Friday, July 22, 2016

Kontroversi Pokemon Go, Dari Keimanan Hingga Keamanan


Demam permainan realitas tertambah (augmented reality), Pokemon Go, memicu bermacam reaksi di pelbagai belahan dunia.

Di Indonesia, misalnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi telah mengeluarkan surat edaran, yang memuat larangan bermain Pokemon Go di instansi pemerintah. Keamanan dan produktivitas aparatur sipil negara menjadi isu pokok di balik larangan itu.
Selain itu, di beberapa negara Islam, muncul silang pendapat soal kehalalan permainan hasil kreasi pengembang Niantic itu. Di saat bersamaan, permainan ini memicu kontroversi seputar topik keamanan.

Berikut kontroversi Pokemon Go yang terjadi di sejumlah negara.

Arab Saudi

Mula-mula muncul kabar bahwa Majelis Ulama Arab mengharamkan Pokemon Go. Konon, fatwa itu disampaikan anggota Majelis Ulama Arab, Sheikh Saleh Al-Fozan.
Pokemon Go disebut tak jauh berbeda dengan versi lawasnya. Sebelumnya, memang ada fatwa haram (2001) terhadap permainan Pokemon versi lawas, yang menggunakan kartu dan dianggap identik dengan perjudian. 


Belakangan, seperti dilansir Reuters, Kementerian Kebudayaan dan Informasi Arab Saudi membantah kabar soal fatwa haram itu. "Dewan Senior Ulama membantah bahwa mereka telah mengeluarkan fatwa baru tentang permainan Pokemon," kata Abdulmohsen Alyas, juru bicara Kementerian Kebudayaan dan Informasi.
Pun melalui Twitter, Majelis Ulama Arab menegaskan bahwa mereka tidak pernah mengeluarkan fatwa haram terhadap versi teranyar permainan Pokemon itu.

Bosnia
 
Warga Bosnia telah diperingatkan untuk tidak bermain Pokemon Go di wilayah yang masih bertaburan ranjau darat sisa perang era 1990-an.
Peringatan itu disampaikan oleh Posavina Bez Mina, sebuah lembaga yang fokus pada penanganan ranjau di Bosnia.


Pasalnya, lembaga non pemerintah itu mendapat laporan soal sejumlah warga yang memasuki wilayah penuh ranjau demi memburu Pokemon
"Warga diminta tidak melakukannya, untuk menghormati tanda-tanda demarkasi wilayah ranjau berbahaya, serta tidak pergi ke daerah-daerah yang tidak diketahui," tulis Posavina Bez Mina, melalui Facebook.

Mesir
 
Di Mesir muncul perdebatan soal Pokemon Go, yang disebut membahayakan keamanan nasional. Seorang pejabat komunikasi di Mesir, Ahmed Badawi menganjurkan agar permainan ini dilarang sebab bisa menempatkan aset pemerintah dalam bahaya.
Saran itu mendapat dukungan sejumlah anggota parlemen. "Pokemon Go adalah alat anyar yang digunakan agen mata-mata dalam perang intelijen. Aplikasi keji dan licik yang mencoba menyusup dalam masyarakat kita dengan dalih hiburan. Tapi yang mereka inginkan adalah memata-matai warga dan negara," kata Hamdi Bakheet, anggota parlemen Mesir di bidang pertahanan dan keamanan.


Sementara itu, Wakil Rektor Al-Azhar University, Abbas Shuman sempat membandingkan Pokemon Go dengan adiksi yang disebabkan "penyalahgunaan alkohol."
Meski demikian, seperti dilaporkan Al Jazeera, Shuman tidak menganjurkan pelarangan. Ia sekadar mengingatkan anak muda agar menjauhi permainan ini, karena sifat adiktif serta bahaya yang bisa ditimbulkan saat berburu Pokemon.

Kuwait

Kementerian Dalam Negeri Kuwait mengatakan bahwa Pokemon Go tidak diperbolehkan di sejumlah tempat tertentu. Termasuk di antaranya instansi pemerintah, militer, dan lokasi penting lainnya. 


Imbauan untuk tidak mengejar pikachu dan kawan-kawannya berlaku di masjid-masjid, dan pusat perbelanjaan.
Seperti dilansir Kuwait Times, Wakil Menteri Dalam Negeri Kuwait, Letnan Jenderal Suleiman Al-Fahad menegaskan bahwa keputusan itu bulat, dan tak ada alasan bagi siapa pun untuk melanggarnya.

Turki

Ikatan Imam Turki, Diyanat Sen, mengusulkan kepada pemerintah untuk melarang Pokemon Go.
Kepala Diyanat Sen, Mehmet Bayraktutar menyebut permainan itu bisa merusak penghormatan terhadap tempat-tempat suci umat Muslim, termasuk Masjid.


"Ini merusak kesakralan dan signifikansi masjid, yang merupakan tempat ibadah paling indah dalam Islam," kata Bayraktar, seperti dikutip Daily Haberturk.

Rusia
 
Di Rusia kritik keras disampaikan oleh Franz Klintsevich, salah seorang legislator senior dari Rusia Bersatu --partai penguasa, pendukung Presiden Vladimir Putin. Ia menyebut bahwa Pokemon Go adalah jelmaan dari intelijen barat dan iblis.


"Ada indikasi bahwa Iblis telah datang melalui mekanisme ini, dan dia mencoba untuk merusak kerohanian kita," kata Klintsevich, dikutip Express.
Seperti dilansir RT, Gereja Orthodox Rusia juga sempat meminta pengembang Pokemon Go agar mencegah "perburuan monster" terjadi di gereja dan pemakaman.
Pandangan berbeda datang dari Federasi Komunitas Yahudi Rusia. Mereka justru mengizinkan para pemburu Pokemon beraktivitas di sekitar rumah-rumah ibadah dan bangunan bersejarah lainnya.

---------------------------------------------

Sumber 

0 comments:

Post a Comment