Saturday, March 19, 2016

Kisah Abu Hurairah, Sahabat Rasulullah yang Dijuluki Bapak Kucing


Siapa tak kenal dengan nama Abu Hurairah? Tentunya hampir semua umat muslim di seluruh dunia, mengenal dengan jelas siapa beliau. Ya, beliau adalah seorang sahabat Rasulullah yang menjadi orang pertama yang sering meriwayatkan hadits-hadits Rasulullah. Setiap hadits dari Rasul yang kita dengar atau baca, hampir sebagian besar diawali dengan kata “Dari Abu Hurairah ra.”, itu menunjukkan bahwa beliau adalah orang yang dekat, dan sangat sering ada di dekat Rasulullah, untuk mendengarkan, menghafal, dan mengikuti tuntunan Rasulullah.

Nah, berikut ini adalah beberapa fakta menarik dari Abu Hurairah, semoga bisa menginspirasi kita: 

Kecintaannya pada Kucing

Abu Hurairah lahir dengan nama Abdu Syamsi ibn Shakhr Ad-Dausi, pada masa jahiliyah, dan 30 tahun lebih muda dari Rasulullah SAW. Setelah masuk Islam, beliau dinamakan Abdurrahman oleh Rasulullaah. Nama Abu Hurairah didapatkan oleh beliau karena beliau memiliki seekor kucing peliharaan yang selalu beliau gendong dan elus-elus kemanapun beliau pergi. Kucing itu ibarat bayang-bayang yang selalu mengikuti beliau kemana saja. Kucingnya juga sering dimandikan, dibersihkan, dan tentunya diberi makanan yang layak.

Abu-Hurairah kecintannya pada kucing

Selain kucing itu, Abu Hurairah juga memiliki beberapa ekor kucing peliharaan di rumahnya. Kesukaan Abu Hurairah pada kucing, merupakan inspirasi yang beliau dapat dari Rasulullah SAW yang juga sangat mencintai hewan lucu tersebut. Kucing Rasulullah bernama Muezza, yang sangat penurut dan menyayangi Rasul. Nah, karena kecintaannya pada kucing itulah, kemudian Abdurrahman ini diberi julukan Abu Hurairah, yang berarti Bapak Kucing. 

Memiliki Kemampuan Mengingat yang Tajam

Abu Hurairah senang sekali mengikuti dan berada di dekat Rasulullah. Dengan kemampuan daya ingatan yang sangat tajam, beliau pernah diuji oleh beberapa orang terkait ketajaman ingatannya akan hadits-hadits Rasulullah yang diriwayatkannya. Suatu hari Abu Hurairah dipanggil oleh seseorang yang mengaku ingin belajar hadits-hadits Rasulullah. Dengan senang hati Abu Hurairah menyampaikan beberapa hadits dari Rasulullaah, dan ternyata tanpa sepengetahuannya, di balik tabir ada seseorang yang bertugas mencatat semua hadits yang beliau sampaikan.

Kemampuan mengingat yang handal

Kemudian setelah beberapa tahun, orang tersebut memanggil Abu Hurairah lagi dan menanyakan tentang hadits-hadits yang beliau sampaikan beberapa tahun sebelumnya itu. Hasilnya, semua terkesima karena semua yang Abu Hurairah sampaikan sama persis dengan apa yang dicatat oleh orang-orang yang mengujinya tersebut tanpa berkurang atau berlebih satu kata pun. Akhirnya semua orang mengakui, bahwa Abu Hurairah memang memiliki kemampuan mengingat yang baik. 

Akrab dengan Kemiskinan

Abu Hurairah juga dikenal sangat akrab dengan kemiskinan. Beliau hidup sangat sederhana dan sabar. Pernah, beliau sampai rela mengganjal perutnya dengan batu-batu demi menahan lapar. Sampai saking laparnya dan tidak kuat, suatu hari Abu Hurairah terjatuh sambil kejang-kejang memegangi perutnya. Orang-orang di sekitar mengira bahwa beliau terkena penyakit ayan, namun sesungguhnya saat itu beliau tengah sakit menahan lapar. 

Kisah lain yang mengharukan adalah ketika suatu hari Abu Hurairah sedang kelaparan, namun beliau sangat sungkan meminta makanan kepada orang lain. Saat itu lewatlah Abu Bakar, Abu Hurairah pura-pura menanyakan tentang sebuah ayat Al-Qur’an kepada Khalifah pertama itu dengan maksud agar Abu Bakar mengajaknya ke rumah. Namun setelah menjawab pertanyaan Abu Hurairah, Abu Bakar kembali pulang tanpa mengajak beliau. Abu Hurairah sedih.

