Monday, July 10, 2017

Review Film - Rush (2013)


Anda bukan penggemar F1? Anda merasa F1 adalah olahraga yang membosankan?
Well mungkin film ini akan mengubah pandangan anda (seperti aku) terhadap olahraga balap-balapan ini.

Film yang disutradarai Ron Howard (Beautifull Mind, Da Vinci Code) ini berdasarkan kisah nyata tentang persaingan antar 2 pembalap F1 era 70'an. Dengan diperankan oleh aktor kenamaan Chris Hemsworth dan Daniel Bruhl, anda akan sangat rugi bila melewatkan film.

James Hunt (diperankan Chris Hemsworth) dan Niki Lauda (Daniel Bruhl) adalah 2 pembalap pemula yang baru saja menjajaki kerasnya persaingan di kompetisi teratas balap mobil F1. Menariknya adalah mereka mencapai puncak dengan cara yang berbeda. James Hunt yang egois, playboy, suka hura-hura dan seringkali ceroboh, harus mengawali karirnya dari bawah hingga akhirnya bisa berlaga di F1.


Sebaliknya Niki Lauda merupakan karakter yang sangat berbeda dari Hunt. Dia jenius, sangat hati-hati, fokus, walau harus diakui juga karakternya keras dan tidak peduli dengan sosialnya. Bedanya dengan Hunt, si Lauda ini tak perlu susah payah merangkak dari bawah karena dengan uangnya, dia bisa membeli sendiri tim F1-nya.



Film ini menurutku sendiri, menjadi film terbaik dengan tema olahraga (dan balap-balapan) yang pernah ku tonton.

Dan ini lah alasannya :

1. Cast yang perfect. Bahkan sosok Niki Lauda yang asli sampai berujar "Gile, dia (Daniel Bruhl) benar-benar mirip aku"

2. Akting yang memukau dari pemainnya. Kalian akan hanyut dalam karakter masing-masing pemainnya dan tanpa sadar akan memilih salah satu yang kalian disukai diantara keduanya.

3. Soundtrack yang sangat pas dan superrrr. Thank to Hans Zimmer.



4. Alur yang mengalir dan fokus pada kisah persaingan dua pembalap ini. Drama cintanya memang ada, tapi dengan kadar yang pas. Sehingga tidak mengurangi esensi dari kisah utamanya.

5. Pelajaran hidup yang terkandung dalam film ini. "Musuh yang hebat lebih berguna daripada teman yang bodoh"

Dan masih banyak lagi....

Tapi satu hal yang menjadi luar biasa dalam film ini adalah bagaimana sang sutradara dengan apik menggambarkan bagaimana olahraga F1 ini dahulu adalah olahraga yang penuh resiko. Begitu banyak kecelakaan dan korban jiwa yang terjadi ketika gelaran balapan ini dilaksanakan.Sungguh berbeda dengan sekarang dimana keselamatan menjadi hal wajib yang harus dipenuhi oleh setiap tim.

Film ini diakhiri dengan ending yang memukau. Sedikit dramatis memang, tapi kisah legendaris persaingan James Hunt dan Niki Lauda ini memang harus berakhir. Kisah tentang 2 sahabat yang disangka semua orang saling bermusuhan, akan tetapi sebenarnya mereka berdualah orang yang paling memahami satu sama lain.

Sekian.

Thursday, July 6, 2017

Pesepakbola Yang Dikenang Dunia Karena Skill Nyelenehnya



Sepakbola adalah olahraga paling populer diseluruh dunia. Sejarahnya bahkan telah dimulai sejak 2 abad sebelum masehi. Sepakbola pun kini sudah berevolusi dari olahraga yang hanya menendang bola agar menjebol gawang lawan, menjadi olahraga yang mempunyai nilai entertainment sekaligus seni.

