengenakan pakaian setengah betis sembari menyampirkan selendang. Beliau mengingatkan para pedagang supaya bertakwa kepada Allah dan jujur dalam bertransaksi. Beliau menasihatkan, “Adilah dalam hal takaran dan timbangan” (Siyar a’laam an nubala’ 28: 235).

Dalam riwayat lain disebutkan, bahwa suatu hari beliau masuk pasar sendirian, padahal posisi beliau seorang Khalifah. Beliau menunjuki jalan orang yang tersesat di pasar dan menolong orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Sembari menyambangi para pedagang, beliau mengingatkan mereka akan firman Allah ta’ala,

تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا ۚ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

“Negeri akhirat itu kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa” (Al Qashas: 83). “Ayat ini,” jelas Ali, “turun berkenaan orang-orang yang berbuat adil dan tawadu’ (Tahdzib Bidayah wan Nihayah: 3: 282).
Indahnya, seorang pemimpin menyambangi rakyat kecil. Lalu mengingatkan mereka tentang akhirat. Karena kesejahteraan suatu negeri, tak hanya berporos pada hal-hal duniawi saja. Namun, hubungan rakyat dengan Sang Khalik adalah faktor utama kesejahteraan suatu bangsa. Dharar bin Dumrah menceritakan, saat diminta sahabat Muawiyah radhiyallahu’anhu untuk bercerita di hadapan beliau tentang kepribadian sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu.

“Ali” terang Dharar, “adalah orang yang visinya jauh ke depan, lelaki yang kuat, bicaranya jelas, keputusannya adil, menguasai banyak cabang ilmu, dan perkataannya bijak. Menjauh dari hingar-bingar dunia, bersahabat dengan sunyinya malam (untuk beribadah), mudah menangis (karena takut kepada Allah), suka pakaian pendek (sederhana), makanannya makanan rakyat kecil. Beliau di kalangan kami seperti sudah bagian dari kami. Bila dimintai beliau menyanggupi dan bila diundang beliau datang. Namun kedekatannya dengan kami dan akrabnya kami dengan beliau, kami tetap merasa segan dengan beliau.

Ali adalah pemimpin yang memuliakan para alim ulama, tidak menjauh dari orang-orang miskin. Dalam kepemimpinan beliau, orang yang kuat tak bisa sekehendak melakukan kezaliman, dan orang yang lemah tidak khawatir akan keadilannya” (Al Khulafa ar Rasyidun: Ali bin Abi Thalib hal: 14-15).

Saat menjadi khalifah, keadilan benar-benar tersebar. Bahkan tak hanya kaum muslimin yang merasakan, orang-orang non muslim juga merasakan keadilan tersebut.
Pada saat Ali berada di Sifin, baju besi beliau diambil orang. Ternyata baju besi itu dibawa oleh seorang Nasrani. Lalu Ali mengajaknya mendatangi seorang hakim, untuk memutuskan kepemilikan baju besi tersebut. Hakim tersebut adalah utusan Ali untuk bertugas di daerah tersebut. Namanya Syuraih. Di hadapan sang hakim, orang Nasrani tetap tidak mengaku kalau baju besi itu milik Ali.

Baju besi ini milikku. Amirul Mukminin sedang berdusta”.

Lalu Syuraih bertanya kepada Ali radhiyallahu’anhu, “Apakah Anda memiliki bukti ya Amirul Mukminin?

Ali pun tertawa senang, melihat sikap objektif yang dilakukan hakim ,”Kamu benar ya Syuraih. Saya tidak ada bukti.” kata Khalifah Ali radhiyallahu’anhu.

