Sunday, January 3, 2016

Perkenalkan.. Kami Adalah Penyuluh KB


Alhamdulillah akhirnya kita secara resmi memasuki tahun baru 2016. Tentu banyak dari sahabat yang mempunyai harapan dan pencapaian yang ingin dikejar selama setahun ini. Begitu dengan aku pribadi. Semoga tahun ini menjadi "our year" dimana segala keinginan kita bisa tercapai. Aamiin.

Nah puji syukur pula blog ini akhirnya telah berjalan kurang lebih selama 9 bulan. Hehe tinggal nunggu lahirannya aja lagi nih *eh

Sebagai "media hiburan selingan" sekaligus tempat aku berbagi dan mengembangkan diri, aku juga berharap blog ini bisa menjadi tempat kalian, dan aku, untuk belajar. Dan dikarenakan pekerjaan aku adalah seorang PNS dilingkungan Pemerintah Kabupaten tentu aku sangat ingin berbagi tulisan tentang apa yang kulakukan selama aku bekerja. Menuliskan apa sih yang ku lakukan dan yang ku abdikan sebagai aparatur sipil negara. Makanya mulai sekarang ku tambahkan satu lagi label baru dalam blogku yang khusus membahas bidang pekerjaan yang selama ini kujalani (Label : Keluarga Berencana)

Yups setelah menyelesaikan prajabatan serta pelatihan dasar yang beberapa bulan lalu ku selesaikan, izinkan aku memperkenalkan pekerjaanku kepada sahabat-sahabat sekalian.
Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) / Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB)

*PKB/PLKB? Belum Pernah Dengar?

Hehe ngaku nih, sebelum mendaftar sebagai CPNS aku juga belum pernah dengar jabatan PKB/PLKB dilingkungan PNS. Jadi amat sangat wajar apabila sahabat-sahabat sendiri belum pernah mendengarnya. Tapi aku sangat yakin, walaupun kalian baru tau ada Penyuluh KB, kalian pasti pernah mendengar kata KB kan?

Nah secara singkat, orang-orang yang melakukan fungsi melaksanakan, mengelola, menggerakkan dan memberdayakan serta menggalangkan kemitraan dalam pelaksanaan program KKB (Kependudukan dan Keluarga Berencana) adalah PNS yang kita sebut sebagai PKB.
Sedangkan PLKB adalah PNS atau Non-PNS yang karena 1-2 sebab tidak bisa menjadi PKB. Walaupun masih punya fungsi dan tugas sama tapi wewenangnya tentu berbeda.

PKB/PLKB merupakan tenaga fungsional yang sebagian besar waktunya (sekitar 80%) berada dilapangan. Mereka bekerja dikecamatan dimana mereka bertanggung jawab terhadap program di desa binaan yang telah dilimpahkan kepada mereka.

*PKB/PLKB Cukup Memberikan Penyuluhan Aja Berarti? Enak Donk Pekerjaannya

Betul tapi tidak sepenuhnya benar...
Memang tugas dari PKB sesuai namanya memang memberikan penyuluhan atau KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) kepada masyarakat yang pada akhirnya masyarakat paham dan mau serta mampu mengikuti program KB. Masyarakat inipun akhirnya kami sebut dengan akseptor KB.

Tapiiiii, tidak sesederhana itu...
Seperti yang aku bilang sebelumnya, PKB/PLKB adalah orang-orang yang melakukan banyak fungsi dari pelaksanaan sampai pemberdayaan yang tentu saja dimulai dengan perencanaan yang baik dan diakhiri dengan evaluasi yang menyeluruh.

Dalam bidang pekerjaan kami ada 10 langkah PKB/PLKB yang harus kami hapal diluar kepala serta menjadi pedoman kami dalam melaksanakan kegiatan. Nah 10 langkah kerja PKB/PLKB itu adalah :
  1. Pendekatan Tokoh Formal
  2. Pendataan dan Pemetaan Sasaran
  3. Pendekatan Tokoh Informal
  4. Pembentukan Kesepakatan Melalui Rapat Koordinasi atau Musyawarah Masyarakat
  5. Penguatan Hasil Kesepakatan
  6. Penyuluhan/KIE Bersama Tokoh Formal/Informal
  7. Pembentukan Kelompok Pelopor dan Penumbuhan Institusi Masyarakat
  8. Pemberian Pelayanan Teknis Terpadu
  9. Pencatatan dan Pelaporan
  10. Pembinaan dan Evaluasi
See?
Penyuluhan hanyalah 1 diantara 10 langkah kerja yang harus kami lakukan. Tidak sederhana karena sebagai PKB/PLKB yang harus berhadapan langsung dengan masyarakat dan meyakinkan masyarakat untuk ikut serta dalam program KKB harus ada teknik tertentu. Harus ada "seninya".