Dari sana bakat-bakat yang bahkan boleh kita bilang tidak biasa lahir untuk melengkapi olahraga satu ini. Ada si duo ajaib Cristiano - Messi, sang seniman Pirlo, si badung Maradona, sang legenda Pele dan masih banyak lainnya. Dan berikut ini diantaranya para Pesepakbola Yang Dikenang Dunia Karena Skill-nya yang bisa dikatakan Nyeleneh :

1. Filipo Inzaghi - Si Raja Offside


Mungkin ini adalah pemain yang akan membuat kesal bukan saja fans dari musuh, tapi para pendukung klubnya pun akan ikut-ikutan kesal. Bagaimana tidak, sepanjang pertandingan kita mungkin akan melihat pemain ini berlari kesana kemari seperti tidak ada tujuan, acapkali kalah ketika duel dengan pemain belakang musuh dan yang paling bikin kesal, dia seringkali terjebak offside. Bukan satu-dua kali, tapi berkali-kali!!!

Tapi tak lama kemudian..... dia mencetak gol.
Nah lho?

Banyak yang mengira selama ini dewi fortuna selalu menaungi Inzaghi. Tak salah memang bila melihat sepak terjang Inzaghi dilapangan bola. Dia pemain biasa saja, tak punya skill istimewa, termasuk lemah secara fisik, tapi entah mengapa, dia selalu ada di tempat dan di waktu yang tepat untuk melesatkan gol ke gawang musuh.

Tapi sahabat, bukan dewi fortuna yang membuatnya jadi pemain yang pantas dikenang dunia. Tetapi dedikasi dan keseriusan.

Kawan setimnya dulu di AC Milan, Gennaro Gattuso, pernah bilang bahwa Inzaghi seringkali terobsesi dengan sebuah pertandingan. Dia bisa berhari-hari menonton video rekaman permainan musuhnya. Dia mempelajari mereka secara seksama sehingga dia siap menghadapi musuhnya ketika pertandingan.

Sama halnya dengan kelakuan dia yang seringkali terjebak offside. Mungkin ketika kita melihatnya, ada kesal dalam hati, kok ini orang sering banget kejebak offside? Bodo banget ya jadi pemain?

Benarkah Inzaghi sebodoh yang kita kira?

Well dengarkan penjelasan Jamie Carragher, bek Liverpool, ketika timnya kalah dari AC Milan di final Liga Champion "Golnya di Final Liga Champion 2007 terjadi karena aku terlalu lelah mengamati pergerakannya sehingga perangkap offside yang kami buat tidak sempurna"

See?
Filipo Inzaghi adalah pemain cerdas dengan cara nyeleneh :D

2. Zlatan Ibrahimovic - Chuck Norris nya Dunia Sepakbola


Anda kenal Chuck Norris? Dia adalah aktor Hollywood yang digambarkan sebagai sosok yang imba disetiap filmnya. Bahkan ada lelucon yang cukup terkenal di internet, seperti "Chuck Norris pernah suatu hari digigit ular kobra. Setelah 6 hari dilewati penuh penderitaan, akhirnya ular itu pun mati" atau kalian pernah dengar lelucon "Ketika Graham Bell menemukan telpon, dia mendapatkan 3 kali Missed Call dari Chuck Norris"

Nah bila Hollywood mengenal sosok imba tersebut dengan nama Chuck Norris, maka dunia sepakbola mengenalnya dengan nama Zlatan Ibrahimovic.

Ibra tentu saja bukan sosok pemain sembarangan. Dia adalah salah satu striker modern yang mempunyai skill lengkap. Bola atas jago, free kick juga jago, drible oke, shooting kuat dan dia juga tak jarang mencetak gol dengan cara nyeleneh. Seperti gol yang ia cetak ketika menhadapi Moldova tahun 2015 silam. Saat itu dia mencetak gol dalam posisi diam!!! (Link Cuplikan Gol)

Karakter yang terlihat arogan, sombong dan indiviualistik semakin membuatnya cocok disebut Chuck Norris dunia sepakbola. Setujukah anda? Klo Zlatan sih setuju :D

3. Rene Higuitac - Si Kalajengking Akrobatik


Tak ada kiper yang lebih gila dibandingkan dengan Rene "El Loco" Higuitac. Sejatinya kiper adalah pemain yang menjaga gawang didalam area penalti, tapi tidak dengan kiper yang satu ini. Si Gila ini sering keluar jauh dari "area aman" kiper, sering mengambil tendangan bebas dan juga tendangan penalti. Memang keberanian kiper Kolombia ini patut di ancungi jempol, tapi kadang keberaniannya bisa berujung petaka. Seperti ketika Piala Dunia tahun 1990. Saat diperdelapan final melawan Kamerun, akibat "keberanian" Higuitac yang keluar dari area penalti menuju area musuh, membuat Kolombia harus kemasukan gol kedua dan memutus kiprah mereka di Piala Dunia tersebut.