Akhirnya hakim memutuskan baju besi tersebut milik orang Nasrani. Sidang pun usai. Setelah berjalan beberapa langkah, si Nasrani tadi berkata kepada Ali radhiyallahu’anhu,
Aku menyaksikan bahwa hukum yang ditegakkan ini adalah hukumnya para nabi. Seorang Amirul Mukminin (penguasa kaum mukmin), membawaku ke hakim utusannya. Lalu hakim tersebut memenangkanku! Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Dan baju besi ini, sejujurnya, milik Anda wahai amirul mukminin.” Lalu Ali meng-hibahkan baju tersebut untuknya (Tahdzib Bidayah wan Nihayah: 3: 281-282).

Demikian sekelumit tentang kepribadian amirul mukminin; Ali bin Abi Thalib ketika dalam masa kepemimpinan beliau. Semoga menjadi pelajaran untuk kita bersama.

Thursday, September 1, 2016

Asal Muasal Rokok Dan Fakta Pahit Di Negara Kita


Beberapa minggu terakhir, kita disungguhi berbagai berita, diskusi dan debat terkait wacana kenaikan harga rokok yang dari kisaran harga Rp. 10.000 - Rp. 20.000 menjadi Rp. 50.000. Well walaupun berita ini sebenarnya dari berita yang missinformasi, akan tetapi berita ini malah menjadi viral di media sosial dan booming sebagai bahan meme.

Banyak orang yang setuju dengan kenaikan harga rokok lebih dari 100% itu, tapi tak sedikit juga yang menolaknya dengan berbagai "alasan".
Aku sendiri sebenarnya sangat menyayangkan bahwa berita itu tidak benar. Coba klo beneran harga rokok Rp. 50.000/bungkus. Pasti banyak yang mikir-mikir buat ngeluarin duit segitu banyak cuma agar air liur ga masam. Yah minimal, anak-anak akan kesulitan untuk membeli rokok dan ikut-ikutan ngerokok.

Btw, di antara sahabat ada yang tau dari mana awalnya rokok?
Dan tahukah sahabat fakta-fakta rokok yang ada di negara kita?
Anu, faktanya agak pahit sih...

Bagi yang belum tahu, berikut ku bagikan Asal Muasal Rokok Dan Fakta Pahit Di Negara Kita :

------------------

Sampai akhir abad ke-15 tidak ada yang tahu tentang tanaman ini kecuali penduduk pribumi Amerika. Penggalian arkeologi telah menunjukkan bahwa 4000 tahun yang lalu, dan mungkin sebelumnya, suku Indian Amerika Utara telah menggunakan tembakau. Dalam peradaban kuno, asap tembakau dihubungkan dengan hal-hal medis atau obat-obatan.

Kata "tembakau" kemungkinan berasal dari nama pulau Tobago. Dari sana muncullah kata "tobaco" yang berasal dari penduduk setempat dan mempunyai arti memutar daun berukuran besar yang dimaksudkan untuk ritual merokok. Pada Ekspedisi Columbus, disana Columbus bertemu dengan orang tua yang sedang merokok atau disebut dengan "Injun", lalu penduduk setempat menawarkan kepada sang kapten kapal tersebut untuk merokok, dia tidak bisa menolaknya dan mencoba untuk "merokok" seperti yang digunakan orang-orang Indian, dia tidak hanya mencoba akan tetapi juga menyita daun tembakau yang dimiliki penduduk setempat untuk dibawa pulang. Selanjutnya, orang-orang Spanyol dan Portugis membawa daun dan biji tembakau ke Eropa kemudian orang-orang Eropa juga mulai menanam tembakau tersebut.

Duta Besar Perancis di pengadilan Portugis pada tahun 1560 yang bernama Jean Nicot mengirim beberapa tembakau kepada Ratu Catherine de Medici, dia merekomendasikan tembakau sebagai obat untuk migran (sakit kepala sebelah). Setelah cara ini ampuh kemudian menyebarlah ke seluruh Perancis

Sejak paruh kedua dari abad ke 16, tembakausemakin populer sebagai tanaman obat. Berbagai cara dilakukan dalam penerapan tembakau sebagai obat, seperti merokok melalui pipa, dikunyah, dicampur dengan berbagai bahan dan digunakan untuk merawat pilek, sakit kepala, sakit gigi, kulit dan penyakit menular. 

