Friday, August 12, 2016

Berhijab Dan Tetap Cantik Walau Berprofesi "Sangar"


Memakai hijab adalah salah satu jalan hidup yang dipilih oleh para wanita muslim. Selain alasan menaati perintah agama, hijab menurut mereka juga termasuk alat perlindungan diri agar merasa aman ketika berada di luar rumah. Begitu banyak manfaat dari berhijab, sehingga tak ragu lagi bagi para muslimah di dunia memilih untuk memakainya. Hijab dan wanita adalah satu rangkaian utuh kepribadian dan jati diri.

Beberapa tahun belakangan, hijab seolah menjadi tren di kalangan masyarakat. Bukan tren yang akhirnya dipakai semua orang, akan tetapi hijab yang sebelumnya terasa asing kini semakin dikenal dan sudah mendapat pengakuan dari dunia sebagai identitas seorang muslimah. Para wanita berhijab yang dulu sering dipandang sebelah mata kini menjelma menjadi wanita yang patut dihargai dan dihormati. Salah satunya karena mereka tetap menjalani profesi yang dianggap “berani” untuk seorang wanita tanpa menanggalkan hijabnya seperti di bawah ini.

Ayeesha Farouq


Wanita pertama yang menjadi pilot pesawat tempur dan maju ke medan perang untuk membela negara Pakistan ini bernama Ayeesha Farouq. Diantara lima rekan sesama perempuannya yang bekerja di Angkatan Udara Pakistan, hanya dialah yang lolos uji untuk turut ke lapangan bersama rekan-rekan prianya. Sebagai wanita muslimah dan memakai hijab tak menyurutkan tekadnya untuk mengabdi kepada negara. Dan hal tersebut terbukti benar lewat kerja kerasnya mengikuti ujian agar bisa menjadi prajurit perang dengan menjadi pilot pesawat tempur. Keinginannya yang tentu saja memiliki resiko besar sudah pasti sempat ditentang oleh keluarga terutama sang ibu yang tak menyetujui. Namun hingga akhirnya saat ini Ayeesha Farouq berhasil membuktikan kepada dunia lewat hijab hijaunya dia mampu menumpas teroris di wilayah Pakistan.

Chahida Chekkafi


Dalam pertandingan sepakbola yang tak boleh ketinggalan adalah petugas wasit. Wasit bertugas untuk mengatur jalannya pertandingan, jika tak ada wasit maka bisa dipastikan tidak akan ada pertandingan. Profesi yang sangat penting ini biasanya dimiliki oleh pria baik untuk sepakbola pria maupun wanita. Namun Chahida Chekkafi, gadis muda asal Maroko yang tinggal dan besar di Italia ini memilih profesi wasit. Tanpa meninggalkan hijab yang ada di kepalanya, gadis berusia 18 tahun ini telah berhasil menjadi wasit kalangan pemain muda untuk liga sepakbola Italia. Chahida Chekkafi membuktikan kepada dunia bahwa profesi yang kesannya hanya diperuntukkan pria bisa dilakukan oleh wanita dengan baik dan tentu saja tanpa harus mengesampingkan kewajiban sebagai seorang muslimah. Di usianya yang baru 18 tahun, Chekkafi tampak tangguh dan tegas dalam balutan kostum sporty dengan hijab di atas kepalanya ketika menjalankan tugas.

Tahani Amer


Seorang wanita asal Kairo, Mesir membuat kagum masyarakat dunia setelah kemunculannya dalam laman Women@NASA bersama pegawai perempuan NASA yang lain. Tahani Amer terlihat mencolok karena dia satu-satunya pegawai NASA yang memakai hijab. Wanita ini tak hanya pegawai biasa, namun dia termasuk ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat yang diperhitungkan. Dengan gelarnya sebagai doktor bidang teknik dari Old Dominion University di Norfolk, Virginia dia berhasil menduduki posisi Komputasi Dinamika Fluida NASA. Posisi yang mengharuskan dia mengutak-atik kode kode hingga memanjat langit-langit terowongan angin untuk memasang alat pengukur kecepatan. Maraknya diskriminasi terkait dengan wanita berhijab justru menjadi pembuktian bagi Tahani Amer bahwa dia termasuk wanita berhijab yang sukses berkarir di Amerika Serikat. Salah satu kutipan Tahani Amer yang terkenal adalah “Aku seorang muslim Amerika, pegawai NASA, yang tumbuh di pinggiran kota Kairo, Mesir”.

Kae Asima



Satu lagi wanita muslim berhijab dari Amerika Serikat yang melakoni profesi berani yakni pemadam kebakaran. Kae Asima seorang ibu dengan dua anak merupakan anggota pemadam kebakarandi Dinas Pemadam Kebakaran Richmond, negara bagian Virginia, Amerika Serikat. Asima melakoni profesinya sudah bertahun-tahun dan mengaku sangat mencintai pekerjaannya yang memiliki resiko besar dan biasanya didominasi oleh para pria. Kecintaan Asima dengan pekerjaannya ini membuktikan kepada masyarakat dunia bahwa dialik keanggunannya sebagai wanita muslimah yang wajib berhijab tersimpan keberanian yang luar biasa untuk menyelamatkan nyawa orang dari dengan mengatasi “si jago merah”. Kae Asima juga tak merasa rishi dengan hijabnya yang sering dipertanyakan orang-orang apa tidak mengganggunya ketika bekerja. Asima menjelaskan bahwa ketika bekerja dia memakai hijab “Nomex” yang tahan api.

Kulsoom Abdullah


Wanita cantik yang merupakan warga negara Pakistan – Amerika ini sempat membuat heboh dunia olahraga khususnya cabang olahraga angkat besi. Kulsoom Abdullah merupakan atlet besi wanita pertama yang memakai hijab di dunia. Menjadi satu-satunya wanita Pakistan yang menggeluti profesi aneh ini tak lantas membuat Kulsoom Abdullah melepas hijabnya. Wanita kelahiran tahun 1976 ini pertama kali dikenal setelah mewakili Pakistan di kejuaraan Weightlifting Championship 2011 dan kejuaraan- kejuaraan tingkat dunia yang lain setelahnya. Konsistensinya dalam mempertahankan hijab yang ia kenakan dan prestasi yang ditunjukkan oleh wanita yang lahir di kota Kansas ini juga menorehkan sejarah karena membuat Federasi Angkat Besi Internasional atau International Weightlifting Federation (IWF) mengubah peraturannya dan memperbolehkan atlet angkat besi wanita berhijab.

----------------------------------------------------------------------------------

Itulah tadi profesi-profesi berani yang dilakoni wanita berhijab. Meski resiko yang dihadapi juga besar dan berat, mereka tak goyah mempertahankan jati diri dan kewajibannya sebagai muslimah. Justru melalui hijab mereka membuktikan bahwa keberadaan mereka patut mendapat apresiasi dan tempat di hati masyarakat dunia seperti yang lainnya.

0 comments:

Post a Comment