Tapi diantara semua aksi kontroversialnya, maka kita semua akan setuju bahwa aksi tendangan akrobatik ala kalajengking ketika melawan Inggris pada tahun 1995. Bola lambung lemah yang ditendang oleh pemain Inggris menuju gawangnya. Alih-alih menangkap bola lemah tersebut, Higuitac lebih memilih menendangnya!!! Dengan pose akrobatik seperti kalajengking!!!! (Link Videonya)

Penuh resiko tapi gila, dan karena itulah Rene Higuitac akan selalu dikenang sebagai pemain dengan aksi nyelenehnya :D

4. Ronaldinho - Sang Seniman Sejati


Tak ada orang yang tidak menyenangi sepakbola apabila melihat Ronaldinho bermain. Mantan pemain Barcelona asal Brazil ini adalah seniman sejati sepakbola yang menghasilkan karya seni melalui gocekan bola dikakinya. Siapa yang tak jatuh hati ketika melihat skill nya ketika menghadapi Chelsea di Liga Champion tahun 2005 silam? Walau saat itu Barcelona kalah 4-2, tetapi aksi Ronaldinho yang membuat barisan pertahanan dan kiper mereka seperti anak kecil yang baru bisa main bola, takkan bisa dilupakan.

Atau siapa yang tidak terpana ketika melihat aksinya saat Barcelona meluluhlantakkan Los Galacticos Real Madrid dengan skor 3-0 di Santiago Bernabue? Melihat aksinya di tahun 2005 tersebut, mungkin aku akan menjadi salah satu dari puluhan ribu pendukung Real Madrid yang melakukan Standing Ovation untuk Ronaldinho.

Aksinya luar biasa keren, gocekannya sangat indah dan takkan ada yang bisa melupakan ciri khas umpan-tanpa-melihat-pemain miliknya yang melegenda itu.

Terus apa yang nyeleneh dari Ronaldinho sehingga dia pantas dikenang dunia?
Well, nyelenehnya adalah disaat semua pemain terkenal mempunyai haters, Ronaldinho lah satu-satu pemain bola yang tidak mempunyai itu dan tetap dicintai karenanya aksinya yang memukau diatas lapangan hijau.

-------------------------------------------

Sumber : 1 2 3 4

Baca Juga :

Sunday, July 2, 2017

Review Film - All of Marvel Cinematic Universe


Pada tahun 2008, orang-orang terkejut diakhir film Iron Man, sosok Nick Fury muncul dihadapan Tony Stark. Pertemuan tersebut menjadi cikal bakal sebuah universe yang berisi sekumpulan manusia super dan saling bahu membahu melawan kejahatan.

Harus diakui, Marvel baru saja membuat sejarah dengan sebuah terobosan yang revolusioner dimana suatu film saling berkaitan dengan film lainnya dan membentuk suatu cerita yang saling berkelanjutan. Luar biasanya lagi, kemunculan Marvel Cinematic Universe (MCU) ini menjadikan medio 2008 hingga sekarang, menjadi era perfilman para jagoan super. Film-film yang diadaptasi dari komik akan menjadi kepastian kesuksesan dalam jagat Hollywood. Dan Marvel-lah yang berada dipuncak dalam era ini.

Paling tidak sampai tulisan ini dibuat, ada 15 judul film yang keluar dari MCU, dengan ratusan tokoh komik dan dengan puluhan aktor-aktor ternama Hollywood yang memerankannya. Akan tetapi harus diakui pula, tidak semua film-film tersebut sukses. Ada yang biasa-biasa saja walau ada pula yang luar biasa baik secara cerita maupun pendapatannya.

