Sunday, January 31, 2016

(Not) A Lone Wolf - Belajar Kepemimpinan Dari Kawanan Serigala



“Ingatlah! Setiap kamu adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya, seorang suami adalah pemimpin keluarganya dan ia akan dimintai pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya, wanita adalah pemimpin bagi kehidupan rumah tangga suami dan anak-anaknya, dan ia akan dimintai pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya. Ingatlah! Bahwa kalian adalah sebagai pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya,” 
(HR. Bukhari -  Muslim)

Kepemimpinan menurut wikipedia adalah proses mempengaruhi atau memberi contoh dari seorang pemimpin kepada pengikutnya agar tujuan yang diinginkan bisa tercapai. Banyak berbagai versi bagaimana dan seperti apa kepemimpinan yang baik, akan tetapi dalam Islam sendiri, paling tidak ada ada 4 sifat yang harus dimiliki, yaitu
  1. Siddiq, yaitu jujur
  2. Tabliq, yaitu menyampaikan
  3. Amanah, yaitu bertanggung jawab
  4. Fathanah, yaitu cerdas
Sayang, saat ini sangat sedikit figur (yang masih hidup dan bisa kita perhatikan) serta tokoh-tokoh Indonesia yang sangat sulit untuk kita ikuti, kita percayakan dan bisa kita ikuti sepenuh hati terhadap cara kepemimpinannya.

Saat ini sangat sulit apabila kita mencari sosok ideal yang bisa menjadi pemimpin, dari tingkatan teratas sampai tingkatan terendah dalam masyarakat.

Begitu banyak pemimpin yang tidak bisa menjadi suri tauladan. Begitu banyak yang menjabat sebagai ketua/kepala tapi tak bisa disebut pemimpin.

Aku pun harus mengakui, sebagai pribadi mungkin aku sendiri bukanlah orang yang pantas disebut sebagai pemimpin.

Tapi kita tentu saja tidak bisa berhenti sampai disitu saja, kita harus belajar dari apapun atau siapapun untuk mengembangkan diri kita agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Nah kali ini mari kita belajar dari sosok serigala.

Serigala sangat identik dengan kata kesepian (a lone wolf), padahal pernyataan tersebut tidak bisa dibenarkan. Serigala adalah binatang yang hidup berkelompok, berburu berkelompok, saling menjaga satu sama lain. Dan tentu untuk menjaga kekompakan dalam kelompok, harus ada pemimpin yang tangguh untuk mengatur kawanan serigala ini.

Ngga percaya ada leadership dalam kawanan serigala?
Mari kita lihat gambar dibawah ini...



Ini adalah foto kawanan serigala yang sedang melakukan perjalanan di alam bebas. Perhatikan mereka berbaris dengan berpola.

Tiga didepan (lingkaran kuning) adalah kelompok serigala yang sudah berumur tua dan sakit. Mereka sengaja diletakkan paling depan untuk mengatur kecepatan berjalan kawanannya karena apabila mereka ditempatkan didepan, bisa dipastikan mereka akan tertinggal.

*Dari sini kita bisa melihat kepedulian pemimpin untuk menyesuaikan kemampuan tiap individu agar bisa maksimal

Lima dibelakangnya (lingkaran merah) adalah individu serigala yang terkuat dan yang terbaik, mereka bertugas untuk melindungi sisi depan bila ada serangan yang dapat mengacaukan barisan. 

Lima individu terbaik juga ditempatkan dibarisan belakang, sehingga kawanan yang berada ditengah-tengah barisan bisa aman dan terlindungi dari barisan.

*Yang kuat menopang yang lemah, pemimpin serigala bisa membuat kawanannya efektif dalam melakukan perjalanan

Sedangkan serigala sendirian yang berada dipaling belakang (ditandai panah biru) adalah sang pemimpin.

Dia memastikan tak ada yang tertinggal (No One Left Behind)
Dia bersiaga agar semua kawanan tetap berada pada barisan (All Keep Stay One on Pack)
Dari belakang dia bisa memberikan perintah yang jelas untuk memberikan perintah (Protect and Serve)

Tanggung jawab yang diberikan kepada dia, dia pegang dengan teguh dan dia laksanakan dengan baik sehingga kawanan yang dia jaga bisa sampai di akhir perjalanan dengan selamat.

Sumber

0 comments:

Post a Comment