Nanti kita akan bahas lebih mendalam terhadap pekerjaan ini dikesempatan selanjutnya.

*Berarti Berat Donk Pekerjaannya?

Yaa kagak juga :D
Ga ada pekerjaan yang berat klo kita menjalankannya dengan suka cita. Klo kita merasa berat dengan pekerjaan kita berarti ada yang salah, jangan-jangan pekerjaan kita ga berkah.

Tapi memang harus diakui, beban kerja seorang PKB/PLKB untuk saat ini tidaklah ideal. Untuk memaksimalkan pencapaian program KKB, setiap PKB/PLKB paling banyak membina 3 desa dan saat ini kami kekuarangan pegawai sehingga ada beberapa diantara kami yang harus membina banyak desa, ada yang 1 orang untuk 10 desa, bahkan ada pula yang sampai 20 desa.
Sangat tidak ideal.

*Koq Bisa Gitu? Ga Diperhatiin Pemerintah Ya?

Klo ga diperhatiin sih ga juga. Memang sih penerimaan PNS untuk PKB tahun kemarin masih sedikit, bahkan untuk kabupatenku sendiri cuma aku doank yang diterima :D

Tapi yang menjadi salah satu penyebab kurangnya tenaga PKB/PLKB ditiap desa adalah banyaknya PKB yang pindah haluan dari fungsional menjadi struktural, entah mereka menjadi kepala Puskesmas, Camat atau yang lainnya.

Wajar, karena sebagai fungsional yang berjibaku dalam masalah KKB, seorang PKB adalah orang yang sangat kompeten dan tau persis seluk beluk desa atau kecamatan. Yah jadi gitu, saking pahamnya masalah masyarakat di desa, mereka lalu ditarik ke kecamatan, paling banyak sih jadi camat.

Tapi sekarang telah terbit peraturan dimana seorang PKB tidak bisa berpindah menjadi pejabat struktural. Yups, kami telah dikontrak "mati" menjadi fungsional.
Selain itu agar kami menjadi "betah" dengan pekerjaan kami, maka dari tahun 2017 ntar, seluruh PKB akan menjadi pegawai pusat (yang ditempatkan di daerah) sehingga secara penghasilan yaa cukup lah buat beli beras dan segepok berlian :D

*Gede Gitu Penghasilannya?

Gede itu relatif, yang penting cukup.
Mau beli beras? cukup, beli rumah? cukup, beli mobil? cukup :D

Jangan memilih bidang pekerjaan karena materi, tapi pilihlah yang sesuai dengan kita dan bisa menjadi ladang pahala bagi kehidupan akhirat kita kelak.

*Worth it?

Absolutely Yes!

*Latar Belakang Pendidikannya Apa Untuk Bisa Jadi PKB/PLKB?

Saat ini banyak PKB/PLKB dengan beragam latar belakang pendidikan. Ada yang S.Ag, S.Pd, Bidan dan sarjana-sarjana lainnya. Bahkan ada yang meniti dari SMA. Aku sendiri berlatar belang SKM dan aku merasa sangat bersyukur karena dengan titel ini aku tak perlu memulai dari dasar karena sebagian besar telah aku pelajari di bangku kuliah.

Pada intinya sih liat aja ntar saat ada penerimaan PNS, untuk posisi PKB/PLKB, latar belakang pendidikan apa yang dicari.

*Kesan-Kesannya Selama Jadi PKB/PLKB?

Menarik, sangat menarik.
Karena kita bakal menemui banyak orang baru.
Berinteraksi dengan berbagai macam orang.
Dipercayai dengan berbagai kegiatan.
Dan sangat melegakan ketika tahu orang lain bisa terbantu dengan apa yang telah kita lakukan.

*Tetap Berbagi Disini Ya Biar Pengetahuan Kami Tentang KKB Semakin Banyak

InsyaAllah...
Salah satu resolusi tahun 2016, semoga bisa tetap amanah dan bisa berbagi baik ketika bekerja ataupun ketika off dan ketika sedang blogging.

Banjarmasin, 3 Januari 2016
Menulis disela-sela istri lagi masak

5 comments:

  1. Salam kenal, saya s1 bidan, dan cpns plkb th 2015 dari Jogja, tapi belum LDU..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga :)
      Udah hampir setahun berarti ya? semoga secepatnya diadakan LDU didaerah Jogja

      Delete
  2. mantap. salam kenal. jgn lupa berkunjung fitraplkb.blogspot.com

    ReplyDelete
  3. salam PLKB. fitraplkb.blogspot.co.id

    ReplyDelete
  4. Hallo...salam kenal....sy PKB Jak pus.
    Smoga Teman2 Tetap semangat di tahun 2017

    ReplyDelete