Dan berikut review mini dariku tentang semua film yang ada dalam MCU. Mungkin sebagai referensi bagi mereka yang belum sempat menontonnya :)

Oh ya, review ini memuat seminimal mungkin spoiler :D

1. Iron Man (2008)



Sebagai film pertama dari jagat semesta Marvel, film Iron Man betul-betul sukses. Menampilkan sosok Robert Downey Jr sebagai Iron Man menjadi satu dari sekian pemilihan cast yang sempurna. Robert Downey Jr lahir untuk memerankan Tony Stark, begitu orang-orang bilang.
Salah seorang sahabatku pernah berkata, yang paling menarik dari film superhero bukan ketika seorang Superman mengalahkan Doomdays, bukan ketika Spiderman mengalahkan Venom, akan tetapi yang paling menarik adalah ketika Superman pertama kali belajar terbang atau ketika Spiderman mengetahui akan kekuatannya laba-labanya, bukan ketika mereka mengalahkan musuh-musuhnya.
Yups, yang paling menarik dari film superhero adalah ketika ia pertama kali sadar akan kekuatannya dan tanggungjawabnya. Dan semua itu juga tergambar pada film pertama Iron Man ini.

Best Scene :



2. The Incredible Hulk (2008)



Setelah gagal dengan film The Hulk (2003), pihak Marvel kemudian mencoba membuat lagi film si raksasa hijau ini dengan judul The Incredible Hulk, dengan aktor baru yaitu Edward Norton. Masih melanjutkan kisah dari film pertamanya, sekuelnya ini mengisahkan tentang Bruce Banner yang dalam persembunyian dan mencoba mencari obat penyembuh bagi dirinya. Film ini tentu saja sukses dan secara kualitas jauh lebih baik dari pendahulunya. Sayang Edward Norton tidak melanjutkan perannya sebagai Hulk, tapi penggantinya Mark Ruffalo juga pilihan yang bagus.

Best Scene :




3. Iron Man 2 (2010)



Kualitas dari film Iron Man pertama ternyata tidak menular ke sekuelnya. Sayang beribu sayang, film yang dinanti-nanti lama ini terlalu jauh kualitasnya dibandingkan dengan film pertama. Masih dengan Robert Downey Jr, film ini terlalu sederhana dan membuang potensi yang dari seorang Downey Jr. Film ini memang bagus pada adegan aksinya saja, tetapi sebagai penonton yang dewasa (tua), kita tentu takkan pernah puas hanya disuguhi dengan adegan aksi dan ledakan-ledakan saja kan?

Best Scene :



4. Thor (2011)



Sebagai film yang memulai masuknya unsur Dewa-Dewa dan kisah Asgardian, film Thor harus berakhir dengan kekecewaan besar. Film ini sangat terburu-buru dalam plot, bahkan sudah terlihat ketika di awal film dimana Thor yang terburu-buru menyerang wilayah Frost Giant. Film ini ujung-ujungnya malah terlihat seperti film Power Ranger. Satu-satunya hal bagus dalam film ini adalah kehadiran Loki yang diperankan Tom Hiddleston.

Best Scene :




5. Captain America : The First Avenger (2011)



Setelah menunggu agak lama, akhirnya pada 2011, hadir sosok penting lainnya dalam jagat Marvel, Captain America aka Steve Rogers. Bersetting ketika Perang Dunia II, Steve awalnya adalah orang yang secara perawakan lebih kecil dan kkurus dibanding orang lain. Kemudian dia menjadi sukarelawan dalam sebuah percobaan yang akhirnya membuatnya menjadi sosok Captain America seperti yang kita kenal sekarang.
Film ini menghadirkan aktor Hugo Weaving sebagai main villain Red Skull. Karena jarang-jarang ada tokoh villain yang memorable, aku berharap kedepannya Red Skull (entah bagaimana) bisa kembali ke jagat Marvel.

