Monday, January 23, 2017

Pembantaian Massal Sadis Yang Pernah Terjadi Di Indonesia



"Manusia adalah binatang terkejam"

Mungkin ada benarnya perkataan dari Friedrich Nietzsche diatas. Sebagai rantai makanan teratas dan dengan segala kelebihannya terhadap binatang lain, manusia itu kejam. Bahkan terkejam. Karena mereka tidak hanya bertindak kejam terhadap makhkluk lain, bahkan kepada sesamanya pun mereka tak segan berlaku kejam.

Sejarah dunia membuktikan itu. Sepanjang usia bumi ini, entah sudah berapa kali terjadi peristiwa Genosida dan Pogrom. Pada Abad I kita temui peristiwa pembantaian Helvetia oleh Julius Caesar. Kemudian pembantaian Suku Indian di Amerika oleh pendatang Eropa. Pembantaian Suku Kurdi, masyarakat Yahudi dan pembantaian Rwanda juga tercatat oleh sejarah. Bahkan pembantaian kejam terhadap etnis Rohingya dan warga Palestina masih terjadi hingga detik ini.

Tak terkecuali Indonesia. Memang tak banyak yang mengetahui Pembantaian Massal Sadis Pernah JugaTerjadi Di Indonesia, terkecuali pembantaian oleh PKI terhadap berbagai tokoh pada masa silam. Alangkah sayangnya kita sebagai generasi penerus bangsa, tak mengetahui berbagai peristiwa mencekam yang pernah melanda negara kita. Kita harus tau, karena dari sana paling tidak kita bisa mencegah hal yang sama akan terjadi di masa depan.

Berikut Pembantaian Massal Sadis Yang Pernah Terjadi Di Indonesia :

1. Pembantaian Ethnis Tionghoa (1740 M)


Dikenal juga sebagai Geger Pacinan atau Tragedi Angke. Pembantaian ini dipicu oleh ketidakadilan yang dialami oleh pedagang Tionghoa dimana mereka dibebani oleh pajak yang sangat tinggi dari pemerintah (saat itu VOC). Pedagang Tionghoa pun melancarkan aksi unjuk rasa sebagai bentuk penolakan. Dari sana timbullah kekacauan. Ini diperparah dengan jatuhnya harga gula pada saat itu hingga akhirnya memicu kerusuhan pada tanggal 7 Oktober 1970, dimana ratusan warga Tionghoa membunuh sekitar 50 tentara VOC.

Desas desus kekejaman etnis Tionghoa dengan cepat menyebar dan membuat kepanikan dimasyarakat. Etnis lain yang saat itu juga bermukim di Batavia kemudian merasa keamanan mereka terancam sehingga mereka bertindak diluar batas dengan memburu dan membunuh setiap etnis Tionghoa yang mereka temui serta membakar rumah mereka. Diperkirakan lebih dari 10.000 warga Tionghoa pada saat itu dibantai.

2. Peristiwa Mandor (1944 M)


Merupakan peristiwa pembantaian yang terjadi di Mandor, Kalimantan Barat oleh tentara Jepang pada zaman kolonial Jepang. Peristiwa ini dipicu oleh kecurigaan pihak Jepang terhadap para tokoh-tokoh masyarakat yang ada di Kalimantan Barat sedang menyusun pemberontakan bekerja sama dengan para pejuang di Kalimantan Selatan.

Untuk meredam rencana tersebut, pihak Jepang melakukan penangkapan terhadap tokoh-tokoh yang ikut serta pada rencana aksi tersebut. para tentara Jepang itu mendobrak dan menculik para target sasarannya. Akan tetapi bukan hanya para cendekiawan atau para tokoh masyarakat yang diburu, tetapi juga rakyat biasa bahkan meraka yang tidak tahu apa-apa juga diburu.

Tindakan pihak tentara Jepang ini kemudian melewati batasnya dengan melakukan pembantaian terhadap siapapun yang dirasa mengganggu agenda mereka ditanah Kalimantan. Menurut data yang ada, peristiwa ini merengut warga Mandor lebih dari 20.000 orang.

3. Pembantaian Westerling (1946 - 1947 M)


Pembantaian Westerling adalah sebutan untuk persitiwa Genosida ribuan rakyat sipil di Sulawesi Selatan yang dilakukan oleh pasukan Belanda pimpinan Raymond Westerling. Peristiwa ini terjadi pada bulan Desember 1946 hingga Februari 1947 selama operasi yang disebut dengan Counter Insurgency (Penumpasan Pemberontakan).

Sejak Indonesia merdeka, tampaknya memang Belanda tidak ingin negara yang dulu mereka jajah ini tenang dengan kehidupannya sendiri dengan damai. Pihak Belanda masih berkeinginan meredam semangat kemerdekaan rakyat Indonesia. Dan salah satu tindakan tersadis yang pernah dicatat adalah tindakan agresif tentara Belanda dengan menyingkirkan selama-lamanya pihak-pihak yang merongrong keberadaan pihak Belanda di Indonesia. Dikabarkan lebih dari 40.000 warga dibunuh secara sadis ditengah lapangan terbuka dalam operasi kejam tentara Belanda ini.

-----------------------------------------------

Dan masih banyak lagi.

Entahlah bagi mereka, seberapa berharga nyawa manusia sehingga peristiwa-peristiwa diatas terjadi dan masih terjadi diberbagai pelosok dunia. Harusnya mengharga nyawa manusia tak berdosa adalah hak utama yang harus dijaga oleh setiap insan manusia.

Semoga persitiwa-persitiwa di atas bisa menjadi pengingat kita betapa rusaknya dunia tanpa perdamaian dan semoga kita bisa mewariskan dunia tanpa pembantaian umat manusia apapun etnisnya apapun agamanya, kepada anak cucu kita kelak.

Aamiin...
Sumber : 1 2 3

0 comments:

Post a Comment