Pada awal abad ke-17 di wilayah Amerika modern, perkebunan tembakau semakin banyak. Pada tahun 1611, sebuah perkebunan di Virginia Inggris yang dimiliki oleh John Rolf. Benih mengimpor tembakau dari Trinidad dan Venezuela, dan dengan teknologi yang dipinjam dari Sir Walter Raleigh, mereka mulai mengekspor tembakau dari Virginia ke Inggris.


Para bangsawan pecinta tembakau antara lain adalah Raja Prusia Frederick I (abad ke-18),  dan putranya, Frederick William I, bahkan ia mendirikan "Cigarette Collegium", semacam komite yang membahas permasalahan rokok, dimulai dari rasa, bentuk, pipa rokok dan campuran-campuran bahan-bahan untuk mendapatkan cita rasa rokok yang memuaskan.

Pada tahun 1913, muncullah merek dagang "Old Joe" yang merupakan merek rokok  pertama kali yang muncul di dunia dimana perusahaan yang memproduksinya adalah  perusahaan rokok RJ Reynolds (Richard Joshua Reynolds).

Sejak saat itu, iklan rokok mulai muncul diberbagai penjuru kota. Semakin banyak yang merokok. Bukan saja kaum pria, bahkan para wanita pun tak segan merokok. Bahkan boleh dibilang, wanita dan rokok adalah simbol gairah.

Dan memasuki zaman modern, dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, mulai banyaklah penelitian-penelitian yang membuktikan bahwa rokok bukanlah jodoh sejati dari kesehatan. Seorang perokok sangat rentan terkena gangguan kesehatan. Berbagai penyakit seperti kanker paru, kanker mulut, penyakit jantung koroner dan penyakit mematikan lainnya, akan menjadi kawan setia dari seorang perokok.

Fakta itu menyadarkan banyak orang, bahwa untuk menjadi gaya hidup bersih dan sehat, opsi merokok harus dibuang jauh-jauh. Oleh karenanya jumlah perokok di negara maju menjadi berkurang drastis. Ini juga didukung dengan kebijakan pemerintah yang membuat peraturan-peraturan yang akan membuat warganya berpikir ratusan kali sebelum memutuskan menjadi perokok.

Tapi berbeda dengan negara kita tercinta Indonesia.
Rokok murah disini.
Mudah didapat, minimarket ada, warung tentu ada.
Bahkan siapapun boleh beli.
Dan siapapun boleh mencobanya.

Ajib atau "ajaib"?


Mungkin telinga kita sudah fasih mendengar berita-berita tentang anak-anak yang di usia belianya sudah merokok, atau mendengar orang yang sakit-sakitan dan meninggal gara-gara rokok. Bahkan kita boleh "berbangga" bahwa Indonesia adalah negara dengan jumlah perokok terbanyak di Asia Tenggara.

WHO merilis data bahwa 84% perokok berada di negara berkembang yang notabene perekonomiannya tak melulu sejahtera. Di Indonesia sendiri 70% perokok berasal dari keluarga miskin. Duh, si bapak bukannya beli beras malah beli rokok.

Prevalensi merokok tertinggi juga berada di kisaran umur 15-19 tahun. Umur belia, umur sekolah. Waduh dik, tahukah kalian bila narkoba adalah rumah, maka rokok adalah pintunya. Berapa banyak kalian yang terjatuh di kubangan hina narkoba yang berawal dari merokok?

Rokok mungkin terlihat sexy bagi sebagian mata orang, tapi sungguh ia adalah racun yang menggerogoti tubuh kita. Tak ada pilihan lain selain hentikan rokok. Karena bila rokok itu baik, maka ajaklah anak istrimu untuk merokok juga.

Wassalam...

Sumber : 1 2 3 4