Best Scene :



6. The Avengers (2012)



Akhirnya film tentang bersatunya para jagoan jagat Marvel rilis juga. Secara pendapatan tentu saja tidak mengecewakan, menduduki peringkat keempat dalam daftar film dengan penghasilan kotor tertinggi tentu menjadi bukti betapa suksesnya film ini menyedot perhatian penontin. Tetapi secara kualitas cerita?
Sempat dikatakan bahwa setiap superhero yang tampil akan sesuai proporsi dan tidak ada yang ditonjolkan, tetapi film ini mau tidak mau sangat terlihat begitu menonjolnya peran Tony Stark. Bahkan Captain America yang harusnya menjadi pemimpin para Avenger, malah tidak signifikan kehadirannya. Maka tak heran bila ada komentar, "Koq Captain America cupu banget ya?"

Best Scene :



7. Iron Man 3 (2013)



Masih mengecewakan seperti film sebelumnya, Iron Man 3 juga masih menonjolkan aksi-aksi dari deretan armor Tony Stark dalam film ini. Entahlah, tapi aku merasa film ketiganya ini malah  ditujukan untuk anak-anak dibandingkan penonton dewasa. Plot twist serta kejutan-kejutan lainnya sepanjang film bahkan salah satu yang terburuk yang pernah ku lihat. Dan come on, tak ada kah aktor lagi selain Ben Kingsley yang memerankan The Mandarin? Dia bukan Chinese, bahkan bukan Asian. Chow Yun-Fat kek, siapa kek, pastilah menjadi pilihan yang lebih pas.

Best Scene :



8. Thor : The Dark World (2013)



Lagi-lagi kekecewaan besar yang didapat dalam film ini, dan lagi-lagi Loki mencuri perhatian dalam film ini. Masih sama seperti film pertamanya, Thor : The Dark World seperti setengah-setengah dalam pembuatannya. Mari berharap film ketiganya, Thor : Ragranok yang tayang 2017 ini bisa membayar lunas kekecewaan para fansnya.

Best Scene :




9. Captain America - The Winter Soldier (2014)



Inilah film terbaik MCU menurut penilaianku. Dengan plot yang mudah dimengerti, film ini juga menawarkan adegan fighting yang sangat enak dipandang mata. Pertarungan Captain America vs Winter Soldier adalah pertarungan terbaik dalam jagat Marvel secara keseluruhan. Konon sang sutradara, Anthony Russo, membangun scene pertarungan tersebut dengan mengambil inspirasi dari adegan pertarungan di film The Raid lho.

Best Scene :




10. Guardian of the Galaxy (2014)



Para superhero tak hanya di bumi!!!
Dan inilah para mantan narapidana yang nantinya bergabung menjadi para penjaga galaksi. Guardian of Galaxy hadir membawakan atmosfer baru ke dalam jagat Marvel. Fresh dan fun, bagi mereka yang awam, mereka takkan sadar bahwa kelima guardian ini berada di semesta yang sama dengan Captain America ataupun dengan Thor.
Sebagai villain utama, hadir Lee Pace sebagai Ronan the Accuser. Harus jujur diakui, sosok Ronan menjadi sosok villain yang hawa intimidasinya sangat kuat. Bahkan saat berhadapan dengan Thanos, karismanya tak kalah menakutkan. Sayang memang, dia harus kalah dengan cara yang ngga banget :D

Best Scene :



11. Avenger : Age of Ultron (2015)



Hadir kembali setelah kesuksesan The Avenger, sekuelnya ini tampil dengan sosok villain baru, Ultron. Sayang memang, lagi-lagi Marvel gagal menghadirkan sosok Ultron sebagai sosok yang dapat mengintimidasi selayaknya villain pada umumnya. 
Aku sendiri menilai film keduanya ini lebih baik dibandingkan dengan film pertama, paling tidak sosok Tony Stark tidak lagi mendominasi. Film ini juga menampilkan sosok penting Scarlet Witch dan Quick Silver. Dan film ini menjadi film pertama yang menampilkan sosok kematian dari salah satu superhero utamanya, Quick Silver. Kematiannya memang diharuskan dikarenakan kepemilikannya ada di film X-Men, akan tetapi seorang speedster mati karena tertembak peluru sungguh menimbulkan tanya. Yakin dah Flash bahkan Quick Silver versi X-Men bakal ketawa klo tau dia mati karena terjangan peluru. Ngga banget.

Best Scene :



12. Ant-Man (2015)



Sebagai film yang dicap underistimate dibandingkan dengan film-film Marvel lainnya, Ant-Man malah hadir sebagai salah satu yang terbaik. Cerita yang ringan namun mengalir dengan plot yang baik, kemudian dibumbui dengan humor yang fresh, rasanya sayang apabila melewatkan film ini. Sebagai film pertama, Ant-Man juga masih menyisakan potensi untuk perkembangannya. Seperti yang kita tahu, kehadiran The Wasp pada film selanjutnya.

Best Scene :



13. Captain America - Civil War (2016)



Lebih cocok diberi judul Captain America vs Iron Man, karena ya itu, konflik yang terjadi disebabkan oleh perbedaan prinsip kedua tokoh ini, yang lucunya malah bertolak belakang dengan watak mereka yang diperlihatkan pada film-film sebelumnya. Steve Rogers yang merupakan prajurit di medan perang yang royal kepada pemerintahan malah dalam film ini digambarkan sebagai pemberontak, sedangkan Tony Stark yang terkesan sombong, pemberontak dan pribadi yang tidak suka dicampuri permasalahannya malah tunduk dengan keinginan pemerintah.
Sebetulnya film ini bagus, tapi bila dibandingkan dengan versi komiknya dan harapan fans akan kemegahan perang antar superhero yang tidak terjadi, film ini boleh dibilang tidak sesuai dengan ekspetasi yang sudah terlalu tinggi dari penontonnya.

Best Scene :




14. Doctor Strange (2016)



Sosok Benedict Cumberbatch sangat cocok untuk memerankan Dr. Strange yang memang terkesan angkuh dan sombong. Ditambah dengan kemajuan teknologi, film ini mengingatkan kepada kita kepada film Inception dengan adegannya yang melipat-lipat kota. Film ini memang sangat menyenangkan mata, tetapi lagi-lagi, Doctor Strange menurutku pribadi masuk bersama dengan banyak film Marvel lainnya yang mendapat label hanya-perlu-sekali-nonton.
Adegan pertarungan dengan salah satu entitas paling kuat di semesta ini, Dormammu, malah lebih janggal dibandingkan dengan adegan joget Star Lord di film Guardian of Galaxy. Aku bahkan lebih tertarik pada adegan post-creditnya yang menurutku salah satu post-credit terbaik dan terpenting dalam semesta MCU.

Best Scene :



15. Guardian of Galaxy Vol. 2 (2017)



Aku tak pernah menonton film komedi yang membuatku tertawa terbahak-bahak melebihi ketika aku menonton Guardian of Galaxy Vol.2 :D
Serius ini film  kocak banget. Dan memang begitulah, Guardian of Galaxy selama ini dikenal dengan atmosfernya yang fun dan ringan. Tapi sayang, selain itu, tak ada hal luar biasa lainnya yang ada di film ini. Kelemahan MCU dalam membawa tokoh villain-nya sebagai sosok yang patut dikenang, kembali lagi terjadi ke dalam film ini. Sangat disayangkan memang.

Best Scene :





-----------------------------------------

Bila kita buat daftarnya, maka inilah film-film Marvel dari yang paling mengecewakan ke yang terbaik :

15. Thor : The Dark World
14. Iron Man 3
13. Thor
12. Iron Man 2
11. The Avengers
10. Doctor Strange
9. Avengers : Age of Ultron
8. Guardian of Galaxy
7. Captain America : Civil War
6. Guardian of Galaxy Vol. 2
5. Captain America : The First Avenger
4. Ant-Man
3. The Incredible Hulk
2. Iron Man
1. Captain Amerika : Winter Soldier

So, setuju kah kalian dengan daftar diatas?
Beri komentarnya ya...


--------------------------------------------

Baca Juga :
Dark Universe - Era Baru Film Para Makhluk Kegelapan

Review Film - Wonder Woman