Ilustrasi susu dalam mangkuk [Image Source]

Lalu lewat lagi Umar bin Khattab, Abu Hurairah kembali menanyakan satu ayat Al-Qur’an kepada khalifah kedua tersebut dengan maksud yang sama, mungkin saja Umar mau mengajak beliau ke rumahnya. Namun lagi-lagi, setelah menjawab pertanyaan Abu Hurairah, Umar kembali pulang tanpa mengajak beliau ke rumahnya. Abu Hurairah kembali sedih. Yang terakhir, lewatlah Rasulullah SAW. Abu Hurairah senang sekali, karena sebelum bertanya tentang ayat Al-Qur’an, Rasul sudah mengajaknya terlebih dahulu ke rumahnya. Di rumah beliau, Abu Hurairah mendapati semangkuk besar susu di meja makan. Namun, beliau tiba-tiba mendengar Rasulullah menanyakan kepada Aisyah tentang susu tersebut. Dan setelah di jawab oleh Aisyah bahwa susu tersebut pemberian si Fulan, maka Rasulullah meminta Abu Hurairah yang sangat kelaparan itu untuk memanggil beberapa musafir yang akan diberi susu tersebut. 

Abu Hurairah sedih, namun beliau patuh kepada Rasulullah dan memanggil beberapa musafir untuk diberi susu tersebut. Satu per satu musafir itu meneguk susu itu sampai kemudian tersisa beberapa tegukan dalam mangkok itu, susu yang sangat lezat. Abu Hurairah terdiam dan menunggu perintah Rasulullah selanjutnya. Rasulullah kemudian tersenyum dan meminta Abu Hurairah yang terlihat kelaparan untuk meminum susu sisanya tersebut. Abu Hurairah sangat gembira dan kemudian meminum susu tersebut sampai kenyang. 

Sangat Mencintai Rasulullah SAW

Sebuah kisah mengharukan terjadi ketika Rasulullah SAW telah meninggal. Kecintaan Abu Hurairah pada Rasul yang tak pernah padam membuatnya terus menerus meriwayatkan hadits Rasulullah. Apa yang beliau sabdakan, perintahkan, tuntunkan, semua diriwayatkannya dengan sangat jelas. Bahkan sampai ketika ada beberapa orang jahat yang berusaha memalsukan hadits Rasul dengan menggunakan namanya sebagai periwayat, karena kemampuan mengingat dan meriwayatkan Abu Hurairah yang sangat tajam tersebut. 

Suatu hari, saat Umar bin Khattab menjadi khalifah, Abu Hurairah di datangi oleh Umar dan memintanya berhenti meriwayatkan hadits. Namun perintah itu tak diindahkan oleh Abu Hurairah, beliau terus saja meriwayatkan hadits Rasul, sampai Umar dengan tegas kembali memerintahkannya untuk berhenti dulu jangan meriwayatkan hadits. 

Kecintaan Abu Hurairah kepada Rasulullah SAW

Umar mengancam Abu Hurairah, “Berhentilah meriwayatkan hadits, wahai Abu Hurairah…jika tidak maka kau akan kukembalikan ke tanah Dausi (tanah kelahiran Abu Hurairah di masa jahiliyahnya)!”. Mendengar ancaman sang Khalifah, Abu Hurairah kemudian menunduk patuh dan mulai berhenti sejenak meriwayatkan hadits-hadits Rasulullah. 

Kenapa Umar bin Khattab memerintahkan demikian? Ternyata saking cintanya pada Rasulullaah, Abu Hurairah terlalu semangat terus menghafal dan menyampaikan hadits-hadits Rasul, namun mulai sedikit berkurang intensitas interaksinya dengan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Nah, untuk tujuan mengingatkan itulah, Umar sampai mengancam, demi kebaikan Abu Hurairah sendiri, karena Rasulullah pun pasti akan kurang suka jika melihat Abu Hurairah sedikit berkurang hubungannya dengan Al-Qur’an. Masya Allah.. 

Itulah beberapa kisah dari Abu Hurairah atau Bapak Kucing yang bisa kita teladani dan ambil hikmahnya. Semoga menjadikan kita lebih semangat untuk terus berbuat kebaikan dan beramal sholeh, seperti para sahabat di masa dahulu. Aamiin.

Sumber 

2 comments:

  1. kucing memang binatang yang disukai gan, nabi juga punya peliharaan kucing

    ReplyDelete