Sunday, June 21, 2015

Mukaddimah

Segala puji bagi Allah, al-Malik Al-Haqq, Al-Mubin, yang memberikan kita iman dan keyakinan. Ya Allah, limpahkan shalawat pada pemimpin kami Muhammad, penutup para nabi dan rasul, dan begitu pula pada keluarganya yang baik, kepada para sahabat piluhan, dan yang mengikuti mereka dengan penuh ihsan hingga hari kiamat.

Sahabat.... 
Semenjak kecil kita telah diajarkan bagaimana cara menulis. Awalnya kita diajarkan bagaimana cara menulis kata "Mama" atau "Papa" atau bagaimana cara kita menuliskan nama kita nama sendiri, tentu dengan tulisan yang masih amburadul pada saat itu. Lanjut ketika kita sekolah, kita pun tetap diminta untuk menulis tentang pelajaran apa yang kita terima saat itu. Berapa ribu atau juta kata yang telah kita tuliskan dari waktu itu sampai sekarang? Entahlah... 

Tapi pernahkah kita pikirkan secara mendalam, mengapa kita harus menulis? Mengapa ketika sekolah, ketika guru kita memberikan suatu pembelajaran kepada kita, tak kita hapal saja tanpa kita harus menulisnya? 

Jawabannya mudah, kita semua mungkin bisa menebaknya tapi mari kita dengarkan kata-kata mutiara dari mufti besar Sunni Islam dan juga pendiri mazhab Syafi'i, Imam Syafi'i... 
Beliau pernah berkata : "Ilmu bagaikan hewan buruan" Ya beliau mengibaratkan ilmu sebagai hewan buruan yang mana sudah menjadi tabiat dari seekor buruan maka dia tidak akan pernah diam, akan selalu mencoba kabur dan lari meninggalkan sang pemburu. Tak salah memang beliau mengibaratkan ilmu dengan hewan buruan, tak kita jaga barang sedetik, hilanglah hewan buruan itu. Oleh karenanya, agar sang buruan tak lari dari kita maka beliau berpesan : "Ikatlah buruan kamu dengan tali yang kuat, yakni menulisnya"
 
Pesan senada pernah pula disampaikan oleh Sayyidina ‘Ali bin Abi Tholib ra yang  bergelar Babul-ilmi  : "Ikatlah ilmu dengan kitab (yaitu, dengan menulisnya)"
 
Sahabat, menulis bukanlah tanda kelemahan dalam belajar, menulis bukan pula tanda kesombongan ketika mempublikasikannya. Tapi menulis adalah tanda bahwa kita telah benar-benar belajar akan sesuatu yang baik dan karena kita tidak rela ilmu tersebut hilang dalam kapasitas otak kita yang terbatas, maka kita "abadikan" dalam bentuk tulisan.
 
Berangkat dari hal itu, aku pun menyadari, selama hidup ini begitu banyak pelajaran hidup yang telah dapatkan tapi banyak pula yang dilupakan. Tak ada "tali kekang" terhadap ilmu yang telah diterima menunjukkan begitu sedikitnya rasa hormatku terhadap ilmu, pelajaran atau pula pengalaman hidup yang telah Tuhan berikan kepada hamba-Nya. Maka agar tak lagi hilang "hewan buruan" tersebut, dengan niat belajar, dibuatlah blog ini sebagai "pengikat" ilmu dan juga sebagai media berbagi.
 
Memang sebagai penulis amatiran akan banyak sahabat-sahabat temukan dalam blog ini tulisan-tulisan yang mungkin pernah sahabat-sahabat temukan di buku-buku atau blog-blog lainnya. Namun saya teringat akan James Albert Michener,seorang penulis yang meraih Pulitzer Prize, pernah berujar : "aku bukanlah penulis yang paling baik, tapi aku penulis ulang yang sangat baik".
Tentu aku menjamin, bila ada tulisan yang ku copas atau dijadikan referensi akan kucantumkan sumbernya
.
Sekali lagi saya sampaikan ini adalah media agar ilmu yang kita dapatkan tak lagi hilang dan moga-moga menjadi pintu gerbang bagi sahabat-sahabat agar mendapatkan ilmu-ilmu yang bermanfaat dari tulisan sederhana yang kubagi ini. 
Wassalam...

0 comments:

